Saudaraku, Sudah Benarkah Taubatmu..?

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا…

Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya…” (QS. At-Tahrim [66]: 8)

Agar taubat diterima oleh Allah Ta’ala, maka seseorang harus memenuhi 8 syarat, yaitu :

(1). Menyesali dosa yang telah dilakukan, sehingga tidak ingin mengulanginya kembali.

(2). Memohon ampunan kepada Allah Ta’ala atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosanya itu, sedang mereka mengetahui” (QS. Ali Imran [3]: 135)

(3). Berniat dan bertekad untuk tidak lagi mengulangi perbuatan dosa.

(4). Meminta maaf kepada orang yang pernah di zhalimi atau disakiti, serta mengembalikan barang orang lain yang pernah diambil.

(5). Taubat dilakukan pada waktu masih terbukanya peluang untuk diterimanya taubat, yaitu sebelum ruh sampai di kerongkongan, atau sebelum matahari terbit dari arah barat, atau sebelum datangnya adzab sebagai balasan dari Allah Ta’ala.

(6). Memperbanyak amal shalih setelah bertaubat.

وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا

“Dan barangsiapa yang bertaubat dan mengerjakan amal shalih, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya” (QS. Al-Furqan [25]: 71)

(7). Taubat dilakukan dengan ikhlas, bukan karena makhluk atau untuk tujuan duniawi.

(8). Seseorang yang bertindak sebagai penyeru kepada kesesatan, maka harus mengumumkan taubatnya dan menjelaskan kesalahannya.

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَٰئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Kecuali mereka yang telah bertaubat, mengadakan perbaikan dan (juga) menjelaskan (kebenaran), maka mereka itulah yang Aku terima taubatnya, dan Akulah Yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Baqarah [2]: 160)

Laksanakanlah 8 syarat diterimanya taubat di atas.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak punya dosa” (HR. Ibnu Majah dan ath-Thabrani, hadits dari Ibnu Mas’ud, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 3145)

Barangsiapa melakukan kebaikan pada usia yang masih tersisa, maka diampuni dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa melakukan keburukan pada usia yang masih tersisa, maka dia akan disiksa karena dosa masa lalunya dan pada usia yang tersisa” (HR. Ath-Thabrani, hadits dari Abu Dzar, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 3156)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

Barangsiapa yang malu kepada Allah di saat dia hendak bermaksiat kepada-Nya, maka Allah pun malu untuk mengadzabnya di saat dia berjumpa dengan Allah. Dan barangsiapa yang tidak malu bermaksiat kepada-Nya, maka Allah pun tidak akan malu untuk mengadzabnya” (Al-Jawabul Kaafi hal 170)

Bertaubatlah, apa lagi yang kau tunggu…?

Ustadz Najmi Umar Bakkar,  حفظه الله تعالى

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.