Category Archives: BBG Kajian

Solusi Keluar Dari Kezhaliman Penguasa…

FAWAID DAUROH SYAR’IYYAH SYAIKH ABDURRAZZAQ, حفظه الله تعالى
Pekanbaru, 17 Februari 2017

Aqidah ahlussunnah selalu menegaskan pengikutnya untuk tetap mentaati penguasa dan menjauhi pemberontakan kepada mereka.
Tentu dengan catatan, perintah penguasa ditaati jika sejalan atau tidak bertentangan dengan syari’at Allah.

Kemudian, ketika pada kenyataannya kaum muslimin dikuasai oleh penguasa yang zhalim, maka dalam aqidah ahlussunnah juga diajarkan berbagai solusi yang sering dilupakan oleh kaum muslimin.

Apa misal solusinya ?
Imam Al-Muzaniy berkata dalam Syarhus Sunnah:

والتوبة إلى الله كيما يعطف بهم على رعيتهم

“(Hendaknya masyarakat) bertaubat kepada Allah agar penguasa mereka menyayangi rakyatnya.”

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr berkata dalam Ta’liqah beliau atas Syarhus Sunnah:

وذلك أن تسلط الولاة وجورهم إنما هو بسبب الذنوب

“…karena penindasan dan kebengisan penguasa, sebenarnya disebabkan oleh dosa-dosa rakyat (juga).”

Benar, kezhaliman penguasa memang (salah satunya) disebabkan dosa rakyatnya. Berkuasanya penguasa yang zhalim memang merupakan cerminan kezhaliman rakyatnya.
Allah berfirman,

{وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ} [الأنعام : 129]

“Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zhalim itu menjadi pemimpin bagi sebahagian yang lain disebabkan dosa yang mereka kerjakan.”

Penulis mengingatkan ungkapan para ulama:

كما تكونوا يولى عليكم

(Sebagaimana kalian, demikian pula kalian dipimpin).

Karenanya bertaubat kepada Allah adalah solusi keluar dari kezhaliman penguasa.

Semoga Allah mengampuni dosa kita, membimbing kita untuk menjauhi dosa-dosa yang sering kita lakukan serta memberikan kita penguasa yang melaksanakan amanahnya dan memberi kita hak sebagai rakyat.
_____________________
Muflih Safitra, حفظه الله تعالى

Temukan Rahasia Rejeki Anda…

Sobat, di saat krisis seperti saat ini, bisa jadi anda benar benar sedang pusing karena sedang berjuang menemukan rahasia rejeki yang tak kunjung anda dapatkan. Pelatihan, lembur, dan kerja sampingan telah banyak anda ikuti. Namun demikian, tetap saja rejeki anda tidak kunjung bertambah apalagi berlipat.

Tenang sobat, buang jauh jauh galau dan was was anda, karena sejatinya rahasia rejeki anda telah ada di tangan anda.

Anda tidak percaya?

Coba ingat kembali semasa anda berada dalam kandungan ibu anda; siapakah yang mengantarkan rejeki kepada anda ? Ibu andakah? atau ayah anda?

Ibu anda hanya memasukkan makanan ke dalam mulutnya, dan ayah anda juga hanya menyediakan makanan untuk disantap oleh ibu anda.

Dan ingat pula saat ini, siapakah yang menyediakan udara yang anda hirup, sinar matahari yang menerangi dunia anda, gelapnya malam yang menyelimuti anda?

Dan siapakah yang menjadikan darah anda mengalir membawa gizi dan oksigen menyebar ke seluruh tubuh anda?

Adakah anda dengan sengaja melakukan hal itu, atau semua itu terjadi tanpa ada kuasa dan daya sedikitpun dari anda?

Ya semua itu hanya ada satu jawaban, yaitu: Allah Ta’ala yang mengatur semua, tanpa perlu anda pinta dan tanpa sedikitpun imbalan yang engkau berikan kepada-Nya.

Bila hingga kini ternyata Allah terus memberi anda rejeki walau tanpa anda pinta, maka mungkinkah Allah menghalangi rejeki anda sedangkan anda sungguh-sunguh memintanya? ِAllah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوا عِندَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberi rezeki kepadamu; maka mintalah rejeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya lah kamu akan dikembalikan. (Al ‘Ankabut 17)

Sobat! renungkan ayat di atas, ada tiga hal yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan:
1) pintalah rejeki dari sisi Allah,
2) dan beribadahlah kepada-Nya dan selanjutnya tentu
3) bersyukurlah.

Tiga sejoli, meminta alias berdoa, beribadah, itulah tujuan hidup termasuk dari memiliki rejeki, dan bersyukur, inilah tiga kiat menurunkan rejeki dari sisi Allah Ta’ala.

Selamat mencoba, semoga Allah melimpahkan rejeki anda, bukan hanya di dunia namun hingga di surga, amiin.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Siapa Namamu..?

Bismillah
Akhi Ukhti…

Siapa namamu?
Sudah berapa lama dirimu membawa nama tersebut?
Siapa yang memberimu nama tersebut dan untuk apa?
Dan yang terakhir…
Apa arti namamu?

Sebagian orang membawa nama berpuluh-puluh tahun namun sampai hari ini ia tidak mengetahui arti namanya dan untuk apa ortunya memberi nama tersebut…
Sebagian berkata apa arti sebuah nama?
Padahal nama itu merupakan bentuk optimis dan doa orang tua untuk anaknya…

Sebaik-baiknya nama adalah Abdullah dan Abdurrahman serta nama-nama yang mengandung makna penghambaan kepada Allah, dan nama-nama pujian

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bila mendapati nama sahabat yang tidak baik artinya atau berlebihan, atau mengandung kesyirikan maka beliau merubahnya, seperti yang bernama Abdul Hajar (hamba batu) dirobah dengan Abdullah…
Ada yang bernama ‘ashiyah (عاصية) yang artinya pembangkang dengan Jamilah yang artinya cantik

Coba cari tahu apa arti namamu?

Ada nama yang haram, karena mengandung unsur penghambaan kepada selain Allah, atau bahkan nama-nama kesyirikan, seperti nama-nama dewa dan Dewi Hindu, atau karena nama itu hanya pantas untuk Allah, maka kau harus merubahnya

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

أَخْنَى الأَسْمَاءِ يَوْمَ القِيَامَةِ عِنْدَ اللَّهِ رَجُلٌ تَسَمَّى مَلِكَ الأَمْلاَكِ

“Sehina-hinanya nama di sisi Allah pada hari Kiamat kelak adalah seseorang yang bernama Malik AL-Amlak (raja pemilik semua)”. ( Shohih Bukhori, no.6205 )

Ada nama yang makruh, karena membawa makna yang buruk atau berlebihan, maka lebih baik bila kau merubahnya, seperti nama ribut

Jangan seperti seorang sahabat yang tidak mau dirobah namanya yang mengandung makna buruk maka keburukan dalam namanya selalu menemani kehidupan keluarga
coba kau baca kisah di bawah ini:

Sa’id bin Musayyab bin Hazn, meriwayatkan dari ayahnya, “Bahwa ayahnya (kakek Said) datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam Maka beliau bertanya,
‘Siapa namamu?’
Dia menjawab, ‘Hazn,
Beliau bersabda, ‘Engkau (aku beri nama) Sahl (artinya mudah)
Dia menjawab, ‘Saya tidak mau mengganti nama yang diberikan oleh ayahku’.”
Ibnul Musayyab berkata, “Maka setelah kejadian itu, Al-Huzunah senantiasa ada pada kami.” (HR Al Bukhari )
Al-Huzunah bermakna “Muka kasar dan mengandung kekerasan.”

Akhi Ukhti…. coba kau cari tahu makna dari namamu…
Tanyakan pada ortumu, “Kenapa engkau diberi nama tersebut oleh mereka?

Jangan sampai engkau membawa nama yang membuat hidupmu sulit di dunia dan di akhirat.

Syafiq Riza Basalamah,  حفظه الله تعالى 

Anda Orang Orang Hebat ? Camkan Yang Satu Ini…

Sobat! Barang kali saat ini anda dijangkiti penyakit angkuh dan sombong, karena anda merasa sebagai orang berpangkat, kaya raya, pandai dan kuat. Namun sadarkah anda bahwa semua itu sejatinya tiada arti dan tiada gunanya bila anda hidup seorang diri atau tiada orang yang membutuhkan kepada pangkat, harta dan ilmu yang anda miliki.

Karenanya, bermasyarakatlah dengan baik, agar kahidupan anda menjadi nyaman, bahagia, dan kebutuhan anda dapat terpenuhi degan sempurna.

Coba bayangkan, betapa susahnya hidup anda, bila semua manusia sama dengan diri anda. Allah berfirman:

(وَمِن كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ) الذاريات 59

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” Ad Dzariyaat 49.

Saudaraku, selama mengarungi bahtera kehidupan di dunia ini, janganlah pernah ada rasa sombong, atau congkak dalam diri anda.
Anda dan peran anda menjadi berarti karena adanya orang lain yang membutuhkan kepada diri dan peran anda. Mustahil bagi anda dapat hidup tanpa membutuhkan kepada kehadiran dan peranan orang lain. Bila anda adalah orang kaya, maka kekayaan anda tidak ada gunanya bila tidak ada orang miskin, karena semakin bertambah kaya, anda semakin bertambah butuh kepada jasa dan peran orang lain.

Andai, anda adalah seorang yang berilmu, maka ketahuilah bahwa ilmu anda hanya berguna bila banyak orang bodoh di sekeliling anda, yang menghargai ilmu anda, dan ternyata andapun membutuhkan kepada keberadaan dan peran mereka.

Dan andai anda adalah seorang bangsawan yang berdarah biru dan berpangkat tinggi, maka ketahuilah bahwa kedudukan anda hanya akan berarti bila di sekitar anda didapatkan banyak rakyat jelata. Renungkanlah saudaraku fakta ini, agar anda dapat menyingkirkan noda-noda keangkuhan tahta dan harta.

Pahamilah hal di atas, niscaya anda memahami mengapa Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa pandai bermasyarakat,karena dengan bermasyarakat kemaslahatan semua orang menjadi mudah diwujudkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(المؤمن الذي يخالط الناس و يصبر على أذاهم خير من الذي لا يخالط الناس و لا يصبر على أذاهم)

“Seorang mukmin yang tetap bergaul dengan masyarakat sedangkan ia dapat bersabar menghadapi gangguan mereka, lebih baik dibanding seorang mukmin yang tidak bergaul dengan masyarakat dan tidak tabah menghadapi gangguan mereka.” Riwayat At Tirmizy dan lainnya.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Yang Paling Banyak Membinasakan…

Sesuatu yang paling banyak membinasakan orang-orang yang saleh adalah sikap takjub terhadap amal-amal ketaatan yang dilakukan.

Dan sesuatu yang paling banyak membinasakan para pendosa adalah sikap meremehkan perbuatan-perbuatan maksiat.

Adapun orang yang benar-benar mengenal Allah, maka dia tidak akan merasa ketaatannya berlebih, dan dia juga tidak memandang remeh tindakan kemaksiatan.

Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

 

da070914

Musibah Sebagai Jalan Menghapus Dosa…

Akhi ukhti…

Tatkala kita mengetahui besarnya jumlah utang kita
Dan kita mengetahui pula bahwa
jumlah aset kita tidak cukup untuk melunasinya
Bahkan kalau kita mempekerjakan
diri kita dan keluarga kita untuk menebus hutang
Maka kita tergolong orang yang bangkrut, pailit.

sekarang coba bayangkan,
dalam setiap harinya, berapa banyak dosa yang kita lakukan
Kita tidak pernah menghitungnya,
kalau amal kebajikan insyaAllah dihitung…

sebagian tidak merasa berbuat dosa, karena memang ia tidak mengetahui mana yang dosa dan mana yang bukan…

Lepas dari semua itu, Allah, ar Rahman ar Rahiem…
Yang Maha Mengetahui dengan segala kekurangan hambanya, telah membuat suatu sistem pelunasan dosa yang sangat indah…

Yaitu, dengan menurunkan berbagai macam musibah

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ
مِنْ وَصَبٍ ؛ وَلَا نَصَبٍ ؛ وَلَا هَمٍّ ؛ وَلَا حَزَنٍ ؛ وَلَا غَمٍّ ؛ وَلَا أَذًى
– حَتَّى الشَّوْكَةُ يَشَاكُهَا – إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih , kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari no. 5641 dan Muslim no. 2573)

Jadi yang lagi sakit, pada hakekatnya dia sedang melunasi hutang-hutangnya

Maka tiada kata yang lebih pantas diucapkan pada waktu itu kecuali bersyukur kepada Allah

Salah satu ulama’ salaf
berkata:

لولا مصائب الدنيا
لوردنا الآخرة مفلسين

“Andai kata bukan karena musibah-musibah dunia, niscaya kita akan datang pada hari kiamat dalam keadaan bangkrut”

Bagi akhi ukhti yang sedang
dapat musibah…
saatnya menjadikan musibah
itu sebagai ladang pelunasan dosa…

Dengan menata hati,
Bersabar
Meridhoi takdir ilahi
Bersyukur kepada Rabbi

Selamat mengamalkan…

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

da140913

Waktu Berlalu Panjang…

Allah Ta’ala berfirman:

ألم يأن للذين ءامنوا أن تخشع قلوبهم لذكر الله و ما نزل من الحق ولا يكونوا كالذين أوتوا الكتاب من قبل فطال عليهم الأمد فقست قلوبهم وكثير منهم فاسقون

“Belumkah saatnya untuk orang-orang yang beriman..
agar hati mereka merasa khusyu’ dengan mengingat Allah..
dan apa yang Allah turunkan dari alhaq (al qur’an)..
Dan jangan mereka seperti ahli kitab terdahulu..
waktu berlalu panjang kepada mereka..
lalu hati mereka menjadi keras dan kebanyakan mereka orang-orang yang fasiq.” (Al Hadiid: 16).

