Berapa Jumlah Yang Allah Janjikan Masuk Surga Tanpa Hisab dan Adzab..? – Keutamaan Tauhid # 4

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah iniIkuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

4 GOLONGAN MANUSIA PENGHANCUR ISLAM…

Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah rahimahullah menuturkan :

قال محمد بن الفضل: ذهاب الإسلام على يدي أربعة أصناف من الناس:

Imam Muhammad bin al-Fadl berkata: Lenyapnya agama Islam di tangan empat golongan manusia :

○صنف لا يعملون بما يعلمون،

1.  Golongan yang tidak mau mengamalkan sesuatu yang sudah diketahuinya,

○و صنف يعملون بما لا يعلمون،

2.  Golongan yang mengamalkan sesuatu yang tidak diketahuinya,

○و صنف لا يعملون ولا يعلمون،

3.  Golongan yang tidak beramal dan tidak mengetahui tentang Islam,

○و صنف يمنعون الناس من التعلم.

4.  Golongan yang menghalangi umat manusia untuk mempelajari Islam.

قلت-أي بن القيم-:

Aku berkata (Ibnu Qayyim):

●الصنف الأول: من له علم بلا عمل؛ فهو أضر شيء على العامة؛ فإنه حجة لهم في كل نقيصة و مبخسة.

GOLONGAN KE-1, orang yang punya ilmu tanpa amal, dia sosok paling berbahaya buat awwam, ia menjadi hujjah (pembenaran) buat mereka pada setiap kelemahan dan keburukan mereka.

●الصنف الثاني: العابد الجاهل؛ فإن الناس يحسنون الظن به لعبادته و صلاحه فيقتدون به على جهله.
و هذان الصنفان هما اللذان ذكرهما بعض السلف في قوله:《احذروا فتنة العالم الفاجر و العابد الجاهل فإن فتنتهما فتنة لكل مفتون》؛ فإن الناس إنما يقتدون بعلمائهم و عبادهم، فإذا كان العلماء فجرة و العباد جهلة عمت المصيبة بهما و عظمت الفتنة على الخاصة و العامة.

GOLONGAN KE-2, ahli ibadah yang jahil, sedangkan umat manusia berprasangka baik kepadanya karena ketekunan ibadah dan kesalehannya, mereka menjadikannya sebagai panutan padahal ia berada dalam kebodohan.

Kedua golongan tersebut, sebagian ulama salaf memperingatkan: Waspadalah terhadap fitnah ahli ilmu yang bejat dan ahli ibadah yang bodoh, karena fitnah keduanya adalah biang segala fitnah. Karena umat manusia senantiasa meneladani ahli ilmu dan ahli ibadah. Bila ahli ilmu bejat dan ahli ibadah bodoh maka musibah akan merata dan fitnah akan merajalela pada kalangan khusus dan umum.

●و الصنف الثالث: الذين لا علم لهم و لا عمل؛ و إنما هم كالأنعام السائمة.

GOLONGAN KE-3, mereka yang tidak punya ilmu dan tidak punya amal, sehingga mereka laksana hewan ternak.

●و الصنف الرابع: نواب إبليس في الأرض؛ و هم الذين يثبطون الناس عن طلب العلم و التفقه في الدين ؛ فهؤلاء أضر عليهم من شياطين الجن؛ فإنهم يحولون بين القلوب و بين هدى الله و طريقه .

GOLONGAN KE-4, mereka para agen iblis di muka bumi, mereka membuat umat manusia berat melangkah untuk menuntut ilmu dan memahami agama, bahkan mereka lebih berbahaya ketimbang setan dari kalangan jin, karena mereka menjauhkan hati mereka dari hidayah Allah dan jalanNya.

مفتاح دار السعادة :490/1

Penterjemah :
Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى

9 TIPS MENGGAPAI CINTA SUAMI…

1. Buatlah sesuatu yang paling dicintai suamimu meskipun Anda tidak menyukainya, selagi tidak dilarang dalam agama.

2. Katakanlah kepada suami bahwa dia adalah orang yang paling dicintai dalam hidup setelah Allah dan RasulNya.

3. Jangan mengenakan pakaian kesayanganmu bila pakaian itu kurang berkenan di hati suamimu, karena dia yang paling sering melihatnya.

4. Jangan mengenakan parfum yang kurang disukai suamimu, karena dia yang paling sering mencium aromanya.

5. Katakanlah kepada suamimu bahwa penampilan suamimu sangat menarik dan menawan di mata Anda.

6. Biarkan suamimu sesekali menghirup udara bebas bersama teman-temannya, karena istri yang baik dan mencintai suami senantiasa percaya dan tidak menaruh curiga.

7. Sekali waktu berikanlah hadiah kepada suamimu dengan suatu yang menarik hatinya.

8. Walau tidak rutin dan hanya dengan telpon, hubungilah orang tua atau famili suami tercinta.

9. Jangan turuti bisikan nafsu cemburu karena pasti akan memperkeruh suasana hidupmu bahkan bisa menjadi pintu pecahnya bahtera rumah tangga.

Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى 

Do’a Penutup Sebelum Tidur…

TAK ADA DARI KITA YANG MENGETAHUI kapan ajal tiba.. Bisa saja malam ini saat kita sedang terlelap tidur..
.
Yuk WUDHU SEBELUM TIDUR dan JADIKAN DO’A INI sebagai PENUTUP DARI RANGKAIAN DZIKIR DAN DO’A SEBELUM TIDUR..
.
Silahkan di save dan share…

Hadits pertama:

Dari Al-Bara’ bin ‘Aazib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan tidur, beliau berbaring pada sisi kanan, lalu membaca doa:

اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِيَ إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِيْ أَرْسَلْتَ

ALLAHUMMA ASLAMTU NAFSII ILAIK,
WA FAWWADH-TU AMRII ILAIK,
WA WAJJAHTU WAJHIY ILAIK,
WA ALJA’TU ZHOHRII ILAIK,
ROGH-BATAN WA ROHBATAN ILAIK,
LAA MALJA-A WA LAA MANJAA MINKA ILLA ILAIK.
AAMANTU BIKITAABIKALLADZI ANZALTA
WA BI NABIYYI-KALLADZI ARSALTA.

[Artinya: “Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepadaMu, aku menyerahkan urusanku kepadaMu, aku menghadapkan wajahku kepadaMu, aku menyandarkan punggungku kepadaMu, karena senang (mendapatkan rahmatMu) dan takut pada (siksaanMu, bila melakukan kesalahan). Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dari (ancaman)Mu, kecuali kepadaMu. Aku beriman pada kitab yang telah Engkau turunkan, dan (kebenaran) NabiMu yang telah Engkau utus.” Apabila Engkau meninggal dunia (di waktu tidur), maka kamu akan meninggal dunia dengan memegang fitrah (agama Islam)].” (HR. Bukhari, no. 6313; Muslim, no. 2710)

Hadits kedua:

Dari Al-Bara’ bin Aazib, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padaku, “Jika engkau hendak tidur, maka berwudhulah dengan wudhu yang digunakan untuk shalat lalu berbaringlah pada sisi kanan.” Kemudian disebutkan do’a seperti di atas, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengatakan, “Jadikanlah bacaan tersebut sebagai kalimat terakhir yang engkau ucapkan.” (HR. Bukhari, no. 247; Muslim, no. 2710)

Mari kita rutin membacanya mulai malam ini hingga waktunya tiba..

Beberapa Fungsi Penggunaan Kata “INSYAA ALLAH”…

Penggunaan Kata “Insyaa Allah” Untuk 3 Fungsi yang Benar, dan 1 Fungsi yang Salah:

(1) Untuk menekankan sebuah kepastian. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam dalam do’a ziarah qubur “Dan Kami insyaa Allah akan menyusul kalian wahai penghuni kuburan.” Dan tentunya kita semua pasti meninggal. Demikian juga firman Allah “Sesungguhnya kalian pasti akan memasuki masjdil haram insyaa Allah dalam keadaan aman” (QS Al-Fath : 27)
Ini yang disebut dengan Insyaa Allah LI AT-TAHQIIQ

(2) Untuk menyatakan usaha/kesungguhan akan tetapi keberhasilan pelaksanaannya di tangan Allah, seperti perkataan kita, “Bulan depan saya akan umroh insyaa Allah”

(3) Karena ada keraguan, akan tetapi masih ada keinginan.

(4) Yaitu salah penggunaan fungsi : Sebagai senjata untuk melarikan diri atau untuk menolak. seperti perkataan seseorang tatkala diundang ke sebuah acara, lantas dalam hatinya ia tidak mau hadir, maka iapun berkata, “Insyaa Allah”
Atau tatkala diminta bantuan lantas ia tidak berkenan, maka dengan mudah ia berlindung di balik kata “Insyaa Allah”
perkataan “Insyaa Allah” yang seharusnya untuk menyatakan kesungguhan malah digunakan untuk melarikan diri.
Semoga kita tidak keseringan menggunakan insyaa Allah model ini.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Sehari Beramal Seribu Kebaikan, Bisakah..?

Sehari Beramal Seribu Kebaikan, Bisakah..?

Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam lalu beliau bersabda,
Apakah salah seorang dari kalian tidak mampu
untuk memperoleh seribu kebaikan setiap hari ?

Maka seseorang yang duduk bertanya,
Bagaimana seseorang bisa memperoleh seribu
kebaikan ?
’ Beliau menjawab, ‘Ia bertasbih seratus
kali, maka akan ditulis untuknya seribu kebaikan,
atau dihapus darinya seribu kesalahan
.’

[HR. Muslim, no. 2698]

Yuk raih minimum SERIBU KEBAIKAN setiap harinya…
.
Ini malam pun bisa kita meraihnya, in-syaa Allah…
.
Penjelasan:
.
1. Hadits di atas menunjukkan keutamaan dzikir.
.
2. Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan semisal. Ini baru kelipatan minimal dari suatu amalan. Karena kelipatannya bisa mencapai 700 kali lipat.
.
3. Huruf aw (artinya: atau) dalam hadits bisa bermakna waw (artinya: dan), artinya dengan bertasbih seratus kali akan ditulis seribu kebaikan dan dihapus seribu maksiat.
.
4. Kalau aw dimaknakan dengan ‘atau’ maknanya menjadi ada yang bertasbih ditetapkan baginya seribu kebaikan, ada juga yang dihapuskan baginya seribu kesalahan
.
5. Hendaklah seorang guru mengajarkan kepada murid-muridnya fadhilah-fadhilah suatu amalan
.
6. Sahabat begitu semangat dalam melakukan kebaikan.
.
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal MSc, حفظه الله تعالى
.
Ini adalah dzikir yang tidak terikat oleh waktu dan tempat, jadi silahkan di baca kapan saja. Wallahu a’lam.

Menebar Cahaya Sunnah