Category Archives: Muhammad Arifin Badri

Uji Nyali Bagi Yang Merasa Pemberani…

Sobat,
pernahkah anda minum air panas, sehingga lidah anda terasa terbakar ?
Akibat seteguk air panas yang anda minum, lidah anda sakit dan untuk beberapa waktu anda tidak dapat merasakan enaknya makanan yang anda makan.

Coba anda bayangkan bila air panas yang anda minum ternyata membakar lidah, mulut, kerongkongan hingga lambung anda. Kira-kira bagaimana rasa sakit yang menimpa anda?

Tahukah anda bahwa salah satu siksa penghuni neraka ialah ketika penghuni neraka kehausan dan minta minum, mereka diberi minum air mendidih yang sangat panas hingga menghancurkan lambung mereka.

Simaklah firman Allah berikut:

وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ

Mereka diberi minum air panas mendidih yang mengakibatkan lambung mereka terpotong-potong.( Muhammad 15 )
Bagaimana tidak hancur lambungnya, walau telah masuk ke lambung, air minum atau makanan penghuni neraka masih mendidih dengan keras.

طَعَامُ الْأَثِيمِ

Makanan orang yang banyak berbuat dosa.

كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ

Bagaikan timah panas yang mencair dan terus mendidih dengan keras di dalam perut mereka.

كَغَلْيِ الْحَمِيمِ

Bagaikan air panas yang mendidih. (ad Dukhan 44-46)

Sobat!
Mungkinkah anda penasaran atau tertantang untuk uji nyali mengincipi makanan dan minuman penghuni neraka ?

DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Penghuni Neraka Juga Punya Jasa…

Sobat tahukah anda bahwa banyak dari penghuni neraka yang semasa hidupnya memiliki jasa besar, namun semua sia-sia karena tertutupi oleh dosa-dosa mereka yang terbukti lebih banyak ?

Sebaliknya, tahukah pula anda bahwa banyak dari penghuni surga yang semasa hidupnya memiliki banyak dosa, namun semuanya terhapuskan oleh pahala kebaikannya yang lebih besar ?

Karena itu, janganlah terperdaya dengan. banyaknya pahala ibadah anda, karena bisa jadi dosa anda lebih besar atau lebih banyak dari pahala anda.

Dan jangan pula pernah putus asa karena banyaknya dosa anda, karena pahala taubat tentu lebih besar dari semua dosa anda, karena itu teruslah perbanyak amal ibadah anda, dan segeralah bertaubat dan jangan pernah menundanya walau hanya sesaat.

DR Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Tuhanmu Di Saat Susah Dialah Tuhanmu Di Saat Engkau Senang…

Sobat..!
Mengapa di saat anda susah, anda lebih mudah untuk berdo’a kepada Allah dan menyadari bahwa anda tiada meliki daya dan upaya selain karunia dari-Nya ?

Namun ketika anda dalam kondisi lapang, betapa mudahnya anda lalai dan bahkan menyombongkan diri ?

Apa anda lupa bahwa Allah yang kemarin anda ketuk pintu-Nya dengan do’a-do’a anda, adalah Tuhan yang harus anda sembah pula di saat anda senang dan kaya raya ?
Atau barang kali di saat susah anda menyembah Allah, dan tatkala anda senang anda menemukan Tuhan selain-Nya?

(فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ)

Bila mereka sedang berlayar di atas perahu maka mereka berdoa dengan memurnikan segala permohonan mereka hanya kepada Allah, namun tatkala Allah telah menyelamatkan mereka hingga tiba di daratan, tiba tiba mereka semua menyekutukan-Nya. [Surat Al-Ankabut 65]

Sobat..!
Tidakkah anda merasa malu kepada Allah, yang telah membebaskan anda dari berbagai derita yang melilit anda sebelumnya, lalu kini anda sedikit demi sedikit mulai melalaikan-Nya ?

DR Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Sholat Di Masjid Yang Di Bangun Oleh Non-Muslim…

Pertanyaan :
Jika seorang non-Muslim (kafir) membangun sebuah Masjid untuk dipakai oleh kaum Muslimin, apakah ia mendapatkan pahala dan apakah kita ummat Islam boleh sholat di Masjid tersebut ?

Jawaban :
Orang kafir tidak dapat pahala di khirat dari membangun Masjid, tapi sholat di sana tetap sah, kecuali bila dia bangun untuk merusak dan memecah Jama’ah Masjid sebelumnya, maka tidak boleh sholat di situ karena itu masjid dhirar.

Namun bila dia niat untuk membantu ummat Islam maka tetap sah sebagai Masjid, karena itu bumi Allah dan orang non-Muslim tersebut (kafir) sudah memberikannya kepada ummat Islam, dan ummat Islam menerimanya sebagai Masjid.

Wallahu a’lam

DR Muhammad Arifin Badri MA,  حفظه الله تعالى

Puasa Membuktikan Bahwa Hanya Allah Ta’ala Yang Maha Kuasa…

Ternyata kegagahan, kecantikan, kecerdasan, dan kehebatan manusia yang lain sekejap bisa rusak bahkan hilang gara-gara kurang makan atau minum, mengapa semua itu disombongkan ? Bila ternyata semuanya semu.

Di saat anda lapar atau dahaga, maka ingatlah Allah Ta’ala Yang Maha Hidup dan Maha Kuasa tanpa perlu pada makan dan minum bahkan tiada henti memberi makan dan minum kepada seluruh makhluq-Nya.

Ketika lapar, anda mulai merasa lelah, mengantuk dan akhirnya banyak yang menyerah dan terlelap tidur.
Namun Allah Ta’ala walau tidak pernah makan tidak pernah minum, tiada pernah lelah, atau mengantuk, padahal Allah Ta’ala mengurus semua urusan semua hamba-Nya, bahkan semua urusan langit dan bumi beserta isinya.

Karena itu, dengan berpuasa, anda semakin kenal tentang diri anda dan semakin mengagungkan Allah Ta’ala.
Agar anda semakin mengenal Allah di saat anda berpuasa, silahkan anda membaca ayat Kursi, yaitu ayat ke 255 dari surat Al Baqarah.

Bila anda telah memahami salah satu hikmah puasa ini, semoga puasa anda benar-benar telah mengantarkan anda sebaga orang yang bertaqwa. Amiin

DR Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Sabar, Sabar, Sampai Kapan..?

Mungkin demikian gumam anda tatkala sedang mendapat kesusahan atau musibah lalu dinasehati agar bersabar.

Sobat! memang sabar itu terasa berat, betapa tidak, raga bisa jadi merasakan sakit, , lisan ingin berteriak, jiwa ingin melawan, namun ujung-ujungnya kok malah disuruh diam, dan menerima dengan lapang dada.

Memang, sabar sering kali mudah diucapkan di lisan namun berat dipraktekkan, walaupun hasilnya pasti baik dan pahalanya begitu besar:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Az Zumar 10)

Karena sabar itu berat namun pahalanya begitu besar dan efeknya luar biasa, maka Allah Ta’ala melatih anda agar bisa bersabar, yaitu dengan mensyari’atkan puasa.

Ketika anda berpuasa maka anda dilatih bersabar menahan rasa susah dan derita, yaitu rasa dahaga, lapar, lelah dan lainnya, tanpa keluh atau kesah. Anda sadar bahwa rasa lapar, dan dahaga yang anda alami hanyalah sesaat dan pasti segera berlalu, demikian pula dengan segala derita dan kesusahan dunia lainnya, semua itu hanya sementara dan pasti segera berlalu.

Anda juga dilatih untuk bersabar dari melakukan maksiat walaupun ada kesempatan dan andapun merasa aman tiada yang mengetahuinya. Walaupun tidak ada orang yang melihat anda, maka tetap saja anda menahan diri dari makan, minum dan melampiaskan syahwat anda.

Anda menahan diri dari itu semua karena anda sadar bahwa makan dan minum di siang hari di bulan Ramadhan adalah haram. Walau tidak ada orang yang melihat tapi anda sadar bahwa Allah Ta’ala melihat dan mengetahui perbuatan anda.

Sebagaimana anda juga dilatih untuk bersabar menjalankan ketaatan kepada Allah, bangun pagi untuk bersahur, mendirikan sholat tarawih, membaca Al Qur’an, sedekah dan ibadah lainnya yang anda laksanakan di bulan ramadhan ini. Anda melakukan semua itu karena anda mengharapkan pahala dari Allah .

Selain yakin bahwa itu berpahala, anda juga sadar bahwa sebagai amalan itu berguna bagi anda di dunia, semisal makan sahur. Walau malas, ngantuk dan alasan lainya, anda tetap makan sahur agar tidak kelaparan di siang harinya.

Sobat! camkan dan kemudian terapkan ketiga jenis kesabaran di atas dalam setiap sendiri kehidupan anda, niscaya anda menemukan kunci bahagia hidup dunia yang sejati yaitu sabar.

Selamat berjuang menerapkan kesabaran dalam hidup anda.

Ustadz DR Muhammad Arifin Badri MA,  حفظه الله تعالى

Cepat Atau Lambat Engkau Pasti Meninggalkannya…

Sobat, saat ini anda masih bisa menikmati makan, minum dan kenikmatan lainnya. Namun cepat atau lambat semua itu pasti berakhir, dan anda akan menghadap kepada Allah Ta’ala.

Saat ini anda menyantap makanan dan minuman yang lezat sebagai bekal hidup anda di dunia, Namun esok, makanan atau minuman tidak lagi dapat anda bawa sebagai bekal perjalanan anda. Yang dapat anda bawa sebagai bekal perjalanan panda anda adalah pahala rasa lapar dan dahaga yang selama ini anda tahan ketika berpuasa.

Kalau saat ini anda girang karena menikmati lezatnya hidangan makanan dan minuman buka puasa anda, maka esok semoga Anda girang ketika menemukan pahala dahaga dan lapar anda.

Dan saat itu anda akan menyadari bahwa ternyata nikmatnya dahaga dan lapar jauh lebih besar dibanding nikmatnya hidangan buka puasa anda.

Saat itu anda akan sadar bahwa ternyata seberat apapun pengorbanan yang anda lakukan di jalan Allah ternyata tiada sia sia. Semua jerih payah dan rasa letih yang anda jalani penuh dengan keikhlasan dan lapang dada, berbuah manis. Saat itu anda menyadari bahwa rasa dahaga dan lapar anda semasa di dunia ternyata membentengi anda dari siksa neraka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

“Setiap orang yang berpuasa itu pastilah merasakan dua kegirangan: kegirangan di saat ia berbuka puasa, dan kegirangan di saat ia menghadap kepada Tuhan-nya.” (Bukhari dan Muslim)

Semoga esok hari, tatkala raga kita telah berkalang tanah, kita berbahagia dengan pahala puasa kita sebagaimana saat ini raga kita berbahagia tatkala berbuka puasa. Amiin

DR. Muhammad Arifin Badri, MA,  حفظه الله تعالى

Kisah Seteguk Air Di Saat Berbuka..!

Sobat! Setiap kali berbuka, air mineral atau yang sering disebut dengan air putih selalu terasa begitu istimewa bahkan paling menggoda hati anda.

Cleguk, cleguk, haaaah lega, rasa dahaga yang telah sekian jam seakan membakar kerongkongan anda, sekejap sirna.

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

Setiap orang yang berpuasa itu pastilah merasakan dua kegirangan: kegirangan di saat ia berbuka puasa, dan kegirangan di saat ia menghadap kepada Tuhan-nya. (Bukhari dan Muslim)

Akan tetapi setelah malam mulai larut, maka seteko apalagi hanya seteguk air mineral kembali menjadi hal yang biasa, bahkan kembali anda memandangnya dengan sebelah mata anda.
Ternyata, puasa mampu memaksa anda menyadari arti air minum. Kenikmatan yang sering anda lupakan, dan al hamdulillah dengan berpuasa anda kembali menyadarinya.

Sobat, coba anda renungkan sesaat, ternyata selama ini banyak kenikmatan yang belum mampu anda sadari kehadirannya. Andai anda mengalami kondisi serupa di saat berpuasa, tertahan dari menikmati hal hal tersebut, niscaya anda terpaksa menyadarinya.

Udara segar, mata sehat, denyut nadi yang terus berjalan tiada henti, pendengaran, lisan anda, dan masih banyak lagi, betapa sering anda lupakan kehadirannya sebagai nikmat dan karunia ilahi. Haruskah Allah Ta’ala menghalangi anda dari kenikmatan kenikmatan tersebut agar anda dapat menyadari kehadirannya?

Semoga ibadah puasa cukup sebagai teguran bagi anda agar segera bertobat dan menyadari segala kenikmatan yang telah Allah karuniakan kepada anda, jangan sampai anda terlambat menyadarinya. Anda terus hanyut dalam kelalain hingga semuanya hilang atau minimal sejenak Allah menahannya dari anda.

Ya Allah ampunilah dosa dosa hamba-Mu ini yang telah lalai dari sekian banyak kenikmatan yang telah Engkau karuniakan kepada hamba.

DR. Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى

Puasa Perut, Tapi Tidak Puasa Mulut…

Sobat, hari hari ini anda sedang menjalankan puasa, yaitu menahan diri dari makan dan minum, itu wajar, orang lain juga demikian, alias ndak hebat.

Yang hebat tuh, jika selain menahan perut dari makan dan minum, anda juga berhasil menahan mulut anda dari kata kata keji, umpatan, hardikan dan kotor.

Betapa banyak orang yang ketika mulutnya terhalang dari makanan dan minuman ia menggantinya dengan makian dan sumpah serapah. Rasa lapar dan dahaga ternyata sering kali menyebabkan sebagian orang kalap, sehingga mudah mengucapkan umpatan, kata kata keji atau kotor, alias emosinya kacau atau yang disebut dengan bad mood.

Sobat camkan baik-baik, makan dan minum itu semula halal, namun dengan berpuasa anda diwajibkan menahannya, tentu umpatan, makian, kata-kata keji yang sedari awal haram, lebih layak untuk anda tahan mulut anda darinya.
Jangan hanya berjuang menahan mulut anda agar tidak dimasuki oleh makan dan minum, namun anda lupa untuk menahan mulut anda dari umpatan, dan kata kata keji.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ يَوْمَئِذٍ وَلاَ يَسْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى امْرُؤٌ صَائِمٌ

Puasa itu bagaikan perisai, karenanya bila engkau sedang berpuasa, maka janganlah engkau berkata keji, dan jangan pula berteriak-teriak. Bila ada orang yang memakimu atau memusuhimu, maka inspirasilah dirimu dan juga ingatkan dia dengan berkata : “Sesungguhnya saya sedang berpuasa”. (Bukhari dan Muslim)

Selamat menjalankan ibadah puasa semoga benar benar menjadi orang yang bertaqwa.

DR. Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى

Ngapain Sih Pakai Puasa Segala..?

Anda pernah menjalani operasi? Atau paling tidak anda memiliki saudara yang pernah menjalaninya?

Bila pernah, coba diingat kembali kenangan yang pernah anda lalui itu. Mungkin saja dokter yang menangani anda, meminta anda agar berpuasa selama beberapa jam, bahkan kadang kala anda harus berpuasa sampai 8 jam lamanya.
Nah, apakah ketika anda menjalani puasa 8 jam itu terbetik di hati anda harapan mendapat pahala dari Allah, walau hanya sedikit ? Atau mungkin juga pahala dari dokter yang menangani anda ?

Apa yang membedakan puasa itu dengan puasa yang sedang anda amalkan sekarang ini? Puasa yang sedang anda amalkan di bulan ini, begitu besar pahalanya:

(الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ) رواه مسلم

“Shalat lima waktu, shalat jum’at hingga shalat jum’at selanjutnya, dan puasa bulan ramadhan hingga puasa bulan Ramadhan selanjutnya adalah penghapus dosa-dosa yang terjadi diantaranya, selama pelakunya menghindari dosa-dosa besar.” Riwayat Muslim

Bila demikian, apa yang menjadikan puasa di bulan ini memiliki keutamaan yang begitu besar, Sedangkan puasa yang diperintahkan oleh pak dokter, tidak ?
Coba anda renungkan, apa perbedaan antara keduanya ?
Saya yakin, spontan anda akan berkata: Sangat besar perbedaannya. Tapi coba anda mulai menuliskan perbedaan itu di secarik kertas, ada berapa perbedaankah yang berhasil anda tuliskan ?

Ketahuilah saudaraku! semakin banyak jumlah perbedaan yang berhasil anda tuliskan, berarti semakin besar pula pemahaman anda tentang puasa Ramadhan. Dan semakin besar pengetahuan anda semakin besar pula pahala yang –insya Allah- berhasil anda dapatkan darinya.

Sebaliknya, semakin sedikit perbedaan yang berhasil anda sebutkan, maka itu indikasi bahwa pahala puasa anda juga sedikit.

(رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ) رواه أحمد وحسنه الألباني

“Mungkin saja orang yang berpuasa, dari puasanya itu hanya mendapatkan rasa lapar dan haus saja.” Riwayat Ahmad, dan dinyatakan sebagai hadits hasan oleh Al Albani.

Saudaraku! Apakah anda rela bila perjuangan anda bangun pagi makan sahur, selanjutnya menahan lapar dan haus hingga terbenam matahari, sia-sia begitu saja ? Bukan pahala yang anda dapatkan, akan tetapi yang anda dapatkan hanyalah derita lapar dan haus belaka.
Anda tidak ingin petaka itu menimpa anda? Anda ingin tahu kiatnya ?

Temukan jawabannya pada ucapan Abu Bakar bin Abdillah Al Muzani berikut:

مَا فَضَلَ أَبُو بَكْرٍ رضي الله عنه النَّاسَ بِكَثْرَةِ صِيَامٍ وِلاَ صَلاَةٍ، وَلَكِنْ بِشَيْءٍ وَقَرَ فِي صَدْرِهِ

“Tidaklah Abu Bakar radhiallahu ‘anhu berhasil mengungguli orang lain dikarenakan ia lebih banyak berpuasa dan shalat, akan tetapi ia mengungguli mereka dengan sesuatu yang tertanam di dalam dadanya.”

Inilah jawabannya! Isi hati beliaulah yang menjadikannya berhasil mengungguli seluruh umat Islam.
Beliau tidak pernah berpuasa di bulan ramadhan lebih dari satu bulan, dan dalam satu hari juga shalat fardhu yang beliau lakukan hanya lima waktu dan demikian juga lainnya.
Yang membedakan beliau dari lainnya ialah niatnya. Beliau berpuasa sama dengan kita, akan tetapi niat puasa beliau jauh lebih baik dari niat puasa kita.

Sekedar menggambarkan perincian niat para ulama’ maka berikut saya sebutkan beberapa jenis-jenis niat dalam suatu amalan:

1. Niat menjalankan ibadah kepada Allah dengan berpuasa di bulan Ramadhan, dan ini adalah niat yang paling utama dan paling mendasar. Tanpa niat ini amalan anda tidak akan diterima Allah, dan tidak bernilaikan ibadah, bahkan bisa saja puasa anda berubah menjadi amal kemaksiatan.

(قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ) رواه مسلم

“Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi berfirman: Aku adalah Dzat Yang paling tidak membutuhkan kepada persekutuan, karenanya barang siapa yang mengamalkan suatu amalan sedangkan padanya ia menyekutukan Aku dengan selain Aku, niscaya Aku meninggalkannya bersama sekutunya itu.” Riwayat Muslim

Niat inilah yang membedakan antara anda sebagai seorang yang beragama islam dengan orang-orang kafir, atau musyrik.
Walaupun niat jenis ini adalah niat yang paling mendasar dan pokok, akan tetapi niat inilah yang paling sering kita lalaikan.
Sudahkah anda senantiasa menghadirkan niat jenis pertama ini dalam ibadah puasa anda?

2. Niat meneladani Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam ibadah puasanya, atau yang sering disebut dengan ittiba’.
Coba sekarang anda membayangkan, seakan-akan anda
sedang mengamati gerak-gerik dan etika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam selama menjalankan puasa Ramadhan, seakan-akan anda hidup bersama beliau. Apakah perasaan anda kala itu sama dengan perasaan pada hari-hari sebelumnya ?

Niat semacam ini adalah niat kedua yang paling mendasar agar puasa anda bernilai ibadah dan mendatangkan puasa. Walau demikian, ternyata niat semacam ini sering kali terlupakan, bukankah demikian saudaraku ?
Apalah artinya puasa anda bila ternyata anda berpuasa hanya sekedar mengikuti kebiasaan dan perilaku orang lain ?! Berpuasa hanya mengikuti perilaku masyarakat tidaklah ada gunanya di sisi Allah.
Apa yang selama ini anda lakukan, yaitu hanyut dengan perilaku masyarakat tanpa menyadari teladan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam ibadah puasa menjadikan puasa anda tidak bernilai ibadah, Sikap anda itu hanyalah menjadikan puasa anda bernilai tradisi belaka.

عِبَادَاتُ أَهْلِ الغَفْلَةِ عَادَاتٌ

“Amal ibadah orang-orang yang lalai hanyalah bernilaikan adat istiadat.”

Dan perilaku seperti inilah yang dimaksudkan dalam hadits tanya jawab malaikat Mungkar dan Nakir di alam kubur:

(مَا كُنْتَ تَقُولُ فِى هَذَا الرَّجُلِ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم؟ فَيَقُولُ: لاَ أَدْرِى، كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ. فَيُقَالُ: لاَ دَرَيْتَ وَلاَ تَلَيْتَ. ثُمَّ يُضْرَبُ بِمِطْرَقَةٍ مِنْ حَدِيدٍ ضَرْبَةً بَيْنَ أُذُنَيْهِ، فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيهِ إِلاَّ الثَّقَلَيْن) رواه البخاري

“Apa yang dahulu engkau katakan/yakini tentang orang ini, yaitu Muhammad ? Si mayitpun menjawab: Aku tidak tahu, dahulu aku hanya membeo dengan apa yang diyakini oleh masyarakat banyak. Maka dikatakan kepadanya: Engkau tidak tahu dan juga tidak pernah membaca ? Selanjutnya ia dipukul dengan palu dari besi tepat di tengah-tengah antara ke dua telinganya, sehingga menjadikannya kesakitan dan menjerit dengan jeritan yang dapat didengarkan oleh seluruh yang ada di sekitarnya selain jin dan manusia.” Riwayat Bukhary.
Apakah anda rela tergolong ke dalam orang-orang yang dikisahkan dalam hadits ini ? Tentu tidak.

3. Niat menjalankan kewajiban atau rukun Islam. Niat inilah yang biasanya disebut-sebut oleh para da’i dan penceramah pada setiap bulan ramadhan. Niat jenis ini hanya berfungsi sebagai syarat sah atau tidaknya puasa anda. Niat ini hanya bertujuan menggugurkan kewajiban belaka, akan tetapi niat ini, bila tidak disertai oleh kedua niat di atas, tidak cukup untuk mendatangkan pahala di sisi Allah.

4. Niat mendahulukan keridhaan Allah daripada kesenangan pribadi.
Betapa tidak, ketika anda berpuasa, anda meninggalkan berbagai hal yang anda cintai, makan, minum, bergaul dengna istri, semuanya anda tinggalkan karena mendahulukan perintah Allah. Semua hal yang anda cintai itu, dengan hati yang tulus anda tinggalkan hanya karena mencari keridhaan Allah semata.

(يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِى) متفق عليه

“Orang yang berpuasa meninggalkan makanan, minuman, dan syahwatnya hanya karena Aku.” Muttafaqun ‘alaih

Bila anda telah kuasa mendahulukan keridhaan Allah dibanding nafsu anda, maka itulah sejatinya takwa. Dengan senantiasa mendahulukan ridha Allah dibanding seruan nafsu, maka anda sedikit demi sedikit dapat merasakan manisnya iman.

(ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ) متفق عليه

“Tiga hal, barang siapa yang ketiganya ada pada dirinya, niscaya ia akan mendapatkan/merasakan manisnya keimanan (ketiga hal itu ialah):
– Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain keduanya, dan
– ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya melainkan karena Allah, dan
– ia membenci untuk kembali kepada kekufuran setelah ia diselamatkan Allah darinya, bagaikan kebenciannya bila hendak dicampakkan ke dalam api.” (Muttafaqun ‘alaih).

Niat ini adalah niat yang sangat tinggi, dan mungkin saja untuk saat ini, niat ini terasa begitu berat untuk kita miliki. Tidak heran, bila kita senantiasa merasa tidak sabar untuk segera berbuka puasa, dan bahkan sekedar matahari terbenam, balas dendam dan pelampiasan diri segera kita lancarkan. Makan dan minum sebanyak-banyaknya, sampai terasa susah untuk berdiri ? Bukankah demikian ?

5. Sebagai upaya membangun benteng pelindung dari sengatan api neraka.
Pada kesempatan yang lalu saya telah menyebutkan bahwa diantara manfaat dan tujuan ibadah puasa ialah menebus benteng atau perisai yang dapat melindungi diri anda dari sengatan panas api neraka.

(الصِّيَامُ جُنَّةٌ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ ، مَرَّتَيْنِ) رواه البخاري

“Puasa adalah perisai, maka orang yang sedang berpuasa hendaknya tidak berkata-kata keji dan berperilaku layaknya orang-orang bodoh (semisal berteriak-teriak-pen). Dan bila ada seseorang yang memerangi atau mencacinya, hendaknya ia membela diri dengan berkata: sesungguhnya aku sedang berpuasa, 2 kali”. Riwayat Bukhari

Dan pada riwayat lain Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(مَنْ صَامَ يَوْمًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا) متفق عليه

“Barang siapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, niscaya Allah akan menjauhkan dirinya dari api neraka sejauh perjalanan 70 tahun.” Muttafaqun ‘alaih

Pernahkah, harapan semacam ini terbetik dalam hati anda selama anda menjalankan ibadah puasa?
Dan masih banyak lagi niat dan harapan yang seyogyanya anda miliki, agar puasa anda semakin sempurna dan pahala yang anda perolehpun semakin besar.

Apa yang saya paparkan di sini hanyalah sekedar upaya saya mengingatkan anda untuk lebih banyak mengkaji berbagai rahasia dan hikmah yang tersimpan di balik ibadah puasa anda.
Semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan kerahmatan dan ilmu yang bermanfaat kepada anda, sehingga anda berhasil menggapai kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Amiin

Wallahu a’alam bisshawab.

DR. Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى