Pesan Dari Salah Seorang Hamba Allah…

Jika hawa nafsu Anda mengajak untuk bermaksiat, maka cobalah menyanggahnya dengan halus, ingatkanlah dia dengan ayat ini:

قُلْ أَذَلِكَ خَيْرٌ أَمْ جنّةُ الخُلْدِ الَّتي وُعِدَ المُتَّقُونَ

Apakah itu lebih baik, ataukah surga keabadian yang dijanjikan untuk mereka yang bertakwa ?!” [QS. Alfurqon:15]

Ya, surga itu dijanjikan bagi orang yang bertakwa; orang yang menjalankan keta’atan dan menjauhi kemaksiatan, semoga Allah memasukkan kita dalam golongan mereka.

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

 

da060415-2132

FIQIH – Keutamaan Sholat DHUHA…

Pembahasan SHOLAT DHUHA dari kitab Fiqih yang berjudul Mausu’ah Muyassaroh“, ditulis oleh Syaikh Husain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى.

=======

🌿 Pembahasan yang ke 1 🌿

⚉  Keutamaan sholat Dhuha.

Ada 7 hadits yang menyebutkan tentang keutamaan sholat dhuha.

👉🏼  1. Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu ia berkata :

Kekasihku (Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam) memberikan kepadaku tiga wasiat :
1. Berpuasa 3 hari setiap bulan.
2. Dua roka’at dhuha.
3. Sholat witir sebelum tidur.”

⚉  Ini adalah wasiat untuk Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu dan untuk witir sebelum tidur yang paling utama setelah kita bahas yaitu diakhir malam.

⚉  Adapun untuk Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu karena ada keadaan khusus untuk beliau. Maka beliau diberikan wasiat untuk sholat witir sebelum tidur.

(HR. Bukhari dan Muslim)

====================

👉🏼  2. Hadits Abu Dzar rodhiyallahu ‘anhu

Bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam berkata :

« يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

Diwaktu pagi setiap persendian seorang harus ada shodaqohnya. Setiap TASBIH shodaqoh, setiap TAHMID shodaqoh, setiap TAHLIL shodaqoh, dan setiap TAKBIR shodaqoh. Ber-AMAR MA’RUF itu shodaqoh, MELARANG DARI KEMUNGKARAN juga shodaqoh, dan itu bisa dicukupi dengan dua roka’at sholat dhuha.”

(HR. Imam Muslim)

====================

👉🏼  3. Hadits Buraidah rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata :

Aku mendengar Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda :

فِي الْإِنْسَانِ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلًا فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهُ بِصَدَقَةٍ قَالُوا وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ قَالَ النُّخَاعَةُ فِي الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا وَالشَّيْءُ تُنَحِّيهِ عَنْ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُكَ

Pada tubuh manusia 360 sendi, dan ia wajib untuk setiap sendinya memberikan shOdaqohnya.
Mereka berkata : siapa yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah ?
Maka beliau bersabda :
Kamu mengubur ingus didalam masjid dan membersihkan ingus tersebut, dan kamu menyingkirkan sesuatu dari jalan yang menganggu itu semua shodaqoh. Jika kamu tidak mendapatkan maka dua roka’at dhuha itu sudah mencukupi.

(HR. Abu Daud Imam Ahmad dan yang lainnya)

Hadits ini menunjukkan bahwa:

⚉  setiap harinya wajib bershodaqoh 360 kali. Untuk memenuhi setiap sendi-sendinya. Dan itu shodaqoh disini bentuknya umum. Ucapan tahlil, takbir, tahmid, tasbih demikian pula ber-amar ma’ruf nahi munkar.

⚉  Menyingkirkan gangguan dari jalan dan semua kebaikan yang kita lakukan. Itu semua adalah shodaqoh.

⚉  Dan jika kita tidak bisa melakukan 360 dalam sehari maka cukup itu dengan dua roka’at dhuha.

====================

👉🏼  4. Hadits dari Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu bahwa :

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam mengirim pasukan maka mereka pulang dengan cepat dan membawa ghonimah yang banyak, lalu ada orang berkata,
Wahai Rosulullah tidak pernah kami melihat pasukan yang lebih cepat pulangnya dan lebih banyak ghonimahnya dari pasukan ini.

Maka beliau bersabda :

Maukah aku kabarkan kepada kamu sesuatu yang lebih cepat pulangnya dan lebih besar ghonimahnya ? Yaitu seseorang berwudhu lalu ia membaguskan wudhunya kemudian ia pergi ke masjid lalu ia sholat subuh kemudian ia sholat dhuha (artinya ia setelah sholat subuh terus berdzikir sampai sholat dhuha). maka ia sungguh telah pulang dengan cepat dan besar ghonimahnya.”

(HR. Abu Ya’la dan Rizal dengan sanadnya yang shohih – jalur perowi-perowinya shohih Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan dianjurkan :

⚉  Setelah sholat subuh untuk diam sampai waktu dhuha kemudian sholat dhuha. Ini menjelaskan kepada kita.

⚉  Bahwa yang dimaksud dengan sholat syuruq itu adalah sholat dhuha.

====================

👉🏼  5. Hadits Uqbah bin Amir Al Juhani rodhiyallahu ‘anhu bahwa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

Allah ta’ala berfirman  :

Wahai anak adam cukupkanlah aku di empat roka’at diawal siang aku akan cukupi kamu dengannya diakhir hari itu.”

(HR. Imam Ahmad dan Abu Ya’la)

⚉  Hadits ini menunjukkan keutamaan sholat dhuha empat roka’at.

⚉  Bahwa orang melakukan itu akan dicukupi diakhir siang tersebut.

====================

👉🏼  6. Hadist Abu Umamah rodhiyallahu ‘anhu bahwa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda :

مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ

Barang siapa keluar dari rumahnya dalam keadaan berwudhu menuju sholat wajib maka pahalanya sama dengan pahala haji yang ber-ihrom, dan siapa yang keluar menuju sholat dhuha menuju masjid tidak ada niat kecuali untuk sholat dhuha maka pahalanya sama dengan pahala yang ber-umroh.

⚉  Ini menunjukkan bahwa sholat dhuha itu dianjurkan di masjid.

⚉  Dan bahwa orang yang pergi ke masjid dengan tujuan untuk sholat dhuha pahalanya sama dengan Umroh insyaa Allah.. Namun sebagian ulama mengatakan bahwa ini untuk Masjid Quba’. Wallahu’alam apakah ini umum atau tidak, belum tahu.

(lanjutan hadits..) “… dan sholat setelah sholat yang tidak ada sia-sia diantara keduanya itu tercatat dalam Iliyyin.”

(HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Syaikh Albani Rahimahumullah)

====================

👉🏼  7. Hadits Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu bahwa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda :

لا يحافظ على صلاة الضحى إلا أواب، وهي صلاة الأوابين

Tidak ada yang menjaga sholat dhuha kecuali orang yang awwab/ kembali kepada Allah, dan ia adalah Sholatul Awwabin.”

(HR. Ahmad Tabrani, Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim)

Ini menunjukkan betapa agungnya sholat dhuha.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab Fiqih yang berjudul Mausu’ah Muyassaroh“, ditulis oleh Syaikh Husain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى.

Kebutuhan Manusia Terhadap Ilmu Agama…

Imam Ahmad bin Hanbal rohimahullahu ta’ala berkata :

Kebutuhan manusia terhadap ilmu agama, melebihi kebutuhannya terhadap makan dan minum. Karena makan dan minum hanya dibutuhkan oleh manusia satu atau dua kali saja dalam sehari, sedangkan ilmu itu dibutuhkan olehnya setiap waktu.”

