Category Archives: Musyaffa Ad Dariny

Berusahalah Untuk Memberi.. Engkau Akan Menerima..

Ketika engkau hidup untuk membahagiakan orang lain, Allah akan memberimu orang-orang yang akan membahagiakanmu.

Maka berusahalah untuk memberi, bukan menerima.. semakin engkau memberi, engkau akan semakin banyak menerima tanpa engkau minta.

Selama engkau mengharapkan kebaikan untuk orang lain, kebaikan akan datang kepadamu dari jalan yang tidak kau bayangkan.

Tapi baikkanlah niatmu, Allah akan membaikkan keadaanmu.

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita semua.. dan membaikkan kehidupan akhirat dan dunia kita.. amin.

Musyaffa’ Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى

Pahala Kebaikan Yang Luar Biasa…

Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

من استغفر للمؤمنين والمؤمنات كتب الله له بكل مؤمن ومؤمنة حسنة

Barangsiapa memintakan maghfirah (ampunan dosa) untuk kaum mukminin dan kaum mukminat; niscaya Allah catat baginya satu kebaikan untuk setiap mukmin dan mukminatnya”

[HR. At-Thabaroni dalam Musnadusy Syamiyyin: 2155, di hasankan oleh Sy Albani].

Renungkanlah hadits ini, betapa banyaknya pahala yang akan kita raih bila kita mengamalkan hadits ini, kalau kita mengatakan:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَات وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَات

“Ya Allah, ampunilah seluruh kaum mukminin dan kaum mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal”. (*)

Atau

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)” (QS. Ibrahim: 41). (**)

Maka kita akan mendapatkan kebaikan sebanyak jumlah mereka, tentunya ini kebaikan yang tidak terhitung banyaknya.

Kemudian bila kita menyebarkan pesan ini, sehingga ada yang mengamalkan isinya, kita juga akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala dia.. sungguh pahala yang luar biasa!

Silahkan dishare… semoga bermanfaat.

Musyaffa’ Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى

(*)
ALLAAHUMMAGH-FIR LIL MUSLIMIINA WAL MUSLIMAAT
WAL MU’MINIINA WAL MU’MINAAT
AL AHYAA-I MINHUM WAL AMWAAT

(**)
ROBBANAAGH-FIR LII
WALI WAALIDAYYA
WALIL MU’MINIINA YAUMA YAQUUMUL HISAAB

 

Tanda Kejantanan Lelaki..

“Anda bisa mengetahui kejantanan lelaki dari pakaian isterinya.

Siapa yang tidak mampu menutupi isterinya dengan pakaian yang syar’i di depan manusia, dia tidak akan mampu memimpinnya di dalam rumahnya.

Hakekat yang tidak mungkin bisa ditepis di zaman ini!”

[Pesan yang tertempel di salah satu SMP muslimah di negara arab].

Musyaffa’ Ad Dariny, MA,  حفظه الله تعالى

Sungguh Mengherankan…

Orang yang sakit, biasanya pergi ke dokter.. dokter akan memberikan resep obat kepadanya.. lalu dia akan pergi ke apotek untuk membeli obat sesuai resep dokter itu.

Dia akan meminum obat tersebut, meskipun dia tidak tahu bahan-bahan obatnya… meskipun dia tidak paham dasar-dasar ilmiah yang dijadikan dokter untuk memberikan resepnya.

Dia mau minum obat tersebut, dengan rasanya yang pahit.
Dia mau mengikuti aturan pakainya, sesuai takarannya.
Bahkan mungkin saja dia mau bangun dari tidur pulasnya hanya untuk meminumnya.

Semuanya itu dia lakukan, karena merasa yakin kepada dokter, dan berharap sembuh dari sakitnya.

Sungguh sangat mengherankan jika orang yang demikian dalam menyikapi resep dokter.. kemudian saat datang kepadanya dalil berupa firman Allah dan hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam; dia menolaknya, dengan alasan karena belum jelas baginya maslahat atau hikmah dari penerapan dalil tersebut!!

Saudaraku, aku tidak mengajakmu meniadakan akal, karena taklif (beban syariat) sangat berkaitan dengan akal.. sebaliknya, aku mengajakmu untuk berpikir lebih jauh, dan menjaga adab dan akhlak terhadap Allah, Penciptamu.

Janganlah engkau menuduh buruk hukum-hukum syariat yang hikmahnya belum tampak bagimu, atau mungkin saja akalmu belum mampu menjangkaunya.

Saudaraku, paling tidak, yakinlah bahwa Allah jauh lebih menyayangimu melebihi dokter yang engkau percaya dalam resep obatnya.

Yakinlah bahwa Allah tidak akan mengarahkanmu kepada sesuatu, kecuali ada kebaikan padanya untuk duniamu dan akhiratmu.

Jadikanlah hatimu menerima dan lapang terhadap hukum-hukum Allah.. tundukkanlah akalmu kepada syariat-Nya.

Jadikanlah semboyanmu pada apapun yang belum mampu engkau cerna dengan baik dalam syariat ini: “kami beriman, bahwa semua itu dari Rabb kami” [QS. Ali Imran:7].

[Dari pesan berbahasa arab dengan beberapa penyesuaian]

Musyaffa’ Ad Dariny, MA,  حفظه الله تعالى

Tiga Sunnah Yang Banyak Ditinggalkan…

Abu Hurairah -rodhiallohu anhu- mengatakan:

“Orang yang paling kucintai (Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam), telah *berwasiat* kepadaku dengan tiga hal.

Aku tidak akan meninggalkannya hingga aku mati.

a. Puasa tiga hari di setiap bulan.
b. Shalat Dhuha.
c. Tidur dalam keadaan telah menjalankan shalat witir”

[Shahih Bukhari: 1178].

—–

Sunnah yang mungkin terlihat sederhana bagi sebagian kita.. pertanyaannya, sudahkah kita mampu menerapkannya.

Jika yang terlihat sederhana saja belum kita mampui, bagaimana dengan sunnah-sunnah lainnya?!

Mulailah dari yang kecil… karena banjir itu berasal dari titik-titik air yang berjatuhan.

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..

Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Mengapa Engkau Diam… ?

Saat engkau di mobil, atau jalan di pasar, atau duduk di kantor, atau dimanapun tempatmu, tidak mampukah engkau sekedar menggerakkan lisan… mengapa engkau diam ?!

Bukankah detik-detik yang sedang kau alami sekarang ini juga bagian dari umurmu, dan itu juga mengurangi jatah usiamu… Mengapa engkau sia-siakan dalam diam ?!

Pada momen-momen itu, isilah dengan membaca Alquran… engkau beralasan, tidak hapal quran? … Saya yakin, engkau masih hapal Alfatehah, surat yang paling agung dalam Alquran, ulang-ulang saja Alfatehah itu, seribu kali atau duaribu kali, tidak ada yang melarangmu… mengapa engkau diam ?!

Saat engkau menunggu lampu merah, atau sedang naik angkot, atau duduk menunggu antrian, atau saat engkau bertugas sebagai satpam, atau polisi, atau tentara yang berjaga, isilah dengan istighfar… mengapa engkau diam ?!

Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

da160116

PERISTIWA ISRO’ MI’ROJ Adalah Bukti Bahwa Allah Berada Di Atas Arsy…

Peristiwa Isro’ Mi’roj adalah bukti bahwa Allah berada di atas Arsy.. bukan tidak bertempat, bukan pula di mana-mana.

=====

Disebutkan dalam hadits shahih, bahwa sebelum Isra’ Mi’roj, dada Nabi shallahu ‘alaihi wasallam di buka untuk dibersihkan hatinya dengan air zam-zam, dan ditambahkan padanya iman dan hikmah, lalu dada itu ditutup kembali.

“Kemudian Jibril membawa beliau NAIK ke langit dunia.. maka beliau mendapati Adam di sana.

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit kedua.. di sana ada Idris.

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit ketiga..

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit keempat.. di sana ada Harun

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit kelima..

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit keenam.. di sana ada Ibrohim.

Kemudian Jibril membawa beliau NAIK lagi ke langit ketujuh.. di sana ada Musa.

Kemudian beliau NAIK ke atas lagi, sampai ke tempat yang tidak ada yang tahu kecuali Allah, sehingga beliau sampai ke Sidrotul Muntaha, dan mendekat kepada Allah ta’ala untuk menerima wahyu wajibnya shalat lima waktu” [HR. Bukhori 7517].

—–

Lihatlah berapa kali disebutkan kata NAIK dalam riwayat ini? Bukankah naik itu harus ke atas.. adakah naik yang berarti ke bawah atau ke samping?!

Dalam riwayat ini juga di sebutkan naik ke langit dunia… Bukankah langit dunia itu di atas kita.. adakah yang mengatakan bahwa langit dunia itu di bawah kita?! Jika langit dunia di atas kita, apalagi langit yang di atasnya lagi.

Mengapa mudah menerima kenyataan bahwa langit-langit itu di atas kita, tapi sulit menerima bahwa Allah berada di atas, dan tidak ada lagi yang lebih tinggi dari Allah ta’ala?

Bukankah Allah sendiri telah menegaskannya dalam Al Qur’an, bahkan tidak hanya dalam satu dua ayat, tapi dalam TUJUH ayat, bahwa Dia berada di atas Arsy.

[Lihat: Al-A’rof:54, Yunus:3, Ar-Ra’d:2, Thaha:5, Al-Furqan:59, As-Sajdah:4, Al-Hadid:4].

Ketika Anda sujud dan meminta kepada Allah, kemanakah hati Anda mengarah? Bukankah ke atas?! Ataukah hati Anda bingung tanpa arah?!

Saat Anda berdoa dalam keadaan duduk atau berdiri, mengapa tangan Anda menengadah ke atas? Mengapa saat anda sangat berharap dikabulkan doanya, Anda tengadahkan wajah Anda ke langit?!

Saudaraku.. Islam yang benar, akan selalu sesuai dengan akal, fitrah manusia, dan dalil syariat.. dan semuanya menunjukkan bahwa Allah berada di atas, berada di atas Arsy-Nya.

Silahkan dishare… Semoga bermanfaat…

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

Tanda Bahwa Anda AHLI AKHIRAT…

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

“Engkau akan mendapati orang-orang yang ahli akhirat tidak memikirkan (harta) dunia yang hilang dari mereka.

Jika dunia itu datang; mereka menerimanya. Dan jika dunia itu hilang; mereka tidak memikirkannya”

[Syarah Riyadhus shalihin 3/48].

—–

Oleh karena itu, jangan terlalu memikirkan dunia yang hilang dari Anda… Karena dipikirkan atau tidak, itu tidak akan mengubah takdir Anda.

Untuk apa Anda dibuat setres olehnya ?! Bukankah pada akhirnya nanti, dunia itu akan meninggalkan Anda, dan tidak mau menemani Anda lagi.

Tidak ada faedahnya kita dipusingkan oleh dunia.. ingatlah bahwa dunia itu akan selalu ada yang datang, dan ada yang pergi.

Berfikirlah yang positif.. bila dunia datang, maka Alhamdulillah, kita harus mensyukurinya.. bila dunia itu pergi, maka Alhamdulillah, Allah telah mengurangi beban tanggungjawab kita.

Silahkan dishare… Semoga bermanfaat…

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

Apa Yang Kita Cari Dalam Hidup Ini..?

Kita hidup di gunung merindukan​ pantai…
Kita hidup di pantai merindukan​ gunung…

Kalau kemarau kita tanya kapan hujan?
Di musim hujan kita tanya kapan kemarau?

Diam di rumah pengennya pergi…
Setelah pergi pengennya pulang ke rumah…

Waktu tenang cari keramaian…
Waktu ramai cari ketenangan…​

Ketika masih bujang mengeluh kepengen nikah, Sudah berkeluarga, mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh biaya hidup dan pendidikan…

Ternyata SESUATU itu tampak indah karena belum kita miliki…

Kapankah kebahagiaa​n akan didapatkan​ kalau kita hanya selalu memikirkan​ apa yang belum ada, tapi mengabaikan​ apa yang sudah kita miliki…

Jadilah pribadi yang SELALU BERSYUKUR…
dengan rahmat yang sudah kita miliki…

Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini??
Menutupi telapak tangan saja sulit…

Tapi kalo daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutupla​h “BUMI” dengan Daun,

Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana
Bumi inipun akan tampak buruk…

Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil…

Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku…

SYUKURI apa yang sudah kita miliki, sebagai modal untuk meMULIAkanNYA…

Karena hidup adalah :
WAKTU yang dipinjamkan,
dan HARTA adalah Amanah yang dipercayakan…
yang semua itu akan di mintai pertanggung jawaban,

Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki…
Bersyukurlah atas keluarga yang kita miliki…
Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki…
Bersyukur dan selalu bersyukur di dalam segala hal. Bersegeralah berlomba dalam kebaikan di mulai dari sekarang.

Selamat meraih kebaikan di hari ini.

#copas

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

da280115

Jika Tidak Mampu Meninggalkan KEDUANYA…

Jika tidak mampu meninggalkan KEDUANYA (menerima suap + memilih yang kafir); jangan sampai melakukan dua-duanya!

=====

1. Saudaraku kaum muslimin, SUARAMU adalah amanah yang akan kalian pertanggung-jawabkan di hadapan Allah.. maka berikanlah suara itu kepada paslon yang dihalalkan oleh Allah.. jangan sampai memberikannya kepada paslon yang diharamkan oleh Allah.

“Wahai orang-orang yg beriman, janganlah kalian menjadikan kaum Yahudi dan Nasrani sebagai Aulia”. [Almaidah:51].

Kata “aulia” bisa bermakna PEMIMPIN, teman setia, pelindung, penolong, pembela, dll.. itu semua tercakup dalam kata “aulia”.. Sungguh inilah kehebatan Al Qur’an kalamullah, dengan redaksi yang singkat, bisa mencakup makna yang sangat luas.

2. Menjual suara adalah tindakan mengkhianati amanah yang ada di pundak kita.. seharusnya ini tidak dilakukan seorang yang mengaku muslim.. pilihlah paslon berdasarkan dalil, dan juga bukti yang kuat akan mensejahterakan kita semua selama masa kepemimpinannya.. terutama kesejahteraan dari sisi Agama.

Jangan sampai memilih paslon karena uang yang diberikan saat pencalonan.. karena itu bukan uang halal, itu juga hanya sesaat dirasakan, setelah itu kita akan ‘diperas’ selama masa kepemimpinannya.

3. Bagaimana dengan pembagian uang atau sembako dari para paslon, bolehkah kita mengambilnya?

Itu adalah bentuk lain dari suap menyuap, dan ini merupakan dosa besar, sebagaimana sabda Nabi shalallahu alaihi wasallam:

“Allah MELAKNAT orang yg menyuap, dan orang yg menerima suap!”. [HR. Abu Dawud: 3580, shahih].

Pantaskah kita memilih calon yang jelas-jelas melakukan dosa besar di hadapan kita?!

Bagaimana jika dua-duanya melakukan dosa besar itu?
Kita pilih yang PALING SEDIKIT dalam menyuapnya.. mana yang lebih ringan keburukannya, itu yang kita pilih.

4. Bagaimana kalau kita sudah mengambil uang suap ?

Pertama: Kita harus bertaubat kepada Allah dari dosa besar tersebut.

Kedua: Kita harus mengembalikan uang itu bila dimungkinkan.

Bila tidak mungkin mengembalikan kepada penyuap, maka kita bisa memberikan kepada fakir miskin, atau lembaga yang menyalurkan harta haram tersebut untuk fasilitas umum -misalnya-.. dengan niat membebaskan diri dari harta haram.

5. Bagaimana jika sudah BERJANJI, bahkan sudah BERSUMPAH untuk memilih paslon tertentu, padahal Allah melarang kita memilihnya.

Jika hanya berjanji saja tanpa sumpah dg nama Allah, maka tidak menjadi masalah untuk mengingkari janji tersebut, karena itu adalah janji bermaksiat… bahkan “janji bermaksiat” SEHARUSNYA tidak kita tepati.

Jika pun kita sampai bersumpah dengan nama Allah, bahwa kita akan memilih calon yang diharamkan Allah, maka ini masuk dalam bab sumpah “ghomus”, yakni sumpah yang bisa menjerumuskan seseorang ke dalam neraka.

Sumpah seperti ini harus TIDAK ditepati.. dan tidak ada tebusan untuk sumpah jenis ini.. kecuali bertaubat dan meminta ampun kepada Allah, karena bersumpah untuk melakukan kemaksiatan adalah perbuatan dosa.

6. Jika kita tidak kuat menolak “godaan suap”.. baik berupa uang atau sembako atau yang lainnya, karena berbagai alasan.. maka jangan sampai kita mengumpulkan dua keburukan sekaligus.

Jangan sampai kita “mengambil suap” dan memilih paslon yang diharamkan oleh Allah… Sungguh keduanya merupakan keburukan yang sangat nyata… Kalau kita tidak mampu meninggalkan dua-duanya, maka paling tidak jangan melakukan dua-duanya.

7. Kaum Muslimin -semoga Allah memuliakan kalian-… Penulis yakin masih ada kebaikan dan semangat iman di dada-dada kalian.. Di sisi lain, penulis juga yakin, bahwa kalian sadar betul, bahwa sangat jarang dari kaum nasrani dan etnis ‘tingho’ yang akan memilih paslon muslim.

Oleh karena itu, janganlah ragu untuk menguatkan barisan kaum muslimin dengan memilih pemimpin muslim.

Ingatlah, karena tugas dan kewajiban memilih pemimpin sudah ditaruh di pundak kita, maka wajib bagi kita menunaikan tugas kewajiban tersebut sebaik-baiknya.. Jangan sampai kita menyia-nyiakannya, atau bahkan mengkhianatinya, karena itu semua akan kita pertanggung-jawabkan di hadapan-Nya.

Silahkan dishare… semoga bermanfaat…

Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى