Category Archives: Muhammad Arifin Badri

Awas! Ada Virus Yang Dapat Merusak HP Anda…

Virus ya virus, merusak program atau aplikasi, dan bahkan bisa menyebabkan komputer atau HP anda rusak.

Akibatnya, kadang kala anda perlu untuk mengembalikan perangkat anda ke setingan pabrinya, dan urusan virusnya tuntas. Namun kadang kala anda juga perlu menggunakan program anti virus untuk menumpas virus yang membandel.

Namun pernahkah anda menyadari bila ternyata jiwa anda juga megalami yang sama? banyak virus yang gentayangan di sekitar anda, ada dosa, ada nafsu angkara murka, ada kemunafikan dan ada kekufuran. Bisa jadi tanpa anda ketahui, saat ini jiwa anda telah terkena virus tersebut, hingga tidak responsif terhadap program program Allah Ta’ala.

Sudah berapa banyak dosa yang telah anda lakukan ? dan
sudah berapa lama angkara murka yang telah menghuni jiwa anda ? dan
bisa jadi betapa banyak sifat munafik telah menodai jiwa anda.

Sudahkah anda memiliki program penangkal dan pembasmi virus tersebut? atau sudahkah anda menyadari keberadaan virus virus jiwa tersebut ?

Sobat, mari kita kembalikan jiwa kita ke setingan awalnya, yaitu dengan bertaubat dan beristighfar agar virus virus yang telah merusak jiwa kita musnah dan jiwa kita kembali suci dan responsif kepada setiap perintah Allah Ta’ala.

Astaghfirullah, ya Allah ampunilah dosa dosa kami, amiin.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Pertanda Cinta…

Ketika namanya disebut, hatiku terasa dag dig dug. Itulah pertanda cinta. he he he

Sobat! pernahkah anda mencintai seorang wanita yang cantik jelita atau seorang lelaki yang tampan rupawan?

Bagaimana perasaan anda saat itu? Selalu merindukanya, namanya selalu menghiasi jiwa anda, dan ketika namanya disebut, sekejap hati anda berbinar binar, dan tentunya anda begitu hanyut dalam rindu kepadanya setiap kali berpisah darinya.

Pernahkah anda mencari tahu, mengapa anda bisa mengalami semua itu?

Karena dia begitu indah? tampan? atau begitu baik kepada anda, hinga akhirnya anda tak kuasa menahan aliran badai cinta kepadanya?

Tenang sobat, wajar kok, dahulu aku juga merasakan hal yang serupa. Tapi pernahkah anda merasakan hal yang serupa kepada Allah Ta’ala? bukankah anda sadar bahwa Allah Ta’ala pemilik segala keindahan? Bukankah anda juga percaya bahwa Allah Ta’ala yang telah memberikan segala kebaikan kepada anda?

Namun mengapa rasa cinta kepada-Nya kok seakan redup di hati anda? Apa sebabnya? ya sebabnya adalah dosa dosa anda yang menjadikan rasa cinta anda kepada-Nya layu.

Andai anda rajin menyirami rasa cinta kepada-Nya dengan amal sholeh dan nama nama-Nya selalu menghiasi hati dan lisan anda, niscaya jiwa anda dipenuhi kecintaan kepada-Nya. Dan setiap kali anda mendengar nama-Nya disebut, niscaya jiwa anda tergetar oleh rasa rindu kepada-Nya berkobar. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى َربِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ {2} الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ {3} أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan salat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia. (Al Anfal 2-4)

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Di Saat Jari-Jemarimu Berkhianat Kepadamu…

Sahabat, saat ini anda bebas menggerakkan jari jemarimu untuk melakukan apa saja yang anda suka. Menulis, menunjuk, mengeser, menyibak dan lainnya. Apapun yang anda lakukan dengan jari-jemarimu tentu saja untuk menyenangkan dan memenuhi keinginanmu.

Namun tahukah anda bahwa suatu saat jari-jemarimu tidak lagi “SETIA” kepada anda, tidak menuruti semua yang anda inginkan.

Ya, hal itu akan terjadi di saat anda menghadap kepada Rabbul ‘Alamin, Allah Penguasa semesta alam, yaitu pada hari qiyamat. Tatkala Allah menghisab anda, maka kulitmu, jari-jemarimu dan kedua kakimu akan bersaksi menceritakan semua yang anda lakukan selama hidup di dunia.

Kepandaian anda berdalih, bersilat lidah tiada lagi gunanya, karena anda akan dibungkam dan anggota tubuh andalah yang akan berbicara menceritakan semua ulah dan perilaku anda.

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (Yasin 65)

Saudaraku! masihkah anda merasa aman dan bebas menulis, melangkah, menggenggam atau mencopas apa saja yang anda suka ?
Haruskah anda menunggu saat kaki, tangan, kulit anda bersaksi dan mulut anda dibumkam untuk bisa bersikap bijak ?

Sadarlah saudaraku, sebelum anda menyesal esok hari tatkala semua telah berakhir dan yang tersisa hanya pertanggung jawaban atas amalan anda.

Ya Allah, bukakan pintu hati kami untuk bertaubat dan teguhkan hati kami untuk istiqamah di atas agama-Mu. Aamiin.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Aduuh, Kok Nakut-Nakuti Sih..!

Saudaraku, pernahkah anda merasakan takut dari sesuatu ? Takut proyek anda gagal, takut dimarahi atasan, takut terkena penyakit, takut gangguan orang lain, takut makhluk halus, dan takut-takut lainnya ?

Izinkan saya bertanya, sebenarnya kenapa sih anda kok bisa takut kepada semua itu ?

Ya, karena anda mengira bahwa mereka semua bisa mencelakakan anda atau menghalangi anda dari rejeki anda, bukankah demikian ? Padahal anda tahu bahwa ada orang lain atau banyak cara untuk bisa melawan, atau menghindar dari ulah mereka semua.

Namun anehnya, anda jarang atau bisa jadi belum pernah merasa takut kepada Allah Ta’ala, padahal anda tahu bahkan beriman bahwa Allah Ta’ala kuasa menimpakan petaka apa saja kepada anda bila Ia kehendaki.

Anda juga yakin bahwa Allah juga kuasa menghalangi anda dari segala rejeki anda.

Dan bila Allah telah menghalangi rejeki atau menimpakan petaka kepada anda, maka tiada seorangpun yang kuasa membela anda. Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ فَمَن يَمْلِكُ لَكُم مِّنَ اللهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا بَلْ كَانَ اللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Katakan (wahai Muhammad): siapakah yang kuasa melindungi kalian bila Allah telah menghendaki untuk menimpakan petaka atau menurunkan keberuntungan kepada anda. Bahkan sungguhlah Allah Maha Mengetahui apa apa yang kalian lakukan. ( Al Fateh 11)

Mari saudaraku,tumbuhkan rasa takut kepada Allah melebihi rasa takut anda kepada selain-Nya, bahkan kalau mampu buang jauh jauh rasa takut kepada selain-Nya.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Idiih, Kok Minta-minta Terus Sih..!

Sobat, bagaimana perasaan anda bila ada orang yang setiap hari meminta uang, atau makanan atau bantuan atau perhatian anda.

Apa yang akan anda lakukan kepada orang seperti itu ? anda menegurnya ? atau anda menghardik dan mengusirnya ? atau anda akan bersikap acuh tak acuh kepadanya ?

Sobat! Jangan kawatir, apapun yang anda lakukan pasti beralasan, anda mengusir dia juga wajar, menegurnya juga wajar, dan anda acuh kepadanya juga wajar, karena itulah manusia. Anda pasti menyadari bahwa diri anda juga butuh kepada harta yang ia pinta. Sebagaimana harta yang anda miliki juga terbatas.

Namun tahukah anda bahwa ternyata hingga saat ini anda melakukan hal yang serupa kepada Allah Azza wa Jalla. Setiap saat anda meminta, dan meminta kepada-Nya, bukankah demikian ?

Namun tenang sobat, Allah tiada pernah jenuh apalagi marah kepada anda gara gara anda tiada lelah meminta kepada-Nya. Bahkan sebaliknya, bila anda mulai jenuh untuk meminta atau bahkan enggan untuk meminta kepada-Nya, maka Allah akan murka kepada anda.

Allah Ta’ala Maha Kaya, sehingga apapun yang anda pinta tiada dapat mengurangi apalagi menghabiskan kekayaan-Nya. Dan Allah Maha Kuasa, apapun yang anda pinta tiada menyusahkan atau merepotkan-Nya. Dan apapun yang anda pinta, maka Allah Maha Penyayang, karenanya Ia tiada pernah murka kepada anda walaupun ternyata anda tidak tahu diri, sehingga sebelum, dan sesudah meminta anda masih saja melakukan perbuatan durhaka kepada-Nya.

Dalam hadits qudsi, Allah Ta’ala berfirman:

يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِى صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِى فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِى إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ

Wahai hamba-hamba-Ku andai orang pertama hingga orang terakhir, dari bangsa manusia dan juga bangsa jin, semuanya berkumpul di satu tempat, lalu mereka semua meminta kepada-Ku, dan Akupun mengabulkan semua permintaan masing-masing mereka , niscaya itu tidak dapat mengurangi perbendaharaan-Ku kecuali bagaikan jarum yang dicelupkan ke dalam samudra. (Bukhari dan Muslim)

Dan kebutuhan yang sepatutnya segera anda pintakan kepada-Nya ialah ampunan terhadap dosa-dosa anda yang telah bertumpuk dan terus menjerat kaki anda, sehingga terasa berat bila diayuh menuju ke tempat ibadah. Dan mengelincirkan kaki, tangan dan lisan anda sehingga senantiasa mudah tercebur dalam kubangan dosa dan perbuatan keji.

Astaghfirullah wa atubu ilaih.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Apakah Anda Cantik Atau Tampan..?

Sobat, bila hari ini anda merasa tampan atau cantik jelita, sehingga anda merasa bangga atau minimal senang, maka itu sepenuhnya hak anda. Namun izinkan saya bertanya, apakah anda adalah orang pertama yang tampan atau cantik jelita, sedangkan semua orang sebelum anda tiada seorangpun yang memiliki ketampanan atau kecantikan seperti anda?

Sobat! Ke manakah orang-orang tampan dan cantik sebelum anda ? Mengapa semuanya berubah bahkan pergi ?
Dan bisa jadi kini anda mulai menyadari kepergian ketampanan dan kecantikan yang kemaren anda banggakan.

Coba amati pula keindahan bunga dan alam yang ada disekitar anda, betapa kemaren nampak begitu ndah, namun kini mulai pudar atau bahkan benar-benar telah sirna. Kenapa semua itu bisa terjadi?

Ya, itulah dunia, tiada yang kekal atau abadi, semua akan berganti dan selanjutnya hilang. Bila anda menyadari itu, mengapa anda terperdaya dengannya sehingga melalaikan kindahan, ketampanan dan kecantikan yang abadi ?

Tahukah anda dimana dan bagaimana agar bisa memiliki ketampanan, kecantikan dan keindahan yang abadi ?

Ketahuilah bahwa semua itu hanya ada di surga. Dan untuk bisa mendapatkannya, maka pintalah kepada yang memilikinya, yaitu Allah Azza wa Jalla. Dekatkan diri anda kepada-Nya dan jauhilah seluruh larangan-Nya. Allah Ta’ala berfirman dalam hadits qudsi:

أَعْدَدْتُ لِعِبَادِىَ الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ ». مِصْدَاقُ ذَلِكَ فِى كِتَابِ اللَّهِ (فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِىَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ)

Aku telah menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku kenikmatan yang tiada pernah disaksikan oleh mata manusia, tidak pula pernah didengar oleh telinga manusia, dan tidak pula pernah dibayangkan oleh manusia.

Penjelasan ini semakna dengan firman Allah dalam Al Qur’an: “Tiada seorangpun yang mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (As Sajdah 17 dan hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Sobat! Masihkah ada alasan untuk menunda ibadah kepada Allah dan bermaksiat kepada-Nya ?

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Sakti Tapi Kok Mati..?

Sobat, di setiap masa dan negri, ada saja sosok-sosok yang dianggap sakti. Banyak deh cerita luar biasa tetang sosok tersebut. Ada yang diyakini bisa mendatangkan rejeki, ada pula yang dikisahkan mampu melindungi pengikutnya dari segala petaka. Ada pula yang katanya mampu mengetahui yang gaib, menghidupkan orang yang sudah mati, atau minimal bisa berkomunikasi dengan orang yang sudah mati, dan masih banyak lagi.

Bagi yang mempercayainya, pasti saja banyak pembelaan, bisa dianggap wali, atau karomah, atau sakti atau lainnya.
Menurut anda, benarkah semua itu terjadi ?

Sobat, sebagai orang yang beriman, anda pasti percaya bahwa andai semua itu benar maka seharusnya orang yang paling sakti adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selanjutnya para sahabat Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan sahabat lainnya.

Namun demikian, pada kenyataannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengetahui yang gaib, kecuali bila mendapat wahyu. Beliau tidak mampu memberi atau melindungi pengikutnya dari petaka, bahkan beliau sendiri jatuh sakit, merasakan lapar, dan ketika berperang beliau terluka, dan akhirnya beliau juga meninggal dunia. Allah Taala berfirman:

قُل لَّا أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَائِنُ اللهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ

Katakan wahai Muhammad: aku tidak pernah mengatakan kepada kalian bahwa aku memiliki perbendaharaan allah, aku juga tidak mengetahui yang gaib, dan aku juga tidak pernah mengatakan bahwa aku adalah seorang malaikat. Tiada yang aku ikuti melainkan wahyu yang diturunkan kepadaku. Katakan apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat, mengapa kalian tidak berfikir ? ( Al An’am 50)

Coba anda amati orang orang yang dianggap sakti atau wali tersebut, bukankah meteka juga seperti anda, kemaren muda sekarang tua renta? Andai dia benar benar sakti, niscaya ia pelihara dirinya agar tidak menua.

Bukankah dia juga bisa sakit, dan ternyata ketika sakit juga berobat ke dokter? Andai dia benar benar sakti, niscaya dia obati sendiri penyakitnya ?

Bukankah orang yang dianggap sakti itu juga perlu untuk berteduh di dalam rumah, agar terlindung dari panas dan hujan ?
Dan lebih ironisnya, bukankah orang orang yang dianggap sakti itu meminta, dan kalaupun tidak meminta menerima sumbangan dari murid muridnya? Kenapa dia menerima, bukankah ia sakti yang katanya sebagian kesaktiannya, dia mampu melancarkan rejeki dan karir anda ?

Sobat! Sedari dulu kala, dongeng dan fakta memang berbeda, betapa banyak kisah yang luar biasa namun ternyata adanya hanya dalam dongeng, layakkah anda terperdaya oleh dongeng ?

Bila anda masih meyakini yang demikian itu, kemana iman anda bahwa Allah adalah Yang menciptakan, menguasai, dan mengatur dunia beserta isinya ?

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Pengalaman Bepergian Ke Negri Orang…

Sobat! Pernahkah anda bepergian ke negri orang? Bila belum pernah, semoga Allah memberi kesempatan kepada anda Untuk menunaikan ibadah haji dan umrah agar anda mengetahui dinamika bepergian ke negri orang.

Berbagai persiapan anda lakukan, bekal anda rencanakan, berbagai aturan yang berlaku di negri tujuan anda pelajari, dan satu demi satu prosedur yang ditetapkan negri tersebut anda penuhi tanpa terkecuali. Bahkan berbagai pantangan dan hal hal yang dibenci oleh penduduk negri tersebut juga anda kenali.

Mengapa semuan itu anda lakukan? Jawabannya sederhana, agar anda diizinkan masuk ke negri tersebut dan terhindar dari kejadian yang tidak menyenangkan selama berada di negri orang.

Coba bayangkan, ketika anda tiba di negri orang, ternyata petugas keamanan bandara menemukan anda membawa narkoba atau bahan peledak, apa yang akan mereka lakukan dan betapa susahnya urusan anda saat itu.

Sobat, sadarkah anda bahwa saat ini anda sedang melakukan perjalanan menuju ke negri akhirat ?
Sudahkan anda mempersiapkan bekalnya?
Sudahkah anda memenuhi seluruh prosedur yang Allah tetapkan agar anda bisa tiba di negri akhirat dengan selamat ?
Dan sudahkah anda memastikan bahwa anda tidak membawa “narkoba dan bahan peledak akhirat” agar anda selamat dan tidak ditangkap lalu dihukumi setiba di akhirat ?

Dan tahukah anda bahwa prosedur formal untuk dapat masuk ke negri akhirat ialah ajaran syariat islam yang anda imani ini ?

Sebagaimana tahukah anda bahwa dosa dan maksiat yang selama ini anda lakukan adalah “narkoba dan dinamit akhirat” yang menyebabkan anda ditangkap lalu dijebloskan ke dalam neraka ?

Sobat, mengapa anda tidak mempelajari dan mengikuti seluruh prosedur formal untuk masuk ke negri akhirat sebagaimana anda mempelajari dan mengikuti prosedur formal untuk masuk ke negri belanda, jepang atau singapura dan lainnya ?

Tahukah anda, di mana dan seperti apa prosedur formal untuk bisa masuk ke negri akhirat dengan selamat? Simak ayat berikut:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakan (wahai Muhammad): jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa dosa kalian, sedangkan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( Ali Imran 31)

Pelajarilah ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena itu adalah panduan formal menuju negri akhirat. Tinggalkan setiap dosa dan durhaka karena itu adalah narkoba dan dinamit akhirat, semoga anda sampai di negri akhirat dengan selamat, amiin.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Kenapa Anda Begitu Kejam..!

Kenapa anda begitu kejam! Membalas air susu dengan air tuba.

Sobat betapa sering anda memuji dan mencintai orang yang telah banyak berjasa kepada anda, alias anda merasa berhutang budi banyak kepadanya. Sebagaimana ia juga selalu membantu anda pada setiap kesulitan yang anda hadapi.

Anda begitu hormat dan siap untuk memenuhi apapun yang ia pinta dari anda. Lisan anda selalu memuji dan menyebutnya, hatinya anda begitu mengagungkan dan mencintainya.Dan anda juga siap berkorban dengan apa saja demi membalas budinya

Namun pernahkah anda menyadari bahwa sebaik apapun dia, ketahuilah bahwa Allah Ta’ala jauh lebih baik dan lebih banyak memberi kebaikan kepada anda. Sejak anda belum terlahir ke dunia, hingga seluruh apa yang anda dapatkan adalah karunia dari-Nya.

وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّهِ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. (An Nahel 53)

Walau demikian, mengapa lisan anda begitu jarang menyebut Nama-Nya?
Mengapa hati anda begitu gersang dari cinta dan pengagungan kepada-Nya?
Dan mengapa anda nampak begitu berat bahkan malas untuk berkorban atau beribadah kepada-Nya?
Bahkan betapa sering anda berbuat durhaka kepada-Nya?

Sadarlah sobat, kalau bukan sekarang anda menyadari kesalahan langkah anda, kapan lagi ?
Haruskah anda menanti datangnya malaikat maut untuk bisa menyadari kesalahan sikap anda ?

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Eh, Berapa Jumlah Kekayaan Anda Hari Ini..?

Anda sering mendengarkan atau membaca laporan kekayaan seorang pejabat atau seorang konglomerat? MasyaAllah ya, banyak sekali jumlah kekayaan mereka.

Lalu bagaimana dengan anda ?
berapa kekayaan anda saat ini ?
Anda beluam puas, dan masih mengharap untuk bisa lebih kaya lagi ?

Sobat! Kalau boleh tahu, menurut anda: berapa sebenarnya kekayaan yang sepatutnya anda miliki ?
1 trilyun atau 1.000 trilyun?

Sadarlah sobat! andaipun hari ini nama anda telah bertengger di 10 konglomerat terbesar di dunia, bahkan anda adalah terkaya no 1, maka ketahuilah bahwa anda pasti kawatir bila besok posisi anda tergusur oleh orang lain, sehingga anda akan terus merasa belum cukup dan belum idial kekayaan yang anda miliki.

Namun, tahukah anda bahwa ada satu kiat cepat dan mudah agar anda bisa merasa puas dengan kekayaan yang telah anda miliki ?

Ya, itulah qona’ah, puas dan ridha dengan nikmat yang telah Allah percayakan kepada anda, sehingga anda bersyukur masih mendapat kepercayaan dari-Nya untuk memiliki dan menggunakan kekayaan titipan Allah tersebut. Karena cepat atau lambat semuanya harus anda serahkan kepada para orang lain yang telah Allah pilih untuk menggantikan anda. Sedangkan anda harus menghadap kepada-Nya tanpa membawa secuilpun dari amanah tersebut.

Inilah resep mudah dan cepat untuk menjadi kaya, yaitu kaya hati. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

( ليس الغنى عن كثرة العرض ولكن الغنى غنى النفس )

Kekayaan yang sejati bukanlah karena memiliki harta yang melimpah, namun kekayaan yang sejati ialah kekayaan batin. Muttafaqun ‘alaih.

Selamat menjadi orang kaya raya dalam sekejap.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى