Mengapa Meninggalkan Yang Mampu Memberikan Syafa’at Demi Yang Tidak Mampu Memberikan Syafa’at..?


.
.
Renungan pagi…
.
Sebagaimana kebanyakan manusia saat ini sulit berpisah dari hp, maka begitulah orang-orang dahulu/salaf sulit meninggalkan Al Qur’an barang sekejap pun, rasanya selalu ada sesuatu yang diharap-harapkan, sesuatu yang ditunggu-tunggu, indah dibaca dan diamalkan… mereka mampu menikmati dan mampu fokus membaca dan mentadabburi Al Qur’an selama berjam-jam..
.
Al Qur’an akan datang pada hari kiamat memberikan syafa’at (atas izin Allah) bagi pembacanya (baca paragraf terakhir),… lalu mengapa kita habiskan jauh lebih banyak waktu untuk yang TIDAK BISA memberi syafa’at (medsos)..?
.
Allah Ta’ala berfirman:
.
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).
.
Asy Syaukani (w: 1281H)  rahimahullah  berkata,
.
Maksudnya adalah terus menerus membacanya dan menjadi kebiasaannya” (Lihat kitab Tafsir Fath Al Qadir).
.
Rasulullah Shallallahu ‘alayhi Wasallam bersabda (yang artinya):
.
“Bacalah Al Qur’an KARENA AL QUR’AN AKAN DATANG PADA HARI KIAMAT NANTI SEBAGAI SYAFI’ (PEMBERI SYAFA’AT) BAGI YANG MEMBACANYA. Bacalah Az Zahrowain (dua surat cahaya) yaitu surat Al Baqarah dan Ali Imran karena keduanya datang pada hari kiamat nanti seperti dua awan atau seperti dua cahaya sinar matahari atau seperti dua ekor burung yang membentangkan sayapnya (bersambung satu dengan yang lainnya), keduanya akan menjadi pembela bagi yang rajin membaca dua surat tersebut. Bacalah pula surat Al Baqarah. Mengambil surat tersebut adalah suatu keberkahan dan meninggalkannya akan mendapat penyesalan. Para tukang sihir tidak mungkin menghafalnya.”.
.
(HR. Muslim no. 1910. Lihat penjelasan hadits ini secara lengkap di At Taisir bi Syarhi Al Jami’ Ash Shogir, Al Munawi, 1/388, Asy Syamilah)
.

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.