Category Archives: Muhammad Nuzul Dzikry

Sunnah Yang Terabaikan…

“Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidak mengerjakan shalat sunnah sebelum shalat ied, namun jika beliau pulang dan sampai di rumah beliau shalat 2 raka’at.”

(HR. Ibnu Majah dishahihkan oleh Imam Hakim, Adz Dzahabi, dihasankan oleh Imam Ibnu Hajar, Al Buushairi, Albani)

Ibnu khuzaimah mengatakan:
“Disunnahkan shalat di rumah selepas pulang dari shalat ied.”
(Shahih Ibnu Khuzaimah 2/362)

Silahkan lihat keterangan imam iibnu quddamah dalam al mugni 2/241 dan imam ibnu hajar dalam fathul baari 3/418

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

 

da250617-0826

Belasan Jam Untuk 2 Tahun…

BELASAN JAM UNTUK 2 TAHUN…
.
Mari kita cuci gudang dosa-dosa kita selama 2 tahun dengan berpuasa tanggal 9 Dzulhijjah (baca: hari ‘Arafah).
.
“Nabi -shallallahu ’alaihi wa sallam- ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, “Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim no. 1162).
.
.
Dosa yang dimaksud adalah dosa kecil atau meringankan dosa besar^.
.
Ini adalah kesempatan terakhir dan puncak untuk berpuasa di 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. .
Puasa sunnah yang sangat prestisius, sebab puasa ini mengandung 3 keutamaan waktu sekaligus:
.
1. Hari ‘Arafah.
2. 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.
3. Sebuah hari dalam 4 bulan haram^^.
.
Jangan lepaskan kesempatan puasa terakhir di 10 hari ini!
.
Semoga ALLAH selalu memberikan taufiq kepada kita semua. .
.
^ Syarah Muslim 1/378
^^ Misykatul Mashabih 7/125-126
.
.
Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى
.

Sapu Bersih…

Hari ini tanpa terasa kita telah memasuki hari ke 7 bulan Dzulhijjah.

Hari-hari yang disabdakan Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- sebagai hari terbaik untuk beramal shalih ini hanya menyisakan beberapa hari saja, namun masih banyak amalan yang belum kita maksimalkan bahkan mungkin sama sekali belum kita sentuh.

Saudaraku,

Jangan putus asa dan menyerah, jangan terbesit untuk mengibarkan bendera putih!

Mari kita SAPU BERSIH hari-hari terakhir ini, puncak 10 hari terakhir (baca: tanggal 7, 8, 9, 10 Dzulhijjah) belum lepas dari genggaman kita.

Bagi yang belum berpuasa, maka berpuasalah di hari Selasa, Rabu dan Kamis, karena tanggal 1 s/d 9 adalah hari berpuasa dengan kesepakatan 4 imam madzhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad), bahkan Imam Mardawi menyatakan tidak ada perbedaan dalam hal ini**.

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- berpuasa pada 9 hari ini.

(HR. Abu Daud dan An Nasa’i)

Bagi yang belum membaca Al Quran, jangan tunda untuk membuka mushaf anda dan mulai membaca!

Iringi aktivitas anda dengan memperbanyak takbir, dan dzikir seperti yang diperintahkan ALLAH dalam QS. Al Hajj: 28.

Ambilah sebagian tabungan anda dan belilah hewan kurban lalu sembelihlah pada tanggal 10. Yakinlah kurban anda tidak akan sia-sia dan akan membuka pintu surga lalu pintu rizki anda.

Perbanyaklah shalat-shalat sunnah!

Jangan lupa memperbanyak infak, sedekah dan berbagi bersama fakir miskin dan anak yatim.

Tidak lupa, berikan hadiah kepada orang yang anda sayangi dan hormati.

Terakhir, maksimalkan amalan-amalan wajib anda:

Jaga shalat 5 waktu, selesaikan hutang puasa anda sebelum puasa arafah, keluarkan zakat anda jika telah masuk haul, berbaktilah pada orangtua, berkhidmat kepada suami, tunaikan hak istri dan anak serta amalan wajib lainnya.

Ingatlah titik krusialnya bukan pada saat anda memulai, NAMUN BAGAIMANA ANDA MENUTUP 10 HARI INI.

Sekali lagi, mari kita sapu bersih hari-hari yang tersisa dan tutuplah 10 hari ini dengan husnul khatimah

**lihat Al Fatawa Al Hindiyyah 1/201, Syarah Mukhtashar Khalil 3/16-17, Raudhatut Thalibin 2/388, Al Inshaf 3/345.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

NB: Tulisan ini di posting pertama kali 08 September 2016.
http://bbg-alilmu.com/archives/21617
Diposting ulang dengan sedikit penyesuaian penyebutan hari.

Sunnah Yang Terlupakan Di 10 Hari Pertama DZULHIJJAH…

Dahulu Ibnu Umar dan Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhuma- datang ke sebuah pasar pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, lalu mereka bertakbir dan manusia pun bertakbir terinspirasi takbir mereka. (HR. Al Bukhari)

Inilah salah satu aktivitas shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah (*). Aktivitas yang tidak lain merupakan arahan dari Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- saat beliau bersabda:

“PERBANYAKLAH MEMBACA TAHLIL (LAA ILAAHA ILLALLAH), TAKBIR DAN TAHMID PADA 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH INI.” (HR. Ahmad dan dishahihkan Ahmad Syakir)

Saudaraku,
Sudahkah takbir mengiringi aktivitas-aktivitas anda pada 10 hari ini ?

ALLAH -ta’ala- berfirman dalam QS. Al Hajj: 28

‏﴿٢٨﴾ … وَيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْلُومٰتٍ

“… Agar mereka berdzikir (dan bertakbir) pada hari-hari yang telah diketahui (baca: 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah**)”

*lihat juga Akhbaru Makkah lil Faakihi 3/10.

**penjelasan Ibnu ‘Abbas -radhiyallahu ‘anhu-, lihat Tafsir Ibnu Katsir dalam ayat tersebut.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

da080116-0632

Bersiaplah..!

“Tidak ada amalan yang lebih baik disisi ALLAH dan lebih besar pahalanya dibanding amal shalih yang dilakukan di 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah
(HR. Baihaqi, lihat Fathul Baari 3/390 dan Shahih Targhib 2/15)

Saudaraku,
Walaupun 10 hari ini belum sepopuler hari-hari dalam bulan suci Ramadhan di mata masyarakat kita, namun cukuplah sabda Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- di atas mendorong kita untuk bersiap menyambutnya, ini adalah golden time-nya beribadah.

وبالله التوفيق

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

da010916-0001

Penghilang Rasa Sakit…

“Jika ridha kepada ALLAH itu kuat, niscaya hilanglah semua rasa sakit.”
(Ibnu Rojab, Jaami’ ‘Ulum wal Hikam 488)

Bukan kongkow,
Bukan sebatas curhat dengan makhluk,
Bukan obat penenang,
Namun ridha pada Sang Pencipta yang mentaqdirkan dengan penuh hikmah dan kasih sayang.

‏﴿٥٩﴾ وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا۟ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ سَيُؤْتِينَا ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَرَسُولُهُۥٓ إِنَّآ إِلَى ٱللَّهِ رٰغِبُونَ

(59) Kalau saja mereka sungguh-sungguh RIDHA dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: “Cukuplah Allah bagi kami”. NISCAYA ALLAH AKAN MEMBERIKAN KARUNIA-NYA dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah,” (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).
(At Taubah: 59)

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Sedang Ada Masalah Atau Menghadapi Sebuah Kendala..?

Mintalah pertolongan kepada ALLAH!

Caranya?

Simak ayat berikut ini:

‏﴿٤٥﴾ وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ

“Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat.”
(QS. Al Baqarah: 45)

Benar saudaraku,
caranya dengan selalu bersama kesabaran; menahan diri, emosi serta nafsu agar tidak terjatuh dalam dosa
dan melanggar ketentuan ALLAH.

Dan jagalah selalu shalat wajib kita, lalu perbanyak shalat-shalat sunnah, bermunajatlah kepada ALLAH, sujudlah pada-Nya.

Mungkin ada menyeletuk: “Kalau hanya sabar dan shalat, itu sih mudah!”

Saudaraku,
Bersabar dan menjaga shalat tidak semudah yang kita bayangkan, hanya orang-orang istimewa saja yang mampu meraihnya.

Mari kita simak kelanjutan ayat diatas:

‏وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخٰشِعِينَ

“Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.”
(QS. Al Baqarah: 45)

Hanya orang yang khusyu,
Hanya mereka yang rendah hati,
Hanya mereka yang tunduk serta bersimpuh di hadapan ALLAH,
Hanya mereka yang percaya dengan janji dan ancaman ALLAH
(*)

Ya, hanya merekalah yang sanggup melakukannya, dan menikmati manisnya pertolongan ALLAH.

Adapun orang meninggikan diri, mengedepankan akal, harta dan tahta di atas kekuatan dan ilmu serta taufiq ALLAH, rasanya ia akan kesulitan untuk bersabar dan menjaga shalat dan pada akhirnya pertolongan ALLAH pun tak kunjung datang.

(*) tafsir orang-orang yang khusyu’ dalam QS. Al Baqarah: 45, Tafsir Ibnu Katsir

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Sudahkah Anda Pulang Ke RUMAH Hari Ini..?

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
“Masjid adalah rumah bagi setiap orang yang bertaqwa.”
(Dikeluarkan Abu Nu’aim 6/176, As Shahihah 2/341)

Tidak heran bahwa yang pertama kali dibangun oleh Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- begitu menginjakkan kaki ke Madinah adalah “rumah” yang sejati yang dinamakan Masjid Quba.

Sudahkah kita rutin ke “rumah” dan memakmurkannya dengan shalat dan ibadah?

Rasanya cukup menggelitik jika ada orang mengaku bertaqwa tapi ia jarang bahkan tidak pernah pulang ke “rumahnya”.

Marilah kita merasa memiliki rumah kita sendiri, dan memakmurkannya.

Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Sudahkah Kita..?

Anas -radhiyallahu ‘anhu- menyampaikan bahwa:
“Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengerjakan umrah sebanyak 4x dan seluruhnya dikerjakan di bulan Dzul Qo’dah…”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengerjakan seluruh umrahnya di bulan Dzul Qo’dah karena keutamaan bulan ini.
(Al Minhaj Syarh Muslim 8/235, Syarah Suyuthi Li Ibni Majah 1/216)

Bersyukurlah bagi yang berkesempatan mengerjakan umrah di bulan Dzul Qo’dah.

Bagi yang belum bisa, sudahkah kita meresapi keutamaan bulan ini lalu kita jamu dia dengan berbagai macam ibadah ?!

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- memuliakan bulan ini, bagaimana dengan saya dan anda ?

Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى