Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Rukun Kufur

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

أركان الكفر أربعة‏:

Rukun kufur itu ada 4

Artinya, kebanyakan 4 perkara ini yang menyebabkan seseorang kufur kepada Allah.

الكبر والحسد والغضب والشهوة

1. Sombong,
2. Dengki,
3. Marah,
4. Syahwat.

الكبر يمنعه الانقياد،

“Sombong mencegah seseorang untuk tunduk kepada Allah.”

Karena, kalau kita perhatikan orang-orang yang sombong yang tidak mau tunduk kepada Allah itu akibat dari kesombongan mereka, seperti Fir’aun yang sombong kepada Allah, juga Abu Jahal dan Abu Lahab yang sombong kepada Allah.

والحسد يمنعه قبول النصيحة وبذلها ،

“Dan penyakit hasad / dengki itu mencegah untuk menerima nasihat.”

والغضب يمنعه العدل،

“Dan marah mencegah ia berbuat adil.”

والشهوة تمنعه التفرغ للعبادة‏.‏

“Dan penyakit syahwat mencegah ia untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah.”

فإذا انهدم ركن الكبر سهل عليه الانقياد،

“Apabila telah hancur rukun sombong, maka akan mudah bagi dia untuk taat dan tunduk kepada Allah.”

وإذا انهدم ركن الحسد سهل عليه قبول النصح وبذله ،

“Dan apabila telah hancur rukun kedengkian, maka akan mudah bagi dia untuk menerima nasihat dan kritikan (yang bermanfaat bagi dirinya).”

وإذا انهدم ركن الغضب سهل عليه العدل والتواضع ،

“Dan apabila telah hancur rukun kemarahan, maka akan mudah bagi dia berbuat adil dan bertawadhu’.”

وإذا انهدم ركن الشهوة سهل عليه الصبر والعفاف والعبادة‏.

“Dan apabila telah hancur rukun syahwat, maka akan mudah bagi dia untuk bersabar, memelihara kehormatan diri, dan terus-menerus beribadah kepada Allah.”

Bagaimana Mengatasi Rasa Marah Bila Di Ghibah

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Para Ulama sudah sering mengajarkan agar kita bersabar bila di ghibah (dibicarakan dibelakang kita) oleh orang lain, namun kita masih sering marah bilamana itu terjadi apalagi bila yang melakukannya adalah teman kita sendiri, bagaimana kiat-kiat agar kita bisa lebih bersabar dalam hal ini ?

Simak jawaban  Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى  sebagai berikut :

Dampak Keikhlasan Dalam Kehidupan – Sesi Tanya Jawab

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Dalam video ini, Ustadz Badru Salam menjawab berbagai macam pertanyaan seperti :

1) Kita berjalan dan sholat di masjid, tentu dilihat orang banyak. Bagaimana agar tetap ikhlas ?

2) Saat sholat malam bersama istri, bagaimana posisi berdirinya ?

3) Benarkah kita dilarang menyapu air wudhu ?

4) Jika kita telah berwudhu lantas terkena najis, apakah kita berwudhu lagi ?

5) Saya menyumbang 10 sak semen ke pesantren dengan niat supaya hasil panen tahun ini meningkat. Salahkah niat saya ?

6) Shohihkah hadits makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang ?
7) Bolehkah melafadzkan niat ?

8) Ketika pergi ke pengajian kita pengen bareng sama temen. Apakah ini termasuk riya ?

9) Saat beramal kita ikhlas. Lalu ada orang yang memuji amalan kita dan kita merasa senang. Apakah amalan itu tetap diterima ?

10) Bagaimana hadits yang mengatakan barangsiapa yang mencari ilmu tetapi dengan niat bukan karena Allah maka dia tidak mencium syurga ?

11) Tatkala kita belajar ilmu duniawi, apakah harus ikhlas juga ?

12) Pahala amalan yang sirna karena riya itu apakah bisa kembali jika kita bertaubat  ? 

13) Bolehkah kita berdoa untuk minta dunia ?

14) Benarkah dahalu para sahabat berebut bekas air wudhu nabi ?

15) Seorang istri rajin tahajud dengan niat supaya suami tidak poligami. Benarkah niat ini ?

Simak jawaban Ust Abu Yahya Badrusalam, Lc, حفظه الله تعالى

Klik :
http://salamdakwah.com/videos-detail/dampak-keikhlasan-dalam-kehidupan.html

Allah Tidak Ridho Jika Anda Tidak Ikhlas

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Allah menjanjikan balasan amal kebaikan dengan SURGA dan kenikmatan AKHERAT. Balasan kemuliaan dan kebahagiaan yang luar biasa besarnya, tak dapat dinilai dengan apapun juga.

Sebaliknya, dimata Allah DUNIA sangatlah HINA. Lebih hina daripada bangkai keledai. Tak lebih berat dari sayap seekor nyamuk. Bahkan, perumpamaan dunia itu seperti kotoran yang keluar dari perut manusia.

Lantas, bagaimana mungkin seorang hamba rela MENUKAR balasan akherat yang Allah janjikan dengan dunia yang hina dina dari amalannya.

Seorang hamba yang sholat, seharusnya dia ikhlas, sehingga dia berhak mendapat balasan kemuliaan di akherat. Namun MENGAPA dia sholat, hanya karena tidak enak dilihat bos atau temen sekantornya ?

ANDAI saja dia sholat dengan ikhlas, tentunya Allah akan berikan pahalaNya. Adapun balasan dunia berupa kecintaan manusia dan sebagainya, pastilah MENGIKUTI meski kita TIDAK MENGHARAPKANNYA.

“…Allah yang telah mensyariatkan sholat zakat puasa haji dan berbagai macam amalan sholeh dan itu sangat mulia sampai-sampai balasannya adalah SURGA. Lalu kemudian seseorang beramal sholeh mengharapkan dunia, mengharapkan sesuatu yang HINA dimata Allah ?

ALLAH TIDAK RIDHO itu ya Akhol islam A’azzaniyallahu wa iyyakum..” Ust Abu Yahya Badrusalam, Lc, حفظه الله تعالى menjelaskan.

Klik :
http://salamdakwah.com/videos-detail/dampak-keikhlasan-dalam-kehidupan.html

Istihadloh Pembatal Wudhu

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Dari Aisyah radliyallahu ‘anha berkata, “Fathimah bintu Abi Hubaisy datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah wanita yang terkena istihadlah sehingga tidak suci, haruskah aku meninggalkan shalat ?” Beliau bersabda, “Tidak, ia hanyalah berasal dari urat dan bukan haidl. Apabila haidlmu telah datang, tinggalkan shalat. Dan apabila telah selesai, cucilah darahmu kemudian shalatlah.” (Muttafaq ‘alaih).

Dan dalam riwayat Bukhari, “Kemudian berwudlulah untuk setiap kali shalat.”

Fawaid hadits:
1. Keluarnya darah dari kemaluan membatalkan wudlu. Maka wajib berwudlu bagi wanita istihadlah setiap kali hendak shalat.

2. Darah istihadlah bukan haidl, maka tetap wajib shalat, puasa dan lainnya walaupun darahnya terus mengalir, juga diperbolehkan jima’.

3. Wajibnya mencuci darah haidl.

4. “Cucilah darahmu” maksudnya darah haidl. Ini menunjukkan darah istihadlah tidak najis, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menyuruhnya mencucinya.

Wallahu a’lam

Apa Yang Terjadi Bila Seseorang Terkena Syubhat Tentang Agama Hingga Akhir Hayatnya ?

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Salah satu dari 3 pintu neraka adalah syubhat, lalu apa yang akan terjadi bila seseorang terkena syubhat tentang agama hingga akhir hayatnya ?

Simak jawaban  Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى  sebagai berikut :