Tentang Sholat Di-Jamak Tanpa Qoshor Atau Sebaliknya…

Pertanyaan:

Boleh tidak akh, sholat dijamak (*) tanpa qoshor (*) atau sebaliknya qoshor tanpa jamak, atau dijamak dan di qoshor ?

Jawaban:

Antara jamak dan qoshor bisa berkumpul dan bisa berpisah tergantung keadaan orangnya.

1. Bila dia mukim biasa, maka dia tidak boleh qoshor tidak boleh jamak.

2. Bila dia mukim, tapi ada kegiatan yang sangat mendesak, sehingga perlu menjamak shalat, seperti dia menjalani operasi yang cukup lama.. maka dia boleh menjamak, tidak boleh meng-qoshor.

3. Bila dia musafir, dan masih dalam perjalanan.. afdhalnya meng-qoshor dan menjamak.

4. Bila dia musafir tapi sudah menetap untuk sementara waktu saat safarnya.. maka afdhalnya dia meng-qoshor tanpa menjamak.. dengan catatan tidak ada adzan di masjid dengan dia menetap.. karena kalau ada masjid, dan ada adzan, dia wajib mendatangi panggilan adzan tersebut selama mampu dan harus mengikuti imamnya.

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat.

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

 

NB (admin):
(*) Jamak: Menggabungkan 2 sholat Fardhu di satu waktu, seperti:
● Menggabungkan Sholat fardhu Zhuhur dengan ‘Ashar (masing-masing 4 roka’at) di waktu Zhuhur (Jamak Taqdiim) atau di gabungkan “berurutan” di waktu ‘Ashar (Jamak Takhir).
● Menggabungkan Sholat fardhu Maghrib (3 roka’at) dan ‘Isya (4 roka’at) di waktu Maghrib (Jamak Taqdiim) atau di digabungkan “berurutan” di waktu ‘Isya (Jamak Takhir).
● Sedangkan untuk Sholat fardhu Shubuh, maka TIDAK ADA dan TIDAK BOLEH di Jamak.

(*) Qoshor: Mengurangi jumlah bilangan roka’at, seperti:
● Sholat fardhu Zhuhur, ‘Ashar dan ‘Isya dari 4 roka’at menjadi 2 roka’at.

● Sedangkan untuk Sholat Shubuh yang 2 roka’at dan Maghrib yang 3 roka’at, maka TIDAK ADA dan TIDAK BOLEH di qoshor.

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.