Harta Anak Adalah Harta Orangtua…

Pertanyaan :

Afwan ustadz, jika orang tua ana meminjam uang kepada ana dalam jumlah yang cukup besar dan itu untuk keperluan pendidikan adik menuntut ilmu kebidanan. Apakah umi dan abi ana ada hak untuk tidak mengembalikan uang tersebut ustadz ? karena beliau meminjam uang dari anak kandungnya sendiri ? mohon arahannya ustadz, jazzakullah Khair.

Jawaban :

Jika orang tua mengambil harta anak, maka tidak boleh bagi anak untuk menuntut orang tuanya agar mengembalikannya. Jika ternyata orang tua mengembalikannya, maka alhamdulillah, namun jika tidak mengembalikan harta tersebut, maka itu adalah hak orang tua.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

” ولد الرجل من كسبه من أطيب كسبه فكلوا من أموالهم “

(1). “Anak seseorang itu termasuk jerih payah orang tersebut bahkan termasuk jerih payahnya yang paling bernilai, maka makanlah sebagian harta anak” (HR. Abu Dawud no.3529, hadits dari Aisyah)

إن من أطيب ما أكل الرجل من كسبه وولده من كسبه

(2). “Seenak-enak makanan yang dimakan oleh seseorang adalah hasil jerih payahnya sendiri dan anak adalah termasuk jerih payahnya” (HR. Abu Dawud no. 3528)

عن جابر بن عبد الله أن رجلا قال يا رسول الله إن لي مالا وولدا. وإن أبي يريد أن يجتاح مالي. فقال: ( أنت ومالك لأبيك )

(3). “Ada seorang berkata kepada Rasulullah : “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki harta dan anak namun ayahku ingin mengambil habis hartaku”. Rasulullah bersabda : “Engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu” (HR. Ibnu Majah no. 2291, hadits dari Jabir bin Abdillah)

Hadits ini menunjukkan bahwa sang anak dalam hal ini sudah berkeluarga, bahkan sudah memiliki anak, meski demikian Nabi tetap mengatakan : “Semua hartamu adalah milik ayahmu”

جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه و سلم فقال إن أبي اجتاح مالي. فقال:( أنت ومالك لأبيك ) وقال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( إن أولادكم من أطيب كسبكم . فكلوا من أموالهم )

(4). “Ada seorang yang menemui Nabi lalu mengatakan : “Sesungguhnya ayahku itu mengambil semua hartaku”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya anak-anak kalian adalah termasuk jerih payah kalian yang paling berharga. Makanlah sebagian harta mereka” (HR. Ibnu Majah, no. 2292, hadits dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash).

Perlu diketahui bahwa kebolehan orang tua untuk mengambil harta milik anak, baik dalam jumlah sedikit ataupun banyak itu memiliki “beberapa syarat”, yaitu :

🔼Tidak memberikan mudharat bagi sang anak dan tidak mengambil harta yang berkaitan dengan kebutuhan sang anak.

🔼Orang tua tidak menghambur-hamburkan harta tersebut dan tidak berbuat mubadzir (membelanjakan harta dalam hal yang tidak jelas manfaatnya dari sisi dunia atau pun dari sisi agama).

🔼Orang tua membutuhkan atau berhajat dengan harta anaknya yang dia ambil.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إنّ أولادكم هبة الله لكم “يهب لمن يشاء إناثا ويهب لمن يشاء الذكور”فهم وأموالهم لكم إذا احتجتم إليها

“Sesungguhnya anak-anak kalian adalah pemberian Allah kepada kalian sebagaimana firman Allah : “Dia memberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki anak perempuan dan Dia memberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki anak laki-laki” (QS. Asy-Syura: 49). Oleh karena itu, maka mereka dan harta mereka adalah hak kalian jika kalian membutuhkannya” (lihat Silsilah ash-Shahihah no.2564, hadits dari Aisyah)

Najmi Umar Bakkar, حفظه الله تعالى

Courtesy of MT Cahaya Sunnah

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.