Category Archives: Abdussalam Busyro

3 Pintu Neraka Dan 3 Perangkap Syaitan…

Abdussalam Busyro, حفظه الله تعالى
Ada tiga pintu yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka:

1. Pintu Syubhat, yaitu apa-apa yang bisa menimbulkan keraguan manusia terhadap agama Allah subhana wata’ala

2. Pintu Syahwat, yaitu apa-apa yang bisa menimbulkan dorongan untuk mendahulukan hawa nafsu daripada ketaatan kepada Allah subhana wata’ala dan upaya dalam menggapai ridha-Nya.

3. Pintu amarah yaitu
apa-apa yang bisa menimbulkan permusuhan manusia terhadap makhluk Allah subhana wata’ala lainnya.

Setiap orang yang berakal pasti menyadari bahwa syaitan tidak akan menemukan celah dan perangkap untuk memperdayai manusia kecuali melalui 3 hal, yaitu:

1. Sikap boros dan berlebihan, sehingga semuanya serba melebihi kebutuhan. Karena yang lebih dari kebutuhan itulah yang menjadi perantara dan jalan masuknya syaitan ke dalam hati manusia.

Cara menghindarinya adalah dengan memenuhi kebutuhan sesuai dengan keperluannya, baik dlm hal makan, tidur, bersenang-senang maupun beristirahat.

Dengan ditutupnya celah masuk syaitan ini niscaya si syaitan tidak akan masuk melalui jalur ini.

2. Lalai mengingat Allah subhana wata’ala, karena orang yang berdzikir kepada Allah subhana wata’ala selalu berada dalam lingkungan benteng dzikir. Manakala ia lalai berdzikir maka gerbang bentengnya akan terbuka sehingga syaitan bisa memasuki ke dalam bentengnya. Apabila telah merasuk ke dalam diri maka sulit baginya untuk mengusir syaitan.

3. Membebani diri dengan hal apapun yang tidak penting.

Jika anda mampu menahan pahitnya disapih dari dunia maka sapihlah diri anda. Namun jika anda tidak kuat menahannya maka menyusulah seperlunya saja, karena kekenyangan itu membinasakan.

Syari’at Khitan

Ust. Abdussalam Busyro, حفظه الله تعالى

Sunah fitrah ada 5, yaitu:
1.Khitan.

2.Mencukur bulu kemaluan.

3.Memotong kumis.

4.Memotong kuku.

5.Mencabut bulu ketiak.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Bukhori Muslim dari jalan Abu Hurairah dari Abu Ayyub beliau berkata, Rosul صلى الله عليه وسلم bersabda ada empat perkara yang merupakan sunah para rosul ‘khitan, memakai minyak wangi, memakai siwak & menikah’ (HR.Turmudzi dan Ahmad)

Salah satu diantara perhatian islam adalah Khitan, bahkan jika seseorang masuk islam & dia sudah berusia maka dia mempunyai kewajiban selain mandi adalah Berkhitan.

Oleh karena itu para ulama berpendapat bahwasanya khitan merupakan perkara wajib, karena merupakan syiar agama.

Imam Al-khottobi berkata ‘Adapun khitan sekalipun tercantum dalam sunah-sunah akan tetapi kebanyakan para ulama mengatakan ‘wajib khitan’ karena itu merupakan syiar agama & dengannya pula yang membedakan muslim dengan kafir, beliau juga mengatakan ‘jika ditemukan jenazah yang berkhitan & tidak berkhitan maka yang berkhitan disholatkan & dimakamkan di pemakaman kaum muslimin.”

Bukhori Muslim meriwayatkan bahwasanya Ibrahim alaihissalam khitan, beliau berumur 80 tahun.

Di dalam riwayat lain dikatakan bahwasanya Ibrahim alaihissalam adalah:

1.Orang yang pertama kali memuliakan tamu

2.Orang yang pertama kali memakai celana

3.Orang yang pertama kali khitan

Syari’at khitan selanjutnya juga berlaku pada rosul-rosul & pengikutnya sampai rosul صلى الله عليه وسلم diutus, sesungguhnya khitan merupakan sunah para nabi.

(Dikutip dari Manhajuttabiyyah An Nabawiyyah Littifli, karya Muhammad Nur Bin Abdul Khafidz Suweed)

Semoga bermanfaat»

 Ústadz Abdussalam Busyro حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Penghalang-Penghalang Terkabulnya Doa

Ust. Abdussalam Busyro, حفظه الله تعالى

Saat doa telah memenuhi syarat maka Allah Subhana Wata’ala akan:

** mengabulkan permohonan orang yang berdoa secara langsung atau

** menundanya dengan tujuan agar seorang muslim lebih memperbanyak tangisan dan merendah diri di hadapan-Nya, atau

** Allah Subhana Wata’ala memberi sesuatu yang lebih baik dari yang diminta, Allah Subhana Wata’ala menolak bala’ dengan doa tersebut.

Sungguh Allah Subhana Wata’ala lebih mengetahui kemslahatan hamba-nya. Doa merupakan sarana paling tepat untuk menggapai harapan yang diinginkan dan berlindung dari hal yang di benci.

Ada beberapa faktor penghalang terkabulnya doa diantaranya;

1. Lemahnya doa itu sendiri, karena doa yang dipanjatkan tidak disukai Allah Subhana Wata’ala disebabkan mengandung unsur permusuhan.

2. Lemahnya hati yang berdoa dan tidak menghadap kepada Allah Subhana Wata’ala saat berdoa.

3. Adanya hal-hal yang menghalangi terkabulnya doa, seperti; memakan barang haram, doa dalam keadaan lalai dan tidak serius, atau adanya dosa yang menumpuk dalam hati.

4.Tergesa-gesa minta dikabulkan doa, kemudian tidak berdoa karena merasa lambat dikabulkan doa.

5. Allah Subhana Wata’ala tidak memberinya di dunia namun akan memberinya dikhirat dengan yang lebih besar.

6. Allah Subhana Wata’ala tidak mengabulkan permintaan doanya namun menghilangkan keburukan yang semisalnya.

7. Tidak terkabulnya doa agar yang berdoa tidak lupa terhadap Allah Subhana Wata’ala.

Al-Qur’an diturunkan sebgai penjelas segala sesuatu, petunjuk dan rahmat serta sebagai obat penyembuh, di dalamnya juga tercantum doa-doa yang dapat dipilih dan digunakan seorang muslim saat berdoa sesuai degan kondisinya.

Maka hendaknya seorang muslim berdoa dengannya dan memilih yang sesuai dengan keadaan, disertai dengan pengambilan sebab-sebab yang disyariatkan.

(Al-Kamil by Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At-Tuwaijiri)

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Jerat-Jerat Setan Dalam Menggoda Manusia

Ust. Abdussalam Busyro, حفظه الله تعالى

Firman اَللّهُ سبحانه وتعالى :
“Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau Aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka. (Shad: 82-83)

Ibnul Qayyim menyebutkan dalam kitab Al Bada’iul Fawaaid: “Sesungguhnya setan mengajak manusia kepada enam perkara, ia baru melangkah kepada perkara kedua bila perkara pertama tidak berhasil dilakukannya.

Langkah2 setan dalam menggoda manusia:

1. Mengajaknya berbuat syirik dan kekufuran. Jika hal ini berhasil dilakukannya berarti setan telah menang dan tidak sibuk lagi dengannya.

2. Jika tidak berhasil, setan akan mengajaknya berbuat bid’ah. Jika sudah terjerumus ke dalamnya maka setan akan membuat bid’ah itu indah dimatanya hingga ia rela dan setanpun membuatnya puas dgn bid’ah itu.

