Category Archives: Muhammad Arifin Badri

Antara Orang Cerdas Dan Orang Yang Telat Cerdas

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Sobat, nenek moyang kita menggambarkan orang yang cerdas nan sigap dengan pepatah: ” sedia payung sebelum hujan”.

Sungguh benar, betapa Antisipasi yang tepat pada waktu yang tepat dalam setiap masalah benar benar mencerminkan kercerdikan.

Beda dengan orang yang hanya bisa membeo dan mengekor, biasanya mereka bertindak disaat semuanya telah terlanjur, sehingga tidak dapat dihindari lagi.

Setelah hujan turun, atau mulai rintik rintik, mereka baru kalang kabut mencari payung atau minimal mencari tempat berteduh. Untung bila berhasil mendapatkan payung,namun bila tidak, tentu saja mereka menjadi basah kuyup.

Petuah nenek moyang di atas sejatinya juga telah diajarkan oleh para ulama’ terdahulu. Dalam referensi fiqih fiqih klasik telah ditemukan kaedah :
سد الذريعة

Anjuran Menutup segala celah terjadinya kerusakan sebelum kerusakan tersebut benar benar menjadi kenyataan.

Sebagai contoh kongkritnya, wanita dianjurkan menutup auratnya dengan rapi, walaupun belum ada lelaki hidung belang yang bermata jelalatan. Karena bila telah terlanjur berada dihadapan lelaki hidung belang sedangkan anda baru menyadari pentingnya jilbab yang benar, maka sering kali kurang berguna, paling kurang anda perlu perjuangan keras untuk menyelamatkan diri dari gangguan dan ulahnya.

Para orang tua diperintahkan untuk menjaga anak gadisnya agar tidak berduaan/ pacaran dengan lelaki yang belum halal baginya, walaupun belum ada hasrat untuk berzina, bahkan belum saling kenal.

Karena bila terlanjur saling kenal, saling cinta apalagi ada indikasi telah berkobar hasrat untuk berzina ( mabok cinta) maka walaupun anak gadis itu dipingit oleh orang tuanya, ia akan kabur dari rumah demi menemui lelaki hidung belang pujaan hatinya dan menyerahkan kehormatan dirinya.

Anda diharamkan untuk berjudi karena judi berpotensi menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara ummat manusia.

Namun betapa terlambatnya diri anda bila menyadari bahaya judi dan baru mencari cara untuk meninggalkannya setelah api permusuhan dan kebencian mulai terpercik, dan menyengat kulit anda.

Demikian seterusnya dalam banyak masalah, kaedah di atas berlaku. Karena itu sobat, jadilah orang cerdas dan bukan orang yang telat cerdas,karena orang yang telat cerdas sering kali menjadi korban dan susah untuk menghindari ancaman.

Orang yang telat cerdas biasanya baru menyadari adanya ancaman dan terbuka mata setelah ancaman benar benar berada di depan mata bahkan mulai merasakan percikan api petakanya.

 Ditulis oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Menggunakan Hak Suara Bukan Berarti Masuk Parlemen Atau Partai

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Sobat! Fatwa beberapa ulama’ besar yang saya unggah di status saya beberapa waktu lalu, hanyalah menjelaskan bolehnya menggunakan hak pilih untuk memilih yang paling ringan madharatnya. Harapannya, gerakan tokoh tokoh pembawa kerusakan dapat dibendung, bukan dalam rangka mencari pemimpin yang dapat menegakkan Hukum hukum islam.

Sobat! Camkan baik baik sabd Nabi shallallahu alaihi wa sallam berikut ini:

«أنه لا يدخل الجنة إلا نفس مسلمة، وأن الله يؤيد هذا الدين بالرجل الفاجر»

Sejatinya tidak ada yang dapat masuk surga kecuali jiwa jiwa yang beriman. Namun demikian kadang kala Allah meneguhkan agama ini dengan perantaraan orang fajir/ keji.” ( Muttafaqun Alaih)

Karena tanggapan sebagian teman terhadap fatwa tersebut dengan anggapan : ” sia sia keberadaan orang orang baik di parlemen, atau partai adalah hasil demokrasi yang sudah barang tentu menyimpang dari ajaran Islam” adalah tanggapan yang sangat mengherankan dan salah sasaran.

Menggunakan hak suara dalam pemilu bukan dalam rangka mencari pemimpin yang akan menegakkan islam, namun dalam rangka meminimalkan ruang gerak para penjahat dan musuh Islam.

Dahulu, pada awal kedatangan Nabi shallallahu alaihi wa sallam di kota Madinah, beliau Shallallahu alaihi wa sallam membuat perjanjian damai/ kerjasama dengan kaum Yahudi untuk mempertahankan kota Madinah. Nabi shallallahu alaihi wa sallam sepenuhnya memahami bahwa Yahudi tidak akan membela Islam apalagi menegakkan Islam, namun beliau melakukan hal itu untuk meminimalkan ancaman dan resiko serangan Kafir Quraisy dan sekutunya. Kisah perjanjian tersebut dimuat dalam kitab kitab sirah dan juga dikisahkan oleh para ulama’ dalam kitab kitab mereka.

Demikian pula fatwa ulama’ yang membolehkan penggunaan hak suara pada pemilu mendatang. Semoga penjelasan ini bermanfaat dan menepis kesalah pahaman sebagian saudara kita. wallallahu Ta’ala a’alam bisshawab.

 Oleh Ustadz Dr. Arifin Badri حفظه الله تعالى

Antara “Andai Kemarin” Dan “Andai Besok”

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Sobat! Dua ucapan yang sekilas sama saja, namun ketahuilah bahwa keduanya memiliki perbedaan yang sangat besar.

Ucapan ” andai kemarin” menggambarkan adanya penyesalan dan keinginan untuk merubah masa lalu. Tentu saja keinginan merubah masa lalu adalah sikap pandir dan sia sia.

Wajar saja bila Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ – حديث صحيح رواه مسلم
Orang mukmin yang tangguh lebih baik dan lebih Allah cintai dibanding mukmin yang lemah dan pada keduanya terdapat kebaikan. Upayakanlah segala yang bermanfaat bagimu, dengan tetap meminta pertolongan dari Allah dan jangan pernah merasa lemah / tidak berdaya.bila engkau ditimpa sesuatu maka jangan pernah berkata: andai aku berbuat demikian niscaya kejadiannya akan demikian dan demikian. Namun ucapkanlah: ini adalah takdir Allah dan apapun yang Allah kehendaki pastilah terjadi/ terwujud, karena sejatinya ucapan ” andai” hanyalah membuka pintu godaan setan. Riwayat Muslim.

Walau demikian, perlu anda ketahui bahwa larangan ini berlaku bila ucapan “andai” diucapkan dalam konteks menyesali kodrat ilahi, bukan dalam rangka mengambil pelajaran/ibrah agar tidak mengulang kembali kesalahan atau untuk meningkatkan amalan.

Adapun bila diucapkan dalam rangka mengambil ibrah atau antisipasi maka itu ucapan terpuji. Karena itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

: ((لولا حداثة عهد قومك بالكفر لنقضت الكعبة، ولجعلتها على أساس إبراهيم، فإن قريشاً حين بنت البيت استقصرت، ولجعلت لها خلفاً)
.

Andailah bukan karena kaummu baru saja meninggalkan kekufurannya niscaya aku memugar bangunan Ka’bah, dan aku kembalikan sesuai pondasi yang dibuat oleh nabi Ibrahim, karena sejatinya pada saat quraisy memugar Ka’bah, mereka kekurangan biaya, dan niscaya aku buatkan pula pintu keluarnya. (muslim)

Pada kisah lain Nabi bersabda:

(لو استقبلت من أمري ما استدبرت لما سقت الهدى ولجعلتها عمرة…)

Andai aku masih di awal perjalananku dan belum terlanjur, niscaya aku tidak membawa hewan sembelihan ( Al Hadyu) dan aku jadikan ihramku ini sebagai ihram umrah terlebih dahulu ( sehingga menjadi haji tamattu’).

Ucapan “andai ” untuk hari esok adalah indikator orang cerdas nan bijak. ” Andai besok” berarti rencana, persiapan atau antisipasi, dan semua itu mencerminkan sikap bijak dan sudah barang tentu tidak terlarang.

Karena itu ungkapan semacan ini banyak kita temukan dalam hadits dan ucapan para sahabat.

Diantaranya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

” لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع

Andai aku berumur panjang hingga tahun depan niscaya saya puasa pula pada hari ke sembilan (dari bulan muharam). riwayat Muslim.

 Ditulis oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Aneh! Muslim Namun Percaya Pada Musuh

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Sobat! Di dunia terutama di akhir-akhir ini, banyak terjadi kejadian aneh bin ajaib. Betapa tidak, pendusta dipercaya, pengkhianat dibanggakan, pecundang dieluk-elukkan dan musuh dipercaya, sedangkan kawan dimusuhi dan dicurigai.

Sobat! Lebih aneh dari itu semua bila ummat Islam lebih percaya kepada lembaga Yahudi atau Nasrani hanya karena mereka berlabel lembaga internatsional atau lembaga independen.

Sedangkan Al Qur’an yang merupakan kitab suci Ummat islam banyak diabaikan bahkan diragukan kebenarannya. Betapa tidak, banyak dari kaum muslimin yang saat ini meragukan kebenaran banyak ayat dalam Al Qur’an. Na’uzubillah min zalika.

Ayat berikut, adalah satu dari sekian ayat Al Qur’an yang saat ini banyak dilalaikan bahkan diragukan kebenarannya oleh banyak ummat Islam:

وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepada kalian hingga kalian mengikuti agama mereka. (Al Baqarah 120)

Sobat! Saat ini, betapa banyak ummat Islam yang percaya sepenuh hati dengan berbagai informasi yang datang dari orang-orang kafir, tanpa ada rasa curiga sedikitpun dengan motif dan kebenaran info yang mereka sebarkan. Sebagai akibatnya betapa manjurnya rilis orang-orang kafir tentang figur “jagoan” di negri kita, sehingga menjadikan nalar dan pandangan saudara-saudara kita silau dan akhirnya membeo.

Saudaraku, ummat islam! Bangkit dan usaplah mata anda, agar dapat berpikir dan melihat dengan jernih mara bahaya yang mengancam ummat dan agama anda. Percayalah, bahwa kaum Yahudi dan Nasrani tidak mungkin tulus dalam sikap dan info yang mereka sebarkan. Sikap dan info mereka pastilah sarat dengan muatan kepentingan yang menguntungkan mereka.

Sobat! Tidakkah anda ingat betapa beberapa aktu lalu bangsa kita dibuat geram karena ternyata berbagai lembaga internasional terbukti dengan sengaja ingin mengkondisikan bangsa kita agar terus terpuruk dan hancur.

Kekuatan bangsa kita beberapa waktu lalu menjadi lunglai alias loyo karena embargo mereka. Agar semakin loyo maka berbagai industri strategis kita didesak agar ditutup dan dipupus sehingga bangsa kita akan semakin tergantung kepada mereka.

Dan masih banyak fakta pait lainnya yang pernah terkuak dan diungkit oleh sebagian media atau tokoh. Namun demikian, anehnya kini ummat Islam berbodndong-bondong mempercayai rilis “pesanan” tentang figur “jagoan” dan kandidat “satrio piningit”. Rilis-rilis dan berbagai berita “pesanan” itu telah menjadikan kita melalaikan nasib “program karbitan” semisal mobil nasional “E**k*”, demikian pula proyek “M*n*R*l” dan lainnya, padahal kala itu proyek-proyek itulah yang menjadikan “figur karbitan” dieluk-elukkan. Semuanya kini telah mengepul bak asap yang diterpa angin, namun sekali lagi sayang akal pikiran dan pandangan banyak dari ummat Islam yang terlanjur silau dan rabun.

 Ditulis oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Cerdaslah Dalam Memilih

Oleh : Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri MA حفظه الله تعالى

Pada video kali ini ( https://m.youtube.com/watch?v=G_C4j7Qecbc )

Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri MA حفظه الله تعالى menyampaikan kisah seorang raja yang adil yang hidup dizaman Rasulullah Shallallah ‘alaihi wa Sallam. Raja inilah yang menolong para sahabat ketika hijrah pertamakali ke negri habasyah, yaitu Raja Najasyi.

Tatkala Najasyi masuk islam, iapun mengajak para pembesarnya dari kalangan pendeta nasrani untuk menerima Islam. Tetapi, hal tersebut malah ditolak oleh mereka. Apalah artinya seorang raja, jikalau orang-orang yang ada di sekitarnya tidak mau menerima Islam? Apalah arti seorang raja, jikalau ia hanya sendirian.

Dari kisah Raja Najasyi ini, bisa kita petik pelajaran untuk kita jadikan pertimbangan dalam menyongsong PEMILIHAN UMUM (pemilu 2014) yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat di negeri Indonesia tercinta ini.

Ingin tahu kisahnya lebih dalam? Semoga video ini dapat menginspirasi anda dalam memilih pemimpin yang dapat memberikan perubahan yang lebih baik bagi Islam dan kaum muslimin seluruhnya di negeri ini.

Apakah kita harus nyoblos atau golput dalam pemilu 2014 ini?

Simak penjelasan ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri MA حفظه الله تعالى. dalam video ini : http://youtu.be/Wys-YFFVjDM

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Islam Indonesia ?

Ust. DR. Muhammad Arifin Baderi, Lc., MA.

Betapa sering kita mendengar ucapan: Islam Indonesia, atau Islam Jawa, atau Islam ormas ini dan ormas itu….

Aneh bin ajaib memang terdengarnya! Islam dikotak-kotakkan menjadi sempit. Bahkan ada yang lebih sempit lagi, yaitu ketika ada dari kita yang berkata: Islam saya atau Islam menurut saya. Padahal anda pasti mengetahui bahwa Islam agama bagi semua orang, bangsa dan negri alias universal. Anda pasti sering mendengar, atau bahkan membaca ayat berikut:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

“Dan tidaklah Kami mengutusmu melainkan agar menjadi rahmat bagi alam semesta” (QS. Al Anbiya’ 107)

Sobat, mari kita lepaskan berbagai baju yang sempit, atribut lokal, pola pikir yang picik, dan menggantinya dengan yang luas, universal dan pola pikir cerdas. Mungkin anda bertanya: Bagaimanakah caranya?

Jawabannya: sederhana, yaitu pelajari dan amalkan Islam yang jauh dari embel-embel lokal, yaitu Islam yang hanya bersumberkan dari Al Qur’an dan As Sunnah.

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan apapun yang diajarkan oleh Rasulullah, maka terimalah dan apapun yang dilarang oleh Rasulullah, maka tinggalkanlah.dan bertaqwalah kalian, karena sejatinya Allah Maha Pedih Siksanya” (QS. Al Hasyr 7)

Anda siap menjadi muslim sejati? Buktikan segera!

– – – – – •(*)•- – – – –

Edisi PEMILU: Melek Terhadap Sejarah Islam

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Sobat! Kisah sejarah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabanya sering kita dengar dan kitaelajari. Namun demikian hingga saat ini kita belum mampu memetik seluruh pelajaran penting darinya.

Diantara kisah perjalanan dakwah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersama sahabatnya yang pasti telah anda pelajari, ialah kisah hijrah sebagian sahabat ke negri Habasyah.

Saya yakin, anda sepenuhnya memahami bahwa negri habasyah adalah negri kafir, namun demikian, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengizinkan sebagian sahabatnya untuk berhijrah ke sana. Ada satu alasan penting yang melatar belakangi keputusan beliau ini, yaitu adanya kepastian hukum dan perlindungan bagi setiap orang tinggal di negri tersebut.

Rasulullah shallallahi alaihi wa sallam bersabda:

“لو خرجتم إلى أرض الحبشة، فإن بها ملكا لا يظلم عنده أحد، وهي أرض صدق، حتى يجعل الله لكم فرجا مما أنتم فيه”

Ada baik ya jikalau kalian pergi ke negri Habasyah, karena di negri itu dipimpin oleh seorang raja yang menegakkan keadilan, sehingga tidak seorangpun dianiaya di sana. Negri itu adalah negri yang dipimpin dengan kejujuran. Kalian untuk sementara tinggal di sana hingga saatnya nanti Allah memberikan jalan keluar bagi kalian dari kondisi yang menghimpit kalian. ( Ahmad dan lainnya)

Walau negri itu negri kafir, dan Islam melarang ummatnya untuk tinggal apalagi hijrah ke negri kafir, namun demikian pada saat itu negri Habasyah adalah pilihan pahit teringan bagi banyak sahabat dibanding bertahan hidup di negri Makkah.

Bertahan hidup di negri Makkah artinya menanggung derita, siksa dan intimidasi yang sangat berat untuk dipikul oleh kebanyakan sahabat. Sedangkan berhijrah ke negri Habasyah juga pilihan pahit, karena hidup di negri orang kafir, berpotensi mengancam keutuhan agama para sahabat. Dan telah terbukti salah seorang dari kaum muslimin yaitu ubaidillah bin Jahesy tidak kuasa menahan godaan hingga akhirnya ia murtad dan masuk ke agama nasrani.

Petaka yang menimpa Ubaidillah bin jahesy ini membuktikan bahwa keberadaan para sahabat di Habasyah adalah satu pilihan pahit namun tidak sepahit bila mereka bertahan di kota Makkah.

Kisah di atas menjadi pelajaran kita untuk menghadapi kondisi serupa. Misalnya di saat pemilu ini. Menggunakan hak pilih adalah pilihan pahit namun tidak sepahit bila tokoh tokoh syi’ah dan antek antek kaum kafir memenangkan pemilu dan memimpin negri ini.

Sobat! Berpikir cerdas dan bersikap kesatria adalah bagian dari karakter ummat Islam. Mengedepankan dalil dan nalar sehat adalah sikap bijak dibanding sekedar mengikuti hawa nafsu dan emosi diri. 

Ditulis oleh Ustadz Muhamad Arifin Badri . حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜 ✽ 〜- – – – – –

Munafik, Manis Lisannya Bengis Perilakunya

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Sobat! Saya yakin, diantara orang yang anda benci ialah orang-orang Munafik. Namun, bagaimanakah anda dapat mengenali mereka?

Jawabannya, sederhana sekali, kenali mereka dari ciri cirinya. Dan diantara ciri menonjol orang orang munafik ialah lisannya yang terdengar begitu manis, namun ternyata perilakunya bengis, ingkar janji, khianat, dan bangga bila musuh musuh anda (orang orang kafir) berjaya sedangkan orang orang Islam tersingkirkan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

آية المنافق ثلاث: إذا حدث كذب، وإذا وعد أخلف، وإذا اؤتمن خان

Indikator orang munafik ada tiga:
1. Bila ia berbicara, maka ia berdusta.

2. Bila ia berjanji maka ia mengingkarinya (tidak menepatinya).

3. Dan bila diberi kepercayaan (amanah) maka ia berkhianat. (Muttafaqun ‘Alaih)

Sobat, hari hari ini adalah hari hari kampanye, betapa manisnya janji para caleg dan capres. Namun apakah anda mempercayai semua janji janji mereka? Ataukah hati nurani anda berkata: aaah, sekarang janji, paling paling besok juga ingkar janji dan korupsi untuk mencari ganti rugi.

Bahkan, betapa banyak figur yang kemarin telah berjanji dan kini telah terbukti ingkar janji, walau demikian dengan tanpa malu kini mereka kembali mengobral janji.

Lebih parah lagi, kemaren sebagian mereka telah terbukti membuka jalan untuk orang kafir dan kini kembali berusaha membuka jalan untuk orang kafir. Walau demikian betapa banyak dari saudara kita ummat Islam hingga saat ini belum juga mapu berfikir. Semua itu akibat dari manisnya janji walau akhirnya kembali diingkari.

Oleh: Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri dgn sedikit penambahan nomer urut oleh admin

-muslim.or.id-

Membeli “Kucing Garong” Dalam Karung

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Nampaknya ucapan di atas tepat untuk menggambarkan keadaan kita saat ini.

Betapa tidak, banyak dari kita dengan bangga mendukung dan mengagumi sebagian figur yang konon menurut kabarnya ” burung” baik dan istimewa.

Sobat, saya tidak ingin berdebat dengan burung, namun saya mengajak anda untuk berpikir jernih: siapakah yang berada dalam karung ” figur ” tersebut? Karena anda pasti tahu bahwa figur tersebut tidaklah mungkin dapat hidup dan berjalan seorang diri. Ia pasti hidup bersama berkelompok yang nota bene telah terbukti secara meyakinkan hanyalah segerombolan “kucing garong” yang bengis lagi sadis tidak kenal norma, rasa iba atau agama.

Di belakang figur tersebut bersembunyi “sejuta” orang yang sepatutnya anda cermati.

Setampan dan secantik apapun penjual “kucing garong yang ada dalam karung” tidak sepatutnya menjadikan anda lengah.

Ingat, kemaren “ikan pepes” hasil olahan “ibu pertiwi” telah disantap oleh segerombolan “kucing garong” dan hanya tersisa duri durinya. Bahkan hingga sampai saat ini di rumah anda, duri duri tersebut masih berserakan belum sempat anda bersihkan.

Begitu mudahkah anda melupakan kejahatan “kucing garong” yang kini berada di balik karung indah penjual kucing?

Sobat! Jadilah orang yang pandai mengambil pelajaran dari masa lalu agar anda selamat di hari esok.

Camkanlah petuah nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam berikut:

« لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ »

Tidak layak bagi seorang yang beriman untuk disengat hewan berbiasa sebanyak dua kali dari satu lubang”. ( muttafaqun Alaih)

Copas dr fb Ustadz DR.Muhammad arifin badri, MA

– – – – – •(*)•- – – – –

Perintis Kebaikan Dan Perintis Kejahatan

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Sobat! Para perintis selalu memiliki kedudukan spesial. Perintis kebaikan pantas mendapat penghargaan spesial atas kerja keras dan keberaniannya memulai dan mencontohkan kebenaran.

Sebaliknya, perintis kejahatan juga sepatutnya menanggung dosa spesial alias sangat berat atas kerja kerasnya dalam membuka dan mengajarkan pintu pintu kejahatan bagi orang lain.

Rasulullah shallallah alaihi wa sallam bersabda:

إنَّ من الناس ناساً مفاتيح للخير مغاليق للشر، وإنَّ من الناس ناساً مفاتيح للشر مغاليق للخير، فطوبى لمن جعل الله مفاتيح الخير على يديه، وويل لمن جعل الله مفاتيح الشر على يديه

Sejatinya ada sebagian orang yang menjadi pembuka pintu pintu kebaikan dan penutup pintu pintu kejahatan.

Sebaliknya ada sebagian orang yang menjadi pembuka pintu pintu kejahatan dan penutup pintu pintu kebaikan.

Beruntunglah orang yang Allah jadikan kunci kunci kebaikan berada di kedua tangannya.

Dan celakalah orang yang Allah jadikan kunci kunci kejelekan berada di kedua tangannya.[HR. Ibnu Majah dan lainnya]

Sobat, anda dapat menemukan contoh nyata dari kedua kelompok manusia di atas.

Dahulu, ibu ibu muslimah mengenakan kebaya, namun perlahan lahan kebaya mulai ditinggalkan dengan munculnya celana kulot/ kombor.

Proses terus bergulir hingga akhirnya ibu ibu muslimah bahkan nenek nenek muslimah kini mengenakan celana ketat nan transparan.

Dan sudah barang tentu proses terus bergulir, dan hanya Allah yang tahu sampai batas manakah ending dari proses ini.

Dulu -setahu saya – tidak seorang pun non muslim yang bermimpi untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin negri ini. Namun kini pintu ketabuan itu telah pecah sejak pilkada Jakarta yang dimenangkan oleh satu pasangan kombinasi muslim dan non muslim.

Ya Allah, kami memohon dengan wasilah Nama nama-Mu Yang Maha Indah agar Engkau menutup kembali pitu kejelekan yang mengancam ummat Islam di negri kami ini. Amiin

(Ust. Muh. Arifin badri MA) Radio dakwah Bassfm 93,2 Mhz Solotigo