Cita-Cita, Rencana, dan Impian…

Anak saya yang duduk di kelas 2 SD, sering sekali bertanya tentang cita cita, sampaipun neneknya ditanya: apa cita-citanya. Yah, betul hidup tanpa cita cita akan terasa hampa.

Sebagaimana semua urusan yang anda jalankan tanpa rencana yang baik, bisa saja selali menuai kegagalan.

Dan sadar atau tidak, diakui atau diingkari, impian itu indah, karena itu orang yang memiliki mimpi akan terinspirasi untuk berusaha sekuat tenaga merajutnya menjadi kenyataan.

Namun tahukah anda, apapun cita-cita, atau rencana atau impian anda, suatu saat anda akan sadar bahwa semua yang anda dapatkan, ternyata tidak luput dari sentuhan kodrat ilahi.

Karenanya, silahkah anda berjuang merajut mimpi, bahkan Islampun mendorong anda untuk merajutnya, akan tetapi Islam juga mengingatkan anda agar selalu sadar bahwa diri anda tiada mungkin kuasa keluar dari garis kodrat ilahi. Bahkan mimpi yang sedang anda rajut agar menjadi kenyataan, sejatinya adalah bagian dari garis kodrat ilahi yang harus anda yakini.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا تَشَاؤُونَ إِلَّا أَن يَشَاء اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Dan kamu tidak memiliki kehendak untuk (menempuh jalan menuju kridhoan Allah), kecuali bila Allah menghendakinya . Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Al Insan 30)

Karena itu anda disebut sebagai seorang muslim dan agama yang anda anut bernama Islam yang artinya berserah diri, alias berserah diri dalam segala urusan kepada kehendak Ilahi, walaupun tentunya tanpa melulaipan usaha, karena usaha yang anda jalankan juga bagian dari kehendak ilahi.

Semoga bermanfaat.

DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.