Category Archives: Syafiq Riza Basalamah

Ketika Orang Telah Benar-Benar Sibuk Dengan Hartanya…

Bismillah..

Akhi Ukhti…

Pintu dunia benar-benar telah dihamparkan…
Segala sarana hiburan telah dibuat
semuanya telah dimudahkan…
perjalanan yang jauh menjadi dekat
perjalanan yang melelahkan menjadi lebih nyaman

Apa yang dikhawatirkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam telah terjadi.
Kita Ummatnya sibuk bersaing untuk berburu harta
Sejatinya berburu harta tidak masalah, karena memang kita membutuhkan harta tersebut dalam menyambung kehidupan ini
Namun yang terjadi mereka sudah sampai tingkat menumpuk dan menimbun, sehingga tidak lagi memikirkan halal dan haram, sikut sana sini demi memiliki

Ada yang memiliki 10 rumah, 10 mobil, berbagai usaha, dan memiliki anak-anak yang sudah sukses dengan usahanya, namun orang tuanya tetap menimbun dan menyimpan tanpa sadar bahwa semuanya akan ditinggalkan

Apa yang seharusnya dilakukan seorang muslim dalam kondisi seperti ini?
simaklah dan amalkan ama yang disampaikan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam kepada Syaddad bin Aus salah seorang sahabat.

Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:
‘ Wahai Syaddâd bin Aus, apabila kamu melihat orang menimbun emas dan perak, maka kamu timbunlah kalimat-kalimat ini (doa-doa):
اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ , وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ،
وَأَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ , وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ،
وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ , وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ،
وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا , وَلِسَانًا صَادِقًا،
وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ،
إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Wahai Allâh! Aku meminta kepadamu:
Keteguhan dalam segala perkara
Kesungguhan dalam petunjuk.
Aku memohon kepada-Mu segala yang bisa mendatangkan rahmat-Mu, segala yang bisa mengundang ampunan-Mu!
Aku memohon kepadamu rasa syukur atas nikmat-Mu dan ibadah yang bagus.
Aku juga memohon hati yang selamat dan lisan yang jujur.
Aku juga memohon kepada-Mu kebaikan yang Engkau ketahui.
Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang engkau ketahui. Aku meminta ampunan kepada-Mu atas dosa yang Engkau ketahui.
Sesungguhnya Engkau adalah maha mengetahui perkara-perkara ghaib
(HR. At-Thabrani dalam al-Mu’jamil Kabîr, no. 7135)

Kalau kiranya engkau sudah menghafalnya, maka segala puji Allah
Namun kalau ternyata baru sekarang engkau mengetahui doa ini, maka segera amalkan dan sampaikan…

Engkau bisa bayangkan doa ini diajarkan kepada seorang sahabat yang mungkin di akhir hidupnya menyaksikan apa yang diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
Bagaimana dengan zaman kita sekarang, di mana orang telah benar-benar sibuk dengan hartanya…?

Syafiq Riza Basalamah,  حفظه الله تعالى 

Empati Yang Mulai Hilang…

Bismillah

AKHI Ukhti…
Pernahkah engkau menghadiri atau mendengar sebuah kesempatan yang di dalamnya ada acara makan bersama
Contohnya acara buka bersama atau yang lainnya
Namun karena jumlah yang hadir banyak maka makanan yang disediakan tidaklah cukup
Tuan rumah kebingungan
Sebagian sangat kecewa
Yang mendapatkan makanan menikmati sajian tanpa menoleh kepada yang lainnya

Sejatinya tidak ada istilah tidak cukup untuk sebuah kebersamaan
Kebersamaan itu membuat hidup ini lebih indah dan berkah

Bacalah petuah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

طَعَامُ الاثْنَيْنِ كَافِي الثَّلاثَةِ وَطَعَامُ الثَّلاثَةِ كَافِي الأَرْبَعَ

“Makanan 2 orang mencukupi 3 orang, dan makanan 3 orang mencukupi empat orang.” [Muttafaq ‘alaih ]

Seharusnya seorang muslim tatkala melihat makanannya tidak cukup, ajaklah satu orang bergabung denganmu, katakan:
“Kemarilah saudaraku, ini cukup untuk kita berdua”.

Engkau menyelamatkan tuan rumah
Dan mendapatkan berkah makan bersama

Namun rasa empati seperti ini mulai hilang dan punah
Semua hanya memikirkan diri sendiri
Semua lebih mementingkan perutnya sendiri

Islam itu indah Dan aplikatif

Kalau bukan kita yang memulai dan melestarikan ajarannya siapa lagi…???
Dengan menghidupkan sunnah ini dalam keseharian kita
niscaya akan menghilang kedengkian, berkurang kemiskinan

Moga Allah merahmatimu

Syafiq Riza Basalamah,  حفظه الله تعالى 

Orang Yang Paling Dicintai Allah…

Bismillah

Akhi Ukhti…
Orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat buat orang lain (begitulah pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam )

Berapa banyak manfaat yg kau berikan pada orang lain?
Orang tuamu
Pasangan hidupmu
Keluargamu
Kerabatmu
Tetanggamu
Sahabatmu
Masyarakatmu
Dan negerimu?

Jangan dibalik pertanyaannya, apa yg diberikan orang padaku?

Ada yang berpesan:

JADILAH SEPERTI BUTIRAN GULA PASIR
WALAUPUN DIA TELAH LARUT DAN MENGHILANG WUJUDNYA
DIA TETAP MENINGGALKAN RASA MANIS…

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Niscaya Cahaya Itu Menerangi Kehidupanmu…

Bismillah
Akhi ukhti..,

Tatkala dirimu mulai bisa melangkah
Tatkala akalmu mulai bisa memilih
Tatkala kedua matamu mulai bisa memandang
Tatkala itu engkau membutuhkan bimbingan

agar engkau tidak salah melangkah
agar dirimu tidak asal memilih
agar pandanganmu tidak tersesat

Dan Allah yang menciptakan langit tujuh lapis
Menjadikan bumi sebagai hamparan untuk tempat tinggal
menancapkan gunung-gunung sebagai pasak bumi
Menyinari dunia dengan mentari di siang hari
Menghiasi langit dengan bintang-bintang yang bertaburan dan rembulan

Menjamin rizkimu dan ikan-ikan di Lautan serta semua yang hidup
Dia telah menurunkan petunjuk sebagai pedoman hidupmu
Dia telah menurunkan Qur’an untuk membimbing perjalanan di muka bumi ini
Dia telah menjelaskan seluruh yang kau butuhkan dalam kehidupan ini

Allah Jalla wa ‘Ala juga berfirman,

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

“Dan Kami turunkan Al–Kitab (Al–Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim).” (QS. An-Nahl: 89).

Allah menurunkan al-Qur’an sebagai:
Cahaya yang tidak pernah redup pelitanya
Jalan lurus nun terang benderang dan tidak tersesat siapa saja yang menitinya

Bahan Bakar keimanan
Motor amal kebajikan
Sumber ilmu dan pengetahuan
Lautan yang tidak bertepi
Kasih-sayang untuk alam semesta
Obat segala penyakit
Tali Allah yang Kokoh
Wadah untuk persatuan
Pelajaran yang bijaksana
Petunjuk yang benar.

Allah turunkan al-Quran dengan kebenaran dan membawa kebenaran
Allah turun ke dalam Hati Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam
Andai Allah turunkan al-Qur’an kepada gunung niscaya gunung itu akan hancur berkeping-keping

ﻟَﻮْ ﺃَﻧﺰَﻟْﻨَﺎ ﻫَٰﺬَﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻋَﻠَﻰٰ ﺟَﺒَﻞٍ ﻟَّﺮَﺃَﻳْﺘَﻪُ ﺧَﺎﺷِﻌًﺎ ﻣُّﺘَﺼَﺪِّﻋًﺎ ﻣِّﻦْ ﺧَﺸْﻴَﺔِ ﺍﻟﻠَّﻪِ

“Kalau sekiranya Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah.” (al Hasyr: 21)

Barang siapa mengamalkannya maka ia diberi pahala
Barang siapa berhukum dengannya, maka Ia berlaku adil
Barang siapa menyeru kepadanya maka ia ditunjukkan kepada jalan yang lurus.

Dengannya Allah meninggikan derajat beberapa kaum dan merendahkan yang lainnya.
Sungguh sangat menyedihkan tatkala orang-orang islam tersesat padahal jalan lurus ada di hadapan mereka
Sungguh memalukan seorang muslim yang mencari kebenaran lewat buku filsafat sedangkan penulis buku itu hidup di dalam kebingungan
Sungguh keterlaluan seorang muslim yang tenggelam di dalam kumbangan kesesatan sedang tali Allah yang kuat menjulur kepadanya
Sungguh kasihan orang-orang yang membuat hukum, kemudian merivisinya, kemudian mengangantinya, dan terus bertahun-tahun hidup dalam hukum yang tidak menentu, sedangkan hukum Allah ada di depan mereka
Bak tikus mati kelaparan di lumbung padi.

Allah seringkali mengingatkan kita dengan hal ini, namun kebanyakan manusia lalai…
Allah berfirman tentang anduan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,

{وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُوراً}

“Berkatalah Rasul: “Wahai Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan”. QS. Al Furqan: 30.

Bukalah Qur’anmu, bacalah:

QS. Al Baqarah: 1-2./ 23-24/ 185
QS. Ali Imran: 1-4
QS. An Nisa’: 82
QS. An An’am: 19
QS. Al A’raf: 1-3/ 204
QS. Yunus : 1-2/ 15/ 37
QS. Hud: 1/13
QS. Yusuf : 1-3
QS. Ar Ra’d; 1/31
QS. Ibrahim; 1
QS. Al Hijr: 1/ 87
QS. Al Isra: 9/ 45-46/ 82/ 88/ 105-106
QS.Al Kahf : 1-4
QS. Thaha : 1-4/ 113
QS. An Nur: 1
QS. Al Furqan: 1/30
QS. Asy Syu’ara’: 1-6
QS. An Naml: 1-6
QS. Al Qashash: 1-3/ 92
QS. Ar Rum: 58
QS. Luqman: 1-5
QS. As Sajdah: 1-3
QS. Yasin: 1-7/ 69
QS. Shaad: 1-2
QS. Az Zumar : 1-2
QS. Ghafir: 1-4
QS.Fhussilat: 1-4/26
QS. Asy SYuro : 1-3
QS. Az zukhruf: 1-5/ 31-32
QS. Ad Duhkhan 1-6
QS.Al Jatsiyah: 1-2
QS. Al Ahqaf: 1-2/ 29
QS. Qaf: 1-2/45
QS. Al Qamar; 17
QS. Ar Rahman: 1-3
QS. Al Waaqi’ah: 77-81
QS. Al Hasyr: 21
QS. Al Jin: 1-2
QS. Al Muzzamil: 4/20
QS. Al Insan: 23/24
QS. Al Insyiqaq: 20-23

Bacalah dan renungkanlah
Niscaya cahaya itu menerangi kehidupanmu…

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Katakan Ana Muslim…

AKHI, UKHTI…

Pernahkah engkau memperhatikan segerombolan semut yang sedang bekerja

Mereka membuat konvoi yang panjang

Mereka saling berebut untuk tolong menolong

Makanan yang besar mereka akan potong
menjadi lebih kecil agar lebih mudah untuk dibawa

Terkadang ada yang tubuhnya lebih besar untuk tugas yang lebih berat

Sebagian siap untuk menjadi anak tangga agar yang lainnya bisa naik ke atas
Sebuah gambaran tim kerja yang solid

Sebagian ada yang menjadikan dirinya jembatan dengan risiko besar demi yang lainnya bisa menyebrang

Tidak penting bagi mereka apa yang aku dapatkan untuk pribadiku

Namun yang terpenting adalah apa yang bisa aku berikan pada bangsaku, walaupun nyawaku menjadi taruhannya

Saatnya seorang muslim untuk memiliki ambisi yang lebih luhur

Baik yang miskin atau yang kaya

Baik yang atasan atau bawahan

Tidak lagi hanya memikirkan perut dan yang dibawah perut

Tidak lagi hanya rumahku, mobilmu, gajiku , usahaku, anak-anakku dsb

Berpikirlah apa yang akan kau berikan pada agamamu, bangsamu, negeriku dan Ummat manusia

Katakan Ana muslim…. aku akan wakafkan diriku untuk islam agamaku dan Indonesia bumi Allah yang menjadi negeriku
Hidup dan matiku pemilik langit dan bumi

Iqrarkan

إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam” [al-An’âm/6:162]

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Penampilan…

Akhi Ukhti…

Sebagian orang ada yang Allah karunia wajah indah dan tubuh yang elok…
Allah anugerahkan padanya harta sehingga dia bisa tampil menawan…
Tapi ingatlah hakekat dirimu tidak terletak di penampilan belaka…

Banyak yang lebih rupawan darimu
Banyak yang lebih perlente darimu
Banyak yang lebih kaya darimu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian” (HR Muslim)

Engkau harus merubah opini yang ada, bahwa orang yang baik adalah yang tampan dan gagah serta kaya
Atau yang cantik dan semampai, Bukan itu….semua itu hanya tipuan belaka bila ternyata tidak bertaqwa, semua akan menjadi makanan belatung dan cacing tanah.

Cobalah berfikir lebih dalam lagi, lihatlah Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu seorang sahabat yang mungkin bila kau memandangnya engkau akan tersenyum meledek dan meremehkan
Karena tubuhnya kecil dan kurus, namun ternyata betis beliau lebih berat dari gunung uhud kelak di timbangan pada hari kiamat…
bukan karena beliau ikut bodybuilding, atau sering lari pagi akan tetapi karena amalan ketaatan yang dilakukan dengan betis tersebut…

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menegur para sahabat mereka menertawakan kecilnya kaki Ibnu Mas’ud:

))مم تضحكون؟)):

“Apa yang membuat kalian tertawa?”

Mereka berkata, “Wahai Nabi Allah, karena kedua betisnya yang kurus

Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata,

والذي نفسي بيده لهما أثقل في الميزان من أحد

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya sungguh kedua betis itu lebih berat di timbangan daripada gunung Uhud [HR Ahmad]

Saatnya ketika engkau bercermin, melihat eloknya rupa dan pakaianmu, membayangkan bagaimana kiranya tatkala kuburan menjadi rumahmu, dan berapa kiranya bobotmu ketika berada di timbangan pada hari kiamat kelak.

Syafiq Riza Basalamah,  حفظه الله تعالى

Kesalahan Yang Diperbuat Berulang Kali…

Akhi Ukhti…

Masih sering kita melihat kesalahan yang diperbuat berulang kali…
Baik itu kita sebagai rakyat jelata, atau mereka yang memiliki kuasa

Kenapa itu terjadi ?

karena kita lalai, kita lengah, kita sok tahu, kita sok bijak, kita sok bisa

Sejatinya Allah telah mencukupi kita, Allah telah mengutus Nabinya shallallahu ‘alaihi wasallam
Dengan petunjuk dan agama yang benar

Kita tinggal mengikuti dan menjalankannya, suatu tugas yang  ringan
Tidak memeras keringat dan tidak perlu membuat otak lelah

Cobalah renungkan perkataan Umar bin Khattab radhiyallahu anhu, seorang sahabat yang cerdas dan mendapatkan ilham, tatkala dia menggantikan posisi Abu Bakar Asshiddiq menjadi Khalifah, dia berpidato, di antara yang dia sampaikan adalah:

إن الله تعالى نهج سبيله وكفانا برسوله صل الله عليه وسلم فلم يبق إلا الدعاء والإقتداء

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan sebuah jalan kebenaran, dan Mencukupi kita dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam(sebagai contoh dan suri teladan), setelah itu tidak ada lagi ruang kecuali berdo’a dan menjadi pengikut setia” (Tarikh Umar bin Khatthab karya ibnul Jauzi hal 194)

Tugas kita itu hanya berdo’a dan mengikuti…
Do’a jarang kita panjatkan
Mengkaji perjalanan hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kita abaikan

Padahal dahulu para sahabat dan tabiin mereka mengkaji dan mempelajari perjalanan hidup Nabi shalllahu ‘alahi wasallam seperti mereka menghafal satu surat dari al Qur’an sebagaimana yang dituturkan oleh cicit Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yakni Ali bin Husain bin Ali:

“Kami diajarkan sejarah peperangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana kami diajarkan surat dalam al Qur’an”
. (Al Jami’ li Akhlaqi ar Rawi wa Aadabi as Sami’ karya Al khatib al Baghdadi, 2/252)

Bayangkan, mereka belajar Sejarah nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti belajar satu surat dari Al Qur’an…
bagaimana dengan kita….???

Oleh karena itu mereka bisa membawa pelita islam sampai ke berbagai penjuru dunia…
Mereka tinggal mengikuti dan berdo’a, sehingga energi mereka tidak terkuras untuk sesuatu yang kurang berguna, sehingga kita melihat Umat islam sekarang diremehkan di berbagai penjuru dunia

Sampai kapan kita akan mengulangi kesalahan dan kesalahan yang sejatinya telah dijelaskan dalam sejarah, dan diberi contoh oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam…

Syafiq Riza Basalamah,  حفظه الله تعالى

Aib…

Kalau kita mau mencari kesalahan orang lain dan menyebarkannya, maka kita akan mampu untuk melakukannya. Tapi jangan, karena ada Alllah yang Maha mengetahui yang akan menyebarkan aib kita.

فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيهِ المُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ رَحْلِهِ

“Sesungguhnya barang siapa yang menyebarkan aib saudaranya semuslim maka Allah akan mencari-cari aibnya. Dan barangsiapa yang Allah cari aibnya, maka Allah akan permalukan dia walau dia sedang berada di dalam rumahnya” [HR. Tirmidzi]

Buang rasa iri dengki dan tinggalkan perbuatan mencari-mencari kesalahan orang lain. Karena itu hanya akan membuat dirimu terbakar tatkala mereka tersenyum dan membuat hatimu sempit tatkala mereka tertawa.

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Kapan Terakhir Kali Kamu Ke..?

Assalamualaikum..

Akhi, ukhti..!!
Kapan terakhir kali kau ke pasar?
Atau kapan terakhir kali kau berangkat ke sebuah toko, untuk melengkapi perabot rumahmu atau belanja keperluan yg lainnya…?
Atau kapan terakhir kali kau membawa anak2 dan kerabat ke taman bermain?

Akhi, ukhti!
Setelah itu, tanyakanlah kepada
dirimu, kapan terakhir kali kamu ke rumah Allah, untuk belanja keperluan perjalanan panjang menuju akhirat
Untuk kehidupan yang seharinya sama dengan 1000 tahun???
Taman dari taman-taman surga…
Tempat turunnya malaikat…
Tempat dibaginya rahmat
Tempat kedamaian turun
Tempat orang-orang beriman…

Kalau sudah lama kamu tidak kesana…
Maka saatnya membawa semua keluargamu,
bahkan kalau kau punya pembantu, ajaklah ia, ke taman surga…

Akan datang suatu saat yang kau takkan dapat lagi melangkahkan kakimu…
Maka sebelum masa itu datang… Segeralah!

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Jangan Suka Membanding-Bandingkan…

Istrimu adalah rizkimu..
Istrimu adalah pilihanmu…
Istrimu adalah takdirmu..

Maka jangan memandang kepada selain milikmu.

Dan jangan membanding-bandingkannya dengan wanita yang bukan milikmu.

Begitu pula sebaliknya untuk para istri, tidak layak baginya untuk membandingkan suaminya dengan lelaki lain.

Sebagian suami tatkala membandingkan istrinya dengan wanita yang dalam pandangannya lebih sempurna daripada istrinya, ia berdalih bahwa hal itu dilakukannya demi memotivasi istrinya. namun terkadang tujuan dibalik itu adalah untuk melampiaskan emosi dan memojokkan istrinya.

Cobalah berdiam sejenak untuk merenungkan akibat dan dampak buruk yang ditimbulkan dari perbuatannya ini, apakah tujuan untuk memotivasi istrinya akan tercapai? Atau malah membuat luka hati istrinya, merusak perasaannya, mengotori kesuciannya, menghancurkan harapannya.

Wanita manakah yang sudi dibanding-bandingkan?

Kau bukan wanita, tapi pada dasarnya dirimu juga tidak suka bila dibanding-bandingkan dengan lelaki lainnya, walaupun luka akibat perbandingan itu tidak separah luka di hati seorang wanita yang diciptakan lebih perasa daripada lelaki. Kebanyakan manusia tatkala melakukan perbandingan, dia tidak objektif, dia hanya melihat kepada satu atau dua sisi dari orang yang dijadikan tandingan, dan ini adalah perbandingan yang tidak adil.

Bisa jadi istri kita memiliki banyak kelebihan dari sisi yang berbeda, dan kebanyakan orang hanya melihat kulitnya saja, sedangkan suami mengenal istrinya kulit dan isinya. Sebagaimana istilah yang terkenal rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput sendiri.

Yang kau perlukan bila melihat sesuatu yang kau sukai dari dirinya, berikanlah nasihat dan bimbingan untuknya, dan sebelum itu katakan padanya bahwa kau pun ingin menjadi lebih baik untuknya, sebutkanlah kelebihan-kelebihannya, sanjunglah ia dengan kata-kata yang menyejukan jiwa, lalu hantarkan keinginanmu darinya tanpa membandingkannya dengan wanita lain, maka dengan itu kau telah memotivasinya untuk lebih baik tanpa menyayat hatinya.

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى