Kaidah Memahami Al Qur’an ke 25 : Penjelasan Ketika Ada Kemungkinan Pemahaman Yang Salah dan Menghilangkannya…

Kaidah-kaidah memahami Al Qur’an yang diambil dari kitab Qowa’idul Hisaan yang ditulis oleh Syaikh Abdurrohman As Sa’diy, rohimahullah.

Kaidah ke 25

Al Qur’an memberikan penjelasan ketika ada kemungkinan pemahaman yang salah dan menghilangkannya.

Diantara contohnya adalah firman Allah Ta’ala:

إنما أمرت أن أعبد رب هذه البلدة الذي حرمها

Sesungguhnya aku diperintahkan untuk beribadah kepada pemilik negeri yang Dia haramkan ini.

Mungkin akan ada orang menyangka bahwa Allah pemilik negeri makkah saja.
Maka Allah berfirman setelahnya:

وله كله شيء

Dan milikNyalah segala sesuatu. (An Naml:91)
Sehingga hilanglah persangkaan tersebut.

Contoh lainnya adalah firman Allah:

لا يستوى القاعدون من المؤمنين

Tidak sama orang orang yang tidak ikut berperang..

Barangkali ada yang memahami bahwa orang yang tidak ikut berperang semuanya walaupun memiliki udzur.
maka Allah berfirman:

غير أولي الضرر

Kecuali orang yang memiliki udzur. (AnNisa:94)

Contohnya lainnya adalah firman Allah:

ولكن الله يهدي من يشاء

Akan tetapi Allah memberikan hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki.

Barangkali ada yang mengira bahwa Allah memberi hidayah kepada siapa saja dengan seenaknya.
maka Allah berfirman:

وهو أعلم بالمهتدين

Dan Dia lebih mengetahui siapa yang berhak mendapat hidayah. (Alqashash:56)

Allah menjelaskan bahwa Dia memberi hidayah dengan ilmu dan hikmahnya. Siapa yang berhak mendapat hidayah karena kebersihan hatinya dan kesungguhannya mencari hidayah.

dan contoh contoh lainnya yang amat banyak.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Kaidah Ke 24 : Pada Asalnya Ikatan-Ikatan Yang Ada Pada Suatu Ayat..

KAIDAH MEMAHAMI Al QUR’AN – Kaidah ke 1 s/d Kaidah Terkini

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.