Berhentilah, Wahai Pelaku Maksiat…

Wahai pelaku maksiat, berhentilah dari semua dosa dan maksiat yang dimurkai Allah…

Engkau menginginkan kenikmatan Surga, tetapi tetap bergelimang dalam kemaksiatan…
Engkau menginginkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat, tetapi tetap berpindah dari satu maksiat ke maksiat yang lain…

Sampai kapan kebaikan-kebaikan tetap gersang, sedangkan keburukan-keburukan terus bersemi…?
Sampai kapan merasa acuh tak acuh, padahal telah datang ancaman siksa yang sangat keras…?
Sampai kapan engkau marah ketika dinasihati…?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إنَّ أبغضَ الكلامِ إلى اللَّهِ أن يقولَ الرَّجلُ للرجل : اتَّقِ اللَّهَ ، فيقولُ عليكَ نفسك

“Sesungguhnya ucapan yang paling dibenci Allah adalah seseorang yang ketika dikatakan kepadanya : “Bertakwalah kamu kepada Allah“, maka dia pun menjawab : “Urusi saja dirimu sendiri” (HR. An-Nasaa’i, hadits dari Abdullah bin Mas’ud, lihat ash-Shahiihah no. 2939 dan 2598)

Bukankah sekarang waktunya untuk menyesali dosa-dosa yang telah lalu…?
Bukankah sekarang waktunya bangkit dari kelalaian…?
Bukankah sekarang waktunya untuk mengagungkan Rabbul ‘izzah…?
Bukankah sekarang waktunya untuk kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah…?

Berapa banyak air mata penyesalan tertumpah di hari Kiamat, menangisi dosa-dosa yang tercatat di dalam Kitab…?
Siapakah yang akan membela saat berdiri di hari Hisab, lalu ditanyakan apa yang diperbuat…?

Sungguh aneh, bagaimana manusia bergembira, sementara maut membuntuti, kuburan menanti, Kiamat semakin mendekati, dan dihadapan Allah kelak mereka berdiri…

Alangkah kerasnya hati akibat cinta dunia, dan mengabaikan kematian…
Alangkah kerasnya hati akibat banyaknya dosa dan maksiat, serta mengabaikan akhirat…

Manusia yang hatinya lembut adalah jika hatinya merasa takut kepada Allah, hingga mereka paling sedikit dosanya dan cepat meneteskan air mata…

Jika rasa takut itu berada di dalam hati, maka ia akan membakar tempat-tempat nafsu syahwat di hati, dan akan mengusir kecintaan terhadap dunia darinya…

Ketika hasrat ibadah terasa lemah, saat taat dirasa berat, tatkala syahwat makin menguat, dan kala hati terkubur dalam futur, maka jawablah :

Relakah aku mati dalam keadaan seperti ini ?

Hitungan terakhir adalah keluarnya nyawa…
Hitungan terakhir perpisahan dengan keluarga…
Hitungan terakhir adalah masuknya ke kubur…

Bersegeralah, wahai pelaku maksiat…!

Yang tersisa tinggal beberapa hembusan nafas…
Sekiranya dia tertahan, niscaya terputuslah amalan…
Semoga Allah merahmati orang yang melihat dirinya, lantas menangis karena dosa-dosanya…

Demi Allah, barangsiapa tidak mendapatkan rahmat, maka tempatnya adalah adzab Allah…
Demi Allah, barangsiapa tidak mendapatkan ampunan, maka tempatnya adalah adzab Allah…
Demi Allah, barangsiapa tidak mendapatkan Surga, maka tempatnya adalah Neraka Allah…

Ustadz Najmi Umar Bakkar, حفظه الله تعالى 

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.