Dua Hal Yang Tak Dapat Dipisahkan…

HIDAYAH dan KEBAHAGIAAN adalah dua hal yang saling beriringan dan tidak bisa dipisahkan.

Sedang KESENGSARAAN adalah pasangannya KESESATAN yang tidak bisa terpisah darinya.

Maka kapan ada hidayah; di situ ada kebahagiaan, dan kapan ada kesesatan; di situ ada kesengsaraan.

Orang yang dulunya jauh dari Allah dan jauh dari keta’atan kepada-Nya, kemudian dia menjadi istiqomah; dia akan dapatkan dalam hatinya sebuah KELEZATAN yang dahulu hilang, RASA MANIS yang dahulu tidak ada, dan RASA HIDUP yang dahulu tidak dia rasakan.

Dan benarlah Allah dalam firman-Nya (yang artinya): “Maka, barangsiapa yang mengikuti PETUNJUK-Ku; dia TIDAK AKAN sesat dan tidak pula celaka. Sedang barangsiapa berpaling dari mengingat-Ku; pasti dia akan merasakan penghidupan yang sempit“. [Thoha: 124].

Oleh: Syeikh Abdurrozzaq Alu Badr, حفظه الله تعالى,. http://al-badr.net/muqolat/2648

******

Anda mencari kebahagiaan ?.. Ikutilah petunjuk-Nya.. !!

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

 

