Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

Makan Sederhana Bisa LEBIH ENAK, Daripada Makan Enak…

Ustadz Musyaffa Ad Darini Lc., MA. حفظه الله تعالى

Mereka yang sederhana dalam makanannya, kenikmatan mereka dari makanan tersebut lebih banyak daripada kenikmatan mereka yang bermewah-mewahan dalam makanannya.

Karena jika mereka yang bermewah-mewahan tersebut telah kecanduan dan terbiasa dengannya, makanan tersebut tidak akan menyisakan kelezatan yang wah, padahal mereka tidak bisa bersabar darinya, disamping sakit mereka akan menjadi banyak karenanya.

[Oleh Syeikhul Islam, dalam kitabnya: Al-Qoidah fil Mahabbah, hal: 154]

View

Penjelasan Lebih Lanjut Terkait Shalat Sunnah 4 Raka’at Setelah ‘Isya

Sholat sunat 4 rekaat setelah Sholat Isya’, TIDAK SETARA dengan LAILATUL QODAR.

Tapi Yang benar -wallohu a’lam-, bahwa 4 rekaat tersebut SETARA dengan 4 REKAAT yang dilakukan ketika malam Laitul Qodar.

=========

TELITILAH redaksi haditsya dengan SEKSAMA:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ: مَنْ صَلَّى أَرْبَعًا بَعْدَ الْعِشَاءِ كُنَّ كَقَدْرِهِنَّ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: أَرْبَعٌ بَعْدَ الْعِشَاءِ يَعْدِلْنَ بِمِثْلِهِنَّ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود قَالَ: مَنْ صَلَّى أَرْبَعًا بَعْدَ الْعِشَاءِ لَا يَفْصِلُ بَيْنَهُنَّ بِتَسْلِيمٍ ؛ عَدَلْنَ بِمِثْلِهِنَّ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Abdulloh bin Amr -rodhiallohu anhu- mengatakan: “Siapa yang sholat (sunat) 4 rekaat setelah (Sholat) Isya’, maka 4 rekaat tersebut seperti keutamaannya 4 REKAATNYA malam Laitul Qodar“.

Aisyah -rodhiallohu anha- mengatakan: “4 rekaat setelah (Sholat) Isya’, sebanding dengan yang semisal 4 REKAAT TERSEBUT pada malam Lailatul Qodar“.

Abdulloh bin Mas’ud -rodhiallohu anhu- mengatakan: “Siapa yang sholat (sunat) 4 rekaat setelah (Sholat) Isya’, dia tidak memisah rekaat-rekaat tersebut dengan salam, maka 4 rekaat tersebut sebanding dengan yang semisal 4 REKAAT TERSEBUT pada malam Lailatul Qodar“.

========

👉🏼  Hadits-hadits di atas kuat sanadnya, dan bisa dijadikan sandaran amalan -wallohu a’lam-, hanya saja karena banyak yang salah memahami dan kurang teliti dalam menerjemah, sehingga status ini harus dibuat untuk meluruskannya.

Semoga bermanfaat dan tidak ada yang tersinggung… wallohul musta’aan.

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى