Bentuk SHOLAWAT Yang Utama…

Di antara bentuk sholawat yang diajarkan oleh Rosuulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam ialah :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى\n (إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى) آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ (فِي رِوَايَةٍ: وَ بَارِكْ) عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى (إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى) آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

(Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shollayta ‘alaa Ibroohim wa ‘alaa aali Ibroohim, innaKa Hamiidum Majiid. Allahumma baarik (dalam satu riwayat, wa baarik, tanpa Allahumma) ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa baarokta ‘alaa Ibroohim wa ‘alaa aali Ibroohim, innaKa Hamiidum Majiid).
.
.

Ibnul Qayyim رحمه الله تعالى berkata:

“Dan shalawat yang paling sempurna,
yang sampai kepada beliau adalah
shalawat Ibrahimiyyah, sebagaimana
yang beliau ajarkan kepada ummatnya,
maka tidak ada shalawat yang lebih
sempur\nna darinya, meski sebagian
orang merasa lebih pintar (untuk
membuat lafadz shalawat).”

(Zadul Ma’ad 2/356).
.
.
Imam As-Sakhaawi رحمه الله تعالى
(wafat tahun 902 H ) berkata:

“Pengajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam kepada para sahabatnya tentang
cara bershalawat kepada beliau setelah
ditanya menunjukkan bahwa shalawat
tersebut adalah shalawat yang paling
afdhal caranya
karena beliau tidak
memilih untuk diri beliau kecuali yang
paling mulia dan yang paling afdhal.”

(Al-Qaulul Badi’ fish shalah ‘alal Habib
Asy-Syafi’,As-Sakhaawi hal: 47)
.
.
Syaikh Abdul Muhshin bin Hamd Al ‘Abbad حفظه الله تعالى berkata, ”Salafush Shalih, termasuk para ahli hadits, telah biasa menyebut shalawat dan salam kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menyebut (nama) beliau, dengan dua bentuk yang ringkas, yaitu:

صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ (shalallahu ‘alaihi wa sallam) dan
عَلَيْهِ الصّلاَةُ وَالسَّلاَمُ (‘alaihish shalaatu was salaam).
.
Alhamdulillah, kedua bentuk ini memenuhi kitab-kitab hadits. Bahkan mereka menulis wasiat-wasiat di dalam karya-karya mereka untuk menjaga hal tersebut dengan bentuk yang sempurna. Yaitu menggabungkan antara shalawat dan permohonan salam atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

[Fadh-lush Shalah ‘Alan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, hlm. 15, karya Syaikh Abdul Muhshin bin Hamd Al ‘Abbad]

.

.

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.