All posts by Admin

Tj Melalaikan Dan Meninggalkan Shalat

220. BBG Al Ilmu – 87

Pertanyaan:
Afwan ada pertanyaan. Mohon penerangannya : Saya termasuk orang yang pandai mengulur waktu solat/boleh di bilang saya sering bolos solat, bagaimana cara agar saya bisa menghilangkan kebiasaan saya ini.? Adakah do’a_do’a khusus untuk mendukung agar saya tidak melalaikan sholat..???

Jawaban:
Ust. Abdussalam Busyro Lc

Sholat adalah perkara yang harus kita perhatikan dan merupakan amalan pertama yang akan dihisab oleh Allah سبحانه وتعالى di hari kiamat.

Jika antum melalaikan sholat (malas sholat) maka hendaknya melakukan hal2 berikut ini:

1. Berdoa kepada Allah سبحانه وتعالى agar diberi rasa ikhlas dalam beribadah

2. Belajar dasar2 agama khususnya terkait masalah sholat dan ancaman bagi mereka yang melalaikan sholat

3. Mencari teman yang baik agar bisa saling mengingatkan

4. Perbanyaklah sholat sunnah karena Allah سبحانه وتعالى berfirman mintalah kalian pertongan kepada Allah سبحانه وتعالى dengan sabar dan sholat

5. Membaca kisah2 para pendahulu bagaimanakah mereka menjadi orang yang sholeh dan ikhlas dalam beribadah

6. Banyak beristighfar kepada Allah سبحانه وتعالى semoga Allah سبحانه وتعالى mengampuni dari apa2 yang telah terlewat khusus lalai masalah sholat

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«

̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Walimaturrujuu’

219. BBG Al Ilmu – 2

Pertanyaan:
Afwan ustadz, ana mau tanya Apakah ada Walimaturruju’ ? Bagamana hukum merayakan dan menghadirinya ?

Jawaban:
Ust. Abdussalam Busyro Lc,

Suami istri yang sudah bercerai dan dalam masa iddah maka keduanya boleh kembali (ruju’) dengan cara kembali kumpul serumah atau melakukan hubungan suami istri maka itu merupakan bentuk ruju’nya dan tidak perlu mengadakan walimah.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«

̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Tolong Menolong Dalam Maksiat Kepada Allah

218. BBG Al Ilmu – 383

Pertanyaan:
Ana mau tanya, temen ana mau pinjam uang di bank (riba) atas nama ana dengan harapan dapat bunga yang murah, mohon masukan apa yang harus ana lakukan, karena dalam hati kecil ana menolaknya.

Jawaban:
Ust. Abdussalam Busyro Lc

Tidak boleh saling tolong menolong dalam hal kemungkaran.

Tambahan: hadits berikut ini adalah mengenai dosa memakan riba: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ وَإِنْ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ
“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam
Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini
shahih dilihat dari jalur lainnya)

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«

̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Waktu Shalat Dhuha

217. BBG Al Ilmu – 271

Pertanyaan:
Ustadz, kapan shalat dhuha dimulai dan batas waktunya ?

Jawaban:
Waktu shalat Dhuha dimulai dari matahari setinggi tombak, yaitu sekitar 15 menit setelah matahari terbit dan berakhir mendekati waktu zawal (matahari mulai tergelincir ke barat), yaitu sekitar 10 menit sebelum matahari bergeser (ke barat). (Fatwa Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin, Liqo’ Al Bab Al Maftuh).

Sumber:
http://www.konsultasisyariah.com/waktu-dhuha/

Laporan Terkini – Infaq Buka Puasa – 03 Juli 2013

 

