Category Archives: Fuad Hamzah Baraba

Menjenguk Orang Sakit…

Mengunjungi dan menjenguk orang sakit merupakan kewajiban setiap muslim, terutama orang yang memiliki hubungan dengan dirinya, seperti kerabat dekat, tetangga, saudara yang senasab, sahabat dan lain sebagainya. Menjenguk orang sakit termasuk amal shalih yang paling utama yang dapat mendekatkan kita kepada Allah Ta’ala, kepada ampunan, rahmat dan Surga-Nya.

⁠Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia, dan terdapat keutamaan yang agung, serta pahala yang sangat besar, dan merupakan salah satu hak setiap muslim terhadap muslim lainnya.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.

“Apabila seseorang menjenguk saudaranya Чαπƍ muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Dawud dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).

Terakhir, hendaknya orang yang membesuk mendoakan orang yang sakit:

لاَ بَأْسَ طَهُورٌ اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ

“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, Insya Alloh.” (HR. al-Bukhari).

Atau doa:

أَسْأَلُ اللَّهَ العَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, agar menyembuhkan penyakitmu.” (HR. at-Tirmidzi, dan Abu Daud)

Penulis: Ustadz Fuad Hamzah Baraba’, Lc,  حفظه الله تعالى

Ref : https://muslim.or.id/23380-keutamaan-menjenguk-orang-sakit.html

.

Rahasiakan Shalat Sunnahmu…

Shalat merupakan satu ibadah yang sangat agung, salah satu rukun islam yang paling utama setelah dua kalimat syahadat.

Shalat merupakan tiang agama, dan kita diwajibkan melaksanakannya dalam sehari semalam lima kali.

Selain shalat lima waktu, kita dianjurkan untuk memperbanyak shalat sunnah.

Tidak seperti shalat wajib lima waktu yang bagi laki-laki diwajibkan mengerjakannya di masjid, shalat sunnah lebih ditekankan untuk mengerjakannya di rumah. Dan ini bukan berarti kita tidak boleh shalat sunnah di masjid, namun shalat sunnah di rumah itu lebih utama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ

“Sungguh, sebaik-baik shalat, (ialah) shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Selain itu, kita juga dianjurkan untuk sembunyi-sembunyi dalam mengerjakan shalat sunnah, karena pahalanya lebih besar dari pada shalat sunnah dilihat orang lain.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

صَلَاةُ الرَّجُلِ تَطَوُّعًا حَيْثُ لَا يَرَاهُ النَّاسُ تَعْدِلُ صَلاَتَهُ عَلَى أَعْيُنِ النَّاسِ خَمْسًا وَعِشْرِيْنَ

“Shalat sunnah seseorang tanpa dilihat oleh manusia, (pahalanya) menyamai shalatnya di tengah-tengah manusia sebanyak dua puluh lima derajat”. (Shahih al-Jami: 3821).

Selain itu bisa lebih menjaga keikhlasan, karena kita sembunyi-sembunyi dalam melaksanakannya, dan tidak ada yang melihat serta memperhatikan kecuali Allah Ta’ala.

Mudah-mudahan Allah Ta’ala selalu menjaga keikhlasan kita semua, dan kita selalu semangat dalam menjaga shalat, baik yang wajib maupun yang sunnah.

Fuad Hamzah Baraba’, Lc,  حفظه الله تعالى

Allah Maha Pengampun….

Siapa diantara kita yang tidak pernah berbuat dosa?

Siapa diantara kita yang tidak pernah melakukan kesalahan?

Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan.

Terkadang kita bertanya-tanya, akankah Allah mengampuni semua dosa dan  kesalahan kita?

Akankah Allah mengampuni dosa orang yang tidak pernah shalat?

Akankah Allah mengampuni dosa orang yang durhaka kepada orang tuanya?

Akankah Allah mengampuni dosa orang yang suka makan riba’?

Jawaban semua itu adalah Ya.

Ya. Allah akan mengampuni semua dosa kita, walaupun dosa itu sangatlah besar.

Wahai Saudarku, sungguh rahmat Allah sangatlah luas bagi orang yang bertaubat kepada-Nya, menangis dan mengharap apa yang ada disisi-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

قل يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Wahai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, karena sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih”. (QS. Az-Zumar:53)

Ini merupakan rahmat Allah ‘Azza wa Jalla .

Dan Allah juga berfirman:

وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

“Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan”.  (QS. Asy- Syura:25).

Ketahuilah wahai saudaraku.

Allah Ta’ala menyeru kepada hambahnya agar meminta ampun kepada-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:

قَالَتْ رُسُلُهُمْ أَفِي اللَّهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يَدْعُوكُمْ لِيَغْفِرَ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ

“Berkata rasul-rasul mereka: ‘Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu”.  (QS. Ibrahim: 10).

Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun”.  (QS. Nuh:10).

So jangan putus asa, segeralah bertaubat dengan taubatan nasuha dan meminta ampunan-Nya, walaupun dosa itu sangatlah besar. Karena sesungguhnya Allah maha Pengampun dan maha Penyayang.

Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله تعالى

Buah Kesombongan…

Apa hakikat kesombongan itu?

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan kepada kita mengenai hal itu.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“ Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” (HR. Muslim no. 91)

Dari hadits diatas kita tahu bahwa hakekat kesombongan adalah *menolak kebenaran (al-Haq) dan meremehkan orang lain.*

Lantas apa buah dari Kesombongan?

Diantaranya tidak akan masuk surga sebagaimana hadits diatas, kemudian perhatikanlah hadits berikut ini:

Dari Ikrimah bin Ammar, Iyas bin salamah bin al-Akwa’ telah bercerita kepadaku, bahwa ayahnya (Salamah) pernah bercerita, ada seorang laki-laki yang sedang makan di sisi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dengan menggunakan tangan kirinya. Lalu beliau bersabda:
كل بيمينك

“Makanlah dengan tangan kananmu.”
Orang itu menjawab: _”Tidak bisa.”_
Beliau bersabda:  

لا استطعت، ما منعه إلا الكبر

“Engkau benar-benar tidak akan bisa, tidak ada yang mencegahnya (untuk makan dengan tangan kanan) melainkan kesombongan._ Salamah melanjutkan, “Ternyata orang itu tidak bisa lagi mengangkat tangannya kemulut.” (HR.Muslim, no.2021).

Sungguh sangat pahit buah dari kesombongan itu. Semoga Allah menyelamatkan kita dari sifat tersebut. Aamiin.

Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله

Renungan Pagi…

Para lelaki hidung belang ngegombal  kepada seorang wanita: ‘Kenapa kau pakai hijab, padahal kamu cantik seperti bulan?!’

Apa jawaban wanita shalihah…

Apakah dia terlena dengan pujian mereka?
Terbang ke langit dengan perasaannya?

Tidak…
Dan tidak akan pernah…

Lihatlah apa jawaban wanita shalihah…

Ia menjawab: ‘Justru dengan hijabku, aku ingin seperti matahari…
Semua mata akan tertunduk, tak berani memandangnya…’

Subhanallah…

Jawaban singkat yang penuh dengan makna…

Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله 

Apa Yang Kita Lakukan Jika Ada Orang Yang Sedang Marah..?

Tidak disyariatkan untuk mengucapkan kepada orang yang sedang marah: berdzikirlah kepada Allah atau bershalawatlah kepada nabi. Sesungguhnya yang termasuk sunnah adalah engkau mengucapkan kepadanya: “Berlindunglah kepada Allah dari setan.”

(Ibnu Utsaimin rahimahullah)

Adapun Do’a Ketika Marah adalah:

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

“A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim”

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. (HR. Al-Bukhari 7/99, Muslim 4/2015.)

Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله 

Soal-Jawab Seputar Aqidah #27-29…

27. Soal: Ada berapakah thagut itu?

Jawab: Jumlahnya sangat banyak, banyak, intinya ada lima.

1. Iblis semoga Allah Ta’ala melaknatnya.
2. Sesorang yang disembah dan dia ridha.
3. Orang yang mengajak orang lain untuk menyembahnya.
4. Seseorang yang mengaku mengetahui ilmu ghaib.
5. Orang yang berhukum dengan selain hukum yang diturunkan oleh Allah Ta’ala.

28. Soal: Amalan apakah yang paling utama setelah mengucapkan dua kalimat syahadat?

Jawab: Yang paling utama adalah mendirikan shalat lima waktu.

Dan shalat itu memiliki syarat-syarat, rukun-rukun, dan kewajiban-kewajiban.

Syarat-syarat yang terpenting adalah:

1. Islam
2. Berakal
3. Tamyiz
4. Menghilangkan hadats
5. Menghilangkan najis
6. Menutup aurat
7. Menghadap ke arah kiblat
8. Telah masuk waktu shalat
9. Niat.

Sedangkan rukun-rukunnya ada empat belas:

1. Berdiri apabila mampu
2. Takbiratul ihram
3. Membaca surat al-Fatihah
4. Ruku’
5. Bangkit dari ruku’
6. Sujud di atas tujuh anggota tubuh
7. I’tidal (bangkit dari sujud)
8. Duduk di antara dua sujud
9. Tuma’ninah (tenang) dalam semua rukun-rukun ini
10. Tertib
11. Tasyahud akhir
12. Duduk tasyahud akhir
13. Shalawat kepada nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
14. Salam.

Adapun kewajiban-kewajiban shalat itu ada delapan:

1. Semua takbir selain takbiratul ihram
2. Membaca “subhaana rabbiyal adziim” ketika ruku’
3. Ucapan “sami’allahu liman hamidah” bagi imam dan orang yang shalat senidiran
4. Doa “Rabbanaa walakal hamdu” bagi imam, makmum, dan orang yang shalat sendirian
5. Doa “subhaana rabbiyal a’laa” ketika sujud
6. Ucapan “Rabbighfir lii” ketika duduk di antara dua sujud
7. Tasyahud awal
8. Duduk ketika tasyahud awal.

Adapun selain yang telah disebutkan ini adalah sunnah, baik berupa ucapan atau perbuatan.

_____________________________

Selanjutnya kita beralih kepada permasalahan kebangkitan manusia sesudah kematianya, hisab amal perbuatan, serta balasan surga dan neraka.

29. Soal: Apakah Allah Ta’ala akan membangkitkan seluruh makhluk sesudah mereka mati dan menghisab amal perbuatan mereka yang baik maupun yang buruk? Dan apa benar Allah Ta’ala akan memasukkan orang yang taat ke dalam surga, sedangkan orang kufur dan syirik kepada-Nya akan menjadi penghuni neraka?

Jawab: Benar. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:

زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا ۚ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ ۚ وَذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Orang-orang yang kafir mengira bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad) : “Tidak demikian, demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan, kemudian diberitakan semua yang telah kamu kerjakan”. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah”. (QS. At-Taghaabun: 7).

Dan firman-Nya:

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَىٰ

“Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain”. (QS. Thaahaa: 55).

Dan di dalam al-Quran banyak dalil akan hal ini yang tidak terhitung.

Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله

Soal-Jawab Seputar Aqidah #23 – 26…

23. Soal: Apakah yang pertama kali Allah Ta’ala wajibkan kepada kita?

Jawab: Mengingkari thgagut dan beriman kepada Allah Ta’ala. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS.Al-Baqarah: 256).

24. Soal: apakah makna al-Urwatul wutsqa (tali yang sangat kuat) itu?

Jawab: Maknanya adalah Laa ilaaha illallah.

Sedangkan makna laa ilaaha illallah ada an-Nafyu (penolakan, peniadaan atau penafian), dan illallah adalah al-Itsbaat (penetapan sesembahan hanya untuk Allah Ta’ala semata).

25. Soal: Apakah yang dimaksud dengan an-Nafyu wal itsbaat (Penolakan dan penetapan) di sini?

Jawab: Yaitu menolak seluruh sesembahan selain Allah Ta’ala, dan menetapkan seluruh ibadah hanya untuk Allah Ta’ala saja, tiada sekutu bagi-Nya.

26. Soal: Apa dalilnya?

Jawab: Yaitu firman Allah Ta’ala:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ

“Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah”. (QS. Az-Zukhruf: 26). Ini adalah dalil an-Nafyu (penolakan).‎

Adapun dalil al-Itsbaat (penetapan) adalah (pada ayat berikutnya):

إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ

“Kecuali (kamu menyembah) Tuhan Yang menciptakanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku”. (QS. Az-Zukhruf: 27).‎

Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله

Seni Berinteraksi Dengan Manusia…

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan Tiga Kalimat dalam al-Qur’an:

خذ العفو

وأمر بالعرف

وأعرض عن الجاهلين

“Jadilah pemaaf

dan suruhlah orang lain agar melakukan perbuatan yang ma’ruf
serta berpalinglah dari orang-orang yang (jahil) bodoh”. (QS. al A’raf:199)”.

Subhanallah!!!

Sungguh indah ungkapan dalam al-Qur’an, firman Allah Ta’ala yang tidak datang kepadanya (al-Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang mahabijaksana lagi mahaterpuji.

Mudah-mudahan kita bisa berinteraksi dengan orang lain sesuai dengan bimbingan Allah Ta’ala.

Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله تعالى

Kata-Kata Mutiara Tentang Sunnah…

مثل السنة في الدنيا
 مثل الجنة في اﻵخرة
من دخل الجنة في اﻵخرة سلم
ومن دخل السنة في الدنيا سلم
{“ذم الكلام” 4/384}

“Perumpamaan ‘Sunnah’ di dunia itu seperti ‘Surga’ di akherat; barangsiapa masuk surga di akherat maka dia selamat (dari neraka), dan barangsiapa masuk (berpegang teguh) dengan sunnah ketika di dunia maka dia akan selamat. (Dzammul Kalam: 4/384).

كان ابن عون يقول عند الموت:
السنة، السنة
وإياكم والبدع حتى مات
{شرح السنة:126-129}

Ibnu ‘Aun -rahimahullah- mengatakan di akhir hayatnya (ketika ajal menjemputnya) : Berpegang teguhlah dengan sunnah! Berpegang teguhlah dengan sunnah! Dan jauhi bid’ah! hingga dia meninggal. (Syarh as-Sunnah: 126-129).

Mudah-mudahan kita semua diteguhkan di atas sunnah Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam hingga akhir hayat kita.

Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله تعالى