Category Archives: Muhammad Nuzul Dzikry

Hanya Detik Ini…

“Kemarin adalah sebuah pengalaman,
Hari ini adalah amal,
Dan Esok adalah angan.”
(Fudhail bin ‘Iyadh dalam Az Zuhud Al Kabiir no 475)

Saudaraku, hanya detik ini kesempatan pasti kita tuk beramal.

Belajarlah dari hari kemarin lalu gunakan hari ini dengan sebaik-baiknya!

Sedangkan esok… masih sebuah angan yang belum tentu dapat dijangkau oleh usia seorang insan.

Ibnu Umar -radhiyallahu ‘anhu- menasehati:
“Jika anda berada di sore hari, jangan menunggu waktu pagi dan jika anda berada di pagi hari, jangan menunggu waktu sore.”
(HR Bukhari 6416)

Selamat beramal shalih…

Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

 

Tips Untuk Memahami Ilmu…

Anda ingin memahami ilmu yang disuguhkan dalam sebuah majelis ?

Al Khathiib Al Baghdaadi memberikan tipsnya:

“Ikhlas mencari wajah ALLAH mewariskan pemahaman tentang ALLAH.”
(Zuhd War Raqaiq lil Khathiib Al Baghdaadi, 71)

IKHLAS, itulah kunci dalam memahami ilmu.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

Menggapai Kekhusyuan, Ketenangan, dan Kewibawaan …

Imam Malik -rahimahullah- berbagi pengalamannya:
Majelis-majelis ilmu akan mengasuh kekhusyuan, ketenangan, dan kewibawaan seseorang.”
(Al Madkhal ilas Sunanil Kubro No. 697)

Lalu bagaimana jika kita tetap gelisah, panikan dan heboh dalam bersikap dan berbicara sedangkan kita aktif hadir di berbagai majelis-majelis taklim?!

Mari kita evaluasi diri kita. Duduklah bersama ilmu dengan kebeningan hati, niscaya anda akan merasakan perubahan mendasar dalam diri anda.

Sabda Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- untuk anda yang duduk di majelis ilmu dengan penuh keikhlasan:
“…Ketenangan akan turun ditengah mereka…”
(HR. Muslim 2699)

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Beberapa Jam Saja Untuk Membersihkan Dosa Selama 1 Tahun Ini…

Nabi -shallallahu ’alaihi wa sallam- ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura(10 almuharram)? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”
(HR. Muslim 1162)

Sebuah penawaran yang sangat menarik bagi kita yang berlumur dosa. 1 tahun adalah waktu yang cukup lama dalam menumpuk dosa-dosa kecil (*) dan dapat kita putihkan dengan puasa beberapa jam saja.

Tidak heran jika sebagian ulama-ulama klasik kita (seperti Ibnu ‘Abbas, Abu Ishaq, Azzuhri) berusaha berpuasa di tanggal 10 Al Muharrom walaupun mereka sedang safar, bukan mewajibkan namun semangat untuk meraih ampunan dan keutamaan.(**)

* Syafah Muslim Nawawi 4/179, Al Furuu’ 3/83
** Lathooiful Ma’aarif 53, At Tamhid 7/215.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

Yang Terbaik dan Yang Terlupakan…

“Dan sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan ALLAH, Al Muharrom”
Sabda yang disampaikan Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dalam riwayat Imam Muslim.

Puasa sunnah bulan Al Muharrom adalah amalan yang disunnahkan oleh Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, namun sayangnya ia sering terlupakan, banyak orang tidak sadar bahwa di bulan Al Muharrom inilah bulan terbaik untuk berpuasa sunnah.

Setiap hari dari bulan ini dapat kita isi dengan berpuasa (*). Banyak ulama yang menganjurkan kita berpuasa di mayoritas hari-harinya bahkan sebulan penuh bagi yang sanggup (**).

Bagi yang sanggup berpuasa 29 hari, silahkan.
Bagi yang sanggup berpuasa 28 hari, silahkan.
Bagi yang sanggup berpuasa 27 hari, silahkan.
Begitu seterusnya, dan minimal ia berpuasa pada tanggal 10, atau 9 dan 10 atau 9,10,11 (***).

Catatkan diri anda sebagai penghidup sunnah Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dengan memperbanyak puasa di bulan ini sesuai kemampuan anda, dan niatkan berpuasa sunnah di bulan Al Muharrom.

Selamat berpuasa.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

* Syarh Zaadul Mustaqni’ li Syinqiithii.

** Al Majmu’ Imam Nawawi 6/387, Al Fatawa Ibnu Hajar Al Haitami 2/54, Al Mubdi’ Ibnu Muflih 3/54, Fatwa Syeikh bin Baz, Fatwa Syeikh Shalih Al ‘Utsaimin, Fatwa Syaikh Shalih Fauzan, Fatwa Syaikh Sa’ad Asy Syatsri, Fatwa Syaikh Muhammad Al Mukhtar Asy Syinqiithii.

*** Terjadi khilaf diantara ulama tentang hari puasa yang ditekankan di bulan Al Muharrom, apakah 2 hari (9,10 atau 10,11) atau 3 hari (9,10,11).

Rendah Hati…

“Saya belum melakukan apa-apa”
Atau “Apa yang saya lakukan belum seberapa dan masih banyak kekurangan”

Bersyukurlah jika kalimat-kalimat diatas meluncur dengan fasih dari lubuk hati anda, karena inilah indikator diterimanya amal seorang hamba.

Amal yang diterima akan membentuk pribadi yang selalu merendahkan hati dan merasa penuh kekurangan walaupun segudang amal shalih telah ia torehkan dalam catatan kebaikannya.

Ia khawatir karena kekurangannya dalam menjalankan amal shalih membuat ALLAH tidak berkenan menerimanya. Bukan justru angkuh dan merasa diri suci,

‏﴿٦٠﴾ وَٱلَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآ ءَاتَوا۟ وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رٰجِعُونَ

(60) Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan (beramal shalih), dengan hati yang takut (amal ibadah mereka tidak diterima) karena mereka yakin sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka,
(Al Mu’minun 23:60)

Bukankah kita diperintahkan untuk beristighfar setiap selesai mengerjakan shalat wajib?
Ya, shalat yang notabenya merupakan ibadah terbaik dan prestasi yang sangat prestisius saja diikuti dengan permohonan ampun.

Sebuah pesan bahwa sehebat apapun ibadah yang anda kerjakan, anda kerjakan dengan penuh kekurangan dan ketidaksempurnaan, maka mintalah ampun kepada ALLAH dari segala khilaf dan lalai tersebut, dan rendah hatilah setelah mengerjakannya.

Terinspirasi oleh pemaparan Ibnul Qayyim dalam Madarijus Saalikiin 2/62.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

Resep Ditolong Allah…

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، و على آله و اصحابه ومن وله

Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla,

Apa yang kita lakukan ketika:

▪Kita mendengar berita yang mengejutkan, kita mendapatkan telepon bahwa pasangan kita (istri/suami) kita mengalami kecelakaan?

▪Atau kita mendapatkan kabar bahwa anak kita terjatuh disekolahnya?

▪Apa yang kita lakukan ketika kita menerima kenyataan bahwa perusahaan tempat kita bekerja akan melakukan PHK massal?

▪Atau kita mendapatkan berita yang tidak mengenakan dan menyesakan dada?

Panik ! Bingung ! Atau kita langsung mengambil telepon kita dan menghubungi orang yang berkaitan dengan masalah tersebut.

Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla,

Masalah ini telah dijelaskan oleh Nabi kita shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Mari kita simak sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang hasan.

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى

“Nabi kita shallallāhu ‘alayhi wa sallam apabila berhadapan dengan masalah (yang tidak mengenakan, yang menyedihkan, masalah besar) maka beliau segera mengerjakan shalat.”

✖Bukan menghubungi relasi,
✖Bukan panik,
✖Bukan galau,
✔Namun tuntunan Nabi kita shallallāhu ‘alayhi wa sallam shalat.

Mengapa shalat ?

Karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman dalam surat Al Baqarah: 45,

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Dan mintalah pertolongan kepada Allāh dengan sabar dan dengan mengerjakan shalat. Sesungguhnya shalat itu amatlah berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”

Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla,

Inilah resep Nabi kita Shallallāhu ‘alayhi wa sallam, beliau mengerjakan shalat karena Allāh akan menolong kita, ketika kita mendekat kepada-Nya.

Kita akan ditolong oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla ketika kita mengingatnya, kita akan dijaga oleh Allāh pada saat kita menjaga hak-hak-Nya.

اِحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ

“Jagalah hak Allāh maka Allāh akan jaga dirimu.”
(HR Tirmidzi)

Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla,

Oleh karena itu, ketika kita mendapatkan berita duka, berita yang mengagetkan, berita yang tidak menyenangkan maka segeralah ambil air wudhu lalu bertakbiratul ihramlah dan shalatlah kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla,
Ibnu Abbas pernah berjalan disebuah jalan, lalu ada orang yang menghampirinya dan memberitahukan bahwa saudaranya telah meninggal dunia.

Apa yang dilakukan beliau?
Beliau langsung menepi dan beliau langsung shalat dua raka’at lalu beliau memanjangkan shalat nya berdoa kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, bersimpuh kepada Allāh lalu beliau mengucapkan salam beliau kembali ke tunggangannya dan beliau berjalan sambil membaca Al Baqarah ayat 45.

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاة

“Mintalah pertolongan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan kesabaran dan dengan mengerjakan shalat.”

Ini juga yang dilakukan oleh ummu Kultsum ketika melihat suami tercintanya Abdurahman bin ‘Auf itu pingsan dan beliau khawatir luar biasa.

Apa yang beliau lakukan ?
Allāhu Akbar, beliau langsung pergi ke masjid dan mengerjakan dua raka’at mengingat firman Allāh,

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاة

“Minta pertolongan kepada Allāh dengan sabar dan dengan mengerjakan shalat.”

Dan inipun yang dilakukan oleh Nabi Ibrāhim ‘alayhissalām ketika harus menerima kenyataan bahwa istri tercintanya Sarah diambil oleh orang-orang penguasa Mesir dipisahkan darinya.

Apa yang dilakukan Nabi Ibrāhim ‘alayhissalām? Apakah beliau menghubungi manusia?

Dalam hadits Bukhari beliau ‘alayhissalām langsung mengerjakan shalat dua raka’at salam, dua raka’at salam, dua raka’at salam, sehingga Sarah tidak bisa dijamah oleh penguasa Mesir tersebut.

Ini adalah resep Nabawi, resep untuk orang-orang beriman, yakin tidak bahwa Allāh mampu menolong kita.
Kerjakanlah shalat dekatkan diri kepada Allāh, bukan justru menjauh dan justru kita lebih dekat kepada manusia ketika kita sedang mendapatkan masalah.

Mendekatlah kepada Allāh Jalla wa ‘Ala dengan mengerjakan shalat.

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاة

“Mintalah pertolongan kepada Allāh dengan sabar dan dengan mengerjakan shalat.”

َإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَـعِنْ بِاللهِ

“Jika anda meminta pertolongan mintalah pertolongan kepada Allāh, dan Allāh minta kita untuk mengerjakan shalat.”
(HR Tirmidzi)

Yakinlah bahwa Allāh akan menolong kita dengan shalat kita tersebut jika sesuai dengan sunnah Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam dan dilakukan dengan penuh kekhusyukan penuh kerendahan dan penuh pengharapan kepada Allāh.

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركات

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 
(posted on FB page of Fadlan Fahamsyah,  حفظه الله تعالى)

ABU DARDA’ dan Parameter Ilmu…

“Diantara parameter kefaqihan/keilmuan seseorang:
Bagaimana ia masuk…
Bagaimana ia berjalan dan bersikap…
Dengan siapa ia bergaul…”

(Ibanah 2/464)

Sebuah hikmah yang mengalir dari lisan Abu Darda’ -radhiyallahu ‘anhu-. Seorang pakar dan salah satu shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Lihatlah ilmu seseorang dari cara ia masuk ke rumahnya, rumah orang lain, tempat publik dan majelis ilmu, sebagaimana lihatlah bagaimana ia masuk dalam sebuah pembicaraan, komunikasi, kasus dan permasalahan.

Lihatlah ilmu seseorang dari cara ia berjalan, bersikap dan penampilannya.

Dan lihatlah ilmu seseorang dari teman-teman dekat dan sahabatnya.

Tinggi rendahnya ilmu seseorang akan tercermin dari 3 hal diatas. Mari kita perbaiki hal hal tersebut.

Waffaqonallah.

Dinukil dari penjelasan Syeikh Shalih Al ‘Ushaimi -hafizhahullah- (seorang ulama pengajar di masjid Nabawi).

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Hari Pembebasan…

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Tidak ada satu hari pun dimana jumlah hamba yang ALLAH bebaskan dari api neraka lebih banyak dari hari ‘Arafah…”
(HR. Muslim)

Saudaraku,
Hari ini adalah hari pembebasan dengan kuota terbanyak.

Hadirkan harapan dan kecemasan pada hari ini!
Perbanyaklah berdoa dan berdzikir pada hari ini!
Kerjakan amal shalih semaksimal mungkin pada hari ini!

Semoga saya dan anda semua termasuk ke dalam hamba-hamba yang dibebaskan dari siksa api neraka.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى