Buah Kesombongan…

Apa hakikat kesombongan itu?

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan kepada kita mengenai hal itu.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“ Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” (HR. Muslim no. 91)

Dari hadits diatas kita tahu bahwa hakekat kesombongan adalah *menolak kebenaran (al-Haq) dan meremehkan orang lain.*

Lantas apa buah dari Kesombongan?

Diantaranya tidak akan masuk surga sebagaimana hadits diatas, kemudian perhatikanlah hadits berikut ini:

Dari Ikrimah bin Ammar, Iyas bin salamah bin al-Akwa’ telah bercerita kepadaku, bahwa ayahnya (Salamah) pernah bercerita, ada seorang laki-laki yang sedang makan di sisi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dengan menggunakan tangan kirinya. Lalu beliau bersabda:
كل بيمينك

“Makanlah dengan tangan kananmu.”
Orang itu menjawab: _”Tidak bisa.”_
Beliau bersabda:  

لا استطعت، ما منعه إلا الكبر

“Engkau benar-benar tidak akan bisa, tidak ada yang mencegahnya (untuk makan dengan tangan kanan) melainkan kesombongan._ Salamah melanjutkan, “Ternyata orang itu tidak bisa lagi mengangkat tangannya kemulut.” (HR.Muslim, no.2021).

Sungguh sangat pahit buah dari kesombongan itu. Semoga Allah menyelamatkan kita dari sifat tersebut. Aamiin.

Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.