Category Archives: Muhammad Arifin Badri

Wanita-Wanita Bengis…

Lelaki bengis, kejam, ndak berperasaan itu banyak, namun wanita kejam, bengis dan tidak berperasaan itu langka.

Itu dulu, tapi kini sebaliknya, jumlah wanita bengis lebih banyak dibanding pria. Kini lelaki yang tega menyiksa wanita lebih sedikit dibanding wanita yang berdarah dingin tega menyiksa pria.

Kalaupun kini ada pria bengis yang tega menyiksa wanita, maka itu paling-paling seorang pria menyiksa seorang wanita. Namun tidak demikian dengan wanita bengis, seringkali korbannya lebih dari satu orang pria.

Wanita yang memamerkan pahanya yang mulus, tubuhnya yang indah, wajahnya yang cantik rupawan, jalannya yang melenggak lenggok, terbukti telah menyiksa banyak lelaki, bukan hanya di dunia, namun hingga di akhirat. Setiap lelaki yang memandangnya, sengaja atau tidak pasti merasakan siksaannya, sampaipun orang yang sholeh, ia harus berjuang melawan setan dan nafsunya agar bisa menundukkan pandangannya, apalagi lelaki yang mengumbar matanya, tersiksa di dunia hingga di akhirat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

صنفان من أهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ونساء كاسيات عاريات مميلات مائلات رءوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا

“Dua golongan orang calon penghuni neraka yang belum pernah aku melihatnya:
Sekelompok orang yang membawa cambuk menyerupai ekor sapi yang terus menerus mencambuk-cambuk orang lain. Dan wanita berpakaian namun telanjang, berlenggak lenggok sehingga menggoda lelaki, kepala mereka bagaikan punuk onta, mereka tidak akan masuk surga dan tidak pula dapat mencium aromanya, padahal aroma surga dapat tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian.”
(Muslim)

Saudariku, kasihanilah diri anda dan saudara-saudara anda, jangan siksa mereka dan jaga kehormatan diri anda, jangan sampai paha ayam lebih tertutup dibanding paha anda.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Tambah Sedikit Kesabaranmu…

Ustadz! Sedikit tambah kesabaranmu.

Di luar sana darah umat Islam begitu murah, dan sejarah perjuangan Islam di negri kita juga membuktikan betapa sering Islam dan ummatnya dikorbankan demi kepentingan beberapa gelintir orang.

Hari-hari ini satu demu satu pembenci Islam baik dari dalam maupun luar, mulai mencabikkan kuku tajamnya ke tubuh ummat Islam.

Mengapa kok masih saja kita mengasah kuku kita untuk saudara sendiri yang jelas-jelas teman sejalan dan sebarisan?

Belumkah tiba saatnya untuk kita lebih bisa bersabar menghadapi kekurangan saudara kita sendiri ? Bersabar bukan berarti tutup mata atau membisu seribu bahasa.

Tambah bersabar berarti menasehati dengan cara yang lebih lunak dan dengan penuh ketulusan.

Di saat ini kebersamaan kita sangat dibutuhkan, jangan sampai semangat anda yang kurang kontrol menjadi bagian dari alat lawan untuk menghancurkan ummat Islam.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى 

Benarkah Masa Depan Islam Ada Di Tangan Indonesia..?

Beberapa tahun silam saya mendengar satu analisa dari seorang tokoh agama, politik dan sekaligus juga akademis. Katanya kejayaan Islam di masa depan ada di tangan ummat Islam Nusantara. Berikut beberapa alasan dari kesimpulannya: tersebut:
1. Jumlah ummat islam Indonesia yang terbesar di dunia.
2. Sumber daya alam Indonesia.
3. Semaraknya kebangkitan ummat Islam di Indonesia.
4. Carut marutnya ummat Islam di timur tengah.
5. Karakter ketimuran bangsa Indonesia yang lebih dekat kepada Islam dibanding karakter orang arab atau lainnya.
6. Dll.

Sejak pertama dengar sampai saat ini, kok saya terus merasa janggal dengan kesimpulan ini, mengingat beberapa hal berikut:
1. Dua kota suci Islam.
2. Kiblat Islam bukan di indonesia.
3. Bahasa Islam bukan bahasa indonesia.
4. Fakta sejarah, setiap kali ummat Islam sampai pada titik paling nadir dari kekalahan, selalu saja kebangkitan dan pertolongan Allah Ta’ala datang di tengah-tengah negri Arab.

