Tadabur Al Qur’an…

Asy-Syaikh Prof.DR Abdurrozak Al-Badr hafidhohullah Ta’ala. 

Alhamdulillah, was sholaatu was salaamu ala Rosulillah, wa ba’du : 

Alangkah agung dan mulia tilawah dan mentadaburi Al-Qur’an di setiap waktu bagi seorang muslim, akan tetapi ketika dilakukan dikala setiap mengerjakan sholat wajib lima waktu adalah sesuatu yang lebih agung dan lebih istimewa jika dibandingkan dengan keadaan selainnya.  

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ’alaihi Wasallam bersabda:

وما تقرَّب إليَّ عبدي بشيءٍ أحبَّ إليَّ ممَّا افترضتُ عليه ، وما يزالُ عبدي يتقرَّبُ إليَّ بالنَّوافلِ حتَّى أُحبَّه 

“Sesungguhnya Allah berfirman: “Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal shaleh yang lebih Aku cintai dari pada amal-amal yang Aku wajibkan kepadanya dalam Islam, dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amal-amal nafilah atau sunnah sehingga Aku-pun mencintainya”. (HR Al-Bukhary )

Sesungguhnya sholat fardhu lima waktu merupakan kewajiban terbesar dan memiliki keutamaan yang agung setelah Tauhid, yaitu Mengesakan Allah Ta’ala. 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : “Sesungguhnya keutamaan yang diperoleh tatkala tilawah Al-Qur’an, maka mencakup pula ketika dalam sholat lima waktu, bahkan merupakan bagian yang terdepan.”

Bisa dikatakan pula : “Sesungguhnya keutamaan mentadaburi Al-Qur’an, mencakup pula bagi orang-orang yang mentadaburi ketika membaca bacaan ketika sholat fardhu, bahkan masuk dalam kategori terdepan, dibandingkan keadaan yang lainnya.” 

Maka seyogyanya  setiap individu muslim agar bermujahadah untuk mentadaburi bacaan Al-Qur’an didalam ibadah sholat nya, terlebih bacaan surat Al-Fatihah yang senantiasa terulang-ulang dalam setiap rekaat, dan juga mentadaburi bacaan surat yang ia baca atau ia dengar, dalam sholat jahriyah atau sirriyah, dikarenakan bermujahadah dalam mentadaburi bacaan ketika sholat merupakan perkara yang paling mendatangkan manfaat bagi seorang hamba, dan merupakan usaha agar dapat khusyuk didalam sholat dan hadirnya hati, yang demikian akan mendulang pahala yang sangat besar dan sesungguhnya seseorang tidak mendapat ganjaran sholat kecuali apa yang ia renungkan dari bacaan nya.

Rochmad Supriyadi, حفظه الله تعالى

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.