Silaturrahim Adalah Usaha Untuk Menyambung Atau Menguatkan Hubungan KEKERABATAN…

Al-Hafizh Ibnu Hajar -rohimahulloh- mengatakan:

“RAHIM digunakan untuk menyebut para kerabat, yaitu orang yang antara dia dan orang lain memiliki hubungan nasab, baik orang tersebut mewarisinya atau tidak, baik orang tersebut masih termasuk mahromnya atau tidak.

Memang ada yang mengatakan bahwa RAHIM itu khusus untuk mahrom saja, namun pendapat yang pertama lebih kuat, karena pendapat kedua ini melazimkan anak-anaknya paman dari garis bapak dan anak-anaknya paman dari garis ibu keluar dari lingkup dzawil arham (orang yang masih ada hubungan rahim), padahal kenyatannya tidak demikian.”   [Fathul Bari 10/414].

——–

Jadi, fadhilah atau keutamaan bersilaturrahim yang dijelaskan oleh Alqur’an dan Assunnah hanya berlaku pada usaha menyambung dan menguatkan hubungan kekerabatan saja, bukan orang lain yang tidak ada hubungan kekerabatannya, wallohu a’lam.

Tapi bukan berarti menyambung dan menguatkan hubungan antara sesama muslim lainnya tidak dianjurkan, tapi tetap saja dianjurkan hanya saja keutamaannya lain lagi, wallohu a’lam.

Allah ta’ala berfirman yang artinya: “Sesungguhnya seluruh kaum mukminin adalah bersaudara“. [QS. Al-Hujurat: 10].

Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- juga bersabda: “Seorang mukmin dengan mukmin lainnya itu ibarat sebuah bangunan yang saling menguatkan satu dengan yang lainnya“, dan beliau pun mencengkramkan antara jari jemarinya. [Muttafaqun Alaih, Bukhori: 481, Muslim: 2585].

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

da220715-2210

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.