All posts by BBG Al Ilmu

Sapu Bersih…

Hari ini tanpa terasa kita telah memasuki hari ke 7 bulan Dzulhijjah.

Hari-hari yang disabdakan Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- sebagai hari terbaik untuk beramal shalih ini hanya menyisakan beberapa hari saja, namun masih banyak amalan yang belum kita maksimalkan bahkan mungkin sama sekali belum kita sentuh.

Saudaraku,

Jangan putus asa dan menyerah, jangan terbesit untuk mengibarkan bendera putih!

Mari kita SAPU BERSIH hari-hari terakhir ini, puncak 10 hari terakhir (baca: tanggal 7, 8, 9, 10 Dzulhijjah) belum lepas dari genggaman kita.

Bagi yang belum berpuasa, maka berpuasalah di hari ahad, senin dan selasa, karena tanggal 1 s/d 9 adalah hari berpuasa dengan kesepakatan 4 imam madzhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad), bahkan Imam Mardawi menyatakan tidak ada perbedaan dalam hal ini**.

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- berpuasa pada 9 hari ini.

(HR. Abu Daud dan An Nasa’i)

Bagi yang belum membaca Al Quran, jangan tunda untuk membuka mushaf anda dan mulai membaca!

Iringi aktivitas anda dengan memperbanyak takbir, dan dzikir seperti yang diperintahkan ALLAH dalam QS. Al Hajj: 28.

Ambilah sebagian tabungan anda dan belilah hewan kurban lalu sembelihlah pada tanggal 10. Yakinlah kurban anda tidak akan sia-sia dan akan membuka pintu surga lalu pintu rizki anda.

Perbanyaklah shalat-shalat sunnah!

Jangan lupa memperbanyak infak, sedekah dan berbagi bersama fakir miskin dan anak yatim.

Tidak lupa, berikan hadiah kepada orang yang anda sayangi dan hormati.

Terakhir, maksimalkan amalan-amalan wajib anda:

Jaga shalat 5 waktu, selesaikan hutang puasa anda sebelum puasa arafah, keluarkan zakat anda jika telah masuk haul, berbaktilah pada orangtua, berkhidmat kepada suami, tunaikan hak istri dan anak serta amalan wajib lainnya.

Ingatlah titik krusialnya bukan pada saat anda memulai, NAMUN BAGAIMANA ANDA MENUTUP 10 HARI INI.

Sekali lagi, mari kita sapu bersih hari-hari yang tersisa dan tutuplah 10 hari ini dengan husnul khatimah

**lihat Al Fatawa Al Hindiyyah 1/201, Syarah Mukhtashar Khalil 3/16-17, Raudhatut Thalibin 2/388, Al Inshaf 3/345.

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

NB: Tulisan ini di posting pertama kali 08 September 2016.
http://bbg-alilmu.com/archives/21617
Diposting ulang dengan sedikit penyesuaian penyebutan hari.
da280817-2211

Beberapa Amalan Yang Mendapatkan Jaminan Rumah di Surga…

Ada beberapa amalan yang apabila seseorang melakukannya maka Allah akan membangunkan rumah untuk orang tsb. Diantaranya :

1.   Membaca QS Al-Ikhlas 10 Kali

Dari Mu’adz bin Anas Al-Juhaniy radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْراً فِى الْجَنَّةِ

Siapa yang membaca qul huwallahu ahad sampai ia merampungkannya (surat Al-Ikhlas, pen.) sebanyak sepuluh kali, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ahmad, 3: 437. Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguat). Ref : http://bbg-alilmu.com/archives/30721

=========================

2.  Mengerjakan Sholat Dhuha 4 Roka’at dan Sholat Sebelum Zhuhur 4 Roka’at.

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الضُّحَى أَرْبَعًا، وَقَبْلَ الأُولَى أَرْبَعًا بنيَ لَهُ بِهَا بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

