Jangan Katakan “KENAPA” Dan “BAGAIMANA”, Bila…

Jangan katakan “KENAPA” dan “BAGAIMANA“, bila Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam memerintahkannya atau melarangnya…
.
Imam Syafi’i -rohimahulloh- mengatakan:

“… akan tetapi Allah telah menyuruh Nabi -shollallohu alaihi wasallam- dan semua makluk-Nya dengan perintah apapun yang Dia kehendaki melalui lisan Nabi-Nya. Maka, tidak boleh baginya -siapapun orangnya-, untuk memasukkan kata “kenapa” dan “bagaimana” serta pendapat apapun ke dalam hadits yang datang dari Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-. Begitu pula tidak boleh baginya untuk menolak hadits tersebut, bila datang dari orang yang terpercaya menurutnya, walaupun dia hanya satu orang.” 

.
[Kitab: Ikhtilaful Hadits, karya: Imam Syafi’i, hal: 16].
.

———

.
Sayangnya seringkali sebagian orang di zaman ini, ketika datang kepadanya Sunnah Nabi -shollallohu alaihi wasallam-, baik itu perintah atau larangan, dengan mudahnya dia mengatakan: “kenapa perintahnya seperti itu“, “kenapa dilarang ?!”Semoga perkataan Imam Syafi’i di atas, dapat menjadi masukan bagi mereka… dan itulah yang pantas bagi kita sebagai umatnya yang mengaku mencintai beliau shollallohu alaihi wasallam.

Cobalah bayangkan bila beliau shollallohu alaihi wasallam masih hidup di depan kita, dan menyuruh atau melarang sesuatu kepada kita, pantaskah kita mengatakan “kenapa” atau “bagaimana“, atau bahkan menolaknya mentah-mentah…?

Semoga bermanfaat….

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da270415-1415

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.