All posts by BBG Al Ilmu

Berwudhulah Sebelum Tidur…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من بات طاهرا بات في شعاره ملك فلم يستيقظ إلا قال الملك اللهم اغفر لعبدك فلان فإنه بات طاهرا

“Barang siapa yang bermalam dalam keadaan suci, maka malaikat bermalam dalam selimutnya. Tidaklah ia bangun kecuali malaikat itu berdo’a, “Ya Allah, ampunilah hambaMu fulan itu, karena ia bermalam dalam keadaan suci.” (HR ibnu Hibban dan dishahihkan oleh syaikh Al AlBani).

Niatkan sholat malam..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ما من عبد يحدث نفسه بقيام ساعة من الليل فينام عنها الا كان نومه صدقة تصدق الله بها عليه وكتب له اجر ما نوى .

Tidak ada seorang hambapun yang berniat sholat malam, lalu ia tertidur darinya, maka tidurnya menjadi shodaqoh untuknya, dan ditulis untuknya pahala niatnya tersebut.” (HR. Ibnu Hibban dan Dishahihkan oleh syaikh Al AlBani)

Jangan lupa berdzikir sebelum tidur..
Tidur menjadi pahala..
Alhamdulillah..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

 

da221015-2044

Untuk Para Istri Sholihah…

Syaikhul Islam berkata,

وليس على المرأة بعد حق الله ورسوله أوجب من حق الزوج

Tidak ada hak yang lebih wajib untuk ditunaikan seorang wanita –setelah hak Allah- dari pada hak suami” (Majmuu’ Al-Fataawaa 32/260)

Ibnul Jauzi berkata,

«وينبغي للمرأة العاقلة إذا وجدت زوجًا صالحًا يلائمها أن تجتهد في مرضاته، وتجتنب كل ما يؤذيه، فإنها متى آذته أو تعرضت لما يكرهه أوجب ذلك ملالته، وبقي ذلك في نفسه، فربما وجد فرصته فتركها، أو آثر غيرها، فإنه قد يجد، وقد لا تجد هي، ومعلوم أن الملل للمستحسن قد يقع، فكيف للمكروه»

Seyogyanya seorang wanita yang berakal jika ia mendapatkan seorang suami yang sholeh yang cocok dengannya untuk bersungguh-sungguh berusaha untuk mencari keridoan suaminya dan menjauhi seluruh perkara yang menyakiti suaminya.

Karena kapan saja ia menyakiti suaminya atau melakukan sesuatu yang dibenci suaminya maka akan membuat suaminya bosan dengannya, dan kebencian tersebut akan tersimpan di hati suaminya. Bisa jadi sang suami mendapatkan kesempatan maka sang suami akan meninggalkannya atau mengutamakan istrinya yang lain. Karena sang suami bisa jadi mendapatkan (istri yang baru) sedangkan ia belum tentu mendapatkan (suami yang baru).

Padahal diketahui bersama bahwasanya rasa bosan itu bisa menimpa pada perkara yang baik, bagaimana lagi terhadap perkara yang dibenci
(Ahkaamun Nisaa’ li Ibnil Jauzi)

Imam Ahmad pernah berkata tentang istrinya Ummu Sholeh ‘Abbasah binti Al-Fadhl,

أقامت أم صالح معي ثلاثين سنة، فما اختلفت أنا وهي في كلمة.

Ummu Sholeh tinggal bersamaku selama tiga puluh tahun, tidak pernah kami berselisih dalam satu permasalahanpun” (Taarikh Bagdaad 14/438)

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

 

da021116-2002

Tentu Berbeda…

Sungguh beda antara seorang yang sholat hendak mencari kekhusyu’an dengan seseorang yang sholat hanya sekedar bisa terlepas dan terbebaskan dari beban kewajiban….

Orang yang bertekad sholat dengan khusyuk tentunya ia akan serius mempersiapkan dirinya…,
segera ke mesjid…,
sholat sunnah terlebih dahulu…,
membaca Al-Qur’an…
hingga hatinya siap bermunajat kepada Allah…

Adapun seseorang yang telah dikumandangkan adzan ia masih sibuk dengan dunia…,
masih asyik bercengkerama dengan para sahabat dan tamunya…
lalu begitu dikumandangkan iqomat iapun melompat bersegera dengan begitu semangat menuju mesjid, lalu masuk dalam sof sholat tatkala raka’at kedua atau ketiga, bahkan disertai deru nafas yang ngos-ngosan…
sementara urusan dunia masih terngiang-ngiang di benaknya….
lantas bagaimana bisa khusyuk??

Sudahkah kita setiap akan sholat berniat hendak meraih kekhusyu’an sehingga bisa merasakan ledzat dan indahnya bermunajat kepada Allah ??? Jika Allah mengetahui tekad kita ini maka niscaya Allah akan memudahkan…

Sungguh menakjubkan Sa’id Ibnul Musayyib rahimahullah salah seorang ulama tabi’in yang pernah berkata :

ما أَذَّنَ المُؤَذِّنُ مُنْذُ ثَلاَثِيْنَ سَنَةً إلاَّ وَأَنَا فِي المَسْجِدِ

Tidaklah mu’adzin mengumandangkan adzan semenjak 30 tahun kecuali saya sudah di masjid

Ia juga berkata :

ماَ فَاتَتْنِي الصلاةُ في جَمَاعةٍ منذ أَربَعِيْنَ سَنَةً

Aku tidak pernah ketinggalan sholat berjama’ah semenjak 40 tahun
(Siyar A’laam An-Nubalaa’ 4/221)

Ustadz DR. Firanda Andirja MA,  حفظه الله تعالى

 

da280413-1713

Lupa Penyakit Sendiri…

Begitu perhatiannya kita untuk berkeliling mencari obat tatkala tubuh kita sakit…

Namun pernahkah kita serius untuk mengobati penyakit yang jauh lebih berbahaya? Yaitu penyakit-penyakit hati…??

Bagaimana kita serius…,
sementara kita tidak merasa berpenyakit hati…!!!,
kita merasa hati kita bersih…!!??

Seorang berpenyakit hati berkata kepada seorang dokter :

سـقامي من مُقـارفةِ الخَطـايا..
وليـس مِنَ الزُّكامِ ولا السُّـعالِ..

Penyakitku disebabkan dosa-dosa yang kulakukan
Bukan karena pilek ataupun pening

فإن كنـتَ الطَّبيبَ فما عـلاجٌ..
لذنـبٍ فَوْق رأسـي كالجبـالِ؟؟

Jika engkau adalah benar-benar seorang dokter maka apakah obat penyakitku ?

نُسـائلُ مـا الدَّواءُ إذا مَرِضـنا..
وداءُ القَـلْبِ أولـى بالسُّـؤالِ..

Kita selalu bertanya tentang obat jika kita sakit
Padahal penyakit hati kita lebih utama untuk kita tanyakan akan obatnya…

Ya Allah sembuhkan dan bersihkan hati kami dari penyakit-penyakitnya baik yang kami sadari maupun yang tidak kami sadari…

Ustadz DR Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

 

da071013-1804

Iman Dan Amal…

Imam Az Zuhri rohimahullah berkata,
Kami dahulu berkata, “Islam itu harus dengan iqrar (penetapan), dan iman harus dengan amal. Iman adalah perkataan dan perbuatan yang beriringan, tidak bermanfaat salah satunya tanpa yang lainnya.

Semua orang pasti akan ditimbang perkataan dan amalnya; bila amalnya lebih berat dari perkataannya maka ia akan naik kepada Allah.. Dan jika perkataannya lebih berat dari amalnya, maka ia tidak naik kepada Allah.” (Majmu’ fatawa ibnu Taimiyah 7/295).

Kita terkadang lebih pandai berbicara..
Tapi tidak pandai beramal..
Padahal salaf terdahulu..
Lebih memperhatikan amal dari berkata..

Allahummaghfir lanaa dzunuubanaa..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

 

da120913-2255

Sibuk Memikirkan Sesuatu…

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata,
“Berfikir adalah asal segala ketaatan, dan asal semua kemaksiatan.”
(Miftah Daar As Sa’adah hal. 226).

Kok bisa begitu ya?..
Setelah direnungkan.. Betul juga..
Memikirkan sesuatu biasanya akan merubah suasana hati..
Lalu menimbulkan niat dan keinginan..
Sedangkan niat adalah awal perbuatan..

Ketika seseorang memikirkan tujuan kehidupannya..
Ia ingat kehidupan setelah kematian..
Suasana hatipun berubah..
Timbullah keinginan untuk berbuat ketaatan..

Ketika seorang istri melihat keburukan suaminya..
Ia sibuk memikirkan keburukan tersebut..
Hingga hilang semua kebaikan suaminya..
Timbullah perbuatan nusyuz.. Atau setidaknya berkurang rasa cintanya..
Padahal mungkin suaminya sudah banyak berbuat baik kepadanya..

Ketika seorang lelaki melihat wanita jelita..
Lalu ia sibuk membayangkan keindahannya..
Ia pun lupa dari berdzikir kepada Allah..
Lupa bahwa bidadari surga lebih indah dan jelita..
Lalu muncul keinginan yang terlarang..

Ketika melihat gemerlapnya dunia..
Ia berfikir.. Dan terus sibuk memikirkannya..
Seperti orang yang melihat kemewahan si Qorun..
Ia berkata, “Andai aku kaya seperti dia.. Duhai beruntung sekali rasanya..
Suasana hatinya berubah.. Ia menilai kehormatan sebatas dengan kekayaan.. Kedudukan.. Dan kenikmatan dunia..
Sementara temannya yang mukmin berkata..
“Celaka kamu.. Pahala Allah lebih baik dan lebih kekal..
Dunia hanyalah kesenangan sesaat..
Lalu ia akan hancur dan musnah..

Hari ini..
Esok dan lusa..
Kita sibuk berfikir apa ??
Moga Allah memberi kita kekuatan untuk selalu berfikir positif..

Aamiin..

Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

da240913-0822

Sadarlah Wahai Saudaraku…

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- berkata:

Mungkin saja engkau memakai jam tanganmu, lalu yang melepaskannya dari tanganmu itu pewarisnya…

Mungkin saja engkau menutup pintu mobilmu, lalu yang membukakannya untukmu petugas ambulan…

Mungkin saja engkau memasang kancing bajumu, lalu yang membukakannya untukmu pemandi mayat…

Mungkin saja engkau memejamkan mata saat berbaring di kamarmu, lalu mata itu tidak terbuka lagi melainkan di hadapan Allah Penakluk langit dan bumi pada hari kiamat…

Tidakkah kita melihat bagaimana kita menghidupkan waktu kita, dengan apa kita mengisinya, dan dengan apa hidup kita akan ditutup ?!

Ya Allah… sadarkanlah kami dari kelalaian ini!

Penterjemah: Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Hadits Palsu Seputar Nishfu Sya’ban…

Beberapa Hadits yang sangat populer dimalam bulan Rajab, sya’ban, Malam Jum’at, Idul Fithri dan Idul Adha

Rasululullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

خَمْسُ لَيالٍ لا تُرَدُّ فِيهِنَّ الدَّعْوَةُ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبَ وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبانَ وَلَيْلَةُ الجُمُعَةِ وَلَيْلَةُ الفِطْرِ وَلَيْلَةُ النَّحْرِ .

Artinya: ” Ada 5 malam yang do’a tidak tertolak pada 5 malam tersebut:
1.malam pertama bulan Rajab
2.malam Nisfu Sya’ban
3.malam Jum’at
4.malam ‘Idul Fitri
5.malam ‘Idul Adhha.
(HR. Imam al-Dailamiy, Imam Ibn Asakir dan Imam al-Bayhaqiy)

Hadits PALSU lihat ke silsilah dhoifah dan maudhuah syaikh albani jilid 3 no :1452

Ahmad Ferry Nasution, حفظه الله تعالى

da220613

 

10 Perkara Yang Tidak Ada Manfaatnya…

Ada sepuluh perkara yang tidak bermanfaat:

1. Ilmu yang tidak diamalkan.

2. Amal yang tidak ikhlas dan tidak sesuai dengan contoh Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam .

3. Harta yang tidak diinfakkan. Pemiliknya tidak dapat menikmatinya di dunia tidak juga menjadi pahala di akhirat.

4. Hati yang kosong dari mencintai Allah dan rindu untuk bertemu dengannya.

5. Badan yang tak digunakan untuk ketaatan.

6. Cinta yang tak diikat dengan keridlaan yang dicintai dan menjalani perintahnya.

7. Waktu yang kosong dari kebaikan.

8. Pikiran yang berfikir dalam perkara yang tak bermanfaat.

9. Berkhidmat kepada orang yang tidak mendekatkan diri kita kepada Allah tidak juga untuk kebaikan dunia.

10. Takut dan berharap kepada sesuatu yang tidak dapat memberikan manfaat tidak juga mudlarat, tidak memiliki kehidupan tidak juga kematian.

(Al Fawa-id hal. 146).

Abu Yahya Badrusalam, Lc, حفظه الله تعالى

da300713

Futur (Lemah) Lagi…

Memang..
Tak selamanya iman itu naik..
Kadang di hari ini semangat beramal..
esoknya menjadi lemah..
Hari ini terasa khusyu’ membaca al qur’an..
Lusa dihantui oleh futur..
Duh..

Tapi semua itu akan selalu ada..

Dalam sebuah hadits:

لكل عمل شرة ولكل شرة فترة فمن كانت فترته إلى السنة فقد اهتدى ومن كانت فترته إلى غير ذلك فقد هلك

“Pada setiap amal ada masa semangat, dan pada masa semangat ada masa futur(lemah)nya. Siapa yang masa futurnya kepada sunnah, ia telah mendapat hidayah. Dan siapa yang masa futurnya kepada selain itu, maka ia binasa.”

Futur menuju sunnah..
Berpindah dari satu amal kepada amal lain..
Disaat futur untuk membaca al qur’an..
Beralih kepada dzikir..
Disaat futur untuk berinfaq..
Beralih kepada shoum..
Tapi disaat futur untuk menuntut ilmu..
Payah..
Karena ilmu itu pondasi amal..
Bagaimana bisa beramal sunnah..
Sementara pondasi telah rapuh..

Futur..
Parasit bagi pencari surga..

Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

da130313