Siapa yang shalat Dhuha empat raka’at dan shalat sebelum Zhuhur empat raka’at, maka dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Awsath. Dalam Ash-Shahihah no. 2349 disebutkan oleh Syaikh Al-Albani bahwa hadits ini hasan)

Hadits ini menunjukkan amalan sunnah sholat 4 roka’at di waktu Dhuha dan 4 Roka’at sebelum (Qobliyah) Zhuhur. Namun perlu diperhatikan bahwa mengerjakan sholat 4 roka’at di sini adalah dengan 2 roka’at kemudian salam dan 2 roka’at kemudian salam. Karena keumuman hadits tadi dikhususkan dengan hadits,

صَلاَةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى

Sholat sunnah pada malam dan siang hari adalah dengan 2 roka’at salam dan 2 roka’at salam.” (HR. An-Nasai, no. 1666; Ibnu Majah, no. 1322. Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih)

=========================

3.  Mengerjakan 12 Roka’at Sholat Rowatib Dalam Sehari

Dari Ummu Habibah –istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ

Barangsiapa mengerjakan shalat sunnah dalam sehari-semalam sebanyak 12 raka’at, maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangun sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim, no. 728)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas raka’at dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas raka’at tersebut adalah empat raka’at sebelum  zhuhur, dua raka’at sesudah zhuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum shubuh.” (HR. Tirmidzi, no. 414; Ibnu Majah, no. 1140; An-Nasa’i, no. 1795).

=========================

4.  Membaca Do’a Masuk Pasar

Dari Salim bin ‘Abdillah bin ‘Umar, dari bapaknya Ibnu ‘Umar, dari kakeknya (‘Umar bin Al-Khattab), ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكُ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ حَىٌّ لاَ يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ

“Siapa yang masuk pasar lalu mengucapkan, “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiit wa huwa hayyun laa yamuut biyadihil khoir wahuwa ‘alaa kulli syain qodiir (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah yang memiliki kekuasaan dan segala pujian untuk-Nya.” Allah akan menuliskan untuknya sejuta kebaikan, menghapus darinya sejuta kejelekan, mengangkat untuknya sejuta derajat, dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. At-Tirmidzi 5/291, Al-Hakim 1/538 dan Ibnu Majah 2235. Syaikh Al-Albani rohimahullau Ta’ala menyatakan, hadits tersebut HASAN, dalam Shahih Ibnu Majah 2/21 dan Shahih At-Tirmidzi 2/152 )

Simak video penjelasannya berikut ini : http://bbg-alilmu.com/archives/9548

=========================

5.  Meninggalkan Perdebatan, Meninggalkan Kedustaan dan Membaguskan Akhlaq

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaqnya.” (HR. Abu Dawud, no. 4800; dishahîhkan an-Nawawi dalam Riyâdhus Shâlihîn, no. 630 dan dihasankan oleh Syaikh al-Albâni di dalam ash-Shahîhah, no. 273)

=========================

6.  Membangun Masjid Dengan Ikhlas Karena Allah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِى الْجَنَّةِ مِثْلَهُ

Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari, no. 450; Muslim, no. 533).

Dan beberapa amalan lainnya dan bisa di simak di link berikut : https://www.youtube.com/watch?v=xfC0BnCDjSA

 

 

