Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah Ke-33

Dari buku yang berjudulAl Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-32) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 33 🌼

⚉  Bahwa ahlu bid’ah aksaam orang-orang jatuh pada ke bid’ahan atau kesalahan yang lain itu dibagi beberapa macam sbb ;

1. Dikatakan oleh Ibnu Qoyim yaitu orang jahil yang hanya bisa taklik tidak punya ilmu sama sekali, maka tidak boleh dikafirkan, tidak boleh dianggap fasik tidak boleh ditolak persaksiannya.
Apabila ia tidak mampu untuk mempelajari ilmu maka dihukumi orang-orang yang lemah dari kalangan laki-laki, wanita dan anak-anak.

2. Orang yang punya kemampuan untuk bertanya untuk mencari hidayah, ilmu dan untuk mengetahui kebenaran tapi ia tinggalkan itu semua karena sibuk akan dunia, kedudukan dan kelezatan kehidupannya. Maka orang ini meremehkan menuntut ilmu ia berhak mendapatkan ancaman dan ia berdosa karena meninggalkan apa yang Allah wajibkan dari bertakwa kepada Allah sesuai kemampuannya. Ini dihukumi orang yang meninggalkan kewajiban kalau sekiranya kebid’ahan, hawa nafsunya lebih menang daripada sunah dan hidayahnya maka persaksiannya ditolak.

3. Dia bertanya, mencari dan sudah jelas baginya petunjuk tapi ditinggalkan karena lebih fanatik kepada ustadznya, kelompoknya, benci kepada lawannya karena membawa kebenaran maka orang ini rendah derajatnya fasik adapun mengkafirkannya diperlukan ijtihad dan perincian kalau ia terang terangan berdakwah dan mendakwah kepada kebid’ahannya itu maka ditolak persaksiannya, fatwanya dan hukum hukumnya.

Inilah macam macam orang yang jatuh pada kebid’ahan maka keadaannya seperti yang kita lihat, jika seorang jatuh kepada kebid’ahan dan mampu untuk mencari hidayah, dia punya kecerdasan tapi dia tidak mau karena sibuk dengan dunianya maka ini orang yang berdosa karena meninggalkan apa yang diwajibkan Allah padanya.

Atau ia mampu tapi fanatik dengan ustadnya karena mengidolakan seperti ustadz ustadz yang mashur di youtube akhirnya ia tidak mau mencari hidayah bahkan mencukupkan diri dengannya bahkan fanatik buta maka orang yang seperti ini yang melakukan perbuatan jahiliyah fanatik kepada si fulan si fulan padahal kewajiban kita hanya fanatik kepada Allah dan Rasul-Nya.

Wallahu a’lam 🌴

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Serba Serbi Masalah Seputar Syawwal…

Berikut ini adalah kumpulan artikel audio dan tulisan terkait ibadah di bulan Syawwal. Semoga bermanfaat.

IBADAH Apa Yang Dianjurkan Di Bulan Syawwal…?

Kapan SEBAIKNYA Memulai Puasa Syawal…?

Mengapa Puasa 6 Hari Syawwal Sebaiknya Diakhirkan Setelah Hari-Hari Ied…?

Pendapat PERTAMA : Tidak Boleh Mendahulukan Puasa Syawwal Sebelum Membayar Puasa Ramadhan…

Pendapat KEDUA : BOLEH Mendahulukan Puasa Syawwal Sebelum Membayar Puasa Ramadhan…

Apakah Niat Puasa Syawwal Harus Dilakukan di Malam Hari..?

Bolehkah Menggabungkan Niat MEMBAYAR/QODHO Puasa Ramadhan Dengan Niat Puasa Syawal…?

Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Syawal dengan Niat Puasa Senin – Kamis…?

Apakah Puasa Syawwal Dilakukan Selang Seling atau Terus Menerus Tanpa Jeda…?

Hukum Menggabung Niat Puasa Syawal Dengan Puasa Senin-Kamis Atau Ayyaamul Biidl…

Janganlah Kita Mulai SYAWAL Dengan Kemaksiatan dan Dosa…

In-syaa Allah, daftar artikel akan bertambah. Silahkan cek dari waktu ke waktu.

 

Apakah Disyariatkan Mengangkat Tangan Untuk Tiap Takbir Dalam Sholat Eid..?

Soal:
Ustadz dalam sholat ied kan disyariatkan bertakbir 7 kali di rakaat pertama dan 5 kali di rakaat kedua. Apakah disyariatkan mengangkat tangan untuk tiap takbirnya? Soalnya ana dengar cukup takbir pertama saja?

Jawab:
Para ulama berbeda pendapat:
Mayoritas ulama berpendapat disyariatkan mengangkat tangan tiap kali takbir. Ini adalah pendapat Abu Hanifah, imam syafii dan Ahmad bin Hanbal.
Dasarnya adalah hadits bahwa Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam mengangkat tangan disetiap takbir. Namun hadits ini dlo’if.
Juga berdasarkan atsar umar bin khothob, demikian pula ini adalah pendapat Atho dan Al Auza’i dari kalangan tabi’in.

Sedangkan imam Malik berpendapat cukup di awal takbir saja berdasarkan hadits ibnu Mas’ud beliau berkata:
Maukah aku kabarkan bagaimana sholat Rasulullah? Maka beliau berdiri dan mengangkat tangannya dikali pertama kemudian tidak kembali lagi.” 
Dalam riwayat lain: “Beliau tidak mengangkat tangannya kecuali sekali saja.”
Namun hadits ini menjadi perselisihan di kalangan para ulama apakah ia shahih atau dlo’if.

Imam Attirimidzi menganggapnya Hasan.
Dan dishahihkan oleh Az Zaila’iy, ibnu Daqiq al ied, ibnu Hazm, Syaikh Ahmad Syakir dan syaikh Al Bani.

Sedangkan mayoritas ahli hadits menganggapnya dlo’if yaitu ibnul Mubarok, Imam Ahmad, Yahya bin main, imam Bukhari, Abu Hatim, Abu Dawud, ibnu Adiy, imam Al Hakim, Al Baihaqi, Al Humaidi, Ibnu Hibban, Addaroqurhni, ibnul Qothon, ibnul Mulaqqin, ibnu Taimiyah, ibnu qayyim, dan lainnya.
Mereka semua mengatakan bahwa lafadz: kemudian tidak kembali lagi adalah dloif. 

Abu Hatim menyatakan bahwa ia berasal dari kesalahan Sufyan Ats Tsauri. Beliau berkata: “Ats Tsauri salah. Karena sejumlah perawi lain meriwayatkan dengan lafadz: Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam mengangkat kedua tangannya kemudia ruku’ dan beliau meletakan dua tangannya diantara dua lututnya.
Tidak ada seorangpun yang meriwayatkan seperti lafadz Ats Tsauri.
Dan pendapat yang menyatakan kedloifannya lebih kuat. (Lihat kitab tanwirul ainain karya Abul Hasan Al Maribi).

wallahu a’lam.

Masalah ini adalah masalah ijtihadiyah, masing masing mengamalkan sesuai yang ia pandang kuat. 
Saya pribadi condong kepada pendapat jumhur. 

Wallahu a’lam.

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kapan Mulai Takbiran..?

Soal:
Ustadz ana mau bertanya tentang kapan boleh mulai bertakbir di hari raya iedul fithri? Ana masih bingung.

Jawab:
Para ulama berbeda pendapat kapan memulai takbir di hari raya iedul fithri menjadi dua pendapat:

Pertama: Mulai malam iedul fithri. Ini adalah pendapat imam Asy Syafii dan dibela oleh syaikhul islam ibnu Taimiyah.
Dasarnya adalah lahiriyah ayat:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ 

Dan hedaklah kamu sempurnakan bilangan (ramadlan) dan hendaklah kamu bertakbir atas hidayah yang Allah berikan dan agar kamu bersyukur.” 
(Albaqoroh: 185)

Sedangkan malam ied telah sempurna bilangan ramadlan.

Kedua: Mulai dari keluar rumah di pagi hari menuju lapangan sampai imam naik berkhutbah. ini adalah pendapat Malik, Al Auza’iy dan Ahmad bin Hanbal rahimahumullah.
Dasarnya adalah hadits ibnu umar: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam keluar di dua hari raya bersama Al Fadll bin Abbas, Abdullah bin Abbas, dan beberapa shahabat lainnya sambil mengangkat suaranya dengan tahlil dan takbir.”
HR ibnu Khuzaimah dan Al Baihaqi.

Namun dalam sanad hadits ini ada tiga cacat:
1. ibnu akhi ibnu wahb namanya Ahmad bin Abdurrahman, ia dlo’if.
2. Abdullah bin Umar Al ‘Umari juga dlo’if.
3. Riwayat yang marfu ini diselisihi oleh perawi lain yang lebih tsiqoh yaitu Abu Hammam Al Waliid bin Syujaa’ yang ditsiqohkan oleh ibnu hajar al asqolani, dimana ia meriwayatkannya secara mauquf dari perbuatan ibnu Umar.
Demikian pula wakie’ bin aljarrooh meriwayatkan dari abdullah bin umar secara mauquf.
Sehingga periwayatan yang marfu adalah syadz.

Sebagian ulama ada yang menghasankan dengan alasan bahwa ada penguatnya dari mursal azzuhri. Namun mursal Azzuhri ini tidak dapat menjadi penguat karena dua alasan:
1. Ia berasal dari periwayatan ibnu abi dziib dari azzuhri. Yahya bin Ma’in mengatakan bahwa periwayatan ibnu abi dziib dari azzuhri adalah dlo’if.
2. Adanya keguncangan (mudltarib), karena riwayat azzuhri ini diriwayatkan dengan wajah yang berbeda; terkadang dinisbatkan kepada azzuhri, terkadang kepada manusia, dan terkadang kepada nabi shallallahu alaihi wasallam. 
Kesimpulannya hadits ini dlo’if.

Na’am, telah ada beberapa atsar dari sebagian shahabat dan tabi’in bahwa mereka memulai dari pagi hari iedul fithri.
Namun yang menjadi masalah adalah apakah dzahir ayat lebih didahulukan ataukah atsar dari sebagian shahabat?

Ana lebih condong kepada imam Asy Syafii karena lahiriyah ayat lebih didahulukan.

Wallahu a’lam

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Pentingnya Mentadabburi Ayat Alqur’an…

Allah Ta’ala berfirman:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا 

“Tidakkah mereka mentadabburi alqur’an? ataukah hati mereka telah terkunci ? (Muhammad: 24)

ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Allah memerintahkan untuk mentadabburi Alqur’an dan memahaminya dan melarang berpaling darinya.

Jangan sampai hati kita tertutup dan terkunci dari memahami ayat-ayatNya. Diantara sebab hati tak mau mentadabburi alqur’an adalah adanya kesombongan di hati kita.

Allah Ta’ala berfirman:

سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ 

Aku akan memalingkan dari ayat ayatKu orang orang yang bersombong di muka bumi dengan tanpa hak.” (Al A’raaf: 146)

Sufyan bin Uyainah berkata: “Artinya aku akan mencabut pemahaman alqur’an darinya dan menjadikan hatinya berpaling dari alqur’an.”

Na’udzu billah min dzalik

( Faedah dari Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,   حفظه الله تعالى )

Courtesy of Radio Rodja 756 AM dan Rodja TV

Tips Agar Khusyu Beribadah Di Tengah Meningkatnya Kebutuhan…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Tafsir QS Al Ahdzaab – 70 – Pentingnya Menjaga Lisan Terutama Di Bulan Ramadhan…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Penjelasan Hadits Tentang Sahabat Yang Menjadikan Seluruh Isi Do’anya Sholawat…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Amalan Berpahala SEDEKAH : Keutamaan Memperpanjang Tempo Hutang…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
DO’A Hindari Kemalasan, Kesedihan, Hutang, dll…
Antara Memperpanjang Tempo Pelunasan dan Menghapus Hutang, Mana Yang Lebih Utama..?
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

da130517-1836