Tunggu Apa Lagi..?!

1. Diriwayatkan oleh Ahmad, dan derajat haditsnya HASAN.

2. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, dan derajat haditsnya HASAN LIGHAIRIHI, sebagaimana dijelaskan berikut ini.

Dalam sanad hadits yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani terdapat Risydin bin Sa’ad dan Zabban bin Faid keduanya lemah, tapi Risydin dimutabaah oleh Ibnu Lahi’ah sehingga illatnya tinggal Zabban, ia lemah yang ringan.

Adapun perkataan Ibnu Hibban bahwa riwayatnya dari Sahl bin Mu’adz seakan naskah yang palsu adalah sikap berlebihan Ibnu Hibban, dan riwayat ini dikuatkan oleh mursal Said bin Musayyib dengan sanad yang shahih yang diriwayatkan oleh Addarimi, dan sanad yang lemah ringan bila dikuatkan oleh mursal shahih terangkat menjadi HASAN LIGHAIRIHI.

( Faedah dari tulisan dan diskusi dengan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc,  حفظه الله تعالى )
.
.
PERTANYAAN
.
1. Apakah surat Al Ikhlas yang dibaca di dalam sholat wajib dan sholat-sholat sunnah termasuk dalam bilangan 10 tsb ? Ataukah di luar sholat ?
.
2. Apakah bacaan Surat Al Ikhlas dalam dzikir pagi (3 x) dan sore (3 x), dzikir setelah sholat (1 x) atau DZIKIR sebelum tidur (3 x)… Apakah ini sudah mencukupi 10 x yang dimaksud dalam hadits ?… Ataukah sebaiknya diamalkan terpisah dari dzkir-dzikir diatas ?
.
3. Jika dibaca terpisah dari DZIKIR-dzikir, Apakah dibacanya berurutan langsung 10 kali …atau boleh dipisah pagi sekian kali.. siangnya sekian kali (contohnya)
.
Syukron Ustadz
.
.
JAWABAN
.
Yang dzohir dia tersendiri dan dibaca berurutan.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى
.

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.