Kesalahan Dalam Ber-Qurban..

Kesalahan ini termasuk tingkat kesalahan yang paling banyak di dapatkan setiap tahun. Dimana ketika menyembelih tidak menenangkan hewan dengan menyembunyikan pisau (tetapi justru mengasah pisau di depannya), bahkan menyembelih dan menguliti hewan qurban di hadapan hewan-hewan qurban lain yang masih hidup.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

(1). “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan bersikap ihsan (berbuat baik) terhadap segala sesuatu. Maka jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah seorang di antara kalian “Menajamkan Pisaunya dan Menenangkan Hewan Sembelihannya” (HR. Muslim no. 1955, Abu Dawud no. 2815, at-Tirmidzi no. 1430, an-Nasaa’i no. 4405 dan Ibnu Majah no. 3170, hadits dari Syaddad bin Aus)

(2). Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu dia berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengasah pisau sampai tajam dan “Membelakangi (Menutupi) Dari Hewan-Hewan Ternak Lainnya”, seraya bersabda : “Jika salah seorang dari kalian akan menyembelih qurban, maka hendaklah ia mempersiapkan segala keperluannya” (HR. Ibnu Majah no. 3172 dan Ahmad no. 5830, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 1091)

(3). Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati seorang lelaki yang meletakkan kakinya pada seekor domba sambil dia menajamkan pisaunya dan domba itu memandang kepadanya dengan matanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Mengapa tidak (diasah) dulu sebelumnya ? Ataukah Engkau Ingin Mematikannya Berkali-Kali ?” (HR. Ath-Thabrani dalam al-Kabiir dan al-Ausath), dalam riwayat lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Mengapa engkau tidak menajamkan pisaumu sebelum engkau membaringkannya ?” (HR. Al-Hakim IV/257 dan al-Baihaqi IX/280, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 1090)

KESIMPULAN :

Di antara melakukan kebajikan dalam penyembelihan adalah hendaknya orang yang menyembelih hewan ternak atau burung tidak melakukan penyembelihan, Sementara Binatang Sejenis Menyaksikannya.

Sesungguhnya binatang sejenis juga merasakan hal serupa di mana kemudian mereka menjadi takut yang berakibat pada ketersiksaan batin dan rasa pedih di dalam hati.

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata :

“Disukai agar pisau tidak ditajamkan (diasah) di hadapan hewan yang akan disembelih, dan hendaklah hewan tidak disembelih di hadapan hewan lainnya” (lihat Taudhihul Ahkam min Bulughil Maram VII/64 oleh Syaikh Abdullah al-Bassam)

Najmi Umar Bakkar, حفظه الله تعالى

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.