Category Archives: Muhammad Wasitho

5 KIAT AGAR DAPAT MENGETAHUI DAN MENGIKUTI KEBENARAN

Ust. Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Ilmu itu ada 2 macam, yaitu:
Ilmu yang bermanfaat dan ilmu yang tidak bermanfaat.

Ilmu yang bermanfaat ialah apa saja yang sejalan dan sesuai dengan al-Haq (kebenaran). Dan al-Haq adalah apa saja yang ditunjukkan oleh dalil-dalil syar’I dari Al-Quran, Hadits Shohih, dan ijma’ (konsensus) ulama salafus sholih dari kalangan para sahabat, tabi’in dan pengikut tabi’in.

Hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala di dalam surat Al-A’raaf ayat 3, dan surat Al-Hasyr ayat 7.

Berikut ini kami akan sebutkan beberapa kiat agar seorang hamba dapat mengetahui dan mengikuti kebenaran:

1. Bertakwa kepada Allah ta’ala disertai keikhlasan yg murni hanya karena-Nya.

Dalilnya: firman Allah dalam surat Al-Baqarah: 282, dan Al-Anfaal: 29)

2. Banyak Berdoa, Berlindung dan merasa butuh kepada Allah ta’ala.

Dalilnya: Firman Allah dalam surat Ghofir / Al-Mu’min: 60, n hadits2 shohih yang berisi doa-doa Nabi shallallahu alaihi wasallam kpd Allah agar menunjukinya ke jalan Allah yang lurus.

3. Tadabbur (mempelajari n menghayati) Al-Quran Al-Karim dan Hadits-hadits yg Shohih.

Dalilnya: Firman Allah dalam surat Al-Isro’: 9.

4. Mengikuti Manhaj (metode/jalan/cara) para sahabat, tabi’in, dan para ulama yang mengikuti jejak mereka dengan baik dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam (Al-Quran n Al-Hadits yg Shohih).

Dalilnya: surat Al-Baqarah: 137, An-Nisa’: 115, At-Taubah: 100, dan hadits-hadits shohih yang memerintahkan kaum muslimin agar mengikuti manhaj (jalan hidup) mereka dalam beragama.

5. Berteman dengan orang sholih yang berilmu dan paham agama dengan benar.

Dalilnya: surat Al-An’aam: 71, dan hadits Nabi yang menunjukkan bahwa seseorang akan berada di atas agama dan manhaj teman dekatnya.

Demikian faedah ilmiyah yang dapat kami sampaikan. Semoga menjadi cahaya penerang bagi kita semua agar dapat mengetahui, menerima dan mengamalkan al-Haq (kebenaran) yg datang dr Allah n Rosul-Nya. (Klaten, 15 Maret 2013).

(Diterjemahkan secara ringkas oleh Muhammad Wasitho Abu Fawaz dari kitab Al-Mukhtashor Al-Hatsiits Fi Bayaani Ushuuli Manhaji as-Salaf Ashhaabil Hadiits, karya syaikh ‘Isa Malullah, hal. 230-236).

(BM 2/2. Selesai. Alhamdulillah ๐Ÿ™‚ )

(*) Link Artikel. KLIK: http://abufawaz.wordpress.com/2013/03/19/5-kiat-agar-dapat-mengetahui-dan-mengikuti-kebenaran/

5 KIAT AGAR DAPAT MENGETAHUI DAN MENGIKUTI KEBENARAN

Ust. Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Ilmu itu ada 2 macam, yaitu:
Ilmu yang bermanfaat dan ilmu yang tidak bermanfaat.

Ilmu yang bermanfaat ialah apa saja yang sejalan dan sesuai dengan al-Haq (kebenaran). Dan al-Haq adalah apa saja yang ditunjukkan oleh dalil-dalil syar’I dari Al-Quran, Hadits Shohih, dan ijma’ (konsensus) ulama salafus sholih dari kalangan para sahabat, tabi’in dan pengikut tabi’in.

Hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala di dalam surat Al-A’raaf ayat 3, dan surat Al-Hasyr ayat 7.

Berikut ini kami akan sebutkan beberapa kiat agar seorang hamba dapat mengetahui dan mengikuti kebenaran:

1. Bertakwa kepada Allah ta’ala disertai keikhlasan yg murni hanya karena-Nya.

Dalilnya: firman Allah dalam surat Al-Baqarah: 282, dan Al-Anfaal: 29)

2. Banyak Berdoa, Berlindung dan merasa butuh kepada Allah ta’ala.

Dalilnya: Firman Allah dalam surat Ghofir / Al-Mu’min: 60, n hadits2 shohih yang berisi doa-doa Nabi shallallahu alaihi wasallam kpd Allah agar menunjukinya ke jalan Allah yang lurus.

3. Tadabbur (mempelajari n menghayati) Al-Quran Al-Karim dan Hadits-hadits yg Shohih.

Dalilnya: Firman Allah dalam surat Al-Isro’: 9.

4. Mengikuti Manhaj (metode/jalan/cara) para sahabat, tabi’in, dan para ulama yang mengikuti jejak mereka dengan baik dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam (Al-Quran n Al-Hadits yg Shohih).

Dalilnya: surat Al-Baqarah: 137, An-Nisa’: 115, At-Taubah: 100, dan hadits-hadits shohih yang memerintahkan kaum muslimin agar mengikuti manhaj (jalan hidup) mereka dalam beragama.

5. Berteman dengan orang sholih yang berilmu dan paham agama dengan benar.

Dalilnya: surat Al-An’aam: 71, dan hadits Nabi yang menunjukkan bahwa seseorang akan berada di atas agama dan manhaj teman dekatnya.

Demikian faedah ilmiyah yang dapat kami sampaikan. Semoga menjadi cahaya penerang bagi kita semua agar dapat mengetahui, menerima dan mengamalkan al-Haq (kebenaran) yg datang dr Allah n Rosul-Nya. (Klaten, 15 Maret 2013).

(Diterjemahkan secara ringkas oleh Muhammad Wasitho Abu Fawaz dari kitab Al-Mukhtashor Al-Hatsiits Fi Bayaani Ushuuli Manhaji as-Salaf Ashhaabil Hadiits, karya syaikh ‘Isa Malullah, hal. 230-236).

(BM 2/2. Selesai. Alhamdulillah ๐Ÿ™‚ )

(*) Link Artikel. KLIK: http://abufawaz.wordpress.com/2013/03/19/5-kiat-agar-dapat-mengetahui-dan-mengikuti-kebenaran/

MENGENAL LEBIH DEKAT SETAN BISU YANG BERGENTAYANGAN DI SEKITAR KITA

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Sebagian orang kalo mendengar bahwa di rumahnya atau di tempat kerjanya ada setan, maka secara otomatis n reflek bulu kuduknya berdiri merinding karena takut kpdanya. Entah takut krn membayangankan bentuk rupanya yg buruk, seram n mengerikan, ataukah takut karena merasa khawatir diganggu n dikenai bencana olehnya.

Tapi, tahukah anda bahwa di sekitar kita sering dijumpai setan-setan yg “bergentayangan”. Ada setan yg bisu n ada pula setan yg pandai berbicara n menyihir setiap orang yg mendengarnya.

Jika anda merasa penasaran n ingin tahu lebih jelas ttg sifat n ciri-cirinya, silakan KLIK Link berikut ini:

MENGENAL CIRI-CIRI SETAN BISU DAN SETAN YANG BERBICARA

(*) Masalah 320: BENARKAH BERPAKAIAN LUSUH DAN SEDERHANA ADALAH BAGIAN DARI IMAN?

(*) Masalah 320: BENARKAH BERPAKAIAN LUSUH DAN SEDERHANA ADALAH BAGIAN DARI IMAN?

Tanya:
Dari member MHA 23:
Assalamualaikum ustadz mohon dijelaskan status hadits yg berbunyi “berpakaian lusuh /sederhana adalah sebagian dari iman.” (hr ibnu majah no 4118).

Jawab:
ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Bismillah. Derajat hadits tsb adalah SHOHIH, sbgmn dinyatakan oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dlm Silsilatu Al-Ahaadiitsi Ash-Shohiihati nomor.341, dan di dlm Shohihu Al-Jaami’i Ash-Shoghiir nomor. 2879, dari jalan Abu Umamah Al-Haritsi radhiyallahu anhu.

Adapun Lafazh hadits tsb adalah sbb:
(Al-Badzaadzatu Minal iimaan)

Artinya: “Berpakaian sederhana itu bagian dari Iman.”. (Diriwayatkan oleh Abu Daud II/474 no.4161, n Ibnu Majah II/1379 no.4118).

Makna hadits tsb bukanlah berarti kita tidak boleh memakai pakaian yg bagus n berharga. Akan tetapi maksudnya adalah anjuran bagi kita pada sebagian waktu (kadang-kadang) agar memakai pakaian yg sederhana dan tidak berlebihan dlm harga n tidak terlalu mewah meskipun kita punya kemampuan untuk membeli n memakai pakaian yg berharga n mewah. Dan ini sebagai bentuk tawadhu’ (sikap rendah hati) kita.

Dan makna hadits tsb bukan berati kita harus berpakaian compang camping atau kumuh atau kotor n tidak rapih. Karena agama Islam mengajarkan kpd umatnya kebersihan n keindahan dlm merawat badan n berpakaian. Karena Allah Dzat yg Maha Indah n mencintai keindahan, sbgmn dikabarkan oleh Rasulullah di dlm haditsnya yg shohih. Beliau bersabda:
(Innallaaha Jamiilun Yuhibbu al-Jamaal)

Artinya: “Sesungguhnya Allah adalah Dzat yg Maha Bagus (indah), Dia mencintai keindahan.”

Jadi, seorang muslim n muslimah dibolehkan n bahkan dianjurkan utk memakai pakaian yg bagus, bersih n tanpa berlebihan, apalagi ketika akan pergi ke masjid (utk beribadah kpd Allah). Hal ini sbgmn firman Allah:

(Yaa Banii Aadama Khudzuu Ziinatakaum ‘inda Kulli Masjidin Wa Kuluu wasyrobuu wa Laa Tusrifuu, innahuu Laa Yuhibbul Musrifiin)