Category Archives: Musyaffa Ad Dariny

Manusia Yang Paling Kuat…

Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:

“Kekuatan itu seluruhnya terletak pada tawakkal kepada Allah, sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama salaf: “siapa yang ingin menjadi manusia paling kuat, maka bertawakkallah dia kepada Allah”. [Zadul Ma’ad 2/331].

——-

Alasannya: karena tawakkal pada hakekatnya adalah menyandarkan diri kepada Allah setelah melakukan usaha.. Dan kita tahu bahwa Allah adalah Dzat yang maha kuat, maha berkuasa, maha kaya, dan tidak mungkin menyelisihi janji-Nya. Bahkan Dia memiliki sifat-sifat kesempurnaan yang sangat banyak dan tidak mungkin diketahui semuanya oleh makhluk-Nya.

Oleh karena itu, selemah apapun keadaan makhluk, dia akan menjadi sangat kuat, teguh, dan kokoh, jika bersandar kepada Allah yang memiliki sifat-sifat sebagaimana tersebut di atas.

Jika dia benar-benar bertawakkal kepada Allah setelah melakukan usaha; tentunya, Allah akan selalu menolongnya, menguatkannya, dan memudahkan urusannya. Tidak mungkin Allah menyia-nyiakannya.

Silahkan dishare, semoga bermanfaat.

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى 

Fokuslah Pada Kewajiban…

Fokuslah pada kewajiban.. in-syaa Allah hak Anda akan sampai juga.. jangan sebaliknya.

=====

Seringkali kita merasa sudah banyak memanggil Allah dalam doa-doa kita, tapi belum juga Dia ijabahi; dan dengan ini setan berhasil membuat kita sedih.

Tidakkah kita berpikir, berapa kali Allah memanggil kita, dan seringkali kita tidak menaati-Nya?!

Ingatlah selalu firman-Nya:
“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku).”  [Al-Baqoroh: 186].

Ya, janganlah kita hanya menuntut hak, tapi kita lupakan kewajiban, baik dalam hubungan kita dengan sesama, maupun dalam hubungan kita dengan Allah.

Bahkan harusnya kita fokus pada kewajiban dan menjalankannya sebaik mungkin, pasti Allah akan memberikan yang kita inginkan, bahkan melebihi apa yang kita inginkan…

Sebagaimana Allah telah memberikan banyak kenikmatan saat kita dilahirkan, padahal kita belum berbuat apapun kepada-Nya.

Subhanallah walhamdulillah, wa laailaha illallah, wallohu akbar, wala haula wala quwwata illa billah..

Silahkan dishare, semoga bermanfaat…

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

Ini MASALAH Bagi Yang Mengaku MUSLIM…

Syeikh Abdul Karim Al Khudhoir -hafizhohulloh- mengatakan:

“Sayangnya banyak dari kaum muslimin yang meninggalkan membaca Al Qur’an karena sibuk dengan gosip, koran, majalah, dan nonton TV.

Kamu dapati sebagian penuntut ilmu siap menghabiskan koran semuanya, atau kamu dapati seorang pegawai muslim setelah pulang dinas hingga tidur dia membolak-balik koran, untuk apa? Apa yang dia dapatkan dari koran itu? Yang ini kabar buruk, yang itu bicara ‘ngawur’ tentang agama, yang lain menghina mereka yang taat, yang lain lagi gambar tak senonoh, ada juga tentang kabar. Apa semua ini!

Meskipun begitu, tapi inilah kebiasaan banyak orang, sehingga berlalu waktu sehari, dua hari, seminggu, bahkan SEBULAN, sedang dia tidak membuka MUSHAF sekalipun!

Paling-paling jika dia bisa hadir untuk sholat sebelum iqomat dua menit, tiga menit, atau lima menit, dia membaca dengan bacaan yang (kualitasnya) hanya Allah yang tahu. Dia paling membaca selembar, dua lembar, dan bosan.

Bahkan sebagian orang tidak tahu Al Qur’an, kecuali di Bulan Ramadhan! ini MASALAH”.

———-

Oleh karenanya jika ada yang bertanya kepada Anda, “Mengapa sedih ?”

Jawablah dengan jujur: “Karena aku menjauhi Al Qur’an dan sedikit beristighfar”.

Tapi, pengakuan saja tidak akan berguna dan tidak akan memperbaiki keadaan.

Jika ingin keadaan berubah, maka mulailah berubah dari sekarang… Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua, amin.

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

Ketika AJAL Datang…

Ketika ajal datang; saat itu juga semua keduniaanmu berakhir..

Jika engkau telah dibaringkan di kuburmu.. dan engkau telah menghadap Rabbmu.

Maka tidak akan berguna lagi pujian dan sanjungan manusia kepadamu.

Tidak akan bermanfaat lagi banyaknya orang yang bertepuk tangan untukmu.

Tidak akan ada efeknya lagi banyaknya like pada statusmu, begitu pula banyaknya teman dan follower-mu.

Yang nantinya akan bermanfaat dan berguna bagimu adalah :

– sujud yang kau sembunyikan..
– linangan air mata yang kau teteskan karena takut kepada Allah..
– amal jariyah yang kau salurkan untuk agama Allah..
– bacaan Qur’an dan dzikir yang kau lirihkan karena dorongan keikhlasan..
– uluran tanganmu dalam membantu dan meringankan beban hidup orang lain..
– dan amal shaleh apapun yang kau lakukan dengan keikhlasan yang sebenarnya.

Oleh karenanya, jadikanlah akherat sebagai tujuan hidupmu.. itulah yang akan selamanya kau nikmati di alam baka..

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita semua, amin.

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى 

Mengejar Apa Yang Mereka Sebut Sebagai “Masa Depan”..

Saat aku tamat SD untuk mengejar masa depan; mereka bilang: Belajarlah di SMP untuk masa depan

Lalu: Belajarlah di SMA untuk masa depan.

Kemudian: Belajarlah di perguruan tinggi untuk masa depan

Setelah itu: Carilah pekerjaan untuk masa depan.

Setelahnya: Menikahlah untuk masa depan.

Setelahnya lagi: Punyailah anak untuk masa depan.

Dan inilah diriku sekarang, saat ku goreskan tulisan ini umurku sudah 77 tahun, tapi aku masih saja menunggu ‘masa depan’ itu.

Ternyata yang mereka sebut ‘masa depan’ itu hanyalah potongan kain merah yang ditempelkan di kepala banteng, dia akan terus mengejarnya tapi tidak akan sampai kepadanya.

Karena masa depan itu, ketika Anda sampai kepadanya, ia menjadi masa kini, dan masa kini itu akan menjadi masa lalu, kemudian Anda akan menanti masa depan yang baru lagi.

Sungguh masa depan yang hakiki adalah dengan Anda menjadikan Allah ridho, dengan Anda selamat dari neraka-Nya, dan dengan Anda masuk ke dalam surga.

[Terjemahan bebas dari perkataan Syeikh Thantawi -rohimahulloh-]

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى 

Jangan Mengejek…

Syeikh Su’ud Asy Suraim -hafizhahullah-:

“Jangan mengejek orang yang jatuh dalam kesesatan, karena dia tersesat bukan karena kedunguannya, sedang Anda selamat juga bukan karena kecerdasan Anda.

Akan tetapi, mintalah agar dia diberi hidayah, dan Anda diberi keteguhan.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya):

‘Sungguh Allah lah yang menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki, dan Dia juga yang memberi hidayah siapapun yang kembali kepada-Nya’.”

Penterjemah:

Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Bagaimana Mengatur Rasa Takut dan Rasa Harap Kepada Allah…

Al-Fudhail bin Iyadh -rohimahulloh- pernah mengatakan:

“Rasa takut lebih baik daripada rasa harap selama seseorang dalam keadaan sehat. Lalu apabila ajal menghampirinya, maka rasa harap lebih baik daripada rasa takut.

Jika pada saat keadaannya sehat dia melakukan kebaikan; tentu akan menjadi besar rasa harap dan husnuzhannya (kepada Allah) saat kematian (menghampirinya).

(Tapi) bila pada saat sehatnya dia melakukan keburukan; tentu dia akan suuzhan ketika kematian (menghampirinya), dan tidak akan bertambah rasa harapnya (kepada Allah).”

[Hilyatul Auliya’ 8/89].

——

Inilah cara yang sangat baik dalam mengatur hati kita.. dengan rasa takut saat keadaan baik, maka kita tidak akan terlena dengan nikmat yang Allah berikan kepada kita.. kita akan menggunakan sebaik-baiknya untuk mendapatkan pahala yang dapat memuliakan kita nantinya.

Dan dengan rasa berharap baik kepada Allah saat ajal menjemput kita, maka kita akan tenang, bahagia, dan bisa menghadapi kematian dengan baik, sehingga Allah akan memudahkan kita dalam menutup hidup dengan kalimat “la ilaaha illallah”.

Nabi -shollallohu alaihi wasallam- telah bersabda: “Siapa yang akhir ucapannya Laa ilaaha illallah; pasti dia masuk surga.”[HR. Abu Daud: 3116]

Semoga Allah memberikan kita semua husnul khotimah… amin.

Silahkan dishare, semoga bermanfaat.

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

Biasakanlah Menyebutkan DALIL Saat Mendidik Anak…

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

“Sebaiknya anak-anak diberikan pengetahuan tentang hukum-hukum sesuatu beserta dalil-dalilnya… misalnya: ketika kamu mengatakan kepada anakmu: “Bacalah BASMALAH saat akan makan, dan bacalah HAMDALAH saat kamu selesai makan!”, jika kamu mengatakan itu; maka maksud perintahnya sudah tercapai.

Tapi bila kamu mengatakan: “Bacalah BASMALAH saat akan makan, dan bacalah HAMDALAH saat kamu selesai makan, KARENA Nabi -shollallohu alaihi wasallam- menyuruh (kita) agar membaca basmalah sebelum makan, beliau juga mengatakan: ‘Sungguh Allah meridhoi seorang hamba yang memakan sesuap makanan dan dia membaca hamdalah karenanya, dan (seorang hamba) yang meminum seteguk minuman dan dia membaca hamdalah karenanya!”

Jika kamu melakukan hal ini, kamu akan mendapatkan 2 manfaat:

Pertama: Kamu membiasakan anakmu untuk mengikuti dalil.

Kedua: Kamu mendidik anakmu untuk mencintai Rosul -shollallohu alaihi wasallam-, dan bahwa Rosul -shollallohu alaihi wasallam- adalah seorang imam/pemimpin panutan yang wajib diikuti arahan-arahannya.

Dan hakekat ini banyak dilalaikan, kebanyakan orang mengarahkan anaknya kepada hukum-hukumnya saja, namun dia tidak mengaitkan arahan itu dengan sumbernya, yaitu: Alkitab dan Assunnah.”

[Kitab: Al-Qoulul Mufid ala Kitabit Tauhid: 2/423].

———-

Ada MANFAAT KETIGA yang bisa ditambahkan di sini: bahwa ORANG TUA juga akan belajar mengetahui dalil-dalil tersebut, dan menyampaikannya kepada anaknya, sehingga akan berkumpul banyak dalil padanya dan dia dapat menghapalnya dengan mudah karena dibarengi dengan praktek, wallohu a’lam.

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

 

da270814

Sholawat…

Mari semarakkan malam Jum’at dan harinya dengan sholawat kepada Nabi tercinta, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Jangan LUPA sabda beliau : “Perbanyaklah ber-SHOLAWAT untukku, pada hari JUM’AT dan malam JUM’AT! Maka barangsiapa bersholawat kepadaku sekali, ALLAH bersholawat kepadanya SEPULUH kali.” [HR. Albaihaqi, dihasankan oleh Syeikh Albani]

Siapa yang tidak ingin ALLAH ta’ala bersholawat kepadanya 10 kali, setiap kali dia bersholawat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam?

Amal yang RINGAN dengan pahala yang AGUNG dan ISTIMEWA.

Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى