Category Archives: Firanda Andirja

Waspadalah..!

** Jika seseorang mendatangimu lalu menggibah dan menjatuhkan saudaramu di hadapanmu maka waspadalah…bisa jadi engkau adalah korban berikutnya…

** Jika engkau mendapati seseorang memujimu dengan pujian yang berlebihan yang tidak pantas dengan hakekat dirimu maka waspadalah… suatu hari jika ia membencimu maka ia akan merendahkanmu juga dengan perendahan yang berlebihan.

Maka janganlah terpedaya dengan pujiannya…!

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

 

da050514-1353

Sedang Marah..?

Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda ;

وَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ 

Jika salah seorang dari kalian marah maka diamlah” (HR Ahmad dengan sanad yang hasan)

Bukan malah teriak…., teriak tidak meredamkan, malah mengobarkan…

Berbicara tatkala malah sering menyebabkan perceraian…karena suami sering menjatuhkan talak tatkala marah…ia berucap sementara otaknya lagi buntu.

Bahkan bisa menyebabkan pertumpahan darah, karena berbicara tatkala marah menyebabkan bantah membantah dan semakin mengobarkan emosi…

Jika anda lagi marah cobalah diam…karena menjalankan perintah Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam…, niscaya kesudahannya indah.

Silahkan berbicara jika marah sudah redam.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

da240515-0533

Sulitnya Menjaga Rahasia…

Al-Imam Asy-Syaafi’i rahimahullah berkata:

إِذَا الْمَرْءُ أَفْشَى سِـرَّهُ بِلِسَانِهِ وَلاَمَ عَلَيْـهِ غَيْـرَهُ فَهُوَ أَحْمَقُ

Jika seseorang telah membuka rahasianya (kepada orang lain) dengan lisannya …. dan ia mencela orang itu yang membuka rahasianya tersebut, maka ia adalah orang yang dungu.”

إِذَا ضَاقَ صَدْرُ الْمَرْءِ عَنْ سِرِّ نَفْسِهِ فَصَدْرُ الَّذِي يَسْتَوْدِعُ السِّرِّ أَضَيَقُ

Jika dada seseorang sesak (tidak kuasa) untuk menyimpan rahasianya sendiri…maka dada orang lain yang ia simpan rahasianya lebih sesak lagi

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

 

da190414-1311

Jangan Terpedaya Dengan GEMERLAP DUNIA.. !!!

رَغِيْفُ خُبْزٍ يَابِسٍ = تَأْكُلُهُ فِي زَاوِيَةْ

“Sepotong roti kering yang engkau makan di pojokan….”

وَكُوْزُ ماءٍ باردٍ = تَشْرَبُهُ مِنْ صَافِيَةْ

“Dan secangkir air dingin yang kau minum dari mata air yang jernih….”

وَغُرْفَةٌ ضَيِّقَةٌ = نَفْسُكَ فِيْهَا خَالِيَةْ

“Dan kamar sempit yang jiwamu merasa kosong di dalamnya…”

أَوْ مَسْجِدٌ بِمَعْزِلٍ = عَنِ الْوَرَى فِي نَاحِيَةْ

“Atau mesjid yang terasing dan jauh dari manusia, lalu engkau berada di sudut mesjid tersebut…”

تَقْرَأُ فِيْهِ مُصْحَفاً = مُسْتَنِداً لِسَارِيَةْ

“Engkau membaca Al-Qur’an sambil bersandaran di sebuah tiang mesjid…”

مُعْتَبِراً بِمَنْ مَضَى = مِنَ الْقُرُوْنِ الْخَالِيَةْ

“Seraya mengambil ibroh/pelajaran dari kisah-kisah orang-orang terdahulu yang telah tiada…”

خَيْرٌ مِنَ السَّاعَاتِ فِي = فَيْءِ الْقُصُوْرِ الْعَالِيَةْ

“Itu lebih baik daripada berlama-lama di dalam istana-istana yang megah…”

تَعْقُبُهَا عُقُوْبَةٌ = تَصْلَى بِنَارٍ حَامِيَةْ

“Yang akhirnya mengakibatkan dosa yang menyebabkan engkau masuk dalam api yang panas…”

فَهَذِهِ وَصِيَتِي = مُخْبِرَةٌُ بِحَالِيَةْ

“Ini adalah washiatku yang mengabarkan tentang dirinya…”

طُوْبَى لِمَنْ يَسْمَعُهَا = تِلْكَ لَعُمْرِي كَافِيَةْ

“Sungguh beruntung orang yang mendengarnya…demi Allah washiat ini sudahlah cukup (memberi pelajaran…)”

فَاسْمَعْ لِنُصْحِ مُشْفِقٍ = يُدْعَى أَبَا الْعَتَاهِيَةْ

“Maka dengarlah nasehat orang yang sayang dan khawatir kepadamu yang dikenal dengan Abul ‘Ataahiyah..”

Sungguh indah sya’ir Abul ‘Ataahiyah di atas, terutama bagi yang mengerti bahasa arab.

Sedikit waktu yang disempatkan untuk membaca Al-Qur’an di pojokan mesjid jauh dari pandangan manusia…ternyata jauh lebih bernilai dari kemegahan istana yang hanya sementara.

Benarlah jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan ;

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Sholat sunnah dua rakaat qobliah subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya”

Janganlah terpedaya dengan kenikmatan dunia…sesungguhnya ia adalah kenikmatan yang semu dan sementara…

Ingatlah akan kenikmatan akhirat yang jauh lebih baik dan abadi.
Jika seseorang disuruh memilih mendapatkan kenikmatan secangkir susu, akan tetapi kapan saja bisa ia minum dan tersedia, atau memilih kambing guling akan tetapi hanya sekali saja bisa santap, tentu orang yang berakal akan memilih secangkir susu –meskipun sedikit- akan tetapi terus tersedia selama puluhan tahun, kapan saja siap untuk diminum.

Maka bagaimana lagi jika perkaranya sebaliknya…kambing guling yang terus siap tersedia kapan saja bisa disantap, dibandingkan dengan secangkir susu yang hanya bisa sekali diminum??

Bagaimana lagi dengan hanya secangkir air putih…???

Demikianlah…kenikmatan dunia selain sedikit iapun fana dan akan sirna. Adapun kenikmatan akhirat sangat banyak dan abadi…

Jika engkau terpedaya dan terkagum-kagum bahkan kepingin tatkala melihat kenikmatan dan kemewahan benda-benda dunia, sedangkan engkau sedang menghadapi sulitnya kehidupan dunia maka agar engkau tidak terpedaya… ucapkanlah doa yang diucapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

اللَّهُمَّ لاَ عَيْشَ إِلاَّ عَيْشُ الآخِرَةِ

“Yaa Allah tidak ada kehidupan yang hakiki kecuali kehidupan akhirat” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Doa ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ucapkan tatkala Nabi dan para sahabat kaum muhajirin dan anshor sedang menggali parit dalam perang Khandak, sementara perut-perut mereka keroncongan karena kelaparan, bahkan mereka mengikatkan batu ke perut-perut mereka untuk menahan rasa lapar.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

da180715-0000

Lupa Penyakit Sendiri…

Begitu perhatiannya kita untuk berkeliling mencari obat tatkala tubuh kita sakit…

Namun pernahkah kita serius untuk mengobati penyakit yang jauh lebih berbahaya? Yaitu penyakit-penyakit hati…??

Bagaimana kita serius…,
sementara kita tidak merasa berpenyakit hati…!!!,
kita merasa hati kita bersih…!!??

Seorang berpenyakit hati berkata kepada seorang dokter :

سـقامي من مُقـارفةِ الخَطـايا..
وليـس مِنَ الزُّكامِ ولا السُّـعالِ..

Penyakitku disebabkan dosa-dosa yang kulakukan
Bukan karena pilek ataupun pening

فإن كنـتَ الطَّبيبَ فما عـلاجٌ..
لذنـبٍ فَوْق رأسـي كالجبـالِ؟؟

Jika engkau adalah benar-benar seorang dokter maka apakah obat penyakitku ?

نُسـائلُ مـا الدَّواءُ إذا مَرِضـنا..
وداءُ القَـلْبِ أولـى بالسُّـؤالِ..

Kita selalu bertanya tentang obat jika kita sakit
Padahal penyakit hati kita lebih utama untuk kita tanyakan akan obatnya…

Ya Allah sembuhkan dan bersihkan hati kami dari penyakit-penyakitnya baik yang kami sadari maupun yang tidak kami sadari…

Ustadz DR Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

 

da071013-1804

Dampak Maksiat Yang Engkau Lakukan…

Jika dampak maksiat yang kalau lakukan hanya menimpa dirimu maka perkaranya lebih ringan, namun masalahnya dampaknya bisa saja mengenai orang-orang dekat yang kau cintai, bisa berdampak pada keluargamu.

Maka jika engkau tidak perduli dengan dirimu terkena dampak maksiat, maka sayangilah orang-orang dekatmu, jangan sampai dampak maksiatmu mengenai mereka.

Dan pada hakikatnya keburukan maksiatmu yang mengenai keluargamu adalah musibah yang sedang menimpa dirimu.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Ketika Engkau Bersendirian Bersama Allah…

Ketika engkau bersendirian bersama Allah :

Engkau bisa mengakui kesalahan-kesalahanmu tanpa perlu kawatir dampak dari pengakuan tersebut, karena Allah suka pengakuanmu akan dosa-dosamu…
Betapa mulianya Engkau Ya Allah..

Engkau tidak perlu minta udzur karena mengulang-ngulang pengakuan dosa-dosamu, karena memang Allah suka dengan orang yang merengek-rengek mengakui kesalahannya meski berulang-ulang
Betapa agungnya Engkau ya Allah…

Engkau tidak harus mengungkapkan dengan untaian kata-kata yang indah dan teratur, karena Allah telah mengetahui keperluanmu sebelum ungkapan permohonanmu
Betapa dekatnya Engkau ya Allah…

Engkau tidak perlu merasa tidak enak atau minta udzur karena kelamaan berkeluh kesah kepadaNya karena Allah memang suka dengan munajatmu
Betapa besarnya kasih sayangMu ya Allah…

Kau tidak perlu merasa lemah tatkala air matamu menetes dan lisanmu terbata-bata tidak mampu mengungkapkan isi hatimu, karena kelemahanmu di hadapan Allah adalah kekuatan
Betapa lembutnya Engkau ya Allah…

Engkau tidak perlu repot repot membuat janji untuk meeting bertemu Allah, karena waktu untuk bertemu dengannya, untuk curhat kepadaNya, untuk meminta solusi kepadanya terbuka kapan saja. Justru engkau yang bebas menentukan kapan waktunya
Betapa baiknya Engkau ya Allah…

Diterjemahkan dengan bebas oleh
Ustadz DR Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Malu…

وَإِذَا خَلَوْتَ بِرِيْبَةٍ فِي ظُلْمَةٍ ….وَالنَّفْسُ دَاعِيَةٌ إِلَى الطُّغْيَانِ
فَاسْتَحِ مِنْ نَظَرِ الإِلَهِ …. وَقُلْ لَهَا إِنَّ الَّذِي خَلَقَ الظَّلاَمَ يَرَانِي

Dan jika engkau sedang bersendirian dalam kegelapan…
Sementara jiwamu mengajakmu untuk bermaksiat…
Maka malu-lah engkau dengan penglihatan Allah kepadamu, dan katakanlah kepada jiwamu…
SESUNGGUHNYA YANG MENCIPTAKAN KEGELAPAN SEDANG MELIHATKU…

DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Adakah Sholat Sunnah Qobliyah ‘Isya..?

Simak penjelasan Ustadz DR Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

Dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzani dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ قَالَهَا ثَلَاثًا قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ

“Di antara setiap dua adzan (azan dan iqamah) itu ada shalat (sunnah).” Beliau mengulanginya hingga tiga kali. Dan pada kali yang ketiga beliau bersabda, “Bagi siapa saja yang mau mengerjakannya.” (HR. Al-Bukhari no. 588 dan Muslim no. 1384)