Melipat-Gandakan Pahala…

Di 10 hari-hari awal Dzulhijjah ini, kaum muslimin seharusnya lebih giat berlomba di hari-hari ini untuk menggapai rahmat dan hidayah Allah melalui peningkatan kuantitas dan kualitas ibadah dan do’a kepada-Nya. Hanya saja, terkadang seorang muslim dihadapkan pada sekian banyak amalan yang ingin ia kerjakan semuanya. Namun kesempatan, waktu dan fisik tidak memungkinkannya untuk menuntaskan segala amalan sholeh yang ia inginkan. 
.
Dalam kondisi demikian, penting bagi seorang muslim untuk mengetahui beberapa amal sholeh yang mengundang pahala yang lebih besar dibandingkan amalan lainnya
.
Berikut adalah beberapa amal sholeh yang kita bisa segera lakukan : 
.
1.  Sholat Berjama’ah di Masjid.  Faedah : Sholat berjama’ah di Masjid bernilai 27 x lipat, dan juga pahala melangkah ke Masjid dimana satu langkah kakinya menghapuskan dosa, dan satu langkah kaki lainnya meninggikan derajat. Simak (audio) penjelasannya berikut ini  : http://bbg-alilmu.com/archives/38030.  Sedangkan bagi kaum wanita, mana yang lebih utama, apakah sholat di Masjid au di rumahnya ? Simak (audio) penjelasannya berikut ini  : http://bbg-alilmu.com/archives/36914
.
====================================
.
2.  Sholat ‘Isya dan Sholat Shubuh Berjama’ah Di Masjid. Faedah : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

Barangsiapa yang sholat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah sholat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang sholat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah sholat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656) 
.
====================================
.
3. Sholat Shubuh Berjama’ah Di Masjid Lalu Duduk Hingga Terbit Matahari Lalu Sekitar 15 Menit Kemudian Sholat Sunnah 2 Roka’at Syuruq. Faedah : Orang yang melaksanakannya diberi pahala oleh Allah seperti pahala haji dan umroh dengan sempurna. Baca penjelasannya berikut ini  : http://bbg-alilmu.com/archives/38812
.
====================================
.
4. Membaca 100 Ayat Al Quran Di Malam Hari. Faedah :  Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala sholat sepanjang malam. Simak (audio) penjelasannya berikut ini terkait apakah 100 ayat ini dibaca di dalam sholat malam atau mutlak : http://bbg-alilmu.com/archives/21334 .
.
====================================
.
5.  Bersiwak Sebelum Sholat. Faedah : Siapa yang bersiwak sebelum sholat, maka nilai pahala sholatnya 70 x dari tanpa bersiwak. Simak (audio) penjelasannya berikut ini : http://bbg-alilmu.com/archives/35400
.
====================================
.
6.  Sholat Sunnah 4 Roka’at Setelah Sholat ‘Isya. Faedah : Sholat sunnah 4 roka’at setelah ‘Isya pahalanya seperti sholat sunnah di malam Laylatul Qodr (Malam 1000 bulan).  Simak (audio) penjelasannya dan juga tata caranya berikut ini : 
http://bbg-alilmu.com/archives/19374 dan
http://bbg-alilmu.com/archives/19394
.
====================================
.
7.  dan amalan-amalan berikut ini.
Puasa dan Al Qur’an Akan Memberikan Syafa’at…
Dzikir Yang Besar Pahalanya…
Beberapa Amalan Yang Mendapatkan Jaminan Rumah di Surga…
Beberapa ADAB SEBELUM TIDUR…
Selalu Menjaga Wudhu…
Beberapa Amalan Yang Dapat Menghapuskan Dosa Meskipun Sebanyak Buih Di Lautan…
TIGA Do’a Agar Diteguhkan Hati Dalam Ketaatan…
Sholat ROWATIB…
TIGA Model Pelaksanaan Sholat Sunnah ROWATIB ZHUHUR….
.
.
Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Keutamaan Sholat Isyroq…

Sholat ini dinamakan Shalat Isyroq atau Syuruq atau Thulu’. Dinamakan demikian karena pelaksanaannya berkaitan dengan waktu matahari terbit (mulai memancarkan sinarnya).

Hukum sholat Isyroq/Syuruq adalah Sunnah.

Keutamaan Sholat Isyroq:
Orang yang melaksanakannya diberi pahala oleh Allah seperti pahala haji dan umroh dengan sempurna.

Adapun dalil yang menunjukkan keutamaan ini adalah hadits-hadits berikut ini:

👉🏼   Hadits Pertama:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ »

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah bersabda: “Barangsiapa Mengerjakan shalat Shubuh berjamaah, lalu dia duduk berdzikir sampai matahari terbit, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat, maka ia akan mendapatkan pahala haji dan umrah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan, “sempurna, sempurna, sempurna (pahalanya, pent).” (HR. At-Tirmidzi II/481 no.586)

Derajat Hadits:
Hadits ini derajatnya HASAN, sebagaimana dinyatakan oleh syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah IX/189 no.3403, dan Misykatu Al-Mashobih I/212 no.971, dan Shohih At-Targhib wa At-Tarhib I/111 no.464.

👉🏼   Hadits Kedua:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ:”مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ”.

Dari Abu Umamah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh di masjid secara berjamaah, lalu dia tetap berada di dalam masjid sampai melaksanakan shalat sunnah (di waktu, pent) Dhuha, maka (pahala) amalannya itu seperti pahala orang yang menunaikan ibadah haji atau umroh secara sempurna.” (HR. Thobroni VIII/154 no.7663).

Derajat Hadits:
Hadits ini derajatnya HASAN LIGHOIRI, sebagaimana dinyatakan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib I/112 no.469.

Beliau mengatakan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh imam Thobroni namun sebagian perowinya masih diperselisihkan (kredibilitasnya, pent) oleh para ulama hadits, akan tetapi hadits ini memiliki jalan periwayatan lain yang banyak).

Dengan demikian, maka hadits-hadits tersebut dapat diyakini kebenarannya dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan dijadikan hujjah atau landasan hukum dalam melakukan amal ibadah.

⚉    Tanya 1: Kapan waktu pelaksanaan sholat sunnah Isyroq ? Apakah hal itu tidak bertentangan dengan hadits yang melarang kita melakukan sholat pada saat matahari terbit?

Jawab: Waktu sholat Isyroq / Syuruq / Thulu’ ialah pada awal waktu sholat Dhuha atau sholat hari raya idul adha, yaitu setelah matahari terbit dan menaik setinggi 1 tombak. Atau jika diperkirakan dengan hitungan menit maka sekitar 15 s/d 20 menit setelah matahari terbit. (Lihat Fatawa Syaikh Bin Baz XXV/171, dan Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Liqo’ al-Bab al-Maftuh XXIV/141 no. Fatwa. 22389).

Dengan demikian waktu pelaksanaan sholat sunnah Isyroq / Syuruq tidak bertentangan dengan salah satu waktu terlarang mngerjakan sholat, yaitu ketika “pas/tepat” matahari terbit. Wallahu a’lam bish-showab.

⚉    Tanya 2: Apakah Sholat Isyroq termasuk sholat Dhuha ataukah sholat sunnah tersendiri?

Jawab: Sebagian ulama mengatakan bahwa sholat Isyroq adalah bagian dr sholat Dhuha krn dilakukan di awal waktu Dhuha dan waktunya hanya sbentar, tidak spt waktu sholat Dhuha. Jadi, jika dikerjakan di awal waktu Dhuha maka disebut sholat Isyroq / Syuruq.

⚉    Tanya 3: Bagaimana cara melaksanakannya agar mendapatkan keutamaan seperti pahala orang yang haji dan umroh?

Jawab: Cara melaksanakan shalat Isyroq/Syuruq sama dengan sholat-sholat sunnah lain yang dikerjakan sebanyak 2 rokaat, dari mulai takbirotul ihrom smp salam, gerakan dan bacaannya sama. Perbedaannya hanya pada niat sholat. Yaitu kita menetapkan niat di dalam hati saja (tanpa diucapkan dngan lisan) bhwa kita akan melaksanakan sholat sunnah Isyroq dan mngharapkan pahala dari Allah spt disebutkan dlm hadits diatas.

Setelah sholat Shubuh berjamaah di masjid, dia tidak pulang ke rumah atau tidak tidur-tiduran (apalagi sampai ngorok), akan tetapi dia berdiam di masjid utk berdzikir kpd Allah dg dzikir dan wirid syar’i atau membaca Al-Quran, atau mendengarkan taushiyah/kajian ba’da subuh hingga matahari terbit. Kmdian skitar 15 atau 20 menit sesudah matahari terbit, kita berdiri melaksanakan sholat sunnah isyroq tsb.

⚉    Tanya 4: Apakah orang yang sakit sehingga tidak dapat pergi ke masjid bisa mendapat keutamaan sholat sunnah Isyroq?

Jawab: Jika kebiasaan dia sewaktu sehat selalu mngerjakan sholat sunnah Isyroq maka ia bisa mendapatkan keutamaannya. Hal ini Sbgmn Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

Jika seseorang sakit atau bersafar, maka dicatat baginya pahala amalan sebagaimana yang biasa ia kerjakan di saat ia mukim atau ketika ia sehat.” (HR. Bukhari III/1092 no. 2834)

Kita memohon kepada Allah taufiq dan pertolongan-Nya agar kita dapat melaksanakan dengan giat dan mudah setiap amalan yang dapat mendatangkan keridhoan-Nya dan pahala yg besar, serta memasukkan kita ke dalam Surga-Nya yangg penuh dengan kenikmatan hakiki nan abadi.

آمين يا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ .

Ustadz Muhammad Wasitho MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://abufawaz.wordpress.com/2011/11/28/keutamaan-sholat-isyroq-%D9%81%D8%B6%D9%84-%D8%B5%D9%84%D8%A7%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%A5%D8%B4%D8%B1%D8%A7%D9%82/

ARTIKEL TERKAIT
Tentang Sholat SYURUQ dan DHUHA…
Tentang Derajat Hadits Sholat Syuruq…

TIGA Do’a Agar Diteguhkan Hati Dalam Ketaatan…

Pemikiran manusia di zaman ini sudah terbalik, yang baik dibilang jelek dan yang jelek dibilang baik. Setiap orang yang menjalankan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pasti akan mendapatkan cemoohan. Sedangkan orang yang bergelimang dengan kemaksiatan dan bid’ah sering mendapatkan pujian.

Nabi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terus berdo’a agar diteguhkan hati dalam keta’atan. Maka kita sebagai ummatnya harus lebih sering lagi berdo’a kepada Allah memohon keteguhan hati, istiqomah dalam keta’atan

Berikut adalah 3 DO’A yang penting untuk kita baca dalam keseharan kita :

1.  Allah berfirman :

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Robbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz-hadaytanaa Wa Hablanaa Mil-ladunka Rohmah, Innaka Antal Wahhaab

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”

[ QS. Aali Imron: 8 ]

=========================

2.   Do’a yang paling sering Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam panjatkan adalah :

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Yaa Muqollibal Quluub Tsabbit Qolbii ‘Alaa Diinik

“Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu”

[ HR. at-Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792 ]

=========================

3.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

“Sesungguhnya hati semua manusia itu berada di antara dua jari dari sekian jari Allah Yang Maha Pemurah. Allah Subhanahhu wa Ta’ala akan memalingkan hati manusia menurut kehendak-Nya.” Setelah itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa; “Allahumma Mushorrifal Quluub Shorrif  Quluubanaa ‘Alaa Thoo’atik” [Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu!]

[ HR. Muslim no. 2654 ]

Semoga kita semua bisa sering-sering membaca do’a-do’a diatas… Aamiin…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Kriteria Suami Tanggung Jawab…

Suami yang bertakwa kepada Allah pada setiap keadaan dan kesempatan.
.
Suami yang menunaikan hak dan kewajiban secara seimbang baik secara materi maupun non materi.
.
Suami yang mengutamakan ridha Allah daripada ridha manusia.
.
Suami yang hidupnya disibukkan dengan berbagai macam ibadah dan taqarrub kepada Allah.
.
Suami yang menggiring keluarganya kepada jalan surga.
.
Suami yang senantiasa membimbing istri dan anak-anaknya kepada kebenaran dan kebaikan.
.
Suami yang sabar dan lapang dada dengan berbagai macam ujian dan cobaan.
.
Suami yang suka membantu keluarga dan orang-orang sekitarnya dalam kebaikan dan ketakwaan.
.
Suami yang terus istiqomah di atas alkitab dan as-Sunnah.
.
Suami yang tidak mengikuti hawa nafsu dan bisikan setan.
.
Suami yang sportif dan jantan mengakui berbagai macam kesalahan dan kekurangan dalam rangka untuk perbaikan.
.
Suami yang tidak pernah membuang-buang waktu dan umur untuk perkara sia-sia.
.
Suami yang senantiasa tulus dalam menasehati dan mendakwahi keluarga dan orang-orang sekitarnya.
.
Suami yang dermawan dengan berbagai macam sedekah, infaq dan sumbangan.
.
.
Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى

Dzulhijjah Pun Ditentukan Oleh Melihat Hilal…

Allah Ta’ala berfirman:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ ۖ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ

Mereka bertanya kepadamu tentang hilal, katakan ia adalah waktu waktu untuk manusia dan haji.” 
(AlBaqoroh: 189)

Dan hilal itu berbeda antara suatu negara dengan negara lain atas pendapat yang rojih.

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kapan Puasa Arofah..?

Bahaya Maksiat Tatkala Bersendirian…

Seorang bijak berkata :

إِنَّ ذُنُوْبَ الْخَلَوَاتِ هِيَ أَصْلُ الاِنْتِكَاسَاتِ ، وَعِبَادَاتُ الْخَفَاءِ هِيَ أَعْظَمُ أَسْبَابِ الثَّبَاتِ

Sesungguhnya dosa-dosa yang dilakukan tatkala bersendirian merupakan pokok sebab keterbalikan seseorang (dari sholeh menjadi rusak). Dan ibadah-ibadah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi merupakan sebab terbesar tegarnya seseorang (di atas agama)”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ الْجَنَّةِ فِيْمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ النَّار

Sesungguhnya seseorang benar-benar melakukan amalan surga –menurut yang nampak bagi masyarakat- padahal ia termasuk penduduk neraka” (Dishahihkan oleh Al-Albani rahimahullah)

Ibnu Rojab Al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam menjelaskan bahwasanya seseorang bisa saja terlihat dihadapan masyarakat benar-benar mengerjakan amalan-amalan kebajikan. Akan tetapi kondisi batinnya yang sesungguhnya adalah sebaliknya. Hal ini menyebabkan ia meninggal dalam kondisi su-ul khootimah, karena ada amalan keburukan (maksiat) yang ia lakukan secara tersembunyi yang tidak diketahui oleh orang lain, atau yang semisalnya.

Karenanya berhati-hatilah dari dosa-dosa yang anda lakukan tatkala bersendirian… tatkala anda menutup pintu-pintu… tatkala tidak ada mata yang melihat…

Zainal Abidin rahimahullah berkata :

مَا أَحْلَمَ اللهَ عَنِّي حَيْثُ أَمْهَلَنِي وَقَدْ تَمَادَيْتُ فِى ذَنْبِي وَيَسْتُرُنِي

Betapa sayangnya Allah padaku… karena telah menangguhkan hukuman-Nya
Bahkan Dia tetap menutupi dosaku… meski aku terus melakukannya

تَمُرُّ سَاعَاتُ أَيَّامِي بِلاَ نَدَمِ وَلاَ بُكَاءٍ وَلاَ خَوْفٍ وَلاَ حَزَنِ

Hari-hariku terus berjalan (dan aku terus melakukan dosa-dosa)
Tanpa ada rasa penyesalan, tangisan, ketakutan, ataupun kesedihan

أَنَا الَّذِى أَغْلَقَ الأَبِوَابَ مُجْتَهِدًا عَلَى الْمَعَاصِي وَعَيْنُ اللهِ تَنْظُرُنِي

Akulah orang yang telah menutup pintu
Untuk giat dalam maksiat, padahal Mata Allah selalu mengawasiku

يَا زَلَّة كُتِبَتْ فِي غَفْلَةٍ ذَهَبَتْ يَا حَسْرَة بَقِيَتْ فِي الْقَلْبِ تُحْرِقُنِي

Salah sudah tercatat, dalam kelalaian yang telah lewat
Dan sekarang, tinggal penyesalan di hati yang terus membakar diriku

Ustadz DR. Firanda Andirja MA,  حفظه الله تعالى

da140814-2249

Beberapa Amalan Yang Dapat Menghapuskan Dosa Meskipun Sebanyak Buih Di Lautan…

Berikut ini adalah beberapa amalan yang dapat menghapuskan dosa seseorang meskipun sebanyak buih di lautan, in-syaa Allah.

1.  Membaca dzikir setelah sholat fardhu/wajib dengan bacaan sebagaimana tersebut dalam hadits berikut :

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barangsiapa yang mengucapkan “Subhaanallah” setiap selesai shalat 33 kali, “Alhamdulillah” 33 kali dan “Allahu Akbar” 33 kali; yang demikian berjumlah 99 dan menggenapkannya menjadi seratus dengan “Laa ilaaha illallah, wahdahu laa syarikalah, la-hul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadir”, akan diampuni kesalahannya, sekalipun seperti buih lautan”

[HR Muslim]

====================================

2.  Membaca Dzikir “Subhaanallahi Wabi-Hamdihi” sebanyak 100 x dalam sehari.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Barangsiapa membaca, “Subhanaallahi Wabi-hamdihi (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya), 100 kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih lautan.”

[HR. Muslim No.4857]

Dalam riwayat lain, dzikir diatas ini dibaca 100 x saat Dzikir Pagi dan 100x saat Dzikir Petang.

====================================

3.  Membaca dzikir berikut sebelum tidur :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“..barangsiapa membaca ketika beranjak ke tempat tidurnya,
LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU
LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR
LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM
SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WA LAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR
niscaya dosa-dosanya diampuni walaupun ia seperti buih lautan..”

[ HR. Ibnu Hibban – Shohih, at-Targhib wat-Tarhib 2/607 ]

Catatan:

1.  Akan tetapi perlu diperhatikan, janganlah dengan adanya hadits ini, kita jadi meremahkan dosa, berpikir nanti gampang akan dihapus sebentar dengan bacaan ini.

Al-Munawi rohimahullah (w. 1031 H) berkata,

“فلا يظن ظان أن من أدمن الذكر وأصر على ما شاء من شهواته وانتهك دين الله وحرماته أن يلتحق بالمطهرين المقدسين ويبلغ منازل الكاملين بكلام أجراه على لسانه ليس معه تقوى ولا عمل صالح “

“Seseorang yang mengandalkan terus dzikir ini akan tetapi ia terus bermaksiat sekehendak syahwatnya, melanggar agama Allah dan kehormatannya, janganlah ia menyangka akan disamakan dengan orang yang dibersihkan dan disucikan, jangan menyangka ucapannya akan mendapat pahala dengan lisannya, padahal tidak ada ketakwaan (rasa takut) dan amal shalih pada dirinya.” [Faidhul Qadir 6/190]

2.  Dosa yang dihapus adalah dosa atau kesalahan pada hak Allah saja, jika berkaitan dengan hak anak Adam (sesama manusia) , maka harus juga diselesaikan dengan yang bersangkutan dengan cara meminta maaf atau mengembalikan haknya berupa barang atau hutang. Bila orang yang kita zholimi telah meninggal dunia, caranya… Silahkan simak (audio) penjelasannya berikut ini:  http://bbg-alilmu.com/archives/11775

3.  Dosa yang dihapus adalah dosa-dosa kecil, adapun dosa besar yang seseorang lakukan dengan terus menerus maka ia harus bertaubat secara khusus dengan taubat nasuha dan syarat-syarat taubat nasuha.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).” (At Tahrim: 8)

ref :
muslimafiyah.com
almanhaj.or.id

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih