Category Archives: Muhammad Nuzul Dzikry

Tahun Ajaran Baru…

Berbicara tahun ajaran baru, seringkali kita dibayang-bayangi mimpi buruk yang bernama peloncoan, penindasan terhadap siswa baru atau adik kelas,
mulai dari bully, ancaman dan tekanan, lebam, luka memar, trauma secara psikis sampai berujung di liang lahad.

Saudaraku,
Nabi kita memastikan:
“Bukan dari umat (ajaran) kami orang yang tidak menyayangi junior-nya.”
(HR. Tirmidzi)

Status anda sebagai umat Nabi yang sejati sedang diuji dengan kehadiran junior dan adik kelas anda,
Bisakah anda menyayangi mereka?
Menuntun dan mengarahkan mereka?
Menjadi senior yang melindungi dan membantu mereka beradaptasi?

Seorang muslim sejati tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk membuktikan statusnya sebagai pengikut Sang Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Saudaraku, tidakkah kita takut dengan doa korban bully dan penindasan kita?

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
“Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan).”
(HR. Muslim)

Jangan jadi katak dalam tempurung!!

Mungkin kita merasa senior dihadapan adik kelas sehingga kita semena-mena dengan mereka, tapi bukanlah di kehidupan ini jutaan pihak jauh lebih senior dari kita.

Kaidah menyatakan:
“Balasan sesuai jenis perbuatan.”

Jika kita menindas junior kita, maka kita akan ditindas oleh orang yang lebih senior dari kita.
Jika kita bully dan ngerjain junior, maka kita akan di bully dan dikerjain oleh orang lain.

Balasan menindas ditindas.
Balasan membully dibully.

Sudahkan kita seperti mereka ?

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
“Maukah aku beritahu orang-orang yang diharamkan masuk neraka dan neraka diharamkan menyentuh mereka ? Setiap orang yang tenang, lembut, dekat dengan orang, dan memudahkan urusan orang”.
(HR. Tirmidzi)

Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Anda Hobi Jalan atau Kongkow Dengan Teman..?

Ada sebuah hadits yang tidak boleh luput dari benak anda,
Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

“Tidaklah sebuah kaum duduk-duduk atau bermajlis TANPA BERDZIKIR kepada ALLAH kecuali akan menjadi penyesalan bagi mereka (pada hari kiamat) dan tidaklah seseorang berjalan tanpa berdzikir kepada ALLAH kecuali akan menjadi penyesalan baginya (pada hari kiamat).”

(Ibnul Mubaarok no. 907 dalam Az Zuhd)

Ternyata bukan hanya halal haram yang harus kita pertimbangkan sebelum jalan atau ngumpul di sebuah tempat, namun juga pastikan hati ini selalu ingat kepada ALLAH dan dzikir menjadi menu wajib di dalamnya, atau kita akan menyesal dan memang penyesalan itu selalu datang belakangan.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Rahasia Su’ul Khatimah…

“Bahwa suu’ul khatimah (kondisi meninggal yang buruk) tidak akan dialami oleh orang yang menjaga amalan-amalan zhahir dengan istiqamah dan memiliki hati yang bersih.”

(Abu Muhammad ‘Abdul Haq hafizhahullah, At Tadzkirah 192-193).

2 kata kunci saudaraku…
1. Istiqamah
2. Kebeningan hati

Berjuanglah untuk akhir kehidupanmu dengan 2 kunci ini.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

ATM Berjalan atau Penasehat..?

“Saudara yang jika bertemu denganmu senantiasa mengingatkanmu tentang berbagai nikmat ALLAH dan kewajibanmu kepadaNya LEBIH BAIK dibanding saudara yang apabila bertemu denganmu selalu memberikanmu dinar (uang) ke dalam sakumu.”

( Bilal bin Sa’ad -rahimahullah-, Raudhatuz Zaahidiin 77)

Tapi harus diakui banyak orang yang lebih suka merapat ke ATM berjalan dibanding bersama teman yang mengungkapkan rasa sayangnya dengan mutiara-mutiara nasehat.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Bulan Puasa Berlalu, Bulan Haji pun Datang..

Kita terbiasa mengatakan Ramadhan adalah bulan puasa. Sekarang marilah kita populerkan bahwa bulan Syawwal, Dzulqo’dah dan 10 hari pertama Dzulhijjah adalah bulan haji.

Mari kita simak QS. Al Baqarah: 197

الحج أشهر معلومات

“Musim haji jatuh pada beberapa bulan yang telah diketahui (Syawwal, Dzulqo’dah, 10 hari pertama Dzulhijjah).”

Memang benar prosesi haji sendiri baru dimulai tanggal 8 Dzulhijjah, namun jika anda mau, anda sudah bisa melakukan ihram pada bulan Syawwal ini.

Selamat datang di bulan haji…
Hadirkan suasana ibadah, khususnya haji di dalam diri kita!

Perbanyaklah ibadah di hari-hari ini!

Bagi yang akan berangkat tahun ini, lakukan persiapan semaksimal mungkin!

Bagi yang belum mendaftar, segera daftarkan diri anda!

Bagi yang telah mendapatkan nomor porsi, selamat menunggu dengan penuh kesabaran!

Bagi yang telah berhaji, semikan kembali kenangan indah itu serta bumikan makna dan hikmah dalam keseharian anda, dan tancapkan tonggak-tonggak tauhid di dalam hati anda.

Catatan:
– Terinspirasi dari nasehat Al ‘Allaamah Syaikh ‘Abdul Aziz Alu Syaikh, mufti KSA tentang bulan haji.
– Lihat tafsir Ibnu Katsir pada QS. Al Baqarah: 197.
– Penjelasan apa saja bulan-bulan haji diatas disitir dari penjelasan ulama, diantaranya pandangan madzhab Syafi’i.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Sang GULA…

Beliau bernama Imam Muhammad bin Maimun Abu Hamzah, sang gula.

Mengapa beliau dijuluki dengan “sang gula”??

Mari kita simak keterangan Imam Adz Dzahabi:
“Beliau bukanlah seorang penjual gula, akan tetapi dinamakan as sukkari (sang gula) karena manisnya tutur kata beliau.”
(Siyar A’laamin Nubalaa’ 7/386)

Benar memang, saat telinga ini disapa dengan rangkaian kata yang penuh dengan kesantunan dan kelembutan, maka akan terasa manis di dalam jiwa, rasa yang lebih manis dari gula dan madu.
Bukankah sesendok gula yang disajikan dengan umpatan dan cacian akan terasa pahit di dalam hati?!

“Kata-kata yang baik adalah sebuah sedekah.”
Sabda Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dalam Shahih Bukhari dan Muslim.

Rasanya tidak berkebihan jika kita berharap lahirnya “sang gula – sang gula” berikutnya untuk menghiasi layar kehidupan keluarga, pergaulan, dunia dakwah dan SOSMED kita.

(Terinspirasi oleh Faidah Syaikh Shalih bin ‘Abdil ‘Aziz As Sindi)

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Andai Mereka Tahu…

Jika saya tinggalkan dunia hitam ini lalu saya mau kemana ?
Jika saya keluar dari bidang haram ini lalu saya mau kerja dimana ?
Jika saya tinggalkan geng saya dengan segala maksiatnya, memangnya ada yang mau berteman dengan saya ?

Andai mereka tahu bahwa Pencipta dan Pemilik kehidupan ini telah berfirman:

‏﴿١٠٠﴾ ۞ وَمَن يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدْ فِى ٱلْأَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ …

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan kelapangan yang banyak…”
(An Nisaa: 100)

Ternyata…
Ada kehidupan lain yang penuh dengan kehangatan siap menyambut kita.
Banyak bidang dan lapangan pekerjaan yang menunggu kita.
Banyak teman shalih/shalihah yang mau berpijak bersama.

