Kaidah Ushul Fiqih Ke 30 : Amal Itu Dihukumi Dengan Niat…

Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-29) bisa di baca di SINI

=======

🍀 Kaidah yang ke 30 🍀

👉🏼   Amal itu dihukumi dengan niat.

Kaidah ini ditunjukkan oleh hadits:

إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى

Sesungguhnya amal itu dengan niat dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan apa yang ia niatkan.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Niat tempatnya di hati berdasarkan kesepakatan ulama. Dan tidak disyariatkan melafadzkannya kecuali dalam udlhiyah (kurban), karena itu yang dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam.

⚉    Niat mempunyai dua fungsi:
1. Membedakan ibadah dengan kebiasaan.
2. Membedakan ibadah satu sama lainnya.

⚉    Niat ada dua macam:
1. Niat amal. Yaitu niat untuk melakukan ibadah seperti sholat, zakat, puasa dsb.
2. Niat idhofah. Yaitu niat mengharapkan ridho Allah atau selain itu. Niat ini mempengaruh pahala atau dosa.

⚉    Niat mempunyai beberapa syarat:
1. Islam – Karena niat ibadah orang kafir tidak sah.
2. Mumayyiz – yaitu usia yang dapat membedakan, pendapat yang kuat adalah 7 tahun.
3. Berilmu tentang apa yang akan ia niatkan. Apakah amal tersebut hukumnya wajib atau sunnah.
4. Tidak ada sesuatu yang meniadakan antara niat yang diniatkan. seperti murtad meniadakan ibadah.
5. Berada di awal amal.
6. Niat harus ada dari awal ibadah sampai akhir ibadah, tidak boleh terputus.
7. Tidak boleh digabungkan khusus dalam amal yang tidak bisa digabungkan seperti sholat lima waktu. Adapun sholat sunnah, imam yang empat berpendapat boleh menggabungkan dua niat dalam satu ibadah. seperti sholat tahiyat masjid dengan sholat wudhu.

Ada juga perkara yang tidak membutuhkan kepada niat, seperti membersihkan najis, membayar hutang dan sebagainya yang disebut dengan istilah أفعال التروك (perbuatan meninggalkan)
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page:

https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/
.
KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.