Category Archives: Muhammad Arifin Badri

Salah Obat JIWA Berdampak PETAKA

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Di saat anda menderita sakit, akankah anda minum asal obat yang direkomendasikan sembarang orang? Saya yakin anda selektif dalam memilih obat, karena anda sadar bahwa salah obat berarti celaka.

Namun unik bin ajaib, ketika jiwa anda yang sakit, sering kali anda ceroboh atau kurang selektif dalam memilih obatnya.

Padahal anda tahu bahwa salah obat jiwa berdampak petaka bukan hanya di dunia namun hingga di akhirat, alias neraka, siksa yg kekal abadi.

«إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ النَّاسِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُهُ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤَسَاءَ جُهَّالًا، فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا، وَأَضَلُّوا»

Sejatinya Allah tidaklah mencabut ilmu secara tiba- tiba dari dada-dada. Para ulama’. Namun Allah mencabutnya dengan cara mematikan para ulama’. Hingga bila telah tidak tersisa lagi ulama’ maka masyarakat akan mengangkat pemimpin/ panutan-panutan dari orang-orang bodoh. Masyarakat bertanya kepada panutan-panutan bodoh tesebut, lalu mereka berfatwa dengan kebodohannya tanpa dasar ilmu, akibatnya mereka tersesat dan menyesatkan. (Muttafaqun alaih)

Saudaraku, ketahuilah bahwa keselamatan Jiwa anda lebih penting dari kesehatan raga anda.

By: Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri

Arti Sebuah Nama

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Nama adalah identitas diri, namun di sadari atau tidak nama juga sebuah inspirasi. Setiap orang biasanya terinspirasi secara alami oleh nama dirinya.

Karena itu dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa merubah nama sahabat-sahabat beliau yang kurang baik.

Said bin Musayyib mengisahkan bahwa suatu hari kakeknya yang bernama (Hazan) datang menjumpai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Setibanya di hadapan Nabi, beliau bertanya: Siapakah namamu?

Ia menjawab: Namaku Hazan (Duka atau Susah).

Spontan Nabi bersabda: Aku rubah namamu menjadi Sahel (Mudah).

Namun sungguh mengejutkan, sahabat Hazan menjawab: Aku tidak akan merubah nama yang telah diberikan oleh ayahku.

Said bin Musayyib menuturkan: Kesusahan dan duka tiada pernah sirna dari keluarga kami. (HR. Bukhari)

Pikirkan dan kenalilah nama diri anda sobat, bila telah baik maka bersyukur dan bila ternyata kandungan artinya kurang baik, maka akan lebih baik bila anda menggantinya dengan yang baik.

Anda akui atau tidak, nama mengandung sebuah inspirasi, dan pemilik nama biasanya akan mendapatkan bagian dari kandungan namanya sendiri.

Betapa banyak orang yang namanya buruk dan keburukan senantiasa terpancar darinya. Misalnya nama: gelap, maka biasanya kegelapan nampak dari wajah dan perilakunya.

Mendung, maka biasanya perilaku dan kepribadiannya juga bak mendung, gelap dan perilakunyapun mencerminkan kegelapan.

Bagus maka biasanya kepribadian dan perilakunya juga memancarkan kebagusan.

Anwar, mencerminkan akan cahaya dan kecerahan, dan demikian seterusnya.

Memahami nama dan kandungan artinya ini juga dapat menjadi pertimbangan dalam memilih pasangan hidup atau yang serupa, jangan pilih pasangan hidup yang namanya mencerminkan kegelapan, semisal yang bernama awan, mendung, petir, malam, atau yang serupa.

¤ By: Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri ¤

Muslim Namun Menjadi Penghalang Islam

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Sobat, satu kebahagian bila anda menjadi pembuka pintu kebaikan bagi orang lain. Berkat perjuangan anda orang lain mendapat hidayah Allah dan tentu Pahala besar pasti menjadi milik anda.

Namun sebaliknya, alangkah celaka dan sial orang yang telah berjuang, berkorban dan berusaha sekuat tenaga namun nyatanya semua yang ia lakukan bukannya mendekatkan islam kepada masyarakat. Semua yang ia lakukan ternyata malah menyebabkan masyarakat semakin menjauhi dan membenci Islam.

Sahabat Uqbah bin Amer mengisahkan: suatu hari ada seorang lelaki yang mengadu kepada Rasulullah shallallahi alaihi wa sallam: sungguh aku dengan sengaja telat menghadiri suolat subuh berjamaah karena fulan yang bertugas sebagai imam, sholatnya terlalu penjang.

Mendapat laporan semacam ini, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjadi sangat murka. Menurut sahabat Uqbah bin Amer: beliau tidak pernah menyaksikan Rasulullah murka lebih keras dibanding kemurkaan beliau saat ini.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ مِنْكُمْ لَمُنَفِّرِينَ فَأَيُّكُمْ مَا صَلَّى بِالنَّاسِ فَلْيَتَجَوَّزْ فَإِنَّ فِيهِمْ الضَّعِيفَ وَالْكَبِيرَ وَذَا الْحَاجَةِ
Wahai ummat manusia, sejatinya sebagian kalian menyebabkan orang lain menjauh dari Islam. Siapapun dari kalan bertugas menjadi imam hendaknya ia memendekkan sholatnya, karena bisa jadi diantara jamaah makmummu ada orang yang sedang sakit, orang tua dan orang yang sedang didesak keperluan. ( Ahmad Dll)

Sobat, waspadalah selalu jangan sampai sikap, ucapan dan praktek kita, tanpa disadari menjadikan masyarakat benci dengan Islam.

¤ Di tulis Ustadz Dr Muhamad Arifin Badri MA ¤