3. Jika tidak berhasil juga, setan akan menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa besar.

4. Jika tidak berhasil, setan akan menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa kecil.

5. Jika ternyata tidak berhasil juga setan akan menyibukkannya dengan perkara-perkara mubah hinggai ia lupa beribadah.

6. Jika tidak mempan juga, setan akan membuainya dengan perkara-perkara kurang penting hingga ia abaikan perkara-perkara terpenting.

7. Jika gagal juga maka setan akan melakukan tipu daya terakhir, yaitu mengerahkan bala tentaranya dari jenis manusia untuk menyerang orang-orang yang berpegang teguh dengan agamanya.

Allah Ta’ala mengabarkan bahwa dikalangan manusia ada juga yang berperan sebagai setan, firman Allah Subhana Wata’ala:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin.
(Al-An’am: 112).

Oleh sebab itu banyak kita temui setan-setan jenis manusia, ada yang menyeru kepada kekufuran, syirik, mengajak orang berbuat dosa baik dosa besar maupun dosa kecil, atau mengajak kepada perbuatan-perbuatan yang melalaikan

(Ust Abdus Salam Busyro, Lc)

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Bunuh Diri

Ust. Abdussalam Busyro Lc

Syaikh Ibnu Utsaimin brkata bhw siapa yg bunuh diri dgn ssuatu niscaya ia akan disiksa dgnnya di neraka jahanam. Maksudnya jika seseorang bunuh diri dgn alat tertentu, ia akan disiksa dgn alat tsbt pada hari kiamat kelak dineraka jahanam.

Seseorang yg minum racun dgn tujuan bunuh diri lalu ia meninggal, kelak ia akan menghisap racun tsb dineraka jahanam & kekal didlmnya.

Seseorang yg naik ke atas atap kemudian menjatuhkan diri kebawah hingga ia mati, kelak ia akan diadzab dgnnya di neraka jahanam.

Diriwayatkan dari Jundub bin Abdillah bhw Nabi bersabda:
“Dahulu ada seseorang dari umat sebelum kalian yg terluka smp ia menderita dan putus asa. Kemudian ia mengambil sebilah pisau dan memotong (urat nadi) tangannya. Darah terus mengucur tanpa henti hingga orang itu meninggal dunia. Allah berfirman, ‘HambaKu menyegerakan dirinya sendiri kepadaKu, maka Aku haramkan baginya surga’.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rosul صلى الله عليه وسلم bersabda, “Siapa yang membunuh dirinya sendiri dgn sebilah besi maka besi itu akan ditusuk-tusukkan kedalam perutnya dineraka jahanam, ia kekal didalamnya. Dan barangsiapa membunuh dirinya dgn racun maka racun itu akan dibawanya dengan tangannya dan ia terus meminumnya di neraka jahanam, ia kekal didalamnya.”

Dalam hadits ini dinyatakan kekekalan, apakah ia telah kafir?bukankah tdk ada yg kekal di neraka kecuali orang2 kafir?jwbannya bukan kafir, tp ia berhak dimandikan, dikafani, dishalatkan serta didoakan agar mendapat ampunan. Sebagaimana yg dilakukan Rosul صلى الله عليه وسلم ketika ada seseorang yg membunuh dirinya dgn anak panah. Orang itu didatangkan kepada beliau utk dishalati, beliau enggan utk menshalatinya tetapi kemudian beliau bersabda, ‘Shalatlah kalian atasnya!’ Para sahabat kemudian menshalatkannya atas perintah Rosulullah صلى الله عليه وسلم

Pembahasan ini menjelaskan betapa besar dosa bunuh diri dan perbuatan ini termsk dosa besar.
(Syarah Al-Khabair by Imam Adz-Dzahabi)

Berobat Dengan Al-Qur’an Dan Sunnah

Nabi صلى الله عليه وسلم memberikan perhatian besar terhadap kesehatan jasmani dan rohani dgn perlindungan dan pengobatan. Anjuran kpd pengobatan dan penyembuhan dgn ayat-ayat alqur’an dari berbagai penyakit hati spt dendam, dengki, syahwat yg diharamkan serta penyakit2 jiwa spt kecemasan, kesusahan, depresi dan penyakit2 fisik. Allah berfirman:

“Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Robbmu dan penyembuh bagi penyakit2 didalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang2 yg beriman” (QS:Yunus:57)

Alqur’an adalah penyembuh yg sempurna dari seluruh penyakit hati dan fisik. Berikut tatacara mengobati penyakit dgn alqur’an / ruqyah:

1.Ruqyah dgn membaca sj.
Dari Aisyah Radhiyallahu Anha adalah Rosul صلى الله عليه وسلم jika mendatangi orang sakit atau didatangkan kepada beliau orang sakit beliau berdoa:
اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ فَأَنْتَ الشَّافيِ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً

‘Hilangkanlah penyakit, wahai Tuhan manusia, sembuhkanlah, Engkau adalah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali penyembuhanMu yaitu penyembuhan yg tdk meninggalkan penyakit (HR. Al-Bukhori 5676)

2.Ruqyah dgn membaca dan meniup
Adalah Rosul صلى الله عليه وسلم jika ada seorang dari keluarganya yg sakit, beliau meniup padanya dengan bacaan al-Mu’awwidzat (ayat2 perlindungan) maka saat beliau sakit, dengan sakit yg beliau wafat didalamnya, akupun meniup atas beliau lalu aku usapkan dgn tangan beliau sendiri karena tangan beliau lbh besar keberkahannya daripada tanganku’ (HR. Muslim (50/2192)

3.Ruqyah dgn membaca dan meludah ringan.
Dari Muhammad bin Hatib رضي الله عنه dia berkata:
‘Periuk terjatuh (tertumpah) atas tanganku maka tangankupun terbakar, lalu bapakku pergi membawaku kpd Rosul صلى الله عليه وسلم. Dan beliau kala itu meludah padanya (tanganku) seraya bersabda ‘Hilangkanlah penyakit wahai Tuhan manusia’ Dan aku kira beliau bersabda ‘Dan sembuhkanlah dia,
Sesungguhnya Eangkau adalah Sang Maha Penyembuh’ (HR. Ahmad)

4. Ruqyah dgn membaca dan mengusap.
Dari Aisyah Radhiyallahu Anha dia berkata: ‘Adalah Nabi صلى الله عليه وسلم memintakan perlindungan utk sebagian mereka dan mengusapnya dgn tangan kanannya seraya berdoa ‘Hilangkanlah penyakit wahai Tuhan manusia, sembuhkanlah, sesungguhnya Engkau adalah Sang Maha Penyembuh, tdk ada kesembuhan selain kesembuhanMu, dgn kesembuhan yg tidak meninggalkan penyakit (HR. Al-Bukhori 5750)

5.Ruqyah dgn membaca lalu meletakkan tangan diatas tempat yg sakit kemudian mengusap.
Dari Utsman bin Abil Ash ats-Tsaqaofiy رضي الله عنه berkata: ‘Bahwasanya dia mengadu kpd Rosulullah akan sebuah sakit yg dia dapati di tubuhnya semenjak dia msk islam. Maka Rosul صلى الله عليه وسلم bersabda kepadanya ‘Letakkanlah tanganmu diatas tempat yg kamu merasakan sakit dari tubuhmu kemudian katakanlah ‘Dengan menyebut asma Allah (3x) dan ucapkanlah 7x ‘Aku berlindung kpd Allah dan kekuasaanNya dari keburukan yg aku dapatkan dan aku khawatirkan ‘ (HR Muslim 67/2202)

6. Meruqyah dgn bacaan, tiupan dan usapan
Dari Abu Sa’id al-Khudriy رضي الله عنه berkata: ‘Maka sayapun membaca al-Fatihah lalu sy usap tempat yg dipatuk (disengat hewan berbisa) hingga dia sembuh’ (HR. An-Nasa’i dl al-Kubra 7/70)

7. Ruqyah dgn membaca, kemudian meletakkan ludah diatas jari, kemudian meletakkannya diatas tanah kemudian diletakkan diatas orang yg sakit.
Dari Aisyah Radhiyallahu Anha: ‘Bahwa Rosul صلى الله عليه وسلم jika ada seseorang mengeluhkan sesuatu darinya atau padanya terdapat borok atau luka maka Nabi صلى الله عليه وسلم melakukan spt ini dengan jarinya, Sufyan (memperagakan) meletakkan jari telunjuknya ditanah kemudian mengangkatnya seraya berkata ‘Dengan menyebut asma Allah n (ini adalah) tanah bumi kami, dengan air ludah kami, agar orang sakit kami disembuhkan dgn (sebab)nya dgn izin rabb kami (HR Muslim 54/2194)

An-nawawi Rakhimahullah berkata, ‘Makna hadits adalah mengambil air ludah sendiri diatas jari telunjuk

Kemudian meletakkan diatas tanah lalu menempellah dari tanah itu sesuatu kemudian mengusap-usapkannya di atas tempat luka atau sakit dengan mengucapkan doa tersebut pada saat mengusap (Syarah Muslim, Imam an-Nawawi Rahimahullah XIV/183)

8. Ruqyah dengan meletakkan garam didalam air kemudian mengusapkannya diatas tempat sakit dgn disertai membaca utk orang yg disengat.

Dari Ali رضي الله عنه berkata: “Ketika Rosulullah صلى الله عليه وسلم shalat pada suatu malam, beliau meletakkan tangan beliau diatas tanah, maka seekor kalajengking menyengatnya, maka Rosul صلى الله عليه وسلم mengambilnya dengan sandal beliau lalu membunuhnya. Maka tatkala beliau selesai sholat, beliau bersabda, ‘Allah melaknat kalajengking, dia tdk membiarkan orang yg sedang sholat, tidak jg selainnya, atau seorang nabi atau selainnya’. Kemudian beliau minta diambilkan garam dan air lalu menjadikannya dalam satu wadah kemudian menuangkannya diatas jari beliau yang disengat kalajengking dan mengusapnya serta meminta perlindungan dgn al-Mu’awwidzataim (surat al-Falaq dan an-Nas)”. (HR. Al-Baihaqi 2340, al-Mishkah, al-Albani II/534)

9.Ruqyah dengan membaca disertai dgn mencampurkan tanah dgn air lalu meiup padanya lalu menuangkannya diatas orang yg sakit.
“Rosulullah صلى الله عليه وسلم masuk menemui Tsabit bin Qais – Ahmad berkata, ‘Dia sedang sakit, seraya beliau bersabda, ‘Singkaplah penyakit wahai Tuhan manusia dari Tsabit bin Qois bin Syammas. ‘Kemudian beliau mengambil tanah dari Bathhan lalu menjadikannya dalam sebuah wadah kemudian beliau meniup padanya dengan air dan menuangkannya diatasnya. (HR Ibnu Hibban, an-Nasa’i, sanadnya di jayyidkan oleh Ibnu Baz dlm Majmu’ Fatawa VIII/94)

10. Memakan makanan dan minuman yg memiliki khasiat sbg obat dgn izin Allah سبحانه وتعالى . Sebagaimana sabda beliau صلى الله عليه وسلم dalam al-Bukhori: “Sesungguhnya jinten hitam adalah penyembuh dari segala penyakit kecuali kematian”.

Rujukan: Bahtsul Istisyfa’ bil Qur’anil Karim

MEMINTA RAHMAT (BERTARAHHUM) BAGI ORANG KAFIR

Ust. Abdussalam Busyro Lc

Allah Ta’ala melarang hambaNya untuk bertarahhum kepada orang kafir selagi mereka mati dalam keadaan kafir. Permintaan rahmat kepada orang kafir, maknanya adalah memindahkannya dari neraka menuju surga sementara Allah سبحانه وتعالى mengharamkan surga atas orang-orang kafir.

