Sebaiknya Jangan Sibuk Memvonis Pelakunya…

Sebaiknya jangan sibuk memvonis pelakunya.. Tapi jelaskan hukum perbuatannya dengan obyektif dan berdasarkan dalil yang sahih.

=====

Ini diantara faedah ilmiah yang penulis dapatkan dari Syeikh Tarhib Addausari -hafizhahullah-.

Dalam banyak situasi, hal ini akan mendatangkan maslahat yang lebih besar, baik bagi pemberi nasihat, maupun bagi yang diberi nasihat.. karena memvonis pelaku tidak akan mengubah hakikat sesuatu atau pelakunya, padahal itu akan menyempitkan pintu hati pendengar untuk menerima nasihat kita.

Misalnya: ketika ditanya tentang orang yang suka berzina, mabuk-mabukan, judi, dst.. maka sebaiknya jangan sibukkan diri dengan memvonis bahwa dia itu fasik, penjahat, mujrim, dan vonis-vonis lainnya.. tapi katakan kepada dia, bahwa apa yang dia lakukan adalah dosa besar, ancaman-ancamannya berat, dan meninggalkan itu semua saat ada godaan akan berpahala besar.

Contoh lainnya, ketika ada sekelompok orang melakukan suatu perbuatan yang menyelisihi manhaj salaf, maka sebaiknya jangan sibukkan diri untuk memvonis mereka itu ahli bid’ah, atau khawarij, atau murjiah, atau talafi, atau vonis-vonis lainnya, meskipun pada hakekatnya bisa jadi vonis itu benar… tapi hal itu biasanya bermudharat lebih besar, apalagi di zaman kita sekarang ini.. sedikit orang yang adil dan obyektif menyikapi ucapan orang lain.

Sebaiknya, cukupkan diri kita dengan menjelaskan kesalahan yang dilakukan orang tersebut, dan sebutkan dalilnya dari Al Qur’an, Assunnah, dan dalil-dalil lainnya, sebagaimana dipahami oleh para ulama salaf.

Jika ada yang mengatakan: “Sama saja ah, hidayah itu kan milik Allah.. dengan cara ini pun akan banyak yang tidak mau membuka hatinya“.

Kita katakan: Jika dengan cara ini saja demikian, apalagi bila kita tidak menerapkannya, tentu akan semakin sedikit orang yang mau mendengar dan membuka hatinya.. Kebenaran itu berat, maka harusnya ada usaha dari kita untuk meringankannya, diantaranya dengan memperbaiki cara menyampaikan kebenaran itu, wallahu a’lam.

Silahkan dishare… semoga bermanfaat.

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.