Category Archives: BBG Kajian

Tanda Bahwa Anda AHLI AKHIRAT…

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

“Engkau akan mendapati orang-orang yang ahli akhirat tidak memikirkan (harta) dunia yang hilang dari mereka.

Jika dunia itu datang; mereka menerimanya. Dan jika dunia itu hilang; mereka tidak memikirkannya”

[Syarah Riyadhus shalihin 3/48].

—–

Oleh karena itu, jangan terlalu memikirkan dunia yang hilang dari Anda… Karena dipikirkan atau tidak, itu tidak akan mengubah takdir Anda.

Untuk apa Anda dibuat setres olehnya ?! Bukankah pada akhirnya nanti, dunia itu akan meninggalkan Anda, dan tidak mau menemani Anda lagi.

Tidak ada faedahnya kita dipusingkan oleh dunia.. ingatlah bahwa dunia itu akan selalu ada yang datang, dan ada yang pergi.

Berfikirlah yang positif.. bila dunia datang, maka Alhamdulillah, kita harus mensyukurinya.. bila dunia itu pergi, maka Alhamdulillah, Allah telah mengurangi beban tanggungjawab kita.

Silahkan dishare… Semoga bermanfaat…

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

Apa Yang Kita Cari Dalam Hidup Ini..?

Kita hidup di gunung merindukan​ pantai…
Kita hidup di pantai merindukan​ gunung…

Kalau kemarau kita tanya kapan hujan?
Di musim hujan kita tanya kapan kemarau?

Diam di rumah pengennya pergi…
Setelah pergi pengennya pulang ke rumah…

Waktu tenang cari keramaian…
Waktu ramai cari ketenangan…​

Ketika masih bujang mengeluh kepengen nikah, Sudah berkeluarga, mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh biaya hidup dan pendidikan…

Ternyata SESUATU itu tampak indah karena belum kita miliki…

Kapankah kebahagiaa​n akan didapatkan​ kalau kita hanya selalu memikirkan​ apa yang belum ada, tapi mengabaikan​ apa yang sudah kita miliki…

Jadilah pribadi yang SELALU BERSYUKUR…
dengan rahmat yang sudah kita miliki…

Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini??
Menutupi telapak tangan saja sulit…

Tapi kalo daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutupla​h “BUMI” dengan Daun,

Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana
Bumi inipun akan tampak buruk…

Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil…

Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku…

SYUKURI apa yang sudah kita miliki, sebagai modal untuk meMULIAkanNYA…

Karena hidup adalah :
WAKTU yang dipinjamkan,
dan HARTA adalah Amanah yang dipercayakan…
yang semua itu akan di mintai pertanggung jawaban,

Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki…
Bersyukurlah atas keluarga yang kita miliki…
Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki…
Bersyukur dan selalu bersyukur di dalam segala hal. Bersegeralah berlomba dalam kebaikan di mulai dari sekarang.

Selamat meraih kebaikan di hari ini.

#copas

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

da280115

Semua Terserah Padamu…

Akhi Ukhti…

Terkadang ada orang yang merasakan kerasnya hatinya
Sulit untuk menerima nasehat
Sulit untuk bertaubat
Susah untuk meneteskan air mata
Selalu gundah gulana
Hajatnya tidak terkabulkan…

Mungkin kiranya kau perlu melaksnakan nasehat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di bawah ini

((أَتُحِبُّ أَنْ يَلِيْنَ قَلْبُكَ وَتُدْرِكَ حَاجَتَكَ؟ اِرْحَمْ الْيَتِيْمَ، وَامْسَحْ رَأْسَهُ، وَأَطْعِمْهُ مِنْ طَعَامِكَ، يَلِنْ قَلْبُكَ وَتُدْرِكْ حَاجَتَكَ)).

“Apakah kamu ingin hatimu lunak?
Dan Hajatmu dipenuhi?

1. Sayangilah anak yatim
2. Usaplah kepalanya
3. Berilah ia makan dari makananmu

Niscaya hatimu akan lunak dan hajatmu akan kau dapatkan” [HR Thabarani dishahihkan al Albani].

Semua permasalahan itu ada jalan keluarnya
Segala problematika ada solusinya

Yang jadi masalah adalah ketika engkau tidak mau keluar dari masalahmu
sedangkan pintu terbuka lebar-lebar di hadapanmu

Engkau tinggal melangkah…
Tapi semua terserah padamu

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Awas! Ada Virus Yang Dapat Merusak HP Anda…

Virus ya virus, merusak program atau aplikasi, dan bahkan bisa menyebabkan komputer atau HP anda rusak.

Akibatnya, kadang kala anda perlu untuk mengembalikan perangkat anda ke setingan pabrinya, dan urusan virusnya tuntas. Namun kadang kala anda juga perlu menggunakan program anti virus untuk menumpas virus yang membandel.

Namun pernahkah anda menyadari bila ternyata jiwa anda juga megalami yang sama? banyak virus yang gentayangan di sekitar anda, ada dosa, ada nafsu angkara murka, ada kemunafikan dan ada kekufuran. Bisa jadi tanpa anda ketahui, saat ini jiwa anda telah terkena virus tersebut, hingga tidak responsif terhadap program program Allah Ta’ala.

Sudah berapa banyak dosa yang telah anda lakukan ? dan
sudah berapa lama angkara murka yang telah menghuni jiwa anda ? dan
bisa jadi betapa banyak sifat munafik telah menodai jiwa anda.

Sudahkah anda memiliki program penangkal dan pembasmi virus tersebut? atau sudahkah anda menyadari keberadaan virus virus jiwa tersebut ?

Sobat, mari kita kembalikan jiwa kita ke setingan awalnya, yaitu dengan bertaubat dan beristighfar agar virus virus yang telah merusak jiwa kita musnah dan jiwa kita kembali suci dan responsif kepada setiap perintah Allah Ta’ala.

Astaghfirullah, ya Allah ampunilah dosa dosa kami, amiin.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Manhaj Menuntut Ilmu…

Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah dalam kitabnya hilyah tholibil ‘ilmi mengatakan bahwa ilmu itu ibadah. Maka harus memenuhi dua syarat ibadah yaitu iklash dan mutaba’ah (sesuai dengan contoh rosulullah).

Diantara manhaj dalam menuntut ilmu adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

نضَّر الله امرأً سَمِع مقالتي فوَعَاها وحَفِظها وبَلَّغها، فرُبَّ حامل فِقْه إلى مَن هو أفقه منه،

“Semoga Allah memberikan cahaya kepada wajah orang yang mendengarkan sabdaku lalu ia memahaminya lalu menghafalnya lalu menyampaikannya. Berapa banyak pembawa ilmu kepada orang yang lebih faham darinya.”
HR At Tirmidzi.

Hadits adalah hadits mutawatir yang diriwayatkan oleh sekitar 20 orang sahabat.

Perhatikanlah..
Dalam hadits ini Nabi menyebutkan manhaj menuntut ilmu:
1. Mendengar.
2. Memahami.
3. Menghafal.
4. Menyampaikan.

Oleh karena itu sebagian ulama berkata, “Awal ilmu adalah husnul istimaa’ yaitu pintar mendengar. Dan mendengar akan lebih sempurna dengan mencatat. Sebagaimana dikatakan oleh imam Az Zuhri: “Ikatlah ilmu dengan mencatatnya.”

Maka hendaklah para penuntut pintar mendengar dan mencatat ilmu terlebih dahulu. Orang yang tak pandai mendengar ia tidak akan dapat menuntut ilmu.

Janganlah langsung loncat ke fase terakhir yaitu menyampaikan.. sehingga menjadi lebih pandai menshare dari pada mendengar.

Pandailah mendengar, lalu fahami lalu hafalkan dan kuasai lalu terakhir menyampaikan dengan penuh amanah ilmiyah.

Bila manhaj ini diabaikan.. akibatnya banyak bermunculan Lc (Langsung copas). Sehingga ilmu tak kokoh. Lebih banyak berkicau dan coment. Allahul Musta’an.

Abu Yahya Badrusalam,  حفظه الله تعالى

Tak Semudah Diucapkan…

Mengucapkan kata sabar itu mudah.. tapi prakteknya tak mudah.. karena harus melawan jiwa yang meronta..

Menahan diri dari melihat awewe geulis butuh sabar..
Menahan diri dari berbuat maksiat pasti lelah dan kudu sabar..
Untuk istiqomah di atas ketaatan apalagi..
Untuk selalu memanfaatkan waktu dalam perbuatan kebaikan..
Untuk rujuk kepada kebenaran pun sangat memerlukan kesabaran..
Capek.. tapi harus capek di sini di dunia ini..
Agar bisa beristirahat tenang di alam baka..

Ali bin Abi Thalib berkata, “Sabar dalam iman bagaikan kepala untuk badan. Badan tak akan hidup tanpa kepala, demikian pula iman tak akan hidup tanpa kesabaran.”

Abu Yahya Badrusalam,  حفظه الله تعالى