Belumkah saatnya ?
Ya.. Sudah saatnya..
sekarang juga saatnya..
Membuka lembaran baru..
Menghidupkan hari hari dengan berdzikir dan membaca al qur’an..

Namun..
Allah melarang kita seperti ahli kitab..
Panjangnya waktu kepada mereka ternyata tidak menambah kekhusyu’an..
Malah menjadi keras hati mereka..
Sungguh..
Peringatan untuk kita semua..

Sudah berapa tahun kita sholat?
Sudah berapa tahun kita menuntut ilmu?
Sudah berapa tahun kita membaca alqur’an?
Apakah semua itu menambah rasa takut kita kepada Allah?
Ataukah menambah kerasnya hati..
Laa ilaaha illallah..

Ya Allah.. Jangan jadikan hati kami keras dengan panjangnya waktu..
Tambahkan kekhusyu’an di hati kami..
Wahai yang membolak balikkan hati..
Kokohkan hati kami..
Untuk senantiasa istiqomah di jalanMu..
Sampai akhir hayat kami..
Amiin

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

 

da220513

Senter Dalam Gelap…

FAWAID DAUROH SYA’IYYAH SYAIKH ABDURRAZZAQ, حفظه الله تعالى
Pekanbaru, 17 Februari 2017

1- Pengertian takwa yang paling komprehensif adalah:

أن تعمل بطاعة الله على نور من الله ترجو ثواب الله وأن تترك معصية الله على نور من الله تخاف عقاب الله.

(Melaksanakan amal ketaatan kepada Allah dengan ilmu dari Allah karena mengharapkan pahala dari-Nya, serta meninggalkan maksiat kepada Allah dengan ilmu dari Allah karena takut akan adzabnya).
Ibnul Qayyim mengatakan, ini adalah definisi takwa yang paling bagus di antara yang pernah dikemukakan.

2- Di dalam ketakwaan pada diri seseorang harus terkumpul dua hal:
Ar-Rajaa’ (mengharapkan pahala dan kebaikan dari Allah)
Al-Khauf (rasa takut akan adzab Allah).

3- Di antara cara menjawab orang yang punya pemikiran takyif sifat Allah (meyakini sifat Allah bisa dimodelkan bentuknya) adalah dengan bertanya kepada dirinya bagaimana model sifat makhluk, khususnya yang ghaib. Jika ia tidak bisa memodelkan makhluk, maka tentu ia tidak dapat memodelkan penciptanya.
Contohnya, ketika Imam Abdurrahman bin Mahdi berdialog dengan orang seperti itu, maka beliau memintanya memodelkan malaikat dengan 600 (Jibril) atau bahkan sekedar 3 pasang sayap. Maka orang itupun mengatakan, jika saya tidak bisa memodelkannya, bagaimana saya bisa memodelkan pencipta-Nya.

4- Sebagian orang ketika mendengar isu miring tentang seseorang bahwa ia mengatakan ini dan itu, mereka langsung menyebarkan isu tersebut kepada khalayak. Ternyata, ketika ditanyakan kepada yang bersangkutan, ia pun menyangkal sehingga masalah pun harusnya selesai.
Bukankah seorang mukmin harusnya senang akan sesuatu bagi saudaranya, sebagaimana ia senang untuk dirinya?

(لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ)

“Tidaklah beriman (secara sempurna) seorang di antara kalian sampai dia senang akan sesuatu bagi saudaranya sebagaimana ia senang untuk dirinya.” (Muttafaq ‘Alaih)

Sebagaimana dia senang apabila berita miring tentang dirinya ditabayyunkan terlebih dulu sebelum tersebar, harusnya ia senang melakukan hal yang sama bagi saudaranya.

Syaikh menyampaikan mulahazhah ini ketika menceritakan tuduhan kepada Imam Al-Muzaniy bahwa dia juga berkeyakinan Al-Qur’an adalah makhluk.

5- Terdapat hadits:

يوم القيامة كقدر ما بين الظهر والعصر

“Hari kiamat terjadi seperti durasi waktu antara shalat Zhuhur dan Ashar.” (HR. Al-Hakim)

Syaikh berkata, “Ada kemungkinan kiamat terjadi dengan kadar antara Zhuhur dan Ashar karena manusia yang bukan dari kalangan ahli shalat memang paling banyak melalaikan waktu shalat pada kedua waktu shalat tersebut.”
NB:
-Isi dauroh bisa didapatkan dalam kitab Ta’liqat ‘ala Syarh As-Sunnah lil Imam Al-Muzaniy.
Download: https://drive.google.com/open…

Muflih Safitra, حفظه الله تعالى