Mana Yang Lebih Utama Bagi Wanita, Sholat Tarawih Berjama’ah Di Masjid atau Sholat Di Rumah Mereka ..?

Pertanyaan :
Assalamu’alaykum Ustadz, baarakallahu fiik, maaf Ustadz ada pertanyaan berkaitan dengan Tarawih.

Mengingat adanya hadits tentang pahala sholat sepanjang malam bagi mereka yang sholat tarawih + witir bersama Imam di masjid, apakah sebaiknya wanita juga sholat berjama’ah di masjid ataukah pahala sholat di rumah/kamar mereka tetap lebih utama bagi mereka dari pahala bersama Imam ? Syukron Ustadz

Jawaban :
Waalaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh.

Shalatnya perempuan di rumah tetap lebih afdhal.

Walaupun saat shalat di masjid dia mendapatkan pahala shalat semalam suntuk.

Jika dia mampu shalat di rumah, maka itu yg lbh afdhal.

Jika khawatir menjadi malas shalat di rumah, maka sebaiknya shalat di masjid.

Wallohu a’lam.

Musyaffa’ Ad Dariny, MA,  حفظه الله تعالى

Tambahan : Diantara dalilnya…

Sabda Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam: “Shalat seorang wanita di ruang tidurnya lebih baik dibandingkan shalatnya di ruang tengah. Dan shalatnya di ruang kecil di rumahnya, lebih baik dibandingkan shalatnya di ruang tidurnya.” (HR. Abu Daud dalam kitab sunan, tercantum dalam kitab Shahih Al-Jami’, no. 3833)

Dari Ummu Humaid, isteri Abu Humaid As-Sa’idy, sesungguhnya beliau datang (menemui) Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku suka shalat bersama engkau. Beliau menjawab: “Sungguh aku mengetahui bahwa engkau suka menunaikan shalat bersamaku, akan tetapi shalatmu di kamar tidurmu lebih baik dibandingkan shalatmu di ruang tengah rumahmu, dan shalatmu di ruang tengah rumahmu lebih baik dibandingkan shalatmu di masjid khusus rumahmu, dan shalatmu di masjid khusus rumahmu, lebih baik dibandingkan shalatmu di masjid di sekitar masyarakatmu, dan shalatmu di masjid sekitar masyarakatmu lebih baik dibandingkan shalatmu di masjidku. Kemudian dia (Ummu Humaid) minta dibangunkan baginya masjid (tempat shalat) di tempat paling ujung rumahnya dan paling gelap. Maka beliau shalat di sana sampai bertemu dengan Allah Azza Wa Jalla (wafat).” (HR. Ahmad, para perawinya tsiqah/terpercaya).

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.