Imam Ahmad Rohimahullah meriwayatkan dalam al-musnad dan lainnya, bahwa orang-orang yahudi dahulu bersin disisi Nabi صلى الله عليه وسلم berharap mendapat doa dari Nabi صلى الله عليه وسلم, akan tetapi Rosul صلى الله عليه وسلم tidak bertarahhum kepada mereka.

Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى melarang menshalati orang kafir dan berdiri diatas kuburnya, Allah سبحانه وتعالى berfirman:
“Dan janganlah kamu sekali-kali menshalati (jenazah) orang yg mati diantara mereka dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan RosulNya dan mereka mati dlm keadaan fasik” (QS. At-taubah : 84)

Shalat dan berdiri tidaklah dilarang namun keduanya mengandung unsur doa. Oleh karen itulah Allah سبحانه وتعالى melarang Nabi صلى الله عليه وسلم utk bertarahhum untuk ibu beliau. Dalam hadits shahih muslim (976) dari Abu Hurairah رضي الله عنه berkata, Rosul صلى الله عليه وسلم bersabda:

“Aku telah meminta izin kepada rabbku untuk beristighfar bagi ibuku, maka Dia tidak memberiku izin dan aku meminta izin untuk menziarahi kuburnya maka Diapun mengizinkanku”

Hadits diatas memberikan pelajaran bahwa bertarahhum kepada orang2 kafir adalah perbuatan yg melampaui batas dalam berdoa. Dan Allah سبحانه وتعالى melaknat orang2 kafir lebih dari satu tempat dalam kitabNya, sementara laknat adalah pelemparan dan penjauhan dari rahmatNya.

3 Pintu Neraka Dan 3 Perangkap Syaitan

Ada tiga pintu yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka:

. Pintu Syubhat, yaitu apa2 yg bisa menimbulkan keraguan manusia trhadap agama اَللّهُ سبحانه وتعالى

. Pintu Syahwat, yaitu apa2 yg bisa menimbulkan dorongan utk mendahulukan hawa nafsu drpd ketaatan kepada اَللّهُ سبحانه وتعالى
dan upaya dalam menggapai ridha-Nya.

. Pintu amarah yaitu
apa-apa yang bisa menimbulkan permusuhan manusia terhadap makhluk اَللّهُ سبحانه وتعالى lainnya.

Setiap orang yang berakal pasti menyadari bahwa syaitan tidak akan menemukan celah dan perangkap untuk memperdayai manusia kecuali melalui 3 hal, yaitu:

. Sikap boros dan berlebihan, sehingga semuanya serba melebihi kebutuhan. Karena yg lebih dr kebutuhan itulah yg menjadi perantara & jalan masuknya syaitan ke dlm hati manusia.

Cara menghindarinya adalah dengan memenuhi kebutuhan sesuai dengan keperluannya, baik dlm hal makan, tidur, bersenang-senang maupun beristirahat.

Dengan ditutupnya celah masuk syaitan ini niscaya si syaitan tidak akan masuk melalui jalur ini.

. Lalai mengingat اَللّهُ سبحانه وتعالى, karena orang yang berdzikir kepada اَللّهُ سبحانه وتعالى selalu berada dalam lingkungan benteng dzikir. Manakala ia lalai berdzikir maka gerbang bentengnya akan terbuka sehingga syaitan bisa memasuki ke dalam bentengnya. Apabila telah merasuk ke dalam diri maka sulit baginya untuk mengusir syaitan.

. Membebani diri dgn hal apapun yg tidak penting.

Jika anda mampu menahan pahitnya disapih dari dunia maka sapihlah diri anda. Namun jika anda tidak kuat menahannya maka menyusulah seperlunya saja, karena kekenyangan itu membinasakan.

 Ditulis oleh Ustadz Abdussalam Busyro, Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

BERILMU SEBELUM BERKATA DAN BERAMAL

Sesungguhnya manusia diciptakan Allah سبحانه وتعالى dalam keadaan jahil ( bodoh) dan tidak tahu. Inilah asalnya manusia, kemudian karena kenikmatan berupa perangkat yg Allah berikan kpd manusia, mereka sedikit demi sedikit keluar dari kebodohan menuju pengetahuan yg sebelumnya sama sekali belum diketahui.
Allah Ta’ala berfirman:

‘Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tdk mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur’

Tujuan diciptakan jin dan manusia adalah hanya beribadah kpdNya. Seseorang tdk mungkin bisa beribadah dgn baik dan benar kecuali setelah ia memiliki ilmunya, sebab beribadah dgn kebodohan hanya akan melahirkan kesesatan dan berilmu namun tdk diamalkan hanya akan menimbulkan kemurkaan Allah padanya..

Diciptakannya jin dan manusia memiliki dua tujuan:
1. Untuk ilmu, yaitu agar makhluk berilmu ttg Allah dan apa yg Allah wajibkan atasnya utk diketahui.

2.Untuk beramal, yaitu agar makhluk mengamalkan setelah berilmu.

Dari sini dapatlah diketahui bhw orang yg menuntut ilmu syar’I berarti ia telah mewujudkan tujuan penciptaannya. Namun demikian berapa banyak org yg tdk menyadari betapa jahilnya ia tp tdk mengerti bhw ia sebenarnya jahil. Dan ini mrpk musibah yg besar. Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr menuturkan bhw manusia ditinjau dari pintar dan jahil terbagi menjadi 4 macam:

1. Orang yg berpengetahuan dan dia tahu bhw ia adalah seorang berpengetahuan. Dialah seorang alim maka bertanyalah padanya.

2.Orang yg berpengetahuan tp dia tdk tahu bhw ia adalah seorang yg berpengetahuan, dialah orang yg lalai maka ingatkanlah dia.

3. Orang yg tdk tahu dan dia tahu bahwa dia tdk tahu. Dialah orang jahil maka ajarilah ia

4. Orang yg tdk tahu namun ia tdk tahu bahwa ia tdk tahu, dialah orang dungu maka jauhilah dia.

Diantara tanda ilmu yg bermanfaat adalah tumbuhnya amal. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menjlskan “Diantara tanda ilmu yang bermanfaat adalah mengamalkannya.

Ilmu adalah orangtua dan amal adalah anak.

Ilmu adalah wasilah sedangkan amal adalah ghooyah (tujuan). Ilmu tanpa amal salah demikian jg amal tanpa ilmu jg keliru.

Ilmu merupakan pembantunya amal dan amal merupakan tujuan ilmu. Sekiranya bukan karen amal tentu ilmu tidak di cari.

TATA CARA SHALAT ORANG YANG SAKIT

Para ulama sepakat bahwa barangsiapa yang tidak mampu melakukan shalat dgn berdiri hendaknya shalat sambil duduk, jika tdk mampu dgn duduk hendaknya sambil berbaring dgn posisi tubuh miring dan menghadapkan muka ke kiblat. Disunnahkan miring dgn posisi tubuh miring diatas tubuh bagian kanan, jika tdk mampu jg maka boleh shalat dgn berbaring telentang, sebagaimana sabda Rosul صلى الله عليه وسلم kpd Imran bin Husain:

‘Shalatlah kamu sambil berdiri, jika kamu tidak mampu maka sambil duduk dan jika tidak mampu maka dgn berbaring’ (HR. Bukhori)
Dan Imam An-Nasa’I menambahkan:

‘….lalu jika tidak mampu maka sambil telentang’

Dan barangsiapa mampu berdiri akan tetapi tdk mampu ruku’ atau sujud maka kewAjiban berdiri tdk gugur darinya. Ia harus shalat sambil berdiri, lalu ruku’ dgn isyarat (menundukkan kepala) kemudian duduk dan sujud dgn berisyarat.

Jika pada matanya terdapat penyakit, sementara para ahli kedokteran terpercaya mengatakan ‘Jika kamu shalat telentang lebih memudahkan pengobatanmu maka boleh shalat telentang’.

Barangsiapa tidak mampu ruku’ dan sujud maka cukup berisyarat dgn menundukkan kepala pada saat ruku’ dan sujud dan hendaknya ketika sujud lebih rendah daripada ruku’.

Jika tdk mampu sujud maka ruku’ (spt lazimnya) dan sujud dgn berisyarat.

Jika tdk dapat membungkukkan punggungnya maka ia membungkukkan lehernya, jika punggungnya memang bungkuk shg seolah2 ia sedang ruku’ hendaknya ia lebih membungkukkan sedikit dan waktu sujud ia lebih membungkukkan lg semampunya hingga mukanya lebih mendekati tanah semampunya.

Barangsiapa tdk mampu berisyarat dgn kepala maka cukup dgn niat dan bacaan sj, dan kewajiban shalat tetap tdk gugur darinya dalam keadaan bagaimanapu selagi ia masih sadar (berakal).

Apabila ditengah2 shalat sipenderita mampu melakukan apa yg tdk mampu ia lakukan sebelumnya spt ruku’, sujud atau berisyarat dgn kepala maka ia berpindah kepadanya (melakukan apa yg ia mampu) dgn ttp meneruskan shalat.

Apabila sipenderita tertidur atau lupa melakukan shalat atau karena lainnya, ia wajib menunaikannya di saat ia bangun atau disaat ia ingat, dan tidak boleh menundanya kepada waktu berikutnya. Sebagaimana sabda Rosul صلى الله عليه وسلم :

‘Barangsiapa tertidur atau lupa melakukan shalat maka hendaknya ia menunaikannya pada saat ia ingat, tidak ada tebusan lain baginya kecuali hanya itu ‘, lalu beliau membaca firman Allah : ‘dan dirikanlah shalat untuk mengingatKu’ (Thaha: 14)

Tidak boleh bagi seorang muslim meninggalkan shalat dalam keadaan bagaimanapun bahkan setiap mukallaf wajib bersungguh-sungguh untuk menunaikan shalat pada hari-hari sakitnya melebihi hari-hari ketika sehat. Tidak boleh baginya meninggalkan shalat fardhu hingga lewat waktunya sekalipun ia sedang sakit selagi ia masih sadar (kesadarannya utuh) wajib baginya menunaikan shalat sesuai kemampuannya, dan apabila ia meninggalkan dengan sengaja sedangkan ia masih sadar (masih berakal) lagi mukallaf. Serta mampu melakukannya walauypun hanya dengan isyarat maka ia adalah orang yang berbuat dosa. Bahkan ada sebagian para Ahlul ‘ilm (ulama) yg mengkafirkannya berdasarkan sabda Nabi صلى الله عليه وسلم :

)Pembatas) antara seorang muslim dengan kemusyrikan adalah meninggalkan shalat (HR. Muslim)

Jika sipenderita kesulitan utk melakukan shalat pada waktunya maka boleh menjama’ shalat spt shalat dhuhur dengan shalat asar, shalat maghrib dengan isya’, baik jama’ taqdim maupun jama’ ta’khir sesuai kemampuannya.

Demikian hal-hal yang berkenaan dengan orang sakit dalam bersuci dan melaksanakan shalat, semoga Allah سبحانه وتعالى menyembuhkan orang2 sakit dari kaum muslimin dan menghapus dosa2 mereka, mengkaruniakan maaf dan afiat kepada kita semua baik didunia maupun diakhirat.
آمين يا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

)Tsalatsu Rosail Fissolah by Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz)

 Ustadz Abdussalam Busyro LC.