Mengapa ROMADHON Tidak Termasuk Bulan Suci Yang 4…?


.
.
Jawabannya : Allahu a’lam…
.
PERTAMA, yang penting untuk kita ketahui bersama adalah bahwa Allah yang menetapkan ke 4 bulan suci itu melalui firman-Nya di dalam al Qur’an dan melalui lisan yang mulia Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam (al hadits) sbb:
.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
.
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan harom. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)
.
Lalu dalam sebuah hadits shohih, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda :
.
”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan harom (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rojab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).
.
Disebut dengan bulan “HAROM (suci)” karena pada bulan tersebut diharamkan maksiat dengan keras, begitu pula pembunuhan. Demikian kata Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rohimahullah dalam kitab beliau Taisir Al Karimir Rahman.
.
Al Qodhi Abu Ya’la rohimahullah berkata, ”Dinamakan bulan harom karena dua makna:
.
1- Pada bulan tersebut diharomkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.
.
2- Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan harom lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan itu. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan keta’atan.” (Lihat Zaadul Masiir, tafsir surat At Taubah ayat 36)
.
.
KEDUA, terkait bulan Romadhon, Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
Apabila Romadhon datang maka pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu.” (HR. Bukhari)
.
Sedangkan dalam riwayat an-Nasa-i dan Imam Ahmad terdapat tambahan: “Telah datang kepadamu ROMADHON, BULAN YANG PENUH BAROKAH.” [HR. an-Nasa-i (IV/129) Kitaabush Shiyaam bab Fadhlu Syahri Ramadhaan dan Musnad Imam Ahmad (II/230)]
.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas Romadhon adalah BULAN YANG PENUH BAROKAH… Namun sayangnya yang populer di tengah masyarakat adalah bahwa Romadhon itu bulan Suci… bukan mengecilkan makna bulan Romadhon (sama sekali TIDAK)… namun akibat penamaan ini banyak kaum Muslimin akhirnya MELUPAKAN / MENGABAIKAN 4 bulan suci (harom) yang sebenarnya sebagaimana disebutkan di dalam Al Qur’an dan Hadits-hadits shohih padahal dosa dan pahala di ke 4 bulan tsb dilipat gandakan, Allahul musta’aan…
.
Wallahu a’lam

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.