Category Archives: Muhammad Arifin Badri

Ada Apa Dengan UJUB…

Perbanyak ucapan LAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH…
.
Kalimat “laa hawla wa laa quwwata illa billah” adalah kalimat yang berisi penyerahan diri dalam segala urusan kepada Allah Ta’ala. HAMBA TIDAKLAH BISA BERBUAT APA-APA DAN TIDAK BISA MENOLAK SESUATU, JUGA TIDAK BISA MEMILIKI SESUATU SELAIN KEHENDAK ALLAH.
.
Ada ulama yang menafsirkan kalimat tersebut, “Tidak ada kuasa bagi hamba untuk menolak kejelekan dan tidak ada kekuatan untuk meraih kebaikan selain dengan kuasa Allah.
.
Ulama lain menafsirkan, “Tidak ada usaha, kekuatan dan upaya selain dengan kehendak Allah.”
.
Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata,

لا حول عن معصية الله إلا بعصمته، ولا قوة على طاعته إلا بمعونته

Tidak ada daya untuk menghindarkan diri dari maksiat selain dengan perlindugan dari Allah. Tidak ada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan selain dengan pertolongan Allah.”
.
Imam Nawawi menyebutkan berbagai tafsiran di atas dalam Syarh Shahih Muslim dan beliau katakan, “Semua tafsiran tersebut hampir sama maknanya.”
.
(Syarh Shahih Muslim, 17: 26-27)
.
Semoga lisan ini selalu diberi taufik oleh Allah untuk selalu basah dengan dzikir kepada Allah.
.
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal,  حفظه الله تعالى

Ada Berapa Hari Dalam Hidup Anda..?

Anda bisa saja berkata beribu ribu hari, namun sejatinya bila anda pikirkan lebih seksama, hanya ada 3 hari dalam hidup anda di dunia ini:

1. Hari yang telah berlalu dan tidak akan pernah kembali.
2. Hari ini, yang bila tidak anda manfaatkan sebaik mungkin, niscaya akan segera berlalu.
3. Hari esok, yang belum tentu datang.

Bagaimana sobat?

Masihkah anda terbuai sehingga menyia-nyiakan hari ini sehingga menunda taubat dari dosa atau mengakhirkan ibadah hingga hari esok, yang belum tentu datang ?

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Tidak Bermaksiat Namun Tetap Saja Berlumuran Dosa…

Bisa jadi selama ini anda mengira bahwa dosa itu hanya karena melakukan kemaksiatan semisal Zina, mencuri, menipu atau yang serupa.

Saudaraku ketahuilah bahwa dosa itu bisa saja karena anda berbuat maksiat seperti di atas, namun juga bisa karena anda lalai dari menjalankan sebagian kewajiban secara seutuhnya.

Walau anda sholat, namun bisa jadi anda berdosa karena sholat anda yaitu ketika Anda lalai dari memenuhi berbagai rukun dan kewajiban sholat, semisal khusyuk dan tumakninahnya.

Bila selama ini anda sadar untuk memohon ampunan kepada Allah dengan beristighfar dan bertaubat dari perbuatan dosa semisal mengadu-domba, hasad, iri dan dengki, maka sudahkah anda sadar untuk memohon ampunan kepada Allah dari dosa melalaikan kesempurnaan sholat Anda ?

Bila anda berupaya untuk membentengi diri dari perbuatan zina, namun sudahkah Anda melakukan hal yang serupa Dari dosa melalaikan hak-hak istri atau suami anda ?

Pendek kata, bisa jadi saat ini walau bulan Ramadhan telah berlalu, namun bisa jadi anda masih saja berlumuran dengan dosa. Bukan dosa berzina, minum khomer atau berjudi, tetapi dosa karena anda telah berleha-leha dari menyempurnakan ibadah puasa Anda.

Karenanya, sepatutnya anda memperbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah karena gagal mencapai kesempurnaan ibadah puasa anda.

Wallahu Taala a’alam bisshawab.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Beribadah Malah Masuk Neraka…

Imam Said bin Musayyib berkata: 
“Seorang manusia bisa saja mengamalkan kebaikan namun malah masuk neraka kerenanya.

Sebaliknya bisa jadi ia mengamalkan kejelekan namun malah masuk surga dengannya.

Penjelasannya: dia berbuat kebaikan namun terus ia mengingat ingat dan membanggakannya, sehingga ia dijankiti rasa sombong dan akhirnya masuk neraka.

Sebaliknya bisa jadi ia mengerjakan dosa namun dosa itu terus ia ingat dan sesali sehingga ia tiada henti memohon ampunan dan bertaubat darinya, hingga akhirnya ia masuk surga.”

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى 

Jelek dan Buruk…

Jelek dan buruk, sering kali karena warna kaca mata anda.

Kerikil, bila dianggap dapat menggelincirkan kaki maka itu negatif namun bila dianggap bisa jadi bahan bangunan maka jadi berharga.

Sarung bila dipandang sebagai perlengkapan sholat maka bagus namun bila dipandang sebagai pakaian santai atau bahkan tidur maka jadi buruk bila dikenakan di kantor.

Punya istri itu positif dan menyenangkan namun bila dipandang dari cerewet, bawel, suka cemburu, dan nanti di hari qiyamat akan menuntut seluruh haknya maka menakutkan.

Harta bila dipandang sebagai fitnah dan penyebab anda terlali (*) dari akhirat maka buruk, namun bila dipandang banyak manfaat termasuk untuk bersedekah, biaya ibadah dan lainnya maka wooow sekali.

Makanya jangan hobi pakai kaca mata kuda apalagi berwarna hitam, biasakan menilai dari banyak dimensi agar bisa obyektif, mampu menimbang, mana yang lebih dominan baiknya atau buruknya.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى.

(*) terlupa

Lisanmu Adalah Pintu Hatimu…

Sobat! Bila hatimu dipenuhi dengan wewangian, niscaya dari lisanmu akan terpancar kata kata yang semerbak wangi sehingga memikat hati setiap orang yang mendengarnya

Namun bila hatimu memendam kebencian, atau telah digerogoti belatung kesombongan, niscaya yang tersebar oleh lisanmu adalah aroma busuk kata kata keji, tuduhan, dan permusuhan walau anda mengaku sedang memancarkan aroma kasturi.

Ingat sobat, saudaramu memiliki hidung sendiri sendiri, mereka mencium dengan hidungnya sendiri bukan dengan hidung anda.

Mereka mencerna ucapan anda dengan nalarnya sendiri bukan dengan nalar anda yang bisa jadi telah dipenuhi oleh rasa percaya diri yang kelewat batas.

Sobat! karena itu biasakan untuk mendengar komentar dan penilaian orang lain, walau terasa pedas, pahit dan menyakitkan. Biasanya penciuman mereka lebih tajam dibanding penciuman anda sendiri. Mata mereka lebih tajam melihat kesalahan anda dibanding penglihatan mata anda sendiri.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Sejarah Kelam Dari Sikap Fanatisme…

Contoh nyata dalam sejarah adanya praktek hizbiyah antara murid bukan antara pengikut organisasi.

Pada tahun 489 H di daerah Khurasan terjadi kekacauan antara pengikut Mazhab Syafi’i dengan pengikut Mazhab Hanafi.

Biangnya adalah karena ada seorang tokoh penganut Mazhab Hanafi yang bernama : Mansur bin Muhammad As Sam’any yang semula bermazhab Hanafi secara terang-terangan mendeklarasikan perpindahan mazhab, dari Hanafi kepada Syafi’i. Deklarasi ini disampaikan secara terbuka dihadapan tokoh tokoh dari kedua mazhab.

Deklarasi beliau ini memancing ketegangan yang sangat parah antara penganut dua mazhab.

Pada tahun 573 H para penganut mazhab Hambali melarang penguburan seorang Khatib Masjid Jami’ Al Mansur yang bernama Muhammad bin Abdullah di pekuburan Imam Ahmad bin Hambal, hanya karena dia seorang penganut mazhab Syafi’i dan bukan Hambali

SIkap para penganut mazhab Hambali ini memancing ketegangan antara penganut dua mazhab.

Pada tahun 560 H, terjadi pertumpahan darah selama 8 hari, antara penganut mazhab Syafi’i dengan penganut mazhab lain di kota Asbahan

Pada tahun 582 H, kembali terjadi ketegangan antara penganut mazhab Hanafi dengan penganut mazhab Syafi’i di kota Asbahan, yang mengakibatkan tejadinya pertumpahan darah, penjarahan dan berbagai kerusakan lainnya.

Dan masih banyak sejarah kelam dari sikap sikap fanatisme antara sesama ummat Islam.

Kesimpulannya, fanatisme itu adalah sikap dan perilaku bukan produk atau merek atau label. Jadi walaupun anda tidak bermerek dan tidak berlabel, namun sikap dan perilaku anda ekstrim, dan dalil anda hanya “pokoknya” atau “yang penting” atau “bondo nekad“, maka itulah fanatisme atau ashobiyah.

La antara hidung mancung dengan hidung pesek saja terjadi fanatisme, antara kulit putih dengan kulit hitam juga terjadi fanatisme, kok kini ada upaya sadar mengalihkan isu atau menyempitkan pemahaman.

Di saat Haji Wada’ Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mendeklarasikan perang terhadap fanatisme, terhadap segala sesuatu (eh kala itu belum ada organisasi) termasuk terhadap aspek “mancung dan pesek, putih dan hitam,“.

Simak deklarasi beliau berikut ini:

وعن أبي نضرة قال: «حدثني من سمع خطبة النبي صلى الله عليه وسلم في وسط أيام التشريق فقال: ” يا أيها الناس، إن ربكم واحد وأباكم واحد، ألا لا فضل لعربي على عجمي، ولا لعجمي على عربي، ولا أسود على أحمر، ولا أحمر على أسود إلا بالتقوى، أبلغت؟ “. قالوا: بلغ رسول الله صلى الله عليه وسلم.

Abu Nadhrah telah menceritakan kepadaku orang yang mendengar langsung khutbah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditengah-tengah hari tasyriq, beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu (maksudnya Nabi Adam). Ingatlah. Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang Ajam (non-Arab) dan bagi orang ajam atas orang Arab, tidak ada kelebihan bagi orang berkulit putih kemerahan atas orang berkulit hitam legam, bagi orang berkulit hitam legam atas orang berkulit putih kemerahan kecuali dengan ketakwaan. Apa aku sudah menyampaikan ?” mereka menjawab: Iya, benar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan.” (Ahmad dan lainnya)

Semoga mencerahkan, dan tidak ada lagi upaya sadar atau tidak sadar untuk mendangkalkan arti fanatisme atau ashobiyah atau hizbiyah.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Obat Ngantuk Paling Tok Cer…

Sobat, pernahkah anda merasa susah tidur ? bolak kanan balik kiri, toh mata tetap mendolo, susah dipejamkan, dan kalaupun dipejam pejamkan tetap saja gagal tidur ?

Bila kondisi ini berkepanjangan, kemungkinan besar anda mulai kawatir, was was, jangan jangan anda sedang menderita sakit.

Sebaliknya, pernahkah anda merasa mengantuk terus menerus, walau sudah tidur, mata seakan terkena lem, susah dibuka dan badan terasa lemah, maunya tidur terus.

Bila kondisi ini berkepanjangan, kemungkinan besar anda mulai kawatir, was was, jangan jangan anda sedang menderita sakit.

Apa yang anda lakukan saat itu ? minum secangkir kopi ? atau membasuh muka ? atau minum obat kuat alias suplemen agar kembali supermen ? atau mendatangi seorang dokter atau minimal tenaga medis untuk mendapatkan pengobatan ?

Apapun yang anda lakukan, maka sejatinya kondisi tersebut membuktikan bahwa anda adalah manusia lemah, susah tidur merasa bermasalah, selalu mudah tidur bahkan selalu ingin tidur juga masalah.

Itulah diri anda seorang manusia, semua itu bisa jadi cara Allah Ta’ala meruntuhkan keangkuhan anda yang tiada pernah anda sadari. Ngantuk adalah salah satu peluruh kerasnya kepala anda, angkuhnya sikap anda dan busungnya dada anda.

Sekedar kerja lembur sepekan berturut turut saja, anda akan dilanda kantur yang luar biasa, bagaimana bila setiap hari anda kerja lembur, tanpa tidur sama sekali, niscaya tidak akan lama lagi anda akan roboh karena tak kuasa melawan kantuk dan tidur

Sobat! sadarilah, bahwa hanya Allah Ta’ala yang tidak pernah merasa ngantuk apalagi tidur; simak Firman Allah Ta’ala berikut:

اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi.” (Al Baqarah 255)

Karena itu jangan pernah lelah untuk berkata : Subhanallahu wa bihamdihi (Maha Suci Allah dengan segala pujian atas kesempurnaan-Nya).

Jadi obat ngantuk yang paling tok cer apa dong ? obatnya ya tidur tentunya, karena anda adalah manusia sedangkan hanya Allah yang tidak perlu untuk tidur.

Makanya setiap kali ngantuk sadarilah bahwa anda manusia yang lemah sedangkan Allah-lah yang Maha Sempurna.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Kunci Mudah Hidup Bahagia…

Anda sedang sakit ? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja juga pernah sakit parah.

Anda disakiti orang lain ? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja berkali kali disakiti orang lain.

Anda kesusahan dalam urusan ekonomi ? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja juga berkali kali kesusahan dalam ekonomi sampai sampai di suatu saat selama 3 bulan berturut-turut tidak ada yang dimasak di rumahnya.

Anda dimusuhi orang ? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja banyak yang memusuhi beliau

Anda takut bahwa suatu saat anda mati ? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja telah mendahului anda meninggal dunia.

Sobat apapun musibah yang anda takutkan, atau menjadikan anda galau, maka sejatinya musibah yang serupa atau bahkan lebih berat darinya pernah dialami oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, semua itu hanyalah perjalanan hidup di dunia, yang ujung ujungnya hanya ada satu, yaitu mati lalu menghadap kepada Ilahi, dan selanjutnya hanya ada dua pilihan :

SURGA…

Atau

NERAKA…

Sobat! Renungkan ayat berikut:

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ (30) ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِندَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ (31)

Sesungguhnya engkau akan mati dan merekapun juga akan mati, dan selanjutnya kalan semua pada hari qiyamat akan saling menuntut (di hadapan Allah)” ( surat Az Zumar 30-31)

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA,  حفظه الله تعالى.

Rasanya Tuh Gitu, Makanya…

Orang yang terlahir dalam kondisi kaya, sering kali tidak bisa memahami bagaimana perasaan orang miskin, akibatnya ia begitu mudah terpleset di jurang kemiskinan.

Orang yang terlahir dalam dalam kondisi muslim, sering kali kurang mampu memahami bagaimana cara berpikir dan derita orang kafir, akibatnya ia sering lengah dan tanpa disadari telah terjerumus dalam kekufuran.

Orang yang terlahir dalam kondisi aman, sering kali kurang bisa memahami bagaimana susahnya hidup di negri yang kacau balau, sehingga ia begitu mudahnya membuat kegaduhan.

Dan demikan seterusnya.

Kenapa semua itu bisa terjadi ?

Itu semua terjadi karena kebodohan dan kerdilnya akal manusia. Manusia sering kali hanya berpikir searah, terlebih yang sesuai dengan kenyamanannya. Namun anehnya, kenyamanan yang ia rasakan bila berkepanjangan sering kali dianggap membosankan, dan akhirnya coba coba atau penasaran, atau kurang peduli, bahkan dianggapnya tiada artinya alias remeh.

Akal manusia sering kali butuh pembanding untuk bisa memahami hakekat dan nilai setiap urusan.

Anda baru menyadari arti istri anda di saat dia sakit atau safar atau bahkan setelah anda mengusirnya pulang ke rumah orang tuanya.

Anda baru bisa memahami arti kesehatan bila anda telah menderita sakit.

Anda bisa menghargai teman bila sedang dalam kesepian.

Sebaliknya, Anda bisa saja merindukan hadirnya kesepian bila anda sedang pusing dengan kesibukan apalagi merasa dibuat repot oleh banyaknya teman.

Anda bisa merasakan nikmatnya hidup menjomblo bila sedang puyeng diuprak uprak oleh istri atau dicerewetinya.

Jadi sebenarnya hadirnya teman, istri, dan lainnya, itu nikmat atau petaka ya?

Bingung…….

?? Ya, itulah dunia, semu dan sementara, nikmat hanya terasa sementara dan deritapun sejatinya juga sementara, hanya akhirat yang kekal.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى