Keutamaan EMPAT Roka’at Sholat Dhuha…

WAKTU SHOLAT DHUHA

Terdapat hadits yang menyebutkan waktu larangan untuk sholat.

Dari Uqbah bin Amir rodhiyallahu ‘anhu dia berkata:

“Ada tiga waktu di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami untuk melaksanakan sholat di tiga waktu tersebut atau menguburkan jenazah kami: [1] ketika matahari terbit sampai tinggi, [2] ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir dan [3] ketika matahari miring hendak tenggelam sampai benar-benar tenggelam.” (HR. Muslim no. 1926)

Pada hadits di atas, ada dua waktu yang mengapit waktu dhuha:

  • [1] Ketika matahari terbit sampai tinggi
  • [2] Ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir

⚉  AWAL WAKTU DHUHA :

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata, “Awal waktu shalat Dhuha adalah ketika matahari meninggi setinggi tombak ketika dilihat yaitu 15 menit setelah matahari terbit.” (Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, hal. 289)

Batas awal waktu dhuha: waktu terbit matahari + 15 menit

⚉  AKHIR WAKTU DHUHA :

Batas akhir waktu dhuha: waktu Zhuhur – 15 menit

⚉  WAKTU TERBAIK DHUHA :

Zaid bin Arqom rodhiyallahu ‘anhu melihat sekelompok orang melaksanakan shalat Dhuha, lantas ia mengatakan, “Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa selain waktu yang mereka kerjakan saat ini, ada yang lebih utama. Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Waktu terbaik) shalat awwabin (shalat Dhuha) yaitu ketika anak unta merasakan terik matahari.” (HR. Muslim no. 748). Artinya, ketika kondisi panas di akhir waktu.

Imam Nawawi rohimahullah mengatakan, “Inilah waktu utama untuk melaksanakan shalat Dhuha. Begitu pula ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa ini adalah waktu terbaik untuk shalat Dhuha. Walaupun boleh pula dilaksanakan ketika matahari terbit hingga waktu zawal.” (Syarh Shahih Muslim, 6: 28)

ARTIKEL TERKAIT

Jika TERTINGGAL Sholat Sunnah QOBLIYA ZHUHUR, Bolehkah di QODHO..?

 

 

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.