Ketika Fitnah Dianggap Sunnah…

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

” كيف أنتم إذا لبستكم فتنة يهرم فيها الكبير ، ويربو فيها الصغير ، ويتخذها الناس سنة فإذا غيرت قالوا : غيرت السنة ؟ قيل : متى ذلك يا أبا عبد الرحمن ؟ قال : إذا كثرت قراؤكم ، وقلت فقهاؤكم ، وكثرت أموالكم ، وقلت أمناؤكم ، والتمست الدنيا بعمل الآخرة .

“Bagaimana jika fitnah telah menerpa kalian. Seseorang menjadi tua di atas fitnah. Anak kecil tumbuh besar di atas fitnah. Hingga orang orang menganggap fitnah tersebut sebagai sunnah. Bila ada fitnah yang dirubah orang-orang menyangka ada sunnah yang telah dirubah ?”

Mereka bertanya, “Kapan itu terjadi wahai Abu Abdirrohman ?
Beliau menjawab, “Apabila qori-qori telah banyak, tapi ulamanya sedikit. Harta melimpah dan yang amanah sedikit. Dan dunia dicari melalui amalan akherat.”

(Diriwayatkan oleh Addarimi dengan sanad yang shahih dan AlHakim dalam mustadroknya no 8617)

Fitnah yang dimaksud disini adalah perkara yang menyimpang seperti syirik, bid’ah dan maksiat.

Bila seseorang tumbuh besar di atas penyimpangan maka ia akan menganggap bahwa itu sesuatu yang sunnah..
Saat ada orang yang mengingkarinya, justeru ia dianggap aneh..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى 

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.