HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-5

Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 4 b) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 5 🌿

Kemudian… diantara perkara yang menghalangi sesorang dari kebenaran yaitu :

⚉  Al Khauf (ketakutan). Baik takut kepada orang, takut kepada teman, takut kepada keluarga untuk ditinggalkan, dan yang lainnya. Ketakutan-ketakutan ini yang menghalangi seseorang untuk mengikuti kebenaran.

Heraclius, ketika mendengar akan kenabian Nabi Muhammad shollallahu ‘alayhi wasallam sementara ia telah mengetahui dengan keilmuannya (bahwa) akan datangnya seorang Nabi di akhir zaman dan ia merasa yakin bahwa Nabi Muhammad shollallahu ‘alayhi wasallam itulah Nabi yang dimaksud.

Namun kemudian ketika ia mengumpulkan para pembesar Romawi dan ternyata mereka tidak mau beriman, Heraclius merasa takut untuk kehilangan kedudukan.
Maka itulah yang menyebabkan Heraclius tidak mau menerima kebenaran, tidak mau masuk Islam.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam Kitab Hidayatul Hayari (halaman 18):

فإن هر قل عر ف الحق وهمَّ با لد خول فِي اﻹ سلام فلم يطاو عه قو مه، و خافهم على نفسه، فاختار الكفر على اﻹ سلام بعد ما تبيَّن له الْهُدى

Heraclius mengetahui kebenaran dan ia ingin sekali masuk Islam, tapi sayang rakyatnya dan kaumnya tidak mau menaatinya sehingga ia merasa khawatir atas dirinya (dia takut kehilangan kekuasaan tersebut), sehingga ia lebih memilih kekufuran dari pada Islam. Padahal sudah jelas kepadanya petunjuk.”

Lihatlah… takut kehilangan jabatan, takut kehilangan pamor, takut kehilangan kedudukan, takut ditinggalkan teman-teman, takut dicela, takut dituduh teroris, takut dianggap ekstrim, takut disebut wahabi… dan yang lainnya dari ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan, itu membuat seseorang akhirnya menjauhi kebenaran atau tidak bisa mendapatkan kebenaran.

Demikian pula para penyeru kepada kebenaran takut untuk menyampaikan kebenaran. Ketika penyeru kebenaran itu takut untuk menyampaikan kebenaran, takut nanti dimusuhi orang, dan takut-takut yang tidak beralasan tentunya… akhirnya ia pun menyembunyikan kebenaran sehingga orang pun tidak mengetahui kebenaran gara-gara mereka.

Sementara Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengambil perjanjian dari para ahli ilmu untuk menyampaikan ilmu yang telah mereka ketahui. Allah Ta’ala berfirman (QS Al-Imran : 187)

‎وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ

Dan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dari orang-orang yang diberikan Alkitab.”

‎لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ

Hendaklah kalian menjelaskannya kepada manusia

وَلا تَكْتُمُونَهُ

Dan jangan kalian menyembunyikan ilmu tersebut dari manusia.”

Maka ini merupakan perjanjian yang Allah Subhana wa Ta’ala ambil dari para ahli ilmu untuk tegak dan sabar menyampaikan kebenaran.

Maka apabila para ahli ilmu ketakutan untuk menyampaikan kebenaran maka orang semakin tersesat jalannya.

Maka inilah orang yang ketakutan, (takut) kehilangan ilmu dan yang lainnya, kehilangan dunia… dia tidak bisa mendapatkan kebenaran. Penyeru-penyeru kebenaran, ketika takut untuk menyampaikan kebenaran, pun juga orang akhirnya terhalang dari kebenaran.

👉🏼   Maka kewajiban kita adalah berusaha untuk bertawakkal kepada Allah Subhana wa Ta’ala. Berusaha yakin bahwasanya manusia tidak akan bisa memberikan mudhorot atau pun manfa’at kecuali dengan izin Allah Subhana wa Ta’ala.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.