Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah Ke-47

Dari buku yang berjudulAl Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
.
KAIDAH SEBELUMNYA (KE-46) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 47 🌼

.
⚉   Ahlussunnah wal Jama’ah mempunyai keyakinan bahwa diantara tanda ahli bid’ah yang paling tampak adalah at Talawwun wat Tanaqqul yaitu yang tidak kokoh di atas sunnah, diatas kebenaran, dia akan mengukuti hawa nafsunya sesuai dengan keinginan hawa nafsu bukan diatas hidayah, tidak pula berusaha untuk menggigit dengan gigi gerahamnya.

Karena memang demikian bid’ah itu menyebabkan seseorang itu bersikap memandang bahwasanya sunnah itu hanya sebatas alternatif saja, bukan satu-satunya jalan yang harus ditempuh.

👉🏼  Sementara Ahlussunnah menganggap bahwa sunnah itu harga mati, dalam artian tidak ada jalan lain kecuali sunnah Rasul shallallahu ‘alayhi wasallam*

👉🏼  Dimana jalan menuju Allah dan menuju syurga hanya melalui sunnah Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam, tidak mungkin melalui pemikiran barat ataupun filsafat ataupun ilham dan pikiran-pikiran manusia.*

Maka dari itu Ahlussunnah wal Jama’ah menganggap bahwa inilah jalan yang paling harus ditempuh satu-satunya yaitu Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam dan pemahaman para Salafusholih.

Berkata Abul Faroj Al Hamdani; aku mendengar al-Marwazi berkata Imam Ahmad ditanya tentang hadits Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam

‎إن الله احتجز التوبة صاحب بدعة

sesungguhnya Allah menghalangi taubat dari pelaku bid’ah.”

Apa maksudnya ? kata Imam Ahmad, artinya ia tidak di berikan oleh Allah taufiq dan tidak di mudahkan untuk bertaubat, akibat daripada mereka menganggap baik bid’ah.

Kalau orang sudah menganggap (bid’ah) baik, maka bagaimana akan bertaubat, bertaubat itu kalau biasanya ia seseorang telah menganggapnya buruk, baru ia akan bertaubat dan kembali, tapi ketika selama ia menganggap itu perbuatannya baik dan bagus, sesuai dengan akal pikirannya, maka ia tidak akan bertaubat, dan pasti akan dipersulit taubatnya. Artinya tidak akan diberi taufiq untuk bertaubat.

Oleh karena itu disebutkan oleh Al Imam Ibnul Qayyim, dalam Ibnu Taimiyyah – Majmu Fatawa jilid 10 halaman 9 (atau jilid 9 halaman 10) dimana beliau berkata :

“Oleh karena itu para Ulama Islam seperti Sofyan as-Tsaury dan yang lainnya berkata :

Sesungguhnya bid’ah itu lebih dicintai oleh iblis daripada maksiat,

‎لا يُتاب منها

karena perbuatan bid’ah menjadikan seseorang itu tidak akan bertaubat.”

‎والمعصية يُتاب منها

Sedangkan orang berbuat maksiat memandang itu buruk sehingga ada kemungkinan kuat untuk bertaubat.”

Kemudian beliau berkata, “…dan perkataan para ulama bahwa bid’ah itu tidak diberikan padanya taubat artinya orang ahli bid’ah yang mengambil agamanya dengan sesuatu yang Allah tidak syari’atkan dan tidak pula Rasul-Nya shallallahu ‘alayhi wasallam syariatkan, itu telah dihiaskan kepadanya amalannya tersebut sehingga ia menganggapnya baik, dan tidak mungkin ia bertaubat selama ia menganggapnya baik….”

At-Taubat itu awalnya di mulai dari seseorang menganggap sesuatu itu buruk, maka demikian orang yang berbuat bid’ah dia akan menganggap baik semua perkara yang ternyata TIDAK PERNAH disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alayhi wasallam. Sehingga orang seperti ini bagaimana akan kokoh diatas sunnah, diatas jalan Salafush-sholih.

👉🏼  Maka dia akan Talawwun (berganti-ganti aqidah), Tanaqqul (berpindah-pindah) sehingga ia tidak diberikan oleh Allah keistiqomahan, akibat daripada terkena syubhat-syubhat yang menyebabkan akhirnya ia tidak bisa istiqamah diatasnya.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.