Category Archives: Syafiq Riza Basalamah

Omong Kosong

Betapa seringnya angan-angan indah terlintas dipikiran kita
Kadang terbetik di hati ingin berbuat kebaikan

Ingin membantu orang… Ingin beramal
Ingin berdakwah
Ingin beribadah
Ingin ini dan itu

Kita berkoar-koar bagaikan ayam yang hendak bertelur
(tapi kalau ayam ada telornya, he he he)

Namun pada akhirnya kebanyakan apa yang kita katakan hilang begitu saja

Bak menulis di atas air

Atau melangkah di padang pasir yang kering… hilang bekasnya diterpa angin

Ada seseorang yang pernah berpesan:

لتكن خطاك في دروب الخير ،، على رمل ندي لايسمع لها وقع،،ولكن آثارها بينة

“Hendaklah langkah-langkah­mu di jalan kebaikan itu, seperti melangkah di pasir yang basah
Tidak terdengan suaranya
Namun bekasnya tampak dengan jelas”.

Iya… biar orang tidak melihat kita
Tapi mereka melihat bekas langkah kita

Mungkin kiranya nasehat ini bermanfaat buat yang menulis dan yang membaca

 Ditulis oleh Ustadz Syafiq Riza Basalamah MA حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Nikmat Menyantap Makanan

Akhi/ukhti…‬‬
‪‪Hari ini…‬‬
‪‪Kalau boleh aku meminta‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Bila kau hendak menyantap hidangan yang tersaji atau kau beli…‬‬
‪‪Cobalah merenung sejenak…‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Disebutkan oleh sebagian ulama’ “Tidaklah suatu makanan disajikan kepadamu melainkan di dalamnya ada 360  nikmat “(Syarhul Mumti’ 1/100).‬‬

‪‪Mulai dari Malaikat Mikail yang bertugas menakar hujan…

sampai ke petani yang menanam, memupuk, memanen, memikul, menjemur…‬‬

‪‪Sampai akhirnya dimasak, pakai api, gas, kuali, bumbu-bumbunya, ada garam, dll‬‬
‪‪Entahlah… sampai mana lagi…‬‬

‪‪Tapi ketahuilah… bahwa nikmat Allah itu banyak sekali…‬‬
‪‪Dan kita tak mungkin menghitungnya…‬‬

‪‪Belum lagi setelah kita makan, bagaimana proses makanan itu sampai ke seluruh tubuh kita…‬‬
‪‪Itu juga nikmat-nikmat yang sering kita lupa…

coba diskusikan bersama teman yang lagi makan bersamamu…‬‬

‪‪Tapi yang jelas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:‬‬

‪‪
 ‫إِنَّ اللهَ سبحانه و تعالى لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ: يَأْكُلُ اْلأَكْلَةَ فَيَحْمَدُهُ عَلَيْهَا، وَيَشْرَبُ الشُّرْبَةَ فَيَحْمَدُهُ عَلَيْهَا. ‬‬‬
‪‪

 ‘Sesungguhnya Allah Subhanahu waTa`ala benar-benar ridha kepada hamba: bila ia makan makanan lalu memujiNya atas hal itu, dan minum minuman lalu memujiNya atas hal itu’.”‬‬

‪‪Dan nikmat keridhaan Allah kepada kita adalah jauh lebih besar dari segala nikmat…‬‬

‪‪Maka jangan lupa untuk selalu memuji Allah setelah makan dan minum‬‬

‪‪Jangan lupa baca bismillah‬‬
‪‪Dan dengan tangan kananmu…‬‬

 Ditulis oleh Ustadz Syafiq Riza Basalamah MA حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Mencari Pahala

SubhanAllah…
Hari kamis datang lagi

Sebagian mengekang nafsunya dari makan dan minum dan yang lainnya, dengan harap amal diangkat dalam kondisi puasa

Sebagian masih sibuk. Mencari sarapan, makan siang dll

Sempatkanlah

Walau sebulan sekali
Untuk mengekang nafsu kita

Mengingatkan kita pada hari-hari indah bulan Ramdhan

Yang hari ini gak puasa

Jangan lupa bagi buka buat yang puasa

,اِنْ شَآ ءَ اللّهُ
Dapat pahala puasa

 Ditulis oleh Ustadz Syafiq Riza Basalamah MA حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Waspadalah

Akhi/ukhti…
 
Pernahkah terbetik di hatimu…
 
Tatkala dikau melihat saudara-saudara kita dibantai…
 
Anak-anak muslim disembelih
 
Masjid-masjid dibombardir
 
Al Aqsha diinjak-injak..
 
Pernahkah dikau mengatakan kepada dirimu… kapan kiranya aku dapat membantu mereka…?
 
Kapan kiranya aku dapat mengendong anak-anak yang dibantai dan menyelamatkan yang lainnya!
 
Kapan kiranya aku dapat bergabung  memerdekakan aqsha dari tangan-tangan yahudi…
 
Kapan kiranya aku berangkat berjihad dan berperang menegakkan agama Allah
 
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

من مات ولم يغزو أو يحدث نفسه بالغزو مات على شعبة من نفاق

“Siapa saja yang meninggal dunia dan dia belum pernah berperang, atau meniatkan dirinya untuk
berperang, berarti dia meninggal di atas salah satu cabang kemunafikan.” (HR Muslim).
 
Bila perasaan itu ada dirimu…

maka jagalah dengan
mempersiapkan diri dengan ilmu, amal dan iman…sehingga tatkala Allah mengizinkan niatmu untuk terlaksana, kau sudah siap
tak perlu kau banyak omong, tapi tegakkanlah agama Allah  yang benar pada dirimu
Ajarkan pada keluargamu dan beramallah

Kitapun di negeri kita tidak aman dari makar2 zionis segala petaka yang menimpa umat itu dikarenakan kita telah meninggalkan agama Allah
kesyirikan dibiarkankemasiatan merajalela

maka mana mungkin Allah akan menyelamatkan kita.

Tapi akhit/ukhti….
kalau ternyata kau tidak pernah simpati dan peduli dengan apa yang terjadi… dan tidak pernah ada keinginan untuk berjuang di jalan Allah, kau sibuk dengan urusan perutmu saja jangan-jangan apa yang disampaikan Nabi itu telah menimpamu

Ust Syafiq Riza Basalamah

Indahnya Duduk Bersama Ulama

Ust. Syafiq Riza Basalamah
 
Disebutkan dalam kitab al Mukhtar fi Fara-idil Uquul wal Akhbaar(hal 55):

Telah berkata Abdullah bin Abi Musa Tusturi, “pernah ada yang berkata kepadaku, “Di mana pun kamu berada, berusahalah untuk berada di dekat orang yang alim”.
Maka aku pergi ke Bairut dan di sana aku mendatangi Majlis Imam Awza’I.

Pada suatu hari tatkala aku berada bersamanya, tiba-tiba ia bertanya tentang aku, maka aku menjelaskan kepadanya tentang diriku. (di mana dahulunya ia adalah orang Majusi lalu memeluk islam).

Kemudian beliau bertanya, “Apakah ayahmu masih hidup?”.

“Iya, aku meninggalkannya di Irak dalam kondisi masih beragama majusi”, jawabku.

“Bisakah Kamu pulang kepada ayahmu, moga Allah memberinya hidayah lewat kamu”. Kata beliau.

“Apakah kamu memandang bahwa hal itu baik?, tanyaku.

“iya, jawab beliau”.

Maka aku kembali ke Irak menjumpai ayahku, ternyata aku mendapatinya dalam kondisi sakit.
Dia berkata kepadaku, “Wahai ananda, ajaran apa yang kamu ikuti?”.

Maka aku terangkan kepadanya, bahwa aku telah masuk islam. Lalu ia berkata, “Jelaskan kepadaku tentang agamamu itu!.

Aku pun menguraikan tentang agama islam dan orang-orang islam, lalu ia berkata, “Aku mempersaksikanmu bahwa aku telah masuk islam”.

Subhnalllah, tidak berapa lama setelah itu ia meninggal dunia… dan setelah aku menguburkannya, aku kembali ke Bairut dan di sana aku ceritakan kepada Awza’i tentang apa yang telah terjadi.

Akhi/Ukhti…
sudah saatnya kita melihat dengan siapa kita bersahabat dan berkumpul???.

Tiga Kelompok Yang Sholatnya Tidak Terangkat

Ustadz Syafiq Riza Basamalah

بسم الله الرحمن الرحيم

Akhiy / Ukhtiy,

Berapa tahun kita berislam???

Berapa tahun kita Beribadah???

Berapa banyak ibadah kita yg diterima???

Berapa banyak amalan kita yg tidak diterima???

Untuk yg pertama dan kedua, kita tahu…

Untuk yg ketiga, Wallahu A’lam

Untuk yg keempat, insyaAllah kita dapat mengetahuinya…

Bagaimana???

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

‫‫
‪))‬ثَلَاثَةٌ لَا تَرْتَفِعُ صَلَاتُهُمْ فَوْقَ رُءُوسِهِمْ شِبْرًا رَجُلٌ أَمَّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ وَأَخَوَانِ مُتَصَارِمَانِ‪((‬
‬‬

“Ada tiga kelompok yg shalatnya tidak terangkat walau hanya sejengkal di atas kepalanya (tidak diterima oleh Allah).

•Orang yg mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya

•Istri yg tidur sementara suaminya sedang marah kepadanya

•Dua saudara yg saling mendiamkan (memutuskan hubungan).” (HR. Ibnu Majah dan dihasankan oleh Al-Albani, al Misyakah no. 1128)

Kalau anda termasuk dari yg diatas, maka ketahuilah bahwa amalan anda tidaklah diangkat.

Untuk orang yg ketiga, ingatlah bahwa orang2 yg beriman itu saudara, bukan hanya yg dr satu kandung dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menekankan, dalah hadits Riwayat Muslim yang atinya:‫‬

“Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yg tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa2nya, kecuali seseorang yg antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengam-punan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai”.

Maukah kita mejadi mereka???