Category Archives: Abu Ya’la Kurnaedi

Bolehkah Mematikan Ikan Lele Dengan Cara Dipukul ? Dan Bolehkah Membunuh Tikus Dengan Cara Di Lem ?

Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc, حفظه الله تعالى

Pedagang ikan Lele di pasar biasanya memukul/mementung kepala ikan lele dengan kayu atau sejenisnya untuk mematikan ikan tersebut, apakah ini dibolehkan ?

Sebagian masyarakat terbiasa menggunakan Lem untuk menangkap/membunuh tikus, apakah ini dibolehkan dalam Islam ?

Simak jawaban kedua pertanyaan diatas oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc, حفظه الله تعالى  sebagai berikut :

 

Jalan-Jalan Menuju Surga

Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc, حفظه الله تعالى

Allah berfirman,

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran: 133)

Bersegeralah menuju syurga dengan menempuh jalan utamanya dan menjauhi jurang sepanjang perjalanannya. Sewaktu-waktu Anda terjatuh kedalam jurang, sia-sialah usaha Anda.

Jalan utama menuju syurga adalah TAUHID. Dan jurangnya adalah SYIRIK.

Allah berfirman,

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65).

“…Apabila ada seseorang yang memiliki 1000 ibadah, ada satu ibadah yang ditujukan kepada selain Allah subhanahu wa taala maka itu merupakan kesyirikan, dan 1000 ibadah itu akan gugur dan hancur…” Ust Abu Ya’la Kurnaedi, Lc menjelaskan.

Untuk pembahasan lengkapnya, silahkan :
Klik :
http://salamdakwah.com/videos-detail/ikhlaskah-orang-yang-mengharap-syurga-.html

Ruginya Yang Tidak Menikah

Ust. Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله

Rumah tangga adalah ladang subur seorang hamba untuk mendulang pahala. Bagaimana tidak. Ia mendapat pahala dari setiap cumbuan terhadap istrinya. Padahal, Siapa yang tidak ingin bercumbu dan bermesra dengan istrinya ?

Ia mendapat pahala dari setiap makanan yang ia suapkan ke mulut istrinya. Dan setiap Rupiah yang ia nafkahkan, Allah hitung sebagai shodaqoh. Bahkan sebaik-baik shodaqoh.

Ia mendapat keberkahan doa dari anaknya yang sholih. Bahkan iapun mendapatkan pahala dari setiap kebaikan yang dilakukan oleh anak-anaknya. Semasa hidupnya maupun setelah meninggalnya.

Dan itu semua tidak didapatkan oleh mereka yang tidak menikah.

Nabi saja melarang seseorang tidak menikah karena ingin menggunakan seluruh umurnya untuk beribadah, maka apalagi dengan alasanmu…

Simak nasehat Ust Abu Ya’la Kuranedi tentang menikah. Klik http://m.salamdakwah.com/videos-detail/wahai-pemuda–menikahlah—.html

Dahulukan Yang Kanan Jika Ingin Berkah

•Ingin berkah ? Dahulukan yang kanan•

Syariat datang untuk memperbaiki akhlak manusia. Oleh karena itu, Allah mengutus manusia yang paling mulia akhlaqnya untuk menjadi suri tauladan. Beliau adalah Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam.

Perbuatan yang menyelisihi akhlak yang beliau ajarkan tidak layak disebut sebagai akhlak yang mulia.

Laki-laki yang bersalaman dengan wanita bukan mahram dengan alasan supaya tidak terkesan sombong, bukanlah akhlak yang mulia.

Demikian pula seseorang yang makan dan minum dengan tangan kiri supaya dikatakan gaul, juga bukan akhlak mulia. Karena diantara ajaran beliau adalah mendahulukan yang kanan untuk hal-hal yang mulia.

Simak penjelasan Ust Abu Ya’la Kurnaedi,Lc.

klik http://www.salamdakwah.com/videos-detail/mendahulukan-yang-kanan.html