Tarawih 4 + 4 + 3…

Pertanyaan:

Ust mau tanya, di masjid dekat rumah saya sholat taraweh 4 4 3 dengan satu tahiyat dan salam di akhirnya. Mereka berdalil dengan hadits Aisyah bahwa nabi sholat 4 4 3 HR Bukhari dan Muslim. Bagaimana menurut ustadz ?

Jawab:
.
Pendapat yang kuat in sya Allah sholat taraweh seperti itu TIDAK DI SYARI’ATKAN. Karena Aisyah sendiri dalam riwayat Muslim berkata:

كان النبي صلى الله عليه وسلم يصلي من الليل إحدى عشرة ركعة يسلم من كل اثنتين ويوتر بواحدة

Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sholat malam sebelas rakaat. Beliau mengucapkan salam di setiap dua rakaat dan witir dengan satu raka’at.

Jadi perkataan aisyah 4 4 3 ditafsirkan oleh riwayat tersebut maksudnya empat roka’at dengan dua kali salam.
Ini juga sepadan dengan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam dari hadits ibnu Umar:

صلاة الليل والنهار مثنى مثنى

Sholat malam dan siang dua raka’at dua raka’at.” (HR Abu Dawud dan lainnya).

Secara kaidah ushul fiqih UCAPAN Nabi shallallahu alaihi wasallam LEBIH DI DAHULUKAN DARI PERBUATANNYA.

Iya, Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah melakukan sholat empat roka’at sebelum ashar empat roka’at dengan satu kali salam tapi dengan dua kali tahiyat.
Yaitu  dari hadits Ali bin Abi Thalib :

و أربعا قبل العصر ، يفصل بين كل ركعتين بالتسليم على
الملائكة المقربين ، و النبيين ، و من تبعهم من المسلمين ، ” يجعل التسليم في اخره

Dan (nabi) melakukan sholat empat roka’at sebelum ashar, beliau pisah setiap dua raka’atnya dengan mengucapkan salam kepada malaikat, para nabi dan yang mengikuti mereka dari kaum muslimin. Dan menjadikan salam di akhirnya.” (HR Ahmad dan lainnya. Dihasankan oleh syaikh Al Albani).

Al Munawi menjelaskan bahwa yang dimaksud mengucapkan salam kepada para malaikat, para nabi dan kaum muslimin adalah tasyahud awal.

Jadi diperbolehkan melakukan sholat sunnah empat roka’at dengan satu kali salam namun dengan dua kali tahiyat.
Akan tetapi yang lebih utama adalah dua roka’at-dua roka’at.

Wallahu a’lam

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

==========
Catt: Artikel diatas adalah posting ulang dari artikel yang di ‘publish‘ tanggal 09 Juni 2016 – 2233

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.