Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah KE-20

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-19) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 20 🌼

Yaitu bahwa Mereka Beriman Kepada apa yang di tunjukkan oleh Alqur’an dari Sunatullah Yang Bersifat Kauniyah qadariyah.

Kata beliau (Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى):
Ujian kaum mukminin dimana ketika musuh mereka itu menang, itu terkadang mempunyai hikmah yang agung, tidak ada yang mengetahui secara terperinci kecuali Allah

Diantara HIKMAHNYA adalah:

1. Agar mereka betul-betul tunduk dan betul-betul tadharru’ (merendah) kepada Allah dengan meminta pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mengalahkan musuh-musuh mereka.

2. Kalaulah mereka itu terus-menerus di tolong, maka di khawatirkan mereka akan terkena penyakit ujub. Kalaulah mereka terus menerus kalah, juga agama tidak akan tegak.
Maka terkadang mereka menang terkadang mereka kalah.

Semuanya itu karena ada hikmah yang sangat besar sekali yaitu bahwa juga kalau terus menerus kaum muslimin menang, akan masuk kepada mereka orang-orang yang tujuannya bukan mengikuti Rasul, bukan pula untuk menegakkan agama, tapi hanya sebatas ingin mendapatkan kenikmatan saja.

Maka dengan adanya kekalahan itu, Allah pun kemudian membersihkannya.

Di antara hikmahnya juga, Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin menyempurnakan UBUDIYAH mereka di waktu senang maupun susah.
Di waktu susah mereka betul-betul beribadah, di waktu senang merekapun betul-betul beribadah dimana mereka istiqomah dalam dua keadaan tersebut.

Kemudian diantara hikmahnya juga bahwa dengan musuh itu mengalahkan mereka atau menang akan terlihat siapa yang betul-betul jujur keimanannya dan siapa yang dusta keimanannya.
Sehingga dengan seperti itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala menyaring keimanan para hamba.

Kemudian beliau mengatakan, kenapa kaum muslimin kalah… tentu yang harus di ingat bahwa kekalahan kaum muslimin akibat dosa-dosa mereka.
Sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan [QS Al-Imran : 165]

‎أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّىٰ هَٰذَا ۖ قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ ۗ

“Apakah ketika kalian di timpa musibah kalah di perang uhud, sementara kalian telah mendapatkan kemenangan di perang badar dua kali lipat, kalianpun berkata: “Bagaimana kami akan kalah ?” Katakanlah: “kekalahan itu akibat dari pada dosa kalian juga, kesalahan kalian juga“.”

Disini ada beberapa MUSYKILAH (masalah):

●● MUSYKILAH 1:
Kelemahan kaum muslimin di seluruh dunia di zaman ini untuk menghadapi orang-orang kafir.
Sebetulnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebutkan obatnya.
Apa itu obatnya ?
Yaitu :
betul-betul kembali kepada Allah,
menggantungkan hati kita kepada Allah,
menguatkan keimanan dan
tawakkal kita kepada Allah dan
menguatkan keyakinan bahwa Allah itu maha kuat lagi maha perkasa.

Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika mengingatkan dalam Alqur’an QS Al-Ahzab, bagaimana kaum muslimin sangat ketakutan diperang ahzab itu.

Maka Allah pun kemudian mengirimkan pertolongannya, agar betul-betul yakin bahwa pertolongan hanya dari Allah saja.
Tidak menyandarkan diri kepada kekuatan diri dan banyaknya jumlah…”TIDAK“.

●● MUSYKILAH yang ke 2:
Bahwa orang-orang kafir yang menguasai kaum mukminin sehingga mereka membunuhi kaum mukminin, menyakiti mereka.
Padahal kaum muslimin di atas haq, sementara mereka diatas ke bathilan.

Ini pernah di pertanyakan oleh para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ,
kenapa koq bisa sampai terjadi seperti itu ? Yaitu dalam QS Al-Imran ayat 165 tadi,
ketika kaum muslimin kalah di perang uhud, mereka berkata: “Mengapa kami bisa kalah ?” Maka Allah mengatakan: “Katakan kekalahan itu berasal dari kesalahan kalian“, artinya itu akibat dari dosa-dosa kalian juga.

●● MUSYKILAH yang ke 3:
Yaitu terjadinya perselisihan hati dan aqidah diantara kaum muslimin, dimana perselisihan itu yang menghilangkan kekuatan.
Allah berfirman [QS Al-Anfal: 46]

‎وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ

Taatilah Allah dan RasulNya, dan janganlah berselisih, niscaya akan hilanglah kekuatan kalian.”

👉🏼 Perselisihan yang paling berat itu ketika perselisihan dalam masalah aqidah dan keyakinan ,
👉🏼 maka kewajiban kita adalah untuk mempersatukan aqidah dulu, di atas tauhid, diatas aqidah yang shohihah.

Sebab sebatas persatuan badan tapi aqidahnya bercerai berai itu bukanlah hakikat pada persatuan yang akan menyebabkan datangnya pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Wallahu a’lam 🌴

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.