da030714-1643

JADWAL MAJELIS ILMU — JABODETABEK — RABU 17 JANUARI 2018

Jadwal (sementara) Majelis Ilmu di  JABODETABEK  untuk RABU ke-3  Tanggal 29 – 30 ROBI’UL AKHIR 1439 H / 17 JANUARI 2018 M
.
.
Tempat: Masjid Jaami’ Babussalam, Jl. Swadaya 3 no. 40, Radar AURI, Mekarsari, Cimanggis, Depok
Pemateri: Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah, MA
Tema: Kosong
Waktu: Ba’da Shubuh – selesai
Informasi: 0853-1994-1642
*******
.
Tempat: Masjid Baitul Jihad, Jl. Anggrek 1 AM 18, Kemang Pratama 2, Bekasi
Pemateri: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc
Tema: Kitab Shahih At Targhib Wa At Tarhib (Khusus MUSLIMAH)
Waktu: 08.15 – 09.45
Informasi: 0812-9626-6667 / 0818-0662-9629
*******
.
Tempat: Masjid Ta’liful Quluub, Bumi Rinjani block C, Graha Harapan, Bekasi Timur
Pemateri: Ustadz Abu Islama Imanuddin, MA
Tema: Telah Datang Zamannya (Khusus MUSLIMAH)
Waktu: 09.00 – selesai
Informasi: 0816-1314-411
*******
.
Tempat: Masjid Ibnu Sina, Sekolah Al Azhar Pamulang, Jl. Villa Pamulang Blok AJ, Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan
Pemateri: Ustadz Muhtarom
Tema: Kitab Riyadush Sholihin
Waktu: 09.00 – 11.00
Informasi: 0838-1366-7705
*******
.
Tempat : Masjid Syaikh Hamad Al Hamad / Imam Asy-Syafi’i Jl. Radensaleh – Studio Alam TVRI, Sukmajaya Depok
Pemateri : Ustadz DR. Firdaus Sanusi, MA
Tema : Ensiklopedi Larangan – Larangan Thiyaroh
Waktu : 09.00 – 11.30
Informasi : 0812-8236-9649 (i) / 0877-8249-5379 (a)
*******
.
Tempat : Masjid Baitul Jabbaar, Perumahan Jatibening Estate Jl. Kepodang Raya, Caman, Ratna – Bekasi
Pemateri: Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin, Lc
Tema: Aqidah Golongan Selamat (Khusus MUSLIMAH)
Waktu: 09.00 – 11.00
Informasi : 0818-905-859
*******
.
Tempat: Gedung Grha Dakwah BSD, Jl. Magnolia blok E No.6, Sektor I.2 BSD City, Serpong, Tangerang Selatan
Pemateri: Ustadz Fachruddin Nu’man, Lc
Tema: EMPAT Kaidah Mengenal Kesyirikan (Rutin Rabu ke 3)
Waktu: 09.00 – 11.00
Informasi: 0859-4504-2799 / 0811-154-095
*******
.
Tempat : Perumahan Sahid Mansion Blok D 14, Pondok Aren, Tangerang Selatan
Pemateri : Ustadz Ahmad Ali Rozaq, Lc
Tema : Fiqih Sunnah Wanita – Kitab Jenazah
Waktu : 09.00 – selesai
Informasi : 0819-2713-0769 / 0812-9369-7575
*******
.
Tempat: Rumah Ilmu Al Hilya, Jl. Bukit Barisan Raya J/222, Komplek Megapolitan Cinere Estate, Depok
Pemateri: Ustadz Djazuli Ruhan Basyir, Lc
Tema: Kitab Fiqih Sunnah Wanita – Bab Sholat (Khusus MUSLIMAH)
Waktu: 10.00 – 11.30
Informasi: 0878-8317-7360
*******
.
Tempat: Masjid At Taqwa (Lottemart Head Office), Jl. Lingkar Luar Selatan Kav 5 & 6, Ciracas, Jakarta Timur
Pemateri: Ustadz Mahfudz Umri, Lc
Tema: Menjaga Hati
Waktu: Ba’da Sholat Zhuhur – Selesai
Informasi: 0811-809-3093
*******
.
Tempat : Kediaman di Permata 1 Bintaro (Ibu Linda Ummu Luthfi) , Jl. Trulek HG24-24, Sektor 9 Bintaro (Samping sekolah Jepang), Tangerang Selatan
Pemateri : Ustadz Fachruddin Nu’man, Lc
Tema : Kitab Asma’ul Husna (Khusus MUSLIMAH)
Waktu : 13.00 – 15.00
Informasi : 0811-1171-881
*******
.
Tempat: Masjid Mu’adz bin Jabal, Jl. Pojong Iping ,RT 03 RW 01, Kavling BULOG Blok B No.10, Bojongkulur, Gunung Putri-Bogor
Pemateri: Ustadz Abu Zaid Cecep Nurrahman, Lc
Tema: 10 KAIDAH Tentang Istiqomah (Rutin Rabu Malam)
Waktu: Ba’da Sholat Maghrib – selesai
Informasi: 0812-9605-0383 (i) / 0813-1114-8158 (a)
*******
.
Tempat : Masjid Al Ihsan Puribeta, Perum Puribeta 1, Larangan Utara, Ciledug, Tangerang
Pemateri: Ustadz Muhtarom
Tema: Ushul Sunnah
Waktu: Ba’da Sholat Maghrib – selesai
Informasi : 0819-3271-0251 / 0812-994-8532
*******
.
Tempat : Masjid Hijau Nurul Iman, Jl. Raya Cilangkap No.1 B Cilangkap – Jakarta Timur
Pemateri : Ustadz Abu Usaamah, Lc
Tema : Kitab Riyaadush Shalihin
Waktu : Ba’da Sholat Maghrib – Selesai
Informasi: 0812-1317-178
*******
.
Tempat : Masjid Jami’ Darul Iman, Komp. SDIT Asy Syafii, Jl. Puskesmas Gg. Imih, Kalisari – Pasar Rebo, Jakarta Timur
Pemateri : Ustadz Datyadikara, Lc
Tema : Manhaj (Rutin Rabu Malam)
Waktu : Ba’da Sholat Maghrib – selesai
Informasi: 0813-1130-5100 / 0858-9109-3555
*******
.
Tempat : Masjid An Nuur Pramita, Kampus Universitas Pramita, Lippo Karawaci, Binong, Tangerang
Pemateri : Ustadz Mukhlis Abu Dzar, Lc
Tema : Arba’in An Nawawy (Rutin Rabu Malam)
Waktu : Ba’da Sholat Maghrib – selesai
Informasi : 0812-9343-956 / 0878-7808-9389
*******
.
Tempat: Masjid Izzul Alawi, Yayasan Uswah Hasanah, Jl. Raden Fatah (masuk dari Gang Samping Optik 99), Belakang Koramil Ciledug – Tangerang
Pemateri: Ustadz Muhtarom
Tema: Kitab Al ‘Ilmi – Keutamaan Ilmu dan Adab Menuntut Ilmu (Rutin Rabu Malam ke 1 dan 3)
Waktu: Ba’da Sholat ‘Isya – Selesai
Informasi: 0816-1610-326 / 0856-9250-1356
*******
.
.
.
Dianjurkan untuk menghubungi Panitia (Informasi) sebelum menghadiri Majelis Ilmu dikarenakan bisa terjadi pembatalan mendadak karena hujan, macet atau udzur lainnya.
.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan.” [HR. Muslim, 3509]

Hati Ketika Sakit…

Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:

Sebagaimana ketika TUBUH sakit, makanan dan minuman tidak bermanfaat baginya,

Begitu pula HATI ketika sakit karena maksiat syahwat, dia takkan tergugah dengan nasehat-nasehat“.

[Kitab: Al-Fawaid 1/98]

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny, MA حفظه الله تعالى

da140814-2040

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah KE-10

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj salaf dalam masalah tarbiyah dan perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

KAIDAH KE-9 bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 10 🌼

Mereka meyakini bahwa aljam’ah adalah pokok dari pokok-pokok agama.
Yang di maksud dengan aljama’ah yaitu bersatu padu di atas kebenaran.

Allah Ta’ala berfirman [QS Ali Imran : 103]

‎وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ

Hendaklah kalian berpegang semua kalian kepada tali Allah dan jangan bercerai berai.

Disini Allah menyuruh kita berpegang kepada tali Allah yaitu Alqur’an dan Hadits.
Dan melarang kita bercerai-berai, artinya orang yang tidak berpegang pada Alqur’an dan Hadits pasti bercerai-berai.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

‎إنَّ اللهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثًا وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلَاثًا

Sesungguhnya Allah mencintai untuk kalian tiga dan membenci untuk kalian tiga.”

Adapun yang Allah ridhoi yang 3;

** kamu beribadah kepada Allah saja dan tidak mempersekutukan Allah sedikitpun juga.

** dan hendaklah kamu berpegang kepada tali Allah semuanya dan jangan bercerai-berai.

** dan agar kamu menasehati para Ulil Amri (orang-orang yang Allah berikan kepada mereka kepemimpinan).

Berkata Imam Syafi’i:

Jika kamu berkata, apa makna perintah Nabi untuk berpegang kepada jama’ah ?
Aku berkata, kata Imam Syafi’i tidak ada makna kecuali satu.
Lalu jika kamu berkata, bagaimana tidak mempunyai makna kecuali satu ?
Aku berkata, apabila jama’ah mereka bercerai-berai di negeri-negeri, tidak ada yang mampu untuk mempersatukan badan-badan mereka yang bercerai-berai tersebut.Dan apabila mereka mendapatkan badan-badan telah berkumpul dengan kaum muslimin.
Demikian pula para kafirin, orang-orang yang bertaqwa dan orang yang hujar.

Kalau hanya sebatas berkumpulnya badan saja, kata beliau…. kalau begitu buat apa kita di suruh kita berpegang pada aljama’ah, kecuali jama’ah yang harus di ta’ati, yaitu Rasulullah dan para sahabatnya.

Abu Syamah berkata:
Yang di maksud dengan berpegang kepada aljama’ah adalah berpegang kepada kebenaran, walupun yang berpegang sedikit dan yang menyelisihi itu banyak. Karena kebenaran itulah yang di pegang oleh jama’ah yang pertama dari zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam dan para sahabatnya.

Kita tidak melihat kepada banyaknya orang yang memegang ke bathilan setelah mereka.

Kemudian Syaikh berkata:
Ada 3 PERKARA yang mempersatukan manusia diatas jama’ah yang haq;

▪Yang PERTAMA kata beliau Tauhid, yaitu aqidah yang shohihah.
Karena apabila aqidah berbeda-beda, tidak mungkin mereka akan bersatupadu.
Sebab persatuan badan tidak ada maknanya. Sebagaimana di katakan Imam Syafi’i tadi.

▪ Perkara yang ke DUA, yaitu rujukan yang menjadi rujukan harus satu juga, yaitu Alqur’an dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam_
Adapun kemudian merujuk masing-masing mazhab, masing-masing manhaj, maka ini tidak akan pernah mempersatukan.

▪Perkara yang ke TIGA, yaitu adanya ke ta’atan kepada pemimpin yang satu, yaitu Ulil Amri yang di ta’ati.
Makanya Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

‎وَأَنْ تَنَاصَحُوا مَنْ وَلَّاهُ اللَّهُ أَمْرَكُمْ

Untuk kamu memberikan NASIHAT kepada pemimpin kalian.”

Maksud NASIHAT di sini, yaitu MENTA’ATI MEREKA, sabar menghadapi kedholiman mereka.
Menta’ati tentunya DALAM KETA’ATAN BUKAN KEMAKSIATAN
.

Nah inilah 3 perkara yang menjadikan kaum muslimin bersatu padu diatas kebenaran aljama’ah

Wallahu a’lam🌴

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Rajin Sholat Malam Namun Tetap Melakukan Maksiat…

Sebagian dari kaum muslimin rajin melakukan ibadah sholat malam, namun di siang harinya mereka melakukan maksiat, mengapa ibadah yang mereka lakukan tidak membuat mereka berhenti melakukan maksiat ?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah iniIkuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

 

da290814-1330

Mengetahui Kesalahan Ijtihad Seorang Ulama Namun Tetap Mengamalkannya… Bagaimana Hukumnya..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah iniIkuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah KE-9

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj salaf dalam masalah tarbiyah dan perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

KAIDAH KE-8 bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 9 🌼

Bahwa kemenangan kaum muslimin dan kebaikan keadaan mereka terikat dengan 2 perkara:
1. Ilmu yang bermanfaat.
2. Amal Sholeh.

Berdasarkan firman Allah [QS At-Taubah: 33]

‎هو الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره المشركون

Dialah Allah yang telah mengutus Rasulnya dengan Huda (ilmu)
‎وَدِينِ الْحَقِّ  yaitu amal, untuk memenangkan di atas agama seluruhnya, walaupun orang-orang musyrikin itu tidak suka.”

Di sini Allah menyebutkan bahwa tujuan mengutus Rasul-Nya adalah membawa ilmu dan amal.
Untuk apa…?
Untuk Allah menangkan diatas seluruh agama.

Selama umat Islam mempraktekkan ilmu dan amal, menggabungkan 2 perkara ini, maka mereka pasti akan di berikan oleh Allah, KEMULIAAN dan KEMENANGAN.
Namun ketika salah satunya tidak ada, hanya berilmu tapi tidak beramal atau beramal tapi tanpa ilmu, maka disaat itu Allah akan hinakan mereka.

1. ILMU YANG BERMANFAAT.

Allah Ta’ala juga berfirman [QS At-Taubah: 122]

‎۞ وما كان المؤمنون لينفروا كافة ۚ فلولا نفر من كل فرقة منهم طائفة ليتفقهوا في الدين ولينذروا قومهم إذا رجعوا إليهم لعلهم يحذرون

Tidaklah layak kaum mukminin semuanya pergi ke medan perang, kalaulah ada sekelompok dari mereka untuk Tafaqquh dalam agama, agar mereka memberikan peringatan kaumnya ketika kembali kepada mereka. Agar mereka waspada.

Di sini Allah meyuruh agar ada sekelompok kaum muslimin yang betul-betul tafaqquh dalam agama agar menjadi da’i-da’i yang mengajarkan mereka tentang dien.

Dan tentu akhowat Islam, kita berusaha untuk menuntut ilmu tentunya kepada para ulama.
Demikian pula kita berusaha untuk semaksimal mungkin menyampaikan ilmu. Terutama di zaman sekarang ini.

Kata Syaikh Al-Albani rahimahullah:
Jihad yang paling besar di zaman sekarang ini adalah menuntut ilmu dan menyebarkan ilmu.”

Dan akhowat Islam, dengan ilmu yang bermanfaat kita bisa mengetahui jalan yang haq.
Dengan ilmu yang bermanfaat kita bisa memilah mana aqidah yang benar, mana aqidah yang tidak benar.
Mana ibadah yang sesuai sunnah mana ibadah yang tidak, bahkan dengan ilmu yang bermanfaat kita melakukan TASHFIYAH (pembersihan Islam dari penyimpangan-penyimpangan).

2. AMAL SHALEH

Maka amal sholeh ini adalah merupakan buah daripada ilmu.
Dimana dengan amal sholehlah hati menjadi lurus, dengan amal sholehpun keadaan manusia menjadi lurus.
Dengan amal sholeh seseorang menjadi bekal menuju kehidupan akhirat tentunya.
Maka Islam menggabungkan 2 perkara yaitu ILMU dan AMAL.

Sebagaimana Allah juga berfirman [QS Al-Fatihah : 6-7]

‎اهدنا الصراط المستقيم
‎صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين

Berikan kami hidayah kepada jalan yang lurus, apa itu…?
Jalan orang-orang yang engkau berikan nikmat atas mereka, bukan jalan orang-orang yang di benci yaitu Yahudi, kata Rasulullah.
Dan pula orang yang sesat yaitu Nasrani.
(Sebagaiman Riwayat Tarmidzi demikian).

Orang Yahudi di benci, kenapa..?
Karena mereka berilmu tapi tidak beramal.
Sedangkan orang Nasrani tersesat karena beramal tanpa ilmu.

👉🏼  Berarti JALAN YANG LURUS ITU ADALAH MENGGABUNGKAN ANTARA ILMU dan AMAL.
Maka merekalah orang-orang yang di berikan nikmat atas mereka.

Wallahu a’lam🌴

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah Ke-10

Menebar Cahaya Sunnah