Hanya saja kita belum tahu dan mengenal mereka.

Saudaraku..
ALLAH memastikan bahwa dibalik hijrah ada banyak tempat yang indah, ada banyak kelapangan, rizki, ketenangan serta kebahagaian.

Maka jangan ragu untuk berhijrah dari dosa.

Yang perlu anda lakukan adalah terus melangkah, lalu bersabar dan bertahan, niscaya pertolongan ALLAH dan kelapangan itu pasti menyapa anda.

(Disadur dari Tafsir Ath Thabari dan Al Qurthubi QS. An Nisa ayat 100)

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Kerdilkan dan Rendahkan Mereka…

Ternyata merendahkan sesuatu tidak selalu buruk, saudaraku.

Ibnul Qoyyim -rahimahullah- bertutur:
“Dan diantara tanda amal ibadah kita diterima adalah kita akan merendahkan, mengkerdilkan dan menganggapnya kecil di hati kita.”
(Madarijus Saalikiin 2/62)

Shalat, puasa, tarawih, tilawah, dzikir, umrah, i’tikaf, dan amal ibadah kita lainnya.

Sebesar apapun…
Sebanyak apapun…
Sehebat apapun…
Kerdilkanlah, tanamkanlah dalam hati ini bahwa semua itu hanyalah serpihan-serpihan kecil yang tidak pantas menuai puji dan rasa bangga.

Sedangkan membesar-besarkan, merasa diri berjasa lalu mulai mengungkitnya… sebaiknya ia renungkan ayat berikut ini:

‏﴿٢٦٤﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبْطِلُوا۟ صَدَقٰتِكُم بِٱلْمَنِّ وَٱلْأَذَىٰ

(264) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)…
(QS. Al Baqarah: 264)

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Pahala Puasa Wajib…

29 hari + 6 hari = 1 tahun

Bingung ??
Mari kita simak penjelasannya,

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan lalu ia lanjutkan dengan puasa 6 hari di bulan Syawwal, niscaya ia mendapat pahala seperti puasa 1 tahun penuh.”
(HR. Muslim)

Dalam HR. An Nasa’i, Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menguraikan:

“ALLAH menjadikan kebaikan menjadi 10 kali lipat, maka puasa 1 bulan (Ramadhan) bernilai 10 bulan dan puasa 6 hari setelah ‘Iedul Fitri (di bulan Syawwal) menyempurnakannya menjadi 1 tahun.”

Saudaraku,
Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa satu hari di jalan ALLAH, niscaya ALLAH akan jauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 puluh tahun perjalanan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika itu keutamaan puasa satu hari, maka silahkan bayangkan bagaimana pahala puasa selama satu tahun penuh??

Saudaraku…
Tahukah anda penjelasan banyak ulama (diantaranya ulama madzhab Syafi’i) tentang hal ini ?

Ternyata pahala puasa 1 tahun penuh tersebut adalah pahala puasa wajib.

Maksudnya ?
Ya, puasa 6 hari di bulan Syawwal merupakan puasa sunnah, namun pahalanya senilai dengan puasa wajib, layaknya puasa Ramadhan.

Masih ada banyak waktu… hanya 6 hari dari 29/30 hari…
Bisa di awal atau di pertengahan atau di akhir bulan Syawwal, bisa berturut-turut atau tidak.

Pahala puasa 1 tahun penuh itu sudah sangat dimudahkan, saudaraku…

Referensi:
I’anatut Thaalibiin 2/268, Tuhfatul Habiib 3/155, Tuhfatul Muhtaj 14/69, Fathul Wahhab 2/351, Mughnil Muhtaj 1/447, Nihayatul Muhtaj 3/208, Al Inshaf 3/344, Kasysyaaful Qina’ 2/337 dan lain-lain.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى