Category Archives: Muhammad Arifin Badri

Kiat Sederhana Ikhlas Beramal…

Anda merasa susah untuk ikhlas dalam beramal ?

Tenang sobat, menurut penuturan Imam Ibnu Taimiyyah,
ikhlas itu akan mudah anda lakukan bila anda telah memutus semua harapan anda kepada sesama makhluq dan hanya menggantungkan harapan anda kepada Allah Ta’ala pemilik segala sesuatu dan yang kuasa melakukan segala sesuatu, inilah hakekat dari zuhud yang benar.

Bila anda telah memupus semua harapan anda kepada semua makhluq dan hanya tersisa harapan kepada Allah Ta’ala alias benar-benar telah zuhud, maka ikhlas itu menjadi mudah.

Dan untuk bisa zuhud maka anda harus memupuk subur ketakwaan anda dengan menjalankan segala perintah dan meninggalkan segala larangan. Setiap perintah yang anda jalankan dan setiap larangan yang anda tinggalkan pasti menghantarkan anda kepada ketakwaan. (Majmu’ Fatawa 1/94)

Karena itu untuk bisa ikhlas, teruslah berbuat, dan beramal kebajikan dan terus berjuang meninggalkan kemaksiatan. Dengan izin Allah suatu saat anda akan ikhlas.

Selamat mencoba, semoga dimudahkan dan berhasil.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Untung Ada Saya…

Ucapan di atas, mungkin saja terdengar biasa bahkan bisa jadi anda pernah atau mungkin juga sering mengucapkannya.

Di saat berhasil melakukan satu tindakan penyelamatan, atau menolong orang kesusahan dan kondisi lainnya, ucapan tersebut biasa diucapkan.

Sobat! bila anda merenungkan ucapan di atas dengan seksama, niscaya anda merasakan ada satu kejanggalan, terlebih bagi anda yang beriman kepada Allah dan hari akhir.

Sobat, ketahuilah bahwa keberhasilan apapun yang terjadi dan berhasil anda wujudkan sepenuhnya adalah karunia Allah Ta’ala. Karena itu, dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada kondisi semacam ini beliau berkata:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

“Alhamdulillahil-ladzii bi ni’matihi tatimmush-shoolihaat”

(Segala puji hanya milik Allah, yang berkat kemurahan-Nya segala kebaikan dapat terwujud).

Biasakan untuk mengucapkan doa ini, agar kenikmatan yang anda dapatkan berlipat ganda dan langgeng. Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan ingatlah tatkala Tuhan-mu mengumandangkan/menegaskan jikalau kalian bersyukur niscaya Aku menambahkan nikmat kalian, namun sebaliknya bila kalian mengkufuri/ingkar, sejatinya siksa-Ku sangatlah pedih.” (Surat Ibrahim 7).

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

 

da280514

Walau Sudah Dewasa, Bisa Saja Anda Terkena Busung Lapar…

Sobat, sudahkah anda aman dari ancaman penyakit busung lapar?

Kenali tanda tandanya agar anda dapat mengantisipasi dan menanggulanginya sejak dini, berikut sebagian indikatornya:
1. Tubuh terlihat kurus sehingga hanya tampak tulang yang terbungkus oleh kulit.
2. Tulang rusuk menonjol.
3. Wajah terlihat tua.
4. Kulit keriput.Jaringan lemak sangat sedikit hingga tidak ada sama sekali.

Adakah salah satu dari indikator di atas pada diri anda ?

Kalau anda berkata: aaah ngacok, sudah dewasa bahkan rajin internetan kok terkena busung lapar ?

Eeeh jangan salah, walaupun anda pemilik lumbung pangan, bisa saja terkena penyakit busung lapar. Bukankah anda sadar bahwa anda hidup bukan hanya dengan jasad anda, namun juga dengan jiwa ?

Bila saat ini anda selalu memberi raga anda asupan gizi yang cukup bahkan melimpah sehingga bebas dari ancaman penyakit busung lapar, namun sudahkan anda melakukan hal yang sama dengan jiwa anda? Karena kekurangan asupan gizi, bisa jadi saat ini jiwa anda sedang menderita penyakit busung lapar yang akut. Allah berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (Thaha 124)

Sobat! Ketahuilah bahwa gizi jiwa anda bukanlah sepiring sate yang lezat, atau segalon minuman yang segar. Gizi jiwa anda adalah lantunan ayat-ayat Allah yang anda baca, dan nama nama Allah yang selalu membasahi lisan anda, dan istiqhfar permohonan ampun yang selalu anda panjatkan kepada Allah Ta’ala.

Hanya dzikir dan ibadah yang dapat menjaga kesehatan jiwa anda agar tidak mengalami penyakit busung lapar. Simak firman Allah Ta’ala:

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar Ra’du 28)

Sobat, selamat menempuh hidup dengan jiwa yang sehat dengan dzikir kepada Allah Ta’ala.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Obat Kuat Paling Manjur, Cees Pleng Tenan…

Sobat, pernahkah anda merasakan badan anda lemah tak berdaya, pikiran anda tertutup tak kuasa menemukan solusi masalah yang anda hadapi, dan semua orang di sekita anda juga tiada kuasa berbuat apa apa untuk anda.

Ya, banyak analisa yang dapat anda dengar atau temukan, kekurangan gizi, kurang istirahat, tensi darah naik, gula darah turun atau naik dan masih banyak lagi. Bisa jadi sebagian analisa tersebut nyata, alias ketika anda cek, benar benar gula darah anda naik atau anda lelah kurang istirahat atau kurang asupan gizi.

Namun pernahkah anda berpikir, mengapa dan siapa yang menyebabkan anda kekurangan gizi, atau urusan anda seakan tiada pernah selesai sehingga anda kurang istirahat ?

Bukankah anda melihat betapa banyak orang yang lebih miskin dari anda ternyata mereka tidak mengalami kekurangan gizi, dan betapa banyak pula orang yang seakan tiada pernah bermasalah, dan kalaupun bermasalah maka begitu mudah solusi masalah mereka?
Tidakkah ada cara agar anda dapat hidup seperti mereka? dan bahkan lebih baik dari mereka?

Tenang sobat, caranya ternyata sederhana, cukup serahkan segala urusan anda kepada Allah Ta’ala Dzat Yang Maha Kuasa. Bukalah pintu hati anda untuk dapat berkomunikasi dengan Allah dan lapang dada menyerahkan segala urusan anda kepada-Nya.

Basahi lisan anda dengan ucapan:

لا حول ولا قوة إلا بالله

Tiada daya dan tiada kekuatan selain daya dan kekuatan yang datang dari Allah .

Dan bila anda telah membuka pintu hati anda untuk Allah, maka simak janji Allah Ta’ala :

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah mencukupkan segala keperluannya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa melaksanakan urusan yang Ia kehendaki. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (At Talaq 3)

Dan agar lebih sempurna, maka basahi pula lisan anda dengan bacaan istighfar alias mohonlah ampunan atas segala dosa dan khilaf anda, biang segala kesusahan hidup dunia dan akhirat. Allah Ta’ala berfirman:

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلاَ تَتَوَلَّوْاْ
مُجْرِمِينَ

Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (Huud 52)

Selamat menempuh hidup bahagia, bebas dari galau dan derita berkat iman anda kepada Allah Ta’ala.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Resep Menemukan Rasa Bahagia Dalam Sekejap…

Sobat, hiruk pikuk dan perputaran roda dunia sering kali menjadikan anda pusing kepala, atau sesak dada. Betapa tidak, impian anda tidak terwujud, hal yang anda takutkan menjadi kenyatan, dan ternyata orang yang paling anda harapkan dapat membantu anda ternyata menjadi orang pertama yang meninggalkan anda.

Muak, sesak dan sakit yang mendalam, berat untuk dapat anda lupakan atau maafkan.

Sobat, percayalah bahwa sejatinya seberat apapun beban dan rasa sakit di dada anda, maka sejatinya anda mampu membuangnya dengan mudah dan cepat. Karena itu segera buang jauh jauh rasa galau dan sesak di dada anda, jangan biarkan menyiksa apalagi membuka pintu petaka bagi anda dan keluarga.

Anda tertarik untuk mengetahui lalu mencobanya? Simak kiat yang dahulu dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bila menghadapi kondisi yang serupa:

Sahabat Huzaifah bin Al Yaman mengisahkan:

كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى.

Dahulu bila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi suatu urusan yang sulit, beliau segera mendirikan sholat (Abu Dawud dll)

Ya, orang yang beriman di saat menghadapi suatu masalah, maka satu satunya tempat mengadu dan menggantung harapan ialah di sisi Allah Penguasa langit dan bumi, dan Yang kuasa melakukan segala yang Ia kehendaki, tiada seorangpun yang kuasa menolak perintah-Nya.

Dan bila anda tidak sempat untuk sholat karena suatu hal, maka minimal ucapkan doa yang dahulu beliau baca di saat menghadapi kondisi serupa. Sahabat Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma mengisahkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bila mengahadapi kesusahan, beliau biasa membaca doa:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ ».رواه مسبلم

Tiada Tuhan Yang layak disembah selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Lembut, Tiada Tuhan Yang layak disembah selain Allah Penguasa Aresy (singgasana Allah) yang maha besar, Tiada Tuhan Yang layak disembah selain Allah Penguasa Langit, Penguasa Bumi, Penguasa Aresy Yang Maha Dermawan. (Muslim)

Sobat, Segera tinggalkan galau dan derita anda dan temukan kebahagian sejati, dengan mengingat Allah Penguasa Langit dan Bumi.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Bergaul…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الْمُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يُخَالِطُ النَّاسَ وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ.

“Orang yang beriman, yang ia berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan bersabar atas perbuatan buruk mereka, lebih besar pahalanya daripada seorang yang beriman, yang tak berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan tidak sabar atas tindakan buruk mereka.”
(HR. At-Tirmizi no. 2507, Ibnu Majah no. 4022, & dinyatakan shahih oleh Al-Albani dlm Shahih Al-Jami’ no. 6651)

Pelajaran dari Hadits diatas:

Seorang Muslim/Muslimah yang beriman seharusnya adalah hidup bermasyarakat dan tidak Eksklusif atau mengasingkan diri hanya dengan berbaur pada kelompok atau komunitas tertentu saja.

Seorang yang beriman haruslah menjadi sosok Tauladan dalam Masyarakat, mencontohkan Akhlaq yang baik, dan bisa mendakwahkan mereka kepada Islam yang sesungguhnya walau itu pastilah sangat berat.

Bersabar dalam mendakwahi mereka dan tetaplah bersikap lemah lembut serta memberikan hikmah dalam pergaulan.

Jangan Mahal senyum..!!
Jangan Sombong..!!
Jangan merasa diri lebih Mulia..!!

Apalagi Laa Salam wa Laa Kalam.
Gak Mau ucap Salam dan gak mau tegur sapa.. Maka jangan salahkan jika mereka menilai negatif..

Berdakwahlah kepada Masyarakat..
Merekapun berhak mendapatkan Hidayah seperti kita dan semoga Alloh memberi Mereka Hidayah dengan dakwah Kita.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

 

 

da130114

Tragedi Jajan Di Restoran Lupa Bawa Uang…

Sobat, malu dan bingung bercampur menjadi satu, hanya gara-gara hal sepele, yaitu lupa. Coba bayangkan, suatu hari anda dengan penuh percaya diri makan di restoran, setelah menyantap hidangan yang anda pesan, ternyata anda lupa bawa uang atau lupa kalau uang anda ternyata sudah habis.

Kira kira apa yang akan anda lakukan ? Dan bagaimana perasaan anda ?

Sobat! seberat apapun rasa malu dan kebingungan anda, maka sadarilah cepat atau lambat anda pasti menghadapi kondisi yang serupa bahkan lebih dahsyat.

Anda tidak percaya ? Atau anda merasa bahwa kartu ATM, atau bisa juga kartu Kredit selalu melekat pada diri anda, dan bisa pula anda berkilah bahwa anda bisa saja menggadaikan kendaraan atau jam tangan atau HP anda yang bernilai mahal.

Namun tahukah anda bahwa solusi itu suatu saat tidak mungkin dapat anda lakukan, yaitu ketika anda mengira bahwa anda masih punya umur panjang dan mampu membelanjakan harta kekayaan anda, namun ternyata anda dikejutkan dengan hadirnya malaikat pencabut nyawa.

Pada kondisi ini yang tersisa hanyalah penyesalan yang tiada penawarnya. Allah Ta’ala berfirman:

وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ {10} وَلَن يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاء أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh? Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Munafiqun 10-11)

Saat itulah anda benar benar menyadari bahwa hanya kasih sayang Allah dan ampunan-Nya yang dapat menyelamatkan diri anda. Karena itu sebelum terlambat, bersimpuhlah di hadapan Allah Ta’ala agar kelak Ia berkanan menyayangi dan mengampuni anda. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (Fusshilat 30)

Ya Allah karuniakan keteguhan hati kepada hamba-Mu ini hingga akhir hayat nanti. Amiin.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Temukan Rahasia Rejeki Anda…

Sobat, di saat krisis seperti saat ini, bisa jadi anda benar benar sedang pusing karena sedang berjuang menemukan rahasia rejeki yang tak kunjung anda dapatkan. Pelatihan, lembur, dan kerja sampingan telah banyak anda ikuti. Namun demikian, tetap saja rejeki anda tidak kunjung bertambah apalagi berlipat.

Tenang sobat, buang jauh jauh galau dan was was anda, karena sejatinya rahasia rejeki anda telah ada di tangan anda.

Anda tidak percaya?

Coba ingat kembali semasa anda berada dalam kandungan ibu anda; siapakah yang mengantarkan rejeki kepada anda ? Ibu andakah? atau ayah anda?

Ibu anda hanya memasukkan makanan ke dalam mulutnya, dan ayah anda juga hanya menyediakan makanan untuk disantap oleh ibu anda.

Dan ingat pula saat ini, siapakah yang menyediakan udara yang anda hirup, sinar matahari yang menerangi dunia anda, gelapnya malam yang menyelimuti anda?

Dan siapakah yang menjadikan darah anda mengalir membawa gizi dan oksigen menyebar ke seluruh tubuh anda?

Adakah anda dengan sengaja melakukan hal itu, atau semua itu terjadi tanpa ada kuasa dan daya sedikitpun dari anda?

Ya semua itu hanya ada satu jawaban, yaitu: Allah Ta’ala yang mengatur semua, tanpa perlu anda pinta dan tanpa sedikitpun imbalan yang engkau berikan kepada-Nya.

Bila hingga kini ternyata Allah terus memberi anda rejeki walau tanpa anda pinta, maka mungkinkah Allah menghalangi rejeki anda sedangkan anda sungguh-sunguh memintanya? ِAllah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوا عِندَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberi rezeki kepadamu; maka mintalah rejeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya lah kamu akan dikembalikan. (Al ‘Ankabut 17)

Sobat! renungkan ayat di atas, ada tiga hal yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan:
1) pintalah rejeki dari sisi Allah,
2) dan beribadahlah kepada-Nya dan selanjutnya tentu
3) bersyukurlah.

Tiga sejoli, meminta alias berdoa, beribadah, itulah tujuan hidup termasuk dari memiliki rejeki, dan bersyukur, inilah tiga kiat menurunkan rejeki dari sisi Allah Ta’ala.

Selamat mencoba, semoga Allah melimpahkan rejeki anda, bukan hanya di dunia namun hingga di surga, amiin.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Anda Orang Orang Hebat ? Camkan Yang Satu Ini…

Sobat! Barang kali saat ini anda dijangkiti penyakit angkuh dan sombong, karena anda merasa sebagai orang berpangkat, kaya raya, pandai dan kuat. Namun sadarkah anda bahwa semua itu sejatinya tiada arti dan tiada gunanya bila anda hidup seorang diri atau tiada orang yang membutuhkan kepada pangkat, harta dan ilmu yang anda miliki.

Karenanya, bermasyarakatlah dengan baik, agar kahidupan anda menjadi nyaman, bahagia, dan kebutuhan anda dapat terpenuhi degan sempurna.

Coba bayangkan, betapa susahnya hidup anda, bila semua manusia sama dengan diri anda. Allah berfirman:

(وَمِن كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ) الذاريات 59

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” Ad Dzariyaat 49.

Saudaraku, selama mengarungi bahtera kehidupan di dunia ini, janganlah pernah ada rasa sombong, atau congkak dalam diri anda.
Anda dan peran anda menjadi berarti karena adanya orang lain yang membutuhkan kepada diri dan peran anda. Mustahil bagi anda dapat hidup tanpa membutuhkan kepada kehadiran dan peranan orang lain. Bila anda adalah orang kaya, maka kekayaan anda tidak ada gunanya bila tidak ada orang miskin, karena semakin bertambah kaya, anda semakin bertambah butuh kepada jasa dan peran orang lain.

Andai, anda adalah seorang yang berilmu, maka ketahuilah bahwa ilmu anda hanya berguna bila banyak orang bodoh di sekeliling anda, yang menghargai ilmu anda, dan ternyata andapun membutuhkan kepada keberadaan dan peran mereka.

Dan andai anda adalah seorang bangsawan yang berdarah biru dan berpangkat tinggi, maka ketahuilah bahwa kedudukan anda hanya akan berarti bila di sekitar anda didapatkan banyak rakyat jelata. Renungkanlah saudaraku fakta ini, agar anda dapat menyingkirkan noda-noda keangkuhan tahta dan harta.

Pahamilah hal di atas, niscaya anda memahami mengapa Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa pandai bermasyarakat,karena dengan bermasyarakat kemaslahatan semua orang menjadi mudah diwujudkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(المؤمن الذي يخالط الناس و يصبر على أذاهم خير من الذي لا يخالط الناس و لا يصبر على أذاهم)

“Seorang mukmin yang tetap bergaul dengan masyarakat sedangkan ia dapat bersabar menghadapi gangguan mereka, lebih baik dibanding seorang mukmin yang tidak bergaul dengan masyarakat dan tidak tabah menghadapi gangguan mereka.” Riwayat At Tirmizy dan lainnya.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Kafir Adil Atau Muslim Koruptor…

Akhir akhir ini, sering kita mendengar pernyataan: “Kafir Adil Lebih Baik Dibanding Muslim Korup”.

Pernyataan di atas sekilas terdengar cerdas, namun sejatinya bila dipikirkan lebih mendalam, niscaya anda mendapatkan pernyataan di atas jauh menyimpang dari.kebenaran, dan sekaligus bentuk dari pembodohan, kemunduran dan kemalasan berpikir.

Di saat yang sama, perbandingan di atas bukti telah hilangnya nilai nilai keadilan dari diri pelakunya.

Mendengung dengungkan keadilan, namun ternyata keadilan adalah hal pertama yang mereka dustakan.

Seharusnya membuat perbandingan tuh yang adil dan obyektif sebagaimana berikut ini:
Milih Muslim adil atau kafir adil ?
Milih muslim korupsi atau kafir korupsi ?
Milih muslim adil atau kafir korupsi ?
Milih muslim korupsi atau kafir adil ?

Sebagai orang yang beriman tentu anda tidak mungkin salah pilih. Karena anda memilih berdasarkan ilmu dan iman bukan berdasarkan NAFSU dan kebodohan.

Bagi yang mengedepankan nafsu apalagi ditambah dengan kebodohan maka bisa jadi mereka salah pilih.

Namun bagi anda orang yang beriman dan cinta kepada agamanya, pasti anda memilih muslim dalam segala kondisi, sampaipun dalam kondisi yang terburuk, yaitu bila pilihannya muslim koruptor melawan kafir adil, karena selamatnya agama dirinya dan juga agama masyarakatnya lebih penting dibanding segala urusan, sampaipun ia harus kehilangan dunia beserta seluruh isinya.

Sekali lagi kata kunci memilihnya ialah memilih atas dasar ilmu dan iman dan bukan karena NAFSU dan KEBODOHAN.

Sebagaimana dalam segala urusan, orang yang beriman selalu mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dalam aspek agamanya ?

Orang islam bertindak berucap selalu mempertimbangkan manfaat di dunia juga di akhirat, madhorot di dunia dan juga di akhirat.
Dan bila keduanya tidak bisa digabungkan, maka pertimbangan akhirat pasti lebih didahulukan.

Ya, memang dalam segala urusan termasuk dalam urusan politik, aspek market atau pasar sangat penting.

Bagi yang marketnya adalah kalangan terpelajar maka ia berkepentingan memperbesar jumlah marketnya, memperbanyak sekolah, perguruan tinggi agar basis marketnya bertambah besar bukan malah mengerucut.

Sedangkan orang yang basis dukungannya wong cilik dan rakyat kecil, maka disadari atau tidak ia berkepentingan menjaga basis marketnya agar tetap eksis dan kalau bisa bertambah besar dan semakin banyak.

Meningkatnya tarap kehidupan dan pendidikan masyarakat berarti menipisnya market mereka, dan menipisnya market berarti ancaman bagi eksistensi mereka.

Sobat! Cerdas dalam berpikir, adil dalam bersikap dan kritis dalam menilai adalah karakter setiap muslim, jangan pernah lagi anda dibohongi dengan kata kata : “kafir adil lebih baik dari muslim korupsi”, karena “Muslim adil tentu lebih bagus dibanding kafir korupsi”.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى