Itulah Majelis Rasulullah…

Shahabat Handzolah bercerita:

كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرْنَا الْجَنَّةَ وَالنَّارَ حَتَّى كَأَنَّا رَأْيَ الْعَيْنِ فَقُمْتُ إِلَى أَهْلِي وَوَلَدِي فَضَحِكْتُ وَلَعِبْتُ

Kami berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau pun menceritakan kepada kami tentang surga dan neraka sehingga seakan-akan kamui melihatnya dengan mata kepala saya sendiri. Namun setelah kami menemui istri dan anak-anakku, maka akupun kembali tertawa dan bercanda… sampai akhir hadits. Diriwayatkan oleh imam ibnu Majah dan Muslim dan ini adalah lafadz ibnu Majah.

Perhatikan saudaraku..
Majelis rasulullah bukanlah majelis gelak ketawa..
tapi majelis yang mengingat neraka dan surga..
majelis yang membuat hati takut kepada Allah..
Dan membuat ingat tentang hakekat kehidupan..
Maka bila anda mendapati sebuah majelis taklim yang dipenuhi gelak ketawa..
Maka itu hakekatnya adalah majelis untuk mengeraskan hati..
karena Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda..

إياكم وكثرة الضحك فإن كثرة الضحك تميت القلب

Jauhilah olehmu banyak tertawa, karena banyak tertawa itu dapat mematikan hati.” HR Ahmad..

Namun sayang di zaman ini..
majelis tertawa lebih disukai oleh banyak manusia..
Padahal tujuan majelis taklim adalah agar menjadikan manusia takut kepada Allah dan mengingat kehidupan akherat.

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.