[ Thabaqat al-Hanabilah – 1/146 ]

Courtesy of Radio Rodja 756 AM  |  Rodja TV

 

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-3

Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 2) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 3 🌿

Diantara perkara yang menghalangi seseorang dari kebenaran :

‎اعتقاد المبطل أنه على الحق

⚉  Dia meyakini bahwa dirinya diatas kebenaran

‎من أعظم الصو ار ف عن الْحقَّ :
‎ا عتقاد المبطل أنه هو الْمُحِقُّ

⚉  Diantara perkara yang memalingkan seseorang dari kebenaran untuk menghalanginya yaitu seseorang merasa dirinya diatas kebenaran. Sementara yang lainnya diatas kebathilan.

Karena apa ? Karena ia terkena syubuhat disertai dengan kebodohan yang ada pada dirinya, sehingga dia menganggap bahwa syubhat itulah sebagai sesuatu yang kebenaran.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah berkata dalam kitab al-Istiqomah 1/13

‎وأول من ضل فِي ذلك هم الخوارج المار قون, حيث حكموا لنفو سهم بأ نَّهم المتمسكون بكتاب الله و سنته

Yang pertama kali sesat dalam masalah ini adalah orang-orang khowarij dimana mereka menganggap bahwa diri merekalah yang berpegang kepada Alqur’an dan Sunnah.
Sedangkan ‘Ali dan Mu’awiyah dianggap pelaku maksiat dan bid’ah, sehingga mereka menghalalkan darah ‘Ali dan bahkan menghalalkan darah kaum muslimin.”

Beliau juga berkata:
Bahkan menjadi terbalik perkaranya, sehingga mereka menganggap perkara yang bid’ah itu sebagai perkara yang sunnah atau sesuatu yang sunnah itu mereka anggap sebagai perkara yang bid’ah. Sehingga akhirnya merekapun jatuh kedalam berbagai macam kebid’ahan dan memusuhi Ahlusunnah wal Jama’ah dan para ulama mereka.”

Dan ini, Ikhwatal Islam A’azzaniyallaahu wa iyyakum, ada kemiripan dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Dimana orang-orang Yahudi dan Nasrani, Allah menyebutkan mereka [QS Al-Baqarah : 111)

وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلا مَنْ كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَى

Mereka berkata tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi dan Nasrani saja

‎تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ

Lalu Allah mengatakan “Itu angan-angan mereka saja

‎قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Katakan kepada meraka, kemarikan bukti kalian jika kalian orang-orang yang benar

Allah juga berfirman [QS Al -Maidah: 18]

‎وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاء اللّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ

“Berkatalah orang Yahudi dan Nasrani, “Kami ini anak-anak Allah dan orang-orang yang dicintai oleh Allah

Lihat… mereka orang-orang Yahudi dan Nasrani menganggap kaum Muslimin diatas kebathillan dan bahwasanya merekalah yang akan masuk surga, sementara mereka tidak punya bukti yang kuat sama sekali, yang ilmiah, yang menunjukkan akan kebenaran pendapat mereka itu.

‎وأعخب من هذا : أن بعض من لا يعر ف حقيقة مذهبه ينسب مُخالفه إلَى البدعة كالو اقفة

Yang lebih mengherankannya lagi :
⚉  orang yang tidak mengetahui tentang hakikat kebid’ahan mereka itu, malah menisbatkan orang yang menyelisihi mereka sebagai ahli bid’ah. Karena tidak fahamnya tentang hakikat yang mereka pegang itu. Dan syubhat begitu sangat kuat di hati mereka.

Maka dari itulah saudara-saudaraku sekalian…
⚉  kalau seseorang sudah merasa bahwasanya dia diatas kebenaran tanpa ada bukti yang nyata tapi hanya sebatas syubhat saja disebabkan oleh kebodohannya, biasanya akan sulit sekali untuk mendapatkan kebenaran.

👉🏼   Makanya, benar kata Sufyan Ats-Tsauri rohimahullah :
Bid’ah lebih di sukai oleh iblis daripada maksiat.

Kenapa?

👉🏼  Karena orang-orang yang berbuat bid’ah menganggap dirinya diatas kebenaran. Selama mereka merasa diatas kebenaran tidak akan bertaubat. edangkan orang yang berbuat maksiat, tahu itu maksiat sehingga ia lebih dekat untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah – Tentang Ikhlas Dalam Ibadah…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuzhotul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasyanya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Ini MASALAH Bagi Yang Mengaku MUSLIM…

Syeikh Abdul Karim Al Khudhoir -hafizhohulloh- mengatakan:

“Sayangnya banyak dari kaum muslimin yang meninggalkan membaca Alqur’an karena sibuk dengan gosip, koran, majalah, dan nonton TV.

Kamu dapati sebagian penuntut ilmu siap menghabiskan koran semuanya, atau kamu dapati seorang pegawai muslim setelah pulang dinas hingga tidur dia membolak-balik koran, untuk apa ? Apa yang dia dapatkan dari koran itu ? Yang ini kabar buruk, yang itu bicara ‘ngawur‘ tentang agama, yang lain menghina mereka yang taat, yang lain lagi gambar tak senonoh, ada juga tentang kabar. Apa semua ini !

Meskipun begitu, tapi inilah kebiasaan banyak orang, sehingga berlalu waktu sehari, dua hari, seminggu, bahkan SEBULAN, sedang dia tidak membuka MUSHAF sekalipun!

Paling-paling jika dia bisa hadir untuk sholat sebelum iqomat dua menit, tiga menit, atau lima menit, dia membaca dengan bacaan yang (kualitasnya) hanya Allah yang tahu. Dia paling membaca selembar, dua lembar, dan bosan.

Bahkan sebagian orang tidak tahu Alqur’an, kecuali di Bulan Ramadhan! ini MASALAH.”

———-

Oleh karenanya jika ada yang bertanya kepada Anda, “Mengapa sedih ?

Jawablah dengan jujur: “Karena aku menjauhi Alqur’an dan sedikit beristighfar“.

Tapi, pengakuan saja tidak akan berguna dan tidak akan memperbaiki keadaan.

Jika ingin keadaan berubah, maka mulailah berubah dari sekarang… Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua, amin.

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da020115-1848

Kaidah Ushul Fiqih Ke 39 : Kebiasaan Atau ‘Uruf Sama Hukumnya Dengan Ucapan…

Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-38) bisa di baca di SINI

=======

🍀 Kaidah yang ke 39 🍀

👉🏼   Kebiasaan atau ‘uruf sama hukumnya dengan ucapan.

‘Uruf adalah kebiasan suatu masyarakat dalam bermu’amalah. ‘Uruf dapat dijadikan patokan dengan syarat ‘uruf tersebut bersifat “muthorid” yaitu berlaku umum dan diketahui oleh individu masyarakat tersebut.

⚉    Contohnya bila kita beli di warung makanan, ‘uruf di masyarakat kita seringnya makan dahulu baru bayar. Maka perkara seperti ini dibolehkan.

⚉    Bila kita membeli sesuatu di toko lalu kita hanya memberikan uang dan sipenjual menerimanya tanpa ada ucapan, maka inipun sah.

👉🏼   Tapi bila ‘uruf itu bertentangan dengan syariat maka tidak boleh diikuti.

⚉    Seperti bila kita hendak mengurus KTP, kebiasaan di masyarakat adalah memberikan uang kepada petugas. Perbuatan ini secara syariat tidak dibolehkan karena termasuk “Hadaya al ‘Ummaal” (hadiah untuk pejabat / uang pelicin) yang dilarang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tapi bila urusan kita akan dipersulit bila tidak memberinya uang, maka sebagian ulama membolehkan karena itu adalah untuk mendapatkan hak kita dan dosanya untuk yang menerima.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page:
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/
.
KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP

Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah – Senantiasa Menjaga Niat Karena dan Untuk Allah Semata…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuzhotul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasyanya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Menebar Cahaya Sunnah