Sebut saja misalnya perang salib, pasukan Mesir-lah yang berhasil mengusir dan memukul mundur pasukan salib dari negri-negri Islam.

Pasukan Tar tar, juga kekuatan dari Mesir yang berhasil memukul mundur mereka hingga kembali ke kandangnya.

Dan sampai saat ini pusat-pusat pendidikan ilmu Islam yang ada di negri-negri Arab. Kiblat ummat Islam juga masih tetap di sana, sebut saja saudara-saudara KAUM KONSERVATIF, apalagi yang anti TBC dengan berbagai organisasi atau sebutannya, tetap saja berkiblatnya juga ke ulama’ Arab, baik yang di Yaman, Mesir, ataupun di Mekkah, Madinah dan negri-negri Arab lainnya.

5. Bahasa Arab yang merupakan bahasa Al Qur’an, As sunnah dan kitab-kitab para ulama’, menuntut semua ummat Islam untuk berbahasa arab bukan berbahasa indonesia.

6. Apalagi jauh jauh hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ، كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا»

Sesungguhnya iman pastilah kembali ke kota Madinah, sebagaimana ular yang pasti kembali ke lubang persembunyiannya. (Bukhari & Muslim)

7. Apalagi bila anda ingat hadits-hadits tentang Dajjal yang akan melintasi semua negri kecuali kota Madinah.

8. Dan hadits-hadits tentang Imam Mahdi-pun mengisyaratkan bahwa beliau adalah salah seorang keturunan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan bukan dari keturunan Indonesia.

9. Pertempuran terakhir ummat Islam melawan kaum Yahudi terjadi bukan di Indonesia namun di negri Arab, tepatnya di negri Syam, dan masih banyak lagi alasan lainnya.

10. Keislaman Nusantara belum pernah mengungguli keislaman yang ada di negri negri Arab.

Mungkinkah analisa bahwa pemimpin Islam di masa depan adalah bangsa Indonesia bagian dari upaya menjauhkan Ummat Islam nusantara agar tidak lagi berkiblat ke ulama’ ulama’ arab, namun berkiblat ke ulama’ ulama’ lokal?

Ataukah bagian dari upaya untuk mengotak ngotakkan ummat islam, menjadi Islam nusantara, Islam Arab, Islam India dan lainnya? Seharusnya kalau berbicara kejayaan Islam, ya tidak perlu bawa bawa kesukuan, atau ras atau golongan atau lainnya. Sekali Islam ya Islam, tidak lagi perduli dengan suku, negri atau kelompok.

Bagaimana menurut anda ?

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى 

Istri Anda Tuh Dulunya Cantik Sekali, Namun Kini …

Sobat, dulu sebelum menikah, anda percaya bahwa wanita yang kini telah menjadi istri anda adalah wanita yang sangat cantik, sampai-sampai anda ndak kuasa untuk menahan rasa cinta kepadanya, lalu anda meminangnya dan akhirnya anda menikahinya.

Namun setelah pernikahan yang menyatukan anda dengannya berlalu beberapa saat, bisa jadi kini anda merasa istri anda ternyata biasa-biasa saja. Bahkan ada beberapa orang yang merasa salah pilih istri, karena kini ia sadar bahwa istri tetangga ternyata lebih cantik dibanding istrinya.

Sobat! Tahukah anda bahwa sebenarnya anda tidak salah pilih, dan istri anda tetap saja yang tercantik bagi anda, hanya saja arah hembusan angin setan telah berbalik arah.

Kemarin semasa dia masih haram untuk anda sentuh karena belum menikah, setan dengan kencang menghembuskan bisikan dan godaan agar anda segera menjamahnya. Namun kini setelah ia halal untuk anda, setan merubah arah hembusannya, setan berusaha meniup badai kekecewaan, persengketaan, dan kebencian agar anda bercerai darinya. Karena itu dahulu ilmu sihir terkuat yang ada di zaman Nabi Sulaiman ‘alaihissalam ialah sihir untuk memisahkan suami dari istrinya.

Kemaren setan bangga bila anda kumpul kebo sebelum nikah, sedangkan kini setan bahagia bila anda cekcok apalagi bila anda bercerai menghancurkan istana rumah tangga anda, baik melalui isu hijaunya daun milik tetangga atau dengan layu dan menguningnya daun anda sendiri.

Karenanya, setelah anda berkeluarga pandai-pandailah mengenali kelebihan dan pengorbanan istri anda, agar cinta terus bersemi di dalam rumah tangga anda. Sebagaimana pandai-pandailah menyadari kesalahan atau kekurangan diri anda, agar anda bertambah sadar betapa tabahnya istri anda menerima anda sebagai suaminya.

Selamat mencoba resep rumah tangga bahagia ini.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Cinta Merubah Cita Rasa dan Bisa Juga Merusak Cita Rasa…

Siapapun kalau sedang marah atau dirundung cinta, biasanya berkurang nalar dan daya pikirnya.

Sampaipun seorang ulama’ besar ahli berijtihad, sehingga diangkat sebagai qhaddhy/hakim, bila sedang marah, dilarang memimpin persidangan, karena potensi besar salah analisa dan memahami kasus dan akhirnya salah memutuskan.

Dan orang yang sedang hanyut dalam rasa girang bisa saja mengalami kondisi serupa, salah ucap sampai- sampai kalaupun berdoa bisa salah berkata: Ya Allah, Engkau adalah hambaku, sedangkan aku adalah tuhan-Mu.

Karenanya waspadalah di saat anda sedang hanyut dalam perasaan, amarah, cinta, kecewa, atau duka. Jangan sampai badai perasaan membuat keputusan, sikap atau ucapan anda menyimpang.

Sebelum bertindak atau menilai suatu urusan, penting bagi anda untuk memastikan bahwa perasaan anda berada di bawah kontrol nalar dan akal sehat anda.

Dahulu salah seorang guru saya sering mengingatkan hal ini dengan berkata : kalau sudah cinta, kotoran kucingpun bisa terasa bagaikan coklat.

Petuah ini sebenarnya sejalan dengan satu riwayat :
حبك الشيء يعمي ويصم

Cintamu pada sesuatu menyebabkan dirimu buta dan tuli.

Karenanya kalau buat komentar jangan sambil marah marah, seakan komentarnya saja ngepulkan asap, he he he, santai aja lagi.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Kabar Gembira: BBM Turun….Namun Rejeki Anda Lebih Jauh Menurun, Gimana..?

Sobat! Mana yang lebih baik bagi anda; harga BBM menurun, namun ternyata rejeki anda juga turut turun dan bahkan lebih jauh turun, hingga anda kesusahan beli BBM walau hanya Rp. 1.000 per liternya.

Atau

Rejeki anda terus menaik, sehingga walaupun BBM Rp.15.000, anda tetap saja enjoy, tanpa pernah risau dengan harga BBM yang terus dikerek dan dikerek?

Atau

Rejeki anda tetap alias tiada nambah dan tiada kurang sedangkan harga BBM juga tetap tidak naik dan tidak turun?

Menurut logika anda, lebih baik fokus pada urusan naiknya BBM atau naiknya rejeki anda?

Berdoa meminta naik dan lapangnya rejeki anda atau turunnya harga BBM?

Sobat! Tahukah ada bahwa Allah Ta’ala senantiasa kuasa mewujudkan praduga atau harapan anda. Sebagaimana anda praduga dan harapan anda, maka seperti itu pula yang akan Allah wujudkan pada diri anda.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah berfirman:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي فَلْيَظُنَّ بِي مَا شَاءَ 

Aku kuasa mewujudkan pada diri hamba-Ku apa saja yang dia harapkan dari-Ku, karenanya silahkan ia membuat harapan dari-Ku apa saja yang ia mau. (Ahmad dan lainnya)

Kalau saya sih, sederhana; saya mengharap rejeki saya tuh pas banget,
giliran mau beli rumah pas ada rejeki,
mau Umrah pas saja ada rejekinya,
giliran mau beli mobil baru pas saja rejekinya datang,
giliran mau belanja kebutuhan, pas saja dengan datangnya rejeki,
mau beli BBM, juga pas banget ada uangnya,
pokoknya paas banget gitu.

Jadi saya males mikir naik turunnya BBM, saya lebih milih untuk menyusun iman dan doa kepada Allah agar rejeki saya selalu pas dengan kebutuhan saya. Amiin.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى 

Walapun Biaya Naik…

Walau BBM naik, CABE naik, TD Listrik naik, STNK naik, tapi tenang sobat, hujan tetap saja turun.
Jadi lebih baik menikmati hujan turun daripada meratapi BBM dan lainnya yang naik.

Percaya deh, kalau anda meminta kenaikan rejeki anda kepada Allah Pemilik segala rejeki, akan lebih tentram di hati dibanding meratapi kenaikan kenaikan yang terjadi.
Menggantungkan harapan agar Allah menaikkan rejeki anda lebih realistis dibanding menuntut siapapun untuk menurunkan harga berbagai komoditi di atas.

Daripada waktu dan energi habis untuk diskusi dan meratapi kenaikan tentu lebih bijak bila anda menghabiskannya untuk mendekatkan diri dan memohon tambahan rejeki kepada Allah Ta’ala. Simak janji Allah Ta’ala:

ان الذين تعبدون من دون الله لا يملكون لكم رزقا فابتغوا عند الله الرزق واعبدوه واشكروا له

“Sesungguhnya yang kalian sembah selain Allah tiada memiliki rejeki untuk kalian, karena itu mintalah rejeki kepada Allah, sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya.” ( al Ankabut 17)

Gimana sobat, mau marah-marah mengumpat pemerintah yang menaikkan dan hasilnya hanya kekecewaan, atau milih berdo’a dan fokus beribadah kepada pemilik rejeki yang kuasa menaikkan dan bahkan melipatgandakan rejeki anda ?

Hayo , pilih sendiri, menunya prasmanan kok, asal tahu saja resiko pilihan anda.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى
Status di saat menjadi korban delay penerbangan dan hujan deras di bandara Pangkalpinang ( 8 Januari 2017 )

Mimpi Itu Beda Dari Kenyataan…

Anda bisa saja bermimpi atau menyusun cita cita atau harapan dan rencana sesuka hati anda. Namun fakta dan realita seringkali tidak sesuai dengan impian dan harapan anda. Fakta bisa jadi pahit bukan manis, namun bisa pula lebih manis dari impian anda.

Bila demikian, apakah yang salah? Salah impian anda atau salah faktanya?
Dan layakkah anda menyesali impian atau bahkan menyalahkan impian anda?

Sobat, saya yakin di saat anda menyusun impian, anda telah berusaha untuk menyusun impian yang terindah. Namun Sadari pula bahwa tatkala Fakta telah menjadi kenyataan, maka itu adalah pilihan Allah Ta’ala yang terbaik untuk anda.

Karena itu, sebagaimana kemarin anda belajar dan berusaha menyusun impian terbaik, maka kini sudah saatnya anda belajar dan berusaha menumbuhkan keyakinan bahwa Allah Ta’ala juga telah memilihkan yang terbaik untuk anda.

Susah memang, namun percayalaah bahwa itu lebih mudah dibanding menyusun impian terbaik anda. Hanya butuh satu hal, yaitu :PERCAYA, alias IMAN bahwa Allah lebih sayang kepada anda dibanding diri anda sendiri.

Karena itu betapa sering anda menyusun rencana yang akhirnya terbukti membawa petaka untuk anda sendiri. Dan betapa sering pula anda mencampakkan kebaikan dari diri anda.

Namun Allah Ta’ala tiada pernah mendatangkan kejelekan untuk anda bahkan memaafkan, dan Allah juga tiada pernah menghalangi kebaikan dari diri anda. Andalah sejatinya yang selama ini sering menutup pintu pintu kebaikan dari diri anda sendiri.

Disebutkan dalam sebagian riwayat :

ان الرجل ليحرم الرزق بالذنب يصيبه

Bisa jadi seseorang terhalang dari jatah rizkinya akibat dosa yang ia lakukan.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Tahun Baru, Apa Salahnya..?

Malam pergantian tahun terutama 00.00 adalah momentum yang istimewa bagi banyak orang, dan bisa jadi anda salah satunya. Kehadiran 00.00 pada malam ini begitu anda nati nantikan, namun ijinkan saya saat ini bertanya: sebenarnya apa yang anda dapatkan pada saat tersebut?

Uang anda bertambah? Usaha anda jadi sukses? Penyakit anda sembuh? Masalah anda selesai?

Sobat! Sadarkah anda sejatinya momentum 00.00 bukan hanya anda yang mendapatkannya , perampok, pencuri, pembunuh, pemerkosa, pengkhianat, penista agama semisal hoak , munafik samaipun kafir paling kafir juga mendapatkannya.

Lalu apa yang membedakan 00.00 anda dari 00.00 mereka?

Hura hura , mereka juga hura hura, bertambah umur mereka juga bertambah umur, bahkan hewan-hewanpun juga mendapatkannya.

Yang membedakannya tentu sikap dan amalan anda, panjangnya umur, semua bisa mendaptkannya namun amal kebajikan, ibadah, dan ketaqwaan hanya orang orang cerdas dan pilihan yang dapat melakukanya pada setiap detik dari umurnya.

Suatu hari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam ditanya: siapakah orang yang paling baik? beliau bersabda:

من طال عمره وحسن عمله

“Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.” ( Ahmad dll)

Dengan demikian yang istimewa bukan 00.00 nya namun yang istimewa adalah amalan anda. Karena dahulu Fir’aun juga mendapatkan momentum ini, sebagaimana manusia terkutuk lainnya juga mendapatkannya, sampaipun orang semisal HOAK juga telah berkali kali mendapatkannya dan bahkan merayakannya.

Masihkah anda peduli dengan 00.00 melebihi momentum momentum lainnya? Ataukah anda mulai menyadari bahwa yang pantas diperdulikan ialah amalan anda, agar anda menjadi orang yang terbaik . Selamat berjuang menjadi orang terbaik dengan amal dan karya anda.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Baju Najis…

Memakai baju Najis bagi banyak orang menjadi masalah yang berat dan dianggap larangannya berlaku dalam segala kondisi. Padahal sejatinya tidaklah demikian. Baju Najis hanya terlarang untuk dikenakan bila hendak mendirikan shalat atau ibadah lain yang dipersyaratkan agar dalam kondisi suci semisal thowaf menurut mayoritas ulama.

Dengan demikian bila Anda ditanya: bolehkah mengenakan baju Najis? Maka pertanyaan ini harus dijawab dengan terperinci, tidak bisa dijawab dengan satu jawaban, alias kondisional.

Apalagi bila yang bertanya ternyata dalam kondisi terpaksa, alias tidak ada pilihan selain mengenakan baju Najis atau telanjang bulat.

Fleksibilitas berpikir dan penilaian menjadi salah satu kriteria bagi pelajar ilmu fiqih.

Sebagaimana kemampuan memprediksi berbagai perbedaan kondisi yang ada, sebab dan akibat setiap masalah, juga menjadi kriteria selanjutnya.

Orang yang kaku dalam menerapkan ilmu fiqih, menutup mata dari perbedaan kondisi yang menyelimuti kasus, maka ia tidak layak belajar ilmu fiqih dan kalau tetap memaksakan diri apalagi sampai berfatwa maka berbahaya bisa mencelakakan ummat.

Dahulu ada seorang sahabat yang terluka parah di kepalanya, namun ia bermimpi basah. Oleh sebagian sahabat difatwakan agar ia mandi besar dengan tetap menyiram kepalanya, dan ternyata setelah mandi lelaki tersebut meninggal dunia.

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar kasus ini beliau murka dan bersabda:

قتلوه قاتلهم الله الا سألوا اذ لم يعلموا فانما شفاء العي السؤال

Merekalah yang telah membunuh lelaki itu, semoga Allah memerangi mereka. Mengapa mereka tidak bertanya ketika menyadari bahwa dirinya tidak tahu ? Karena sejatinya penawar kebodohan adalah bertanya (kepada yang berilmu). Riwayat Ahmad, Abu Dawud dll.

Fiqih itu membutuhkan keluwesan bukan asal berani bicara lantang suaranya, namun fiqih membutuhkan keteguhan dalam menetapi dalil dengan metode pendalilan yang jelas.

Orang orang yang terjangkiti kemalasan berpikir, atau yang berprinsip: asal mantap atau sebaliknya asal mudah tidak layak belajar fiqih, karena kebenaran tidak diukur dari itu semua namun dari kebenaran dalil dan ketepatan pendalilan.

Sekedar hafal dalil belum cukup sampai ia mampu menerapkan dalil dengan tepat alias menguasai metodologi pendalilan yang benar. Semoga bermanfaat.