Category Archives: BBG Kajian

Berusahalah Untuk Memberi.. Engkau Akan Menerima..

Ketika engkau hidup untuk membahagiakan orang lain, Allah akan memberimu orang-orang yang akan membahagiakanmu.

Maka berusahalah untuk memberi, bukan menerima.. semakin engkau memberi, engkau akan semakin banyak menerima tanpa engkau minta.

Selama engkau mengharapkan kebaikan untuk orang lain, kebaikan akan datang kepadamu dari jalan yang tidak kau bayangkan.

Tapi baikkanlah niatmu, Allah akan membaikkan keadaanmu.

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita semua.. dan membaikkan kehidupan akhirat dan dunia kita.. amin.

Musyaffa’ Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى

Tata Cara Sholat SUNNAH 4 Roka’at Setelah ‘Isya… (kelanjutan dari artikel sebelum ini)

Menyambung artikel sebelum ini tentang amalan sunnah yang terlupakan, berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut dari Ustadz Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, Instagram dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

da040916

SUNNAH Yang Terlupakan…

Abdullah bin Amru bin Al ‘Ash berkata, “Siapa yang sholat (sunnah) 4 rekaat setelah (Sholat) Isya’, maka 4 roka’at tersebut seperti keutamaannya 4 ROKA’ATNYA malam Laitul Qodar.” (HR Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushonnaf no 7273. Sanadnya shahih).

Aisyah radliyallahu ‘anha berkata, “4 roka’at setelah (Sholat) Isya’, sebanding dengan yang semisal 4 ROKA’AT TERSEBUT pada malam Lailatul Qodar.” (HR Ibnu Abi Syaibah no 7274. Sanadnya shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim).

Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu berkata, “Siapa yang sholat (sunnah) 4 roka’at setelah (Sholat) Isya’, dia tidak memisah roka’at-roka’at tersebut dengan salam, maka 4 roka’at tersebut sebanding dengan yang semisal 4 ROKA’AT TERSEBUT pada MALAM LAYLATUL QODAR.” (HR Ibnu Abi Syaibah no 7275. Sanadnya shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim).

Walaupun semuanya mauquf..
Namun dihukumi marfu’..

Ibnu Abbas berkata, “Aku pernah menginap di rumah bibiku maimunah binti Al Harits istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.. Maka Nabi sholat Isya, lalu pulang ke rumahnya dan sholat empat roka’at. Lalu beliaupun tidur. (HR Al Bukhari no 117 dan 665).

Hadits-hadits di atas kuat sanadnya, dan bisa dijadikan sandaran amalan -wallohu a’lam

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin..

Abu Yahya Badrusalam,Lc, حفظه الله

Tambahan:
* Saat ditanya cara pelaksanaan nya, Ustadz Abu Yahya Badrusalam mengatakan bagusnya 2/salam + 2/salam.
* Ada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari hadits ibnu Umar:

صلاة الليل والنهار مثنى مثنى

“Sholat malam dan siang dua rakaat dua rakaat.” (HR Abu Dawud dan lainnya).

Secara kaidah ushul fiqih ucapan Nabi lebih di dahulukan dari perbuatannya.

* Ada 3 cara pelaksanaannya :
1. DUA roka’at ba’diyah Rowatib ‘Isya dikerjakan dahulu, lalu 4 roka’at (2 roka’at salam + 2 roka’at salam). Ini lebih bagus karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam hanya menyebutkan ba’diyah ‘Isya itu 2 roka’at.

2. DUA roka’at ba’diyah Rowatib ‘Isya, digabung dengan 2 roka’at pertama (2 roka’at salam) dari 4 roka’at tersebut. Niatnya bisa digabung karena sama-sama sholat sunnah.

3. DUA roka’at ba’diyah Rowatib ‘Isya dikerjakan dahulu, lalu 4 roka’at (dengan tahiyat awal di roka’at ke 2 dan berdiri ke roka’at ke 3 dst dan tahiyat akhir lalu salam di akhir roka’at ke 4). Namun sebagaimana yang dijelaskan di point 1, yang LEBIH UTAMA adalah memisah yang 4 roka’at menjadi dua roka’at dengan salam.

Wallahu a’lam

 

da040916