Category Archives: Abu Ya’la Kurnaedi

Jangan Putus Asa Dari Rahmat Allah…

Walaupun banyak ujianmu, walaupun keras cobaan-cobaanmu, walaupun sempit kehidupanmu, walaupun engkau kehilangan hal yang paling besar dari apa yang engkau miliki… janganlah putus asa dari kemurahan dan kelembutan Allah ta’ala…

Disaat meninggalkan dunia ini, seseorang sangat berharap seandainya (dulu) ia memperbanyak ibadah, benar dalam berbicara, memperbagus akhlaknya, menyucikan hatinya, akan tetapi ia adalah waktu yang tidak bisa kembali setelahnya…

Maka hendaknya kita bersegera sebelum meninggalkan dunia ini…

اللهم صل على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم

Sumber : Group – كتاب و سنة على منهاج السلف –

Alih bahasa :
Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى

Jangan…

Dari Abu Dzar (semoga Allah meridhainya) – beliau berkata,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

*لا تحقرن من المعروف شيئاً ، و لو أن تلقى أخاك بوجه طلق*

“Janganlah anda menganggap remeh kebaikan sedikitpun, walaupun menjumpai saudara anda dengan wajah yang berseri-seri” [HR Muslim no. 2626].

Dalam hadits ini terdapat larangan menyepelekan kebaikan, walaupun terasa sepele tetapi jika itu sebuah kebaikan maka bersemangatlah tuk melakukannya dengan selalu mengharapkan keridhaan Allah ta’ala…

● Meminjamkan pena tuk kawan menulis…

● Memegang tangan salah satu kita supaya tidak terpeleset atau terjatuh…

● Mengabarkan sesuatu yang dibutuhkan saudara kita walaupun terasa sepele…

● Sedekah tidak harus dengan harta…

● Senyuman dan perkataan yang baik itu juga sedekah…

Mari berbagi kebaikan…

Semoga Allah merahmati kita…

Abu Ya’la Kurnaedi,  حفظه الله تعالى

Mutiara Nasehat…

Nasehat Syekh Ibnu Utsaimin رحمه الله :

” Sibukkanlah diri anda dengan
aib-aib anda (sendiri), sucikan
diri anda darinya semampunya,
wajib atas anda dengan diri anda
secara khusus, karena seseorang
yang SIBUK dengan aib-aib
manusia (orang lain) ia akan LELAH ”

Semoga kita mampu mengamalkan
nasehat beliau…

Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله

Alangkah Mulianya…

Alangkah mulianya istri shalihah…

Ia tidak bangga dengan dompet suaminya yang tebal, atau kartu ATM nya yang penuh terisi angka kalau bukan dari yang halal…

Ia lebih ridha dan qana’ah dengan pemberian suaminya yang halal walaupun seadanya…
Kehalalan mendatangkan ketentraman, keberkahan dan ridha Allah..

Yang haram selain mendatangkan murka Allah, iapun mndatangkan kesusahan batin dan jasmani…

Abu Ya’la Kurnaedi

Sendiri…

Ketika salah satu diantara kita meninggal kemudian dimakamkan…
Setelah itu semua orang meninggalkannya, walaupun orang yang paling mencintainya, mereka bersedih hanya sementara, setelah itu melupakannya, tersibukkan dengan urusannya masing-masing , harta, rumah, pekerjaan, dunia dan dunia…

Sedangkan si mayit sendiri…ya sendiri…

Walaupun mungkin ia dulu curahkan segenap pikiran, usaha, dan semuanya tuk orang-orang yang dicintainya…
Tapi mereka lupa dengan yang telah dikubur…
Kalaupun ingat hanya momen-momen tertentu dan dalam waktu yang singkat…
Keadaan ini akan menimpa kita semua…
Oleh karena itu hendaknya kita selalu ingat Allah dan berusaha terus mencari keridhaanNya, Rabb yang tidak pernah lupa dan tidak pernah menyia-nyiakan hambaNya yang shalih…

Semoga kita tdak salah melangkah …

Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله

Janganlah Sekali-kali…

Janganlah sekali-kali kita menghina
seseorang yang terjatuh dalam
maksiat…
Bisa jadi ia di malam hari menangis
dan bertaubat kepada Allah yang
maha pengampun…
Sedangkan kita berada dalam ujub
akan amalan kebaikan…
Ingatlah Allah menerima taubat
seorang hamba dan amalnya yang
ikhlas walaupun sedikit…
Tapi Allah murka kepada seseorang
yang ujub dan tertipu dengan amalnya…

Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله

Sekedar Mengaku-Ngaku…

Membunuh tanpa hak perbuatan
yang tercela siapapun dia tanpa
pengecualian…

Tetapi mencela-cela pemerintah
sendiri juga perbuatan tercela
dan bukan manhaj salaf…

Sebagaimana kita harus menjauhi
hal yang pertama, kitapun harus
menjauhi hal yang kedua…
Dengan fitnah ini, akan tersingkap
siapa yang kokoh di atas manhaj
salaf, dan siapa yang hanya
sekedar mengaku-ngaku…

Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله

Yang Wajar Dan Sangat Tidak Wajar…

Kalau berbeda gaya bahasa, kesukaan
terhadap makanan dan minuman, dan
banyak hal dalam masalah dunia itu
WAJAR, karena kita memang dari
berbagai suku dan latar belakang …

Tetapi SANGAT TIDAK WAJAR kalau
kita kaum muslimin berbeda dengan
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi
wasallam dalam Aqidah, ibadah dan
akhlak kita…
Kalau berbeda mau cari NABI siapa
lagi ? …

Abu Ya’la Kurnaedi,  حفظه الله تعالى

image