BUKA BERSAMA – IFTHOR
PEMASUKAN JUMLAH
1 01/07/2013 06:35 ATMB Transfer To BSM 7480007772 120,000.00
2 01/07/2013 06:50 Trf PRIMA to BSM – Prima 120,000.00
3 01/07/2013 06:57 buka bersama Al Ilnu 500,000.00
4 01/07/2013 07:16 Trf PRIMA to BSM – Prima 300,000.00
5 01/07/2013 07:57 Trf PRIMA to BSM – Prima 500,000.00
6 01/07/2013 08:03 ATMB Transfer To BSM 7480007772 500,000.00
7 01/07/2013 08:15 INTERBANK TRANSFER TRANSACTION 110,000.00
8 01/07/2013 08:24 ATMB Transfer To BSM 7480007772 200,000.00
9 01/07/2013 08:27 ATMB Transfer To BSM 7480007772 100,000.00
10 01/07/2013 09:29 Trf PRIMA to BSM – Prima 1,000,000.00
11 01/07/2013 09:47 ATMB Transfer To BSM 7480007772 2,500,000.00
12 01/07/2013 09:52 Trf PRIMA to BSM – Prima 1,000,000.00
13 01/07/2013 10:05 ATMB Transfer To BSM 7480007772 300,000.00
14 01/07/2013 10:15 BSM ATM Transfer To 7480007772 100,000.00
15 01/07/2013 10:37 Trf PRIMA to BSM – Prima 150,000.00
16 01/07/2013 12:31 buka puasa a/n klg 1,000,000.00
17 01/07/2013 13:46 DONASI BUSANA 240,000.00
18 01/07/2013 13:47 DONASI BUKA BERSAMA 240,000.00
19 01/07/2013 13:48 DONASI BUK BER 240,000.00
20 01/07/2013 13:49 DONASI BUKBER 120,000.00
21 01/07/2013 13:49 BUKA BERSAMA 50,000.00
22 01/07/2013 15:25 transfer 100,000.00
23 01/07/2013 16:22 Trf PRIMA to BSM – Prima 100,000.00
24 01/07/2013 20:35 ATMB Transfer To BSM 7480007772 150,000.00
25 01/07/2013 21:45 ATMB Transfer To BSM 7480007772 1,000,000.00
26 02/07/2013 08:14 ATMB Transfer To BSM 7480007772 200,000.00
27 02/07/2013 08:38 ATMB Transfer To BSM 7480007772 300,000.00
28 02/07/2013 09:52 BSM ATM Transfer To 7480007772 250,000.00
29 02/07/2013 14:17 Trf PRIMA to BSM – Prima 360,000.00
30 02/07/2013 17:19 Trf PRIMA to BSM – Prima 100,000.00
31 02/07/2013 20:21 Trf PRIMA to BSM – Prima 150,000.00
32 03/07/2013 09:13 AP 200,000.00
33 03/07/2013 10:54 Kredit Masuk-0080017 1,000,000.00
34 03/07/2013 11:37 ATMB Transfer To BSM 7480007772 250,000.00
35 03/07/2013 13:03 Trf PRIMA to BSM – Prima 500,000.00
36 03/07/2013 13:07 Trf PRIMA to BSM – Prima 200,000.00
37 03/07/2013 13:09 BSM ATM Transfer To 7480007772 300,000.00
38 03/07/2013 18:34 Trf PRIMA to BSM – Prima 1,500,000.00
39 03/07/2013 20:47 buka bersama 150,000.00
TOTAL 16,200,000.00

 

Tj Nikah Dengan Niat Talak

192. BBG Al Ilmu

Pertanyaan:
Ana dapat tlsn ini dr teman. Apa bisa di percaya isi nya? Menurut teman, sejata syiah Berikut FATWA SYEKH BIN BAZ “NIKAH DENGAN NIAT TALAK” yang dikutip dari buku “Majmuk Fatawa”-nya Syekh Abdul Aziz bin Abdullah, Jilid 4
hal 29-30.

-NIKAH DENGAN NIAT (AKAN) DI TALAQ-
Pertanyaan:

Saya mendengar bahwa anda berfatwa kepada salah seorang polisi bahwa diperbolehkan nikah di negeri rantau (negeri tempat merantau), dimana dia bermaksud untuk mentalak istrinya setelah masa tertentu bila habis masa tugasnya. Apa perbedaan nikah semacam ini dengan nikah mut’ah? Dan bagaimana kalau si wanita melahirkan anak? Apakah anak yang dilahirkan dibiarkan bersama ibunya yang sudah ditalak di negara itu? Saya mohon penjelasanya.

Jawab :

Benar… Telah keluar fatwa dari “Lajnah Daimah”, di mana saya adalah ketuanya, bahwa dibenarkan nikah dengan niat (akan) talak sebagai
urusan hati antara hamba dan Tuhannya. Jika seseorang menikah di negara lain (di rantau) dan niat bahwa kapan saja selesai dari masa belajar atau tugas kerja, atau lainnya, maka hal itu dibenarkan menurut jumhur para ulama. Dan niat talak semacam ini adalah urusan antara dia dan Tuhannya, dan bukan merupakan syarat dari sahnya nikah. Dan perbedaan antara nikah ini dan nikah mut’ah adalah dalam nikah mut’ah disyaratkan masa tertentu, seperti satu bulan, dua bulan, dan semisalnya. Jika masa tersebut habis, nikah tersebut gugur dengan sendirinya. Inilah nikah mut’ah yang batil itu. Tetapi jika seseorang menikah, di mana dalam hatinya berniat untuk mentalak istrinya bila tugasnya berakhir di negara lain, maka hal ini tidak merusak akad nikah. Niat itu bisa berubah-ubah, tidak pasti, dan bukan merupakan syarat sahnya nikah. Niat semacam ini hanyalah urusan dia dan Tuhannya. Dan cara ini merupakan salah satu sebab terhindarnya dia dari
perbuatan zina dan kemungkaran. Inilah pendapat para pakar (ahl al-ilm), yang dikutip oleh penulis Al-Mughni Muwaffaquddin bin Qudamah
rahimahullah.

 

Jawaban:
Sepertinya fatwa Syaikh bin Baz rahimahullah tidak disajikan utuh, inilah kutipan akhir fatwa beliau:
“Akan tetapi meninggalkan niat ini lebih utama karena berhati-hati terhadap agama dan keluar dari perbedaan pendapat para ulama. Dan karena ia tidak membutuhkan niat ini, dan karena pernikahan tidak dilarang bercerai apabila ia melihat kebaikan dalam hal itu, sekalipun ia tidak berniat saat menikah. (Syaikh Bin Baz –Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah 5/41-43)

Berikut Fatawa Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa 18/448-449, yang beliau pimpin:
‫‫ ‬‬”Nikah dengan niat talak adalah menikah dalam batas waktu tertentu, dan menikah yang ditentukan masanya adalah pernikahan yang batil, karena ia adalah nikah mut’ah dan mut’ah diharamkan secara ijma’. Menikah yang benar adalah: bahwa ia menikah dengan niat tetap berada dalam ikatan perkawinan. Jika istrinya cocok baginya dan sesuai niscaya ia tetap bersamanya dan jika tidak ia menceraikannya. Firman Allah
subhanahu wa ta’ala:‬‬
“Talak (yang dapat dirujuk) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. (Qs 2/229)
والله أعلم بالصواب

Untuk ulasan lengkap, silahkan buka link berikut:
http://almanhaj.tohaboy.web.id/content/2420/slash/0/permasalahan-orang-yang-menikah-dengan-niat-akan-menceraikan/index.html

http://www.alsofwa.com/4530/658-fatwa-hukum-menikah-di-luar-negeri-dengan-niat-talak-dan-bedanya-dengan-nikah-mutah.html

http://almanhaj.tohaboy.web.id/content/1421/slash/0/menikah-dengan-niat-talak/index.html‬

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

 

——-*******Fatwa yang utuh********__________

Pertanyaan 2:

Sebagian kaum muslimin ada yang pergi untuk belajar dan yang lainnya ke luar negeri, bolehkah ia menikah dengan niat talak? Apakah perbedaan antara nikah tersebut diatas dan nikah mut’ah? Saya mengharapkan penjelasan tentang hal ini, semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberi taufik kepadamu.

    Jawaban 2:

Menikah di luar negeri mempunyai bahaya yang besar, oleh karena itu, tidak boleh safar ke luar negeri kecuali dengan beberapa syarat penting, dan karena safar ke luar negeri bisa membawa kufur kepada Allah subhanahu wa ta’ala, maksiat kepada -Nya seperti meminum arak, berzinah dan berbagai perbuatan keji lainnya. Karena alasan ini, para ulama berfatwa haram safar ke negeri kufur, karena mengamalkan hadits:

قال رسول الله  : (أَنَا بَرِيءٌ مِنْ كُلِّ مُسْلِمٍ يُقِيْمُ بَيْنَ أَظْهُرِ الْمُشْرِكِيْنَ)

“Aku berlepas diri dari setiap muslim yang menetap di tengah-tengah orang kafir.”  maka menetap di antara mereka sangat berbahaya, sama saja untuk rekreasi, atau belajar, atau berdagang, atau keperluan lainnya. Para pelajar dari tingkat SMA dan SMP, atau belajar di universitas di luar negeri berada dalam bahaya besar. Negara harus menyediakan sarana pendidikan di dalam negeri dan tidak mengijinkan mereka safar ke luar negeri, karena mengandung bahaya besar.

    Dari perbuatan itu muncul bahaya yang sangat banyak seperti murtad dan menganggap remeh perbuatan maksiat, seperti zinah, minum arak dan yang lebih berat dari itu adalah meninggalkan shalat. Sebagaimana sudah jelas bagi orang yang memperhatikan orang yang safar ke luar negeri kecuali yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala dan mereka sangat sedikit. Wajib menghalangi mereka dari hal itu dan tidak boleh safar kecuali orang-orang yang dikenal kuat agama, iman, dan ilmunya, dan keutamaannya apabila untuk dakwah kepada Allah subhanahu wa ta’ala atau untuk keperluan khusus yang dibutuhkan negara Islam.

    Kepada orang yang safar dan dikenal punya ilmu dan iman, harus tetap istiqamah sehingga ia berdakwah kepada Allah subhanahu wa ta’ala berdasarkan ilmu yang ia dalami dan dikirim karenanya. Dan apabila ada ilmu-ilmu yang sangat dibutuhkan  dan tidak ada yang mengajarkannya dan tidak bisa mendatangkan orang yang bisa mengajarkannya, maka hendaknya yang diutus adalah orang yang dikenal taat beragama, iman yang kuat, berilmu dan mempunyai keutamaan-keutamaan seperti yang telah kami sebutkan.

    Adapun menikah dengan niat talak, maka ada perbedaan pendapat di antara para ulama: di antara mereka ada yang membenci hal itu seperti Auza’i dan jama’ah, dan mereka berkata: sesungguhnya ia menyerupai mut’ah, maka ia tidak boleh menikah dengan niat talak menurut pendapat mereka. Dan mayoritas ulama berpendapat –seperti yang dikatakan al-Muwaffaq Ibnu Quddamah dalam al-Mughni: kepada bolehnya hal itu apabila niatnya adalah di antara dia dan Rabb-nya saja dan bukan syarat. Seperti ia safar untuk belajar, atau pekerjaan yang lain dan merasa khawatir terhadap dirinya, maka ia boleh menikah sekalipun ia berniat menceraikannya apabila tugasnya sudah selesai. Ini adalah pendapat yang kuat –apabila hal itu di antara dia dan Rabb-nya saja, tanpa syarat, tanpa memberitahukan istri dan tidak pula walinya. Mayoritas ulama berkata: tidak mengapa dengan hal itu –seperti telah dijelaskan- dan bukan termasuk nikah mut’ah, karena hanya di antara dia dan Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak ada persyaratan dalam hal itu.

    Adapun nikah mut’ah: ia mengandung syarat selama satu bulan, atau dua bulan, atau setahun, atau dua tahun di antara dia dan keluarga istri, atau di antara dia dan istri. Nikah ini dinamakan nikah mut’ah, dan hukum haram secara ijma’ dan tidak ada yang membolehkan kecuali rafhidhah. Hukumnya boleh di permulaan Islam kemudian dinasakh  dan diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala hingga hari kiamat. Sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits Nabi .

    Adapun ia menikah di negari yang dia safar untuk belajar, atau sebagai duta besar, atau karena sebab yang lain yang ia boleh safar ke negeri kafir –maka ia boleh menikah dengan niat talak apabila ia ingin kembali seperti yang telah dijelaskan apabila ia ingin menikah karena khawatir terhadap dirinya. Akan tetapi meninggalkan niat ini lebih utama karena berhati-hati terhadap agama dan keluar dari perbedaan pendapat para ulama. Dan karena ia tidak membutuhkan niat ini, dan karena pernikahan tidak dilarang bercerai apabila ia melihat kebaikan dalam hal itu, sekalipun ia tidak berniat saat menikah.

Syaikh Bin Baz –Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah 5/41-43.

 

Pertanyaan 3:

Banyak terjadi di kalangan anak muda trend safar ke luar negeri untuk menikah dengan niat talak. Dan nikah adalah tujuan dalam safar karena berpegang terhadap fatwa dalam masalah ini. Kebanyakan orang memahami fatwa tersebut secara keliru, bagaimanakah hukumnya?

Jawaban 3:

Nikah dengan niat talak adalah menikah dalam batas waktu tertentu, dan menikah yang ditentukan masanya adalah pernikahan yang batil, karena ia adalah nikah mut’ah dan mut’ah diharamkan secara ijma’. Menikah yang benar adalah: bahwa ia menikah dengan niat tetap berada dalam ikatan perkawinan. Jika istrinya cocok baginya dan sesuai niscaya ia tetap bersamanya dan jika tidak ia menceraikannya. Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Talak (yang dapat dirujuk) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. (Qsal-Baqarah:229)

Wabillahittaufiq, semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Fatawa Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa 18/448-449.

Hukum Nikah Dengan Niat Talak

Tj Budak Wanita

190. BBG Al Ilmu – 23

Pertanyaan:
Maaf mau tanya, kalau budak wanita yang akan digauli oleh pemiliknya harus dinikahi dan diberi mahar seperti pada wanita merdeka juga kan? Kalau budak wanitanya muslim/kafir apakah ada perbedaan hukumnya?

Jawaban:
Hukum wanita budak berbeda dengan wanita merdeka. Tanpa ada nikah. Jika seorang pria ingin menikahi wanita budak miliknya, maka ia harus merdekakan dia lebih dahulu baru kemudian ia bisa menikahinya.

Penting diperhatikan bahwa Islam datang pada saat perbudakan telah tersebar dimana-mana. Islam menganjurkan dan memberikan keutamaan dalam membebaskan Budak
Allah berfirman:
“Tetapi ia tidak menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan.” [Al-Balad: 11-13]

Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tiga kelompok yang akan diberikan pahala mereka dua kali: (1) Laki-laki ahli Kitab yang beriman kepada Nabinya lalu berjumpa dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia beria beriman kepada beliau, mengikutinya dan membenarkannya, maka ia memperoleh dua pahala. (2) Seorang budak yang melaksanakan hak Allah dan hak tuannya, maka ia memperoleh dua pahala. Dan (3) seorang laki-laki yang mempunyai budak wanita, lalu ia memberi makanan, pendidikan, dan pelajaran yang baik, kemudian ia membebaskan dan menikahinya, maka ia memperoleh dua pahala.”. (Shahiih al-Bukhari dan Muslim).

والله أعلم بالصواب

Sumber:
Ust. Rochmad Supriyadi Lc

http://www.islam-qa.com/en/ref/128160/slave

http://almanhaj.or.id/content/3062/slash/0/sikap-islam-terhadap-perbudakan/

http://almanhaj.or.id/content/1058/slash/0/kitab-pembebasan-budak/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«

̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Menghilangkan Najis Dengan Pasir

189. BBG Al Ilmu – 349

Pertanyaan:
Saya mau tanya, apakah untuk menghilangkan najis jilatan anjing dapat menggunakan pasir ? , kalau ya mohon dalilnya.

Jawaban:
Ust. Fuad Hamzah Baraba’ Lc

Air liur anjing adalah najis berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيُرِقْهُ ثُمَّ لِيَغْسِلْهُ سَبْعَ مِرَارٍ

“Bila seekor anjing menjilat wadah milik kalian, maka tumpahkanlah lalu cucilah 7 kali.” (HR. Al-Bukhari no 418, Muslim no. 422).

Dan cara menghilangkan najisnya dengan mancucinya 7x yang salah satunya dengan menggunakan debu/tanah, hal itu berdasarkan hadits:

طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ

Dari Abi Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sucinya wadah kalian yang dijilat anjing adalah dengan mencucinya 7 kali, salahsatunya dengan debu/tanah.” (HR. Muslim 420 dan Ahmad 2/427).

Dan kata “at-Turab” artinya: debu/tanah. Bukan pasir, karena pasir dalam bahasa arab adalah: ar-Rimal.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«

̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Puasanya Wanita Hamil Tua

188. BBG Al Ilmu – 199

Pertanyaan:
Mau bertanya Istri ana sedang hamil besar 8 bulan, dan sebagaimana romadhon tahun kemarin, tahun ini istri ana ingin tetap manjalani shaum meskipun sedang hamil, ana sudah memberi nasihat padanya kalau orang hamil boleh meninggalkan shaum, namun istri ana bersikeras mampu menjalaninya, romadhon yang lalu juga bisa, itu pendiriannya.

Bagaimana penjelasan ustadz mengenai hal ini, apakah pendirian istri ana yang memaksakan untuk tetap shaum bertentangan dengan syari’at ?

Jawaban:
Ust. Fuad Hamzah Baraba’ Lc

Sebaiknya dicoba dulu, apalagi jika memang tahun lalu sudah melakukannya jadi sudah ada pengalaman. Dicoba lagi saja harian, dilihat mampu atau tidak, dan suami sebaiknya mendukung, jangan langsung melarang. Yang terpenting untuk disadari adalah adanya
Keringanan bagi wanita hamil.

Tambahan tim tj:
Untuk tambahan referensi, bisa buka link berikut:
http://almanhaj.or.id/content/2809/slash/0/apabila-ibu-hamil-dan-menysui-berpuasa/

Mengenai apakah wanita hamil yang tidak berpuasa Ramadhan diharuskan qadha atau fidyah atau keduanya, ada perbedaan pendapat diantara para ulama salaf. Untuk pembahasan lengkapnya silahkan buka link berikut:

http://rumaysho.com/hukum-islam/puasa/3085-perselisihan-ulama-mengenai-puasa-wanita-hamil-dan-menyusui.html

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«

̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Dosa Yang Banyak Dan Luasnya Rahmat Allah

187. BBG Al Ilmu – 199

Pertanyaan:
Kadang manusia suka menanam pemikiran dalam dirinya ‘aku gak Mungkin Masuk Surga, Dosaku terlalu Banyak, aku iri dengan mereka yang Beriman dan Beramal Shalih’. Bolehkah pemikiran ini tertanam didiri ?

Jawaban:
Tidak perlu berputus asa, saudaraku. Jika benar ingin bertaubat dan kembali jadi baik, pintu taubat begitu terbuka. Ingatlah ayat, “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Ayat tersebut memberikan kabar gembira bahwa Allah mengampuni setiap dosa bagi siapa saja yang bertaubat dan kembali pada-Nya. Walaupun dosa tersebut amat banyak, meski bagai buih di lautan (yang tak mungkin terhitung).

Iri, dengki atau hasad –istilah yang hampir sama- berarti menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain. Hasad seperti inilah yang tercela. Adapun ingin agar semisal dengan orang lain, namun tidak menginginkan nikmat orang lain hilang, maka ini tidak mengapa. Hasad model kedua ini disebut oleh para ulama dengan
ghibthoh. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari no. 73 dan Muslim no. 816)
والله أعلم بالصواب
Sumber:

http://rumaysho.com/belajar-islam/tafsir-al-quran/4210-allah-mengampuni-setiap-dosa.html

http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/hanya-boleh-hasad-pada-dua-orang.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«

̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