Category Archives: Zainal Abidin

Rezeki…

Yang kerja keras belum tentu mendapat banyak.
Yang kerja sedikit belum tentu mendapat sedikit.

Karena sesungguhnya sifat Rezeki adalah mengejar, bukan dikejar.
Rezeki akan mendatangi,
bahkan akan mengejar,
hanya kepada orang yang pantas didatangi….

Maka, pantaskan dan patutkan diri untuk pantas di datangi, atau bahkan dikejar rezeki.
Inilah hakikat ikhtiar…

Setiap dari kita telah ditetapkan rezekinya sendiri-sendiri.

Karena ikhtiar adalah kuasa manusia, namun rezeki adalah kuasa Allah Azza Wajalla.
Dan manusia tidak akan dimatikan, hingga ketetapan rezekinya telah ia terima, seluruhnya.

Ada yang diluaskan rezekinya dalam bentuk harta,
Ada yang diluaskan dalam bentuk kesehatan,
Ada yang diluaskan dalam bentuk ketenangan, keamanan,
Ada yang diluaskan dalam kemudahan menerima ilmu,
Ada yang diluaskan dalam bentuk keluarga dan anak keturunan yang shalih,
Ada yang dimudahkan dalam amalan dan ibadahnya…
Dan yang paling indah, adalah diteguhkan dalam hidayah Islam…

Hakikat Rezeki bukanlah hanya harta, rezeki adalah seluruh rahmat Allah Ta’ala…

Adapun 8 JENIS REZEKI DARI ALLAH TA’ALA

  1. Rezeki Yang Telah Dijamin.

‎وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

“Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya.”
(Surah Hud : 6).

2.  Rezeki Karena Usaha.

‎وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya.”
(Surah An-Najm : 39).

3. Rezeki Karena Bersyukur.

‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.”
(Surah Ibrahim : 7).

4. Rezeki Tak Terduga.

‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberi nya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”
(Surah At-Thalaq : 2-3).

5. Rezeki Karena Istighfar.

‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).

6. Rezeki Karena Menikah.

‎وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ

“Dan nikahkanlah orang-orang yg masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan ke- cukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya.”
(Surah An-Nur : 32).

7. Rezeki Karena Anak.

‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Surah Al-Israa’ : 31).

8. Rezeki Karena Sedekah

‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً

“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”
(Surah Al-Baqarah : 245).

Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc,  حفظه الله تعالى
posted on FB account of Ustadz Zainal Abidin

Penyimpangan Setelah Hidayah…

*لماذا ينتكس البعض بعد استقامته على طريق الهداية ؟؟؟*

Mengapa ada sebagian orang yang justru berbalik (menyimpang) setelah ia konsisten di atas jalan hidayah (bahkan sebelumnya ia mendakwahkan sunnah)…??

قيل للشيخ ابن باز :

Syaikh Bin Baz pernah ditanya:

ياشيخ ، فلان انتكس،

Wahai Syaikh; si fulan berbalik (menyimpang)

قال الشيخ :

Syaikh berkata;

(لعل انتكاسته من أمرين :

Boleh jadi dia berbalik menyimpang karena dua hal:

إما أنه لم يسأل الله الثبات ، أو أنه لم يشكر الله على الإستقامة) .

Pertama, dia mungkin tidak pernah meminta kepada Allah agar diteguhkan (di atas alhaq), atau yang kedua, ia tidak bersyukur setelah diberikan keteguhan dan keistiqomahan oleh Allah.

فحين اختارك الله لطريق هدايته،

Maka tatkala Allah telah memilihmu berjalan di atas jalan hidayah-Nya,

ليس لأنك مميز أو لطاعةٍ منك ،

camkanlah bahwa itu bukan karena keistimewaanmu atau karena ketaatanmu,

بل هي رحمة منه شملتك ،

melainkan itu adalah rahmat dari-Nya yang meliputimu

قد ينزعها منك في أي لحظة ،

Allah bisa saja mencabut rahmat tersebut kapan saja darimu

لذلك لا تغتر بعملك ولا بعبادتك

Oleh karena itu, jangan engkau tertipu dengan amalanmu, jangan pula disilaukan oleh ibadahmu

ولا تنظر باستصغار لمن ضلّ عن سبيله

Jangan engkau memandang remeh orang yang tersesat dari jalan-Nya

فلولا رحمة الله بك لكنت مكانه .

Kalau bukan karena rahmat Allah padamu, niscaya engkau akan tersesat pula, posisimu akan sama dengan orang yang tersesat itu.

أعيدوا قراءة هذه الآية بتأنٍّ

Ulang-ulang lah membaca ayat berikut ini dengan penuh penghayatan

﴿ ولوﻵ أن ثبتناك لقد كدت تركن إليهم شيئا قليلا ﴾

“Andai Kami tidak meneguhkanmu (wahai Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam), sungguh engkau hampir-hampir saja akan sedikit condong kepada mereka (orang-orang yang tersesat itu).”

إياك أن تظن أن الثبات على الإستقامة أحد إنجازاتك الشخصية …

Jangan pernah engkau menyangka, bahwa keteguhan di atas istiqomah, merupakan salah satu hasil jerih payahmu pribadi.

تأمل قوله تعالى لسيد البشر..

Perhatikan firman Allah kepada Pemimpin segenap manusia (Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam):

“ولولا أن ثبتناك”

“Kalau bukan Kami yang meneguhkanmu (wahai Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam)…”

فكيف بك !!؟.

Maka apalagi engkau…!!?

نحنُ مخطئون عندما نتجاهل أذكارنا،

Kita sering keliru, manakala kita melupakan dzikir-dzikir kita

نعتقد أنها شيء غير مهم وننسى

Kita menyangka bahwa dzikir-dzikir itu tidak penting, sehingga kita pun melupakannya.

بأن الله يحفظنا بها، وربما تقلب الأقدار..

Kita lupa bahwa Allah akan menjaga kita karena dzikir-dzikir tersebut. Boleh jadi takdir Allah akan berbalik.

يقول ابن القيم:

Ibnu al-Qayyim berkata:

حاجة العبد للمعوذات أشدُ من حاجته للطعام واللباس..!

Kebutuhan hamba akan doa dan dzikir (agar Allah memberikan perlindungan), melebihi kebutuhannya akan makanan dan pakaian.

داوموا على أذكاركم لتُدركوا معنى:

Maka rutinkanlah membaca doa dan dzikir kalian, agar kalian meraih apa yang dijanjikan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam

احفظ الله يحفظك..

“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjaga kalian”

تحصنوا كل صباح ومساء ؛

Niscaya kalian akan mendapatkan perlindungan pagi dan petang.

فالدنيا مخيفة .. وفي جوفها مفاجأت .. والله هو الحافظ لعباده

Dunia ini benar-benar menakutkan…. di lorongnya ada banyak hal yang menyentakkan… Allah, Dialah yang Maha Menjaga hamba-hamba-Nya.

Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى

Bukan Milikku…

Puisi terakhir WS Rendra (1935 – 2009)
(di buat sesaat sebelum dia wafat)

Hidup itu seperti UAP, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!
Ketika Orang memuji MILIKKU,
aku berkata bahwa ini HANYA TITIPAN saja.

Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,
Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,
Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA …

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
MENGAPA DIA menitipkannya kepadaku?
UNTUK APA DIA menitipkan semuanya kepadaku.

Dan kalau bukan milikku,
apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?

Malahan ketika diminta kembali,
kusebut itu MUSIBAH,
kusebut itu UJIAN,
kusebut itu PETAKA,
kusebut itu apa saja …
Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah DERITA….

Ketika aku berdo’a,
kuminta titipan yang cocok dengan
KEBUTUHAN DUNIAWI,
Aku ingin lebih banyak HARTA,
Aku ingin lebih banyak MOBIL,
Aku ingin lebih banyak RUMAH,
Aku ingin lebih banyak POPULARITAS,

Dan kutolak SAKIT,
Kutolak KEMISKINAN,
Seolah semua DERITA adalah hukuman bagiku.

Seolah KEADILAN dan KASIH-NYA,
harus berjalan seperti penyelesaian matematika
dan sesuai dengan kehendakku.

Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku …

Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan DIA seolah Mitra Dagang ku
dan bukan sebagai Kekasih!

Kuminta DIA membalas perlakuan baikku
dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku …

Duh ALLAH …

Padahal setiap hari kuucapkan,
Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya ALLAH, AMPUNI AKU, YA ALLAH …

Mulai hari ini,
ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur
dalam setiap keadaan
dan menjadi bijaksana,
mau menuruti kehendakMU saja ya ALLAH

Sebab aku yakin….
ENGKAU akan memberikan anugerah dalam hidupku …
KEHENDAKMU adalah yang ter BAIK bagiku ..

Ketika aku ingin hidup KAYA,
aku lupa,
bahwa HIDUP itu sendiri
adalah sebuah KEKAYAAN.

Ketika aku berat untuk MEMBERI,
aku lupa,
bahwa SEMUA yang aku miliki
juga adalah PEMBERIAN.

Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT,
….aku lupa,
bahwa dalam KELEMAHAN,
Tuhan memberikan aku KEKUATAN.

Ketika aku takut Rugi,
Aku lupa,
bahwa HIDUPKU adalah
sebuah KEBERUNTUNGAN,
kerana AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu BERSYUKUR kepada NYA

Bukan karena hari ini INDAH kita BAHAGIA.
Tetapi karena kita BAHAGIA,
maka hari ini menjadi INDAH.

Bukan karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS.
Tetapi karena kita optimis, RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

Bukan karena MUDAH kita *YAKIN BISA.
Tetapi karena kita YAKIN BISA.!
semuanya menjadi MUDAH.

Bukan karena semua BAIK kita TERSENYUM.
Tetapi karena kita TERSENYUM, maka semua menjadi BAIK,

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar,
cukuplah menjadi JALAN SETAPAK
yang dapat dilalui orang,

Bila kita tidak dapat menjadi matahari,
cukuplah menjadi LENTERA
yang dapat menerangi sekitar kita,

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang,
maka BERDOALAH untuk
kebaikan.

Di-Share karena ini sangat bagus untuk pembelajaran kehidupan kita semua…

Posted by
Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc,  حفظه الله تعالى 

Nasehat Dan Mutiara Hikmah Syaikh Ibnu Utsaimin…

قال رحمه الله:
《 والإنسان ما دامت روحه في جسده فهو معرّض للفتنة،
ولهذا أوصي نفسي وإياكم أن نسأل الله دائماً الثبات على الإيمان ، وأن تخافوا ؛ لأن تحت أرجلكم مزالق ، فإذا لم يثبتكم الله -عز وجل- وقعتم في الهلاك،
واسمعوا قول الله سبحانه وتعالى لرسوله -ﷺ- أثبت الخلق ، وأقواهم إيماناً : ﴿ وَلَوْلاَ أَنْ ثَبَّتْنَاكَ لَقَدْ كِدَّتَ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئاً قَلِيلاً ﴾،
فإذا كان هذا للرسول -ﷺ- فما بالنا نحن؛ ضعفاء الإيمان واليقين ، وتعترينا الشبهات والشهوات.
فنحن على خطر عظيم ، فعلينا أن نسأل الله تعالى الثبات على الحق ، وألا يُزيغ قلوبنا ، وهذا هو دعاء أولي الألباب ﴿ رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبُنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا ﴾ . 》
“الشرح الممتع” ٣٨٨/٥

Selagi hayat masih dikandung badan, maka manusia tidak bisa lepas dari fitnah, oleh sebab itu saya senantiasa berpesan agar kita selalu memohon kepada Allah keteguhan iman, dan hendaknya senantiasa takut karena jalan yang kita lalui amat licin, bila Allah tidak meneguhkanmu pasti kalian binasa, dengarkan firman Allah kepada utusanNya, hamba yang amat kokoh dan kuat keimanannya,

“Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka” (AL-Isra 74).

Bila hal itu bisa terjadi pada Rasulullah apalagi dengan kita, yang lemah iman dan keyakinan, yang amat mudah terserang syubhat dan syahwat maka kita senantiasa dalam bahaya besar sehingga harus terus memohon kepada Allah bisa teguh di atas kebenaran agar tidak tergelincir maka doa yang paling pantas dipanjatkan orang cerdik adalah;

Ya Allah janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau berikan petunjuk.

وقال:
العاقل إذا قرأ القرآن وتبصر ؛ عرف قيمة الدنيا وأنها ليست بشيء ، وأنها مزرعة للآخرة ، فانظر ماذا زرعت فيها لآخرتك ؟
إن كنت زرعت خيرًا ؛ فأبشر بالحصاد الذي يرضيك ، وإن كان الأمر بالعكس ؛ فقد خسرت الدنيا والآخرة .
شرح رياض الصالحين ٣ / ٣٥٨

Beliau berkata, Orang yang cerdas saat membaca dan merenungi Alquran maka dia mendapat kesimpulan bahwa dunia itu tidak ada nilainya sama sekali bahkan hanya tempat cocok tanam akhirat, maka perhatikan apa yang sudah kamu tanam untuk akhiratmu, bila kamu menanamkan kebaikan untuk akhiratmu maka bergembiralah di waktu panen, namun bila kamu tanam sebaliknya berarti kamu rugi dunia dan akhirat.

وقال:
إذا اجتمع في قلب الإنسان المحبة التامة لله عز وجل مع التعظيم استقام تماما على شرع الله عز وجل؛
لأنه بحبه لربه يطلب ربه، وبتعظيمه لله يخاف منه فيكون فاعلا للمأمور تاركا للمحظور،
فلا بد من هذين الأمرين: تمام المحبة وتمام الذل لله عز وجل.
شرح الكافية الشافية / ج1 / ص366

Beliau berkata, Bila telah tertanam rasa cinta kepada Allah secara sempurna dalam hati seorang hamba, yang disertai pengagungan besar kepada Allah maka kamu akan lebih istiqamah menjalankan syariat Allah, karena dengan kecintaan kepada Allah, akan mengejar Allah dan dengan pengagungan kepada Allah, akan tumbuh rasa takut yang akhirnya mendorong hamba untuk melakukan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Sehingga keduanya akan melahirkan sempurnanya cinta dan sempurnanya penghinaan diri kepada Allah.

وقال:
لم يعهد عن السلف أنهم يذكرون ذكرًا جماعيًا كما يفعله بعض أهل الطرق من الصوفية وغيرها .
شرح رياض الصالحين(٥٣٤/٥)

Beliau berkata, Tidak pernah dikenal pada kehidupan salaf bahwa mereka berdzikir secara berjamaah sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian pengikut terikat dari kalangan shufi dan selainnya.

وقال:
كم من إنسان طليق اللسان ، فصيح البيان ، إذا رأيته يعجبك جسمه ، وإن يقول تسمع لقوله ، ولكنه لا خير فيه .
شرح رياض الصالحين(١٣٨/٦)

Beliau berkata, Berapa banyak orang fasih lisannya, bagus penjelasannya dan kamu terkagum-kagum saat melihat tampilannya dan kamu juga tertarik ucapannya, ternyata tidak ada dalam dirinya kebaikan sama sekali.

وقال:
‏”الأيام تمضي ولا أدري هل ازددت قرباً من الله
‏أو بعداً من الله ؟
‏هل نحاسب أنفسنا على هذا الأمر ؟”
‏القول المفيد (١٥٠/١

Beliau berkata, Hari-hari berjalan terus, namun saya tidak tahu apakah makin dekat atau makin jauh dari Allah ? Apakah kita sudah menghisab diri kita masing-masing.

وقـال:
( ‏فنـحـن الآن في حاجـة إلى جهـاد النفـس :
⇦ فالقلــوب مريضـة
⇦ والجوارح مقصّرة ،
⇦ والقلـوب متنافـرة ،
وهـذا يحتـاج إلى جهـادٍ قبـل كل شـيء ).
〖مجـمـوع الفتـاوى 〖 ٣١٤/٢٥〗

Beliau berkata, Kita sekarang amat butuh terhadap jihad nafsu karena rohani sedang sakit, tindakan teledor, hati tercerai berai. Semuanya butuh jihad sebelum segala sesuatu.

Zainal Abidin Syamsuddin, حفظه الله تعالى

Mutiara Hikmah Salafy…

لا تتهاونوا في سماعِ الموسيقى والغناء​
في أجهزتكم و أجهزة أطفالكم

Janganlah Anda meremehkan musik dan nyanyian dalam setiap HP dan media elektronik kalian.

قال ابن القيم رحمه الله :

والذي شاهدناه نحنُ وغيرُنا وعرَفناه بالتجارب أنهُ ما ظهرت المعازفُ وآلاتُ اللهو في قومٍ وفشَتْ فيهم واشتغلوا بها ​إلّا سلّطَ الله عليهم العدوّ ، وبـُـلوا بالقحط والجَدب وولاةِ السوء​ .
والعاقلُ يتأمّل أحوالَ العالم وينظر ؛ والله المستعان
📚

Imam Ibnu Qayyum berkata,
Sungguh kami dan selain kami menyaksikan dan mengetahui dengan baik berdasarkan pengalaman bahwa tidaklah merajalela alat musik dan media gamelan pada suatu kaum bahkan menyebar dan mereka sibuk dengannya melainkan Allah menguasakan atas mereka musuh-musuh mereka dan ditimpa krisis ekonomi dan paceklik serta munculnya para pemimpin yang jahat. Orang yang cerdik akan merenungkan kondisi alam sekitarnya dan mengamati dengan seksama.

​مدارج السالكين ( 1 / 496 )​

‏قال العلامة الألباني رحمه الله :

*”أخشى أن يزداد الأمر شدة ، فينسى الناس حكم الغناء حتى إذا ما قام أحد ببيانه أُنكِر عليه ونُسِب إلى التشدّد”*
​[“تحريم آلات الطرب” ص/16]

Syekh Albani berkata,
Saya khawatir perkara yang terjadi lebih parah, di mana banyak umat manusia melupakan hukum musik hingga pada saat ada orang yang menjelaskannya dan mengingkarinya maka dianggap orang radikal.

Zainal Abidin Syamsuddin,  حفظه الله تعالى

Telah Membuat Kita Terpecah dan Berpisah…

Rasulullah shallalahu ‘alayhi wasallam bersabda:

« والذي نفس محمد بيده ؛ ما تواد اثنان في الله ففرق بينهما إلا بذنب يحدثه أحدهما » أخرجه أحمد وصححه الألباني في الإرواء 8/99

“Demi dzat yang jiwa Muhammad ada di tangannya, tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah kemudian Allah pisahkan keduanya kecuali karena dosa yang dilakukan salah satu di antara keduanya.” (HR. Ahmad dishahihkan imam al-Albani dalam al-Irwa’: 8/99)

Al-Imam al-Munawi mengomentari hadits ini dan berkata:

“Perpisahan dan perpecahan adalah hukuman dari sebuah dosa, maka dari itulah Musa al-Kazhim berkata: jika temanmu berubah sikap kepadamu, maka ketahuilah itu sebab dosa yang kamu lakukan, segeralah bertaubat krpada Allah dari segala dosa agar cinta temanmu langgeng untukmu.”

Al-Imam al-Muzani berkata:

“Jika engkau menjumpai sifat acuh dari sahabat2mu maka segeralah bertaubat kepada Allah karena engkau telah berbuat dosa.

dan jika engkau menjumpai tambahan cinta dari mereka maka itu berasal dari ketaatan yang kau lakukan…maka bersyukurlah kepada Allah.”

Al-Faidl (5/437)

Zainal Abidin, حفظه الله تعالى

Musibah Terasa Nikmat Asal Dihadapi Dengan Lima Langkah Berikut Ini…

1. Ketahuilah semua peristiwa dan kejadian terjadi karena takdir Allah.

2. Pahamilah bahwa sikap gundah gulana tidak bisa merubah takdir.

3. Sadarlah bahwa kenikmatan yang tersisa pada Anda masih lebih melimpah daripada nikmat yang lepas darimu.

4. Renungkanlah bahwa setiap musibah tidak sepi dari hikmah baik berupa pahala, pengampunan, penebusan, peningkatan derajat dan ujian mental agar makin tangguh.

5. Camkanlah bahwa musibah yang diderita orang lain lebih berat dari yang Anda alami. Bahkan bisa jadi Anda termasuk orang yang paling beruntung di antara mereka.

Zainal Abidin Syamsuddin,  حفظه الله تعالى 

Cinta Sejati Hingga Mati…

Wawancara dengan seorang wanita tua di sebuah stasiun Radio.
Kisah seorang nenek yang telah hidup berumah tangga bersama suami 50 tahun penuh bahagia.
Dia ditanya rahasia kebahagiaannya selamanya 50 tahun.

*** Apakah karena pintar masak, ataukah karena cantiknya ataukah karena pandai melahirkan anak ataukah ada yang lainnya ?

Sang nenek pun bercerita, kebahagiaan hidup rumah tangga setelah Taufik dari Allah, amat bergantung pada sang istri, seorang wanita bisa menjadikan rumahnya surga atau sebaliknya.

*** Apakah harta !!
Banyak wanita yang kaya raya hidupnya menderita batin bahkan suaminya lari darinya.

*** Apakah anak sumber kebahagiaan!!
Di sana ada wanita yang melahirkan 10 anak sementara suaminya kehilangan rasa cinta bahkan mungkin menceraikannya.
Malah zaman sekarang banyak kaum wanita yang pandai membuat menu masakan istimewa sepanjang hari sedangkan suami terus mengeluh buruknya pergaulan sehari-hari.

*** Sang penyiar pun terpesona lalu bertanya, kalau memang begitu apa yang menjadi rahasia kebahagiaan Anda?

Sang wanita tua pun menukas, Kalau suamiku marah, aku memilih diam penuh dengan hormat sampil menundukkan kepala penuh penyesalan.
Waspadalah terhadap diam tapi penuh dana pelecehan, karena seorang laki-laki amat cerdik dalam memahami sikap itu.

*** Kemudian sang pembawa acara menyergap dengan pertanyaan, Kenapa Anda tidak keluar dari kamarmu ?

Sang wanita tua pun berkata, jangan lakukan itu,……karena dia menyangka kamu lari darinya dan tidak ingin mendengarkan ucapannya, bahkan kamu harus diam dan setuju terhadap semua yang dikatakan hingga dia tenang!
Kemudian saya katakan
Apakah kamu sudah selesai dari marahmu ?

*** Kemudian sang penyiar bertanya kembali, Lalu apakah yang anda lakukan? Apakah kamu cemberut atau tidak berbicara hingga seminggu atau lebih?

Sang wanita tua menjawab, Jangan… tinggalkan kebiasaan buruk, ibarat pisau bermata dua. Jika kamu mendiamkan suami seminggu, barang kali suami ingin berdamai tapi tidak kamu berikan kesempatan akhirnya masalah blunder. Boleh jadi tuntutannya makin tidak berkompromi.

*** Sang penyiar bertanya, Kalau memang begitu apa yang kamu lakukan ?

Sang wanita tua itu menjawab, Setelah dua jam atau lebih, suamiku saya buatkan segelas jus atau kopi. Maka saya katakan kepadanya, silahkan diminum.
Memang benar dia butuh hal itu, kemudian saya mengajaknya bicara seperti biasanya.
Lalu suamiku bertanya kepadaku, Apakah kamu marah? Saya jawab, Tidak, setelahnya dia minta maaf kepadaku atas ucapannya yang pedas. Setelah dia berbicara dengan santun.

*** Sang penyiar bertanya, Benarkah demikian ?

Sang wanita tua menjawab, Ya memang demikian yang terjadi dan aku bukan termasuk wanita pandir.
Apakah kamu mau aku ceritakan dengan sejujurnya, aku lebih mempercayai ucapannya saat marah lebih daripada saat dia tenang.

*** Sang penyiar bertanya lagi, Bagaimana kehormatan dan harga dirimu ?
Sang wanita tua pun menjawab, Kehormatan dan harga diriku ada pada ridha suamiku serta pada mesranya hubungan kita. Tidak ada kehormatan dan harga diri antar suami dan istri selain itu. Meski harus telanjang di depannya dari seluruh pakaiannya.
Aku berharap pesan ini tersampaikan kepada seluruh kaum laki-laki dan kaum wanita meskipun mereka yang mau menikah.
Hendaknya semua memahami hal-hal berikut ini,

لو خُلقت المرأة طائراً لكانت “طاووسآ

Andaikata wanita seekor burung maka dia ibarat Merak.

لو خلقت حيواناً لكانت « غزالة

Andaikata wanita hewan maka dia ibarat kijang.

لو خلقت حشرة لكانت ” فراشة ”

Andaikata wanita itu serangga maka dia ibarat kupu-kupu.

لكنها خلقت « بشراً » فأصبحت حبيبةً و زوجةً وأماً رائعة ، و أجملَ نعمةٍ للرجل على وجه الأرض.

Akan tetapi dia seorang anak manusia, sehingga dia menjadi sosok kekasih, istri dan Ibu yang bersahaja serta menjadi sumber nikmat paling indah bagi seorang laki-laki di muka bumi.

فلو لم تكن •• المرأة •• شيئاً عظيماً جداً لما جعلها « اللّه » حوريةً يكافئ بها المؤمن في الجنة …

‏Seandainya wanita bukan makhluk yang Agung maka Allah tidak akan menjadikannya makhluk yang merdeka yang menjadi pendamping kaum Mukmin di surga.

حقيقه أعجبتني لدرجة أنَّ وردةً تُرضيهآ ، وكلمةً تقتلها ) !!!

Aku heran seakan bunga wangi atau kalimat yang mencekik!

رائعة هي الأُنثى ♡

Wanita itu hidupnya bertabur keindahan.

في طفولتها تفتح لأبيها باباً في الجنة ..

Saat masih bayi menjadi pembuka surga untuk kedua orang tuanya.

وفي شبابها تُكمل دين زوجها ..

Saat remaja menjadi penyempurna agama suaminya.

وفي أمومتها تكون الجنّة تحت قدميها ..

‏Saat menjadi seorang ibu maka surga dibawah kedua telapak kakinya.
Untaian mutiara hikmah yang amat indah.

كلام في قمة الروعة

‏شكراً لمن أرسله وأفرح به قلب البنت والاخت والزوجة والأم العظيمة


‏Terima kasih bagi yang menyebarkan untuk membuat gembira putrinya, saudarinya, istrinya dan ibunya yang Agung.

BACALAH DENGAN SEKSAMA KARENA NASEHAT MAHAL

Zainal Abidin Syamsuddin, حفظه الله تعالى

Nasihat Dari DR. MUHAMMAD MUSA ALU NASHR Untuk Peserta Group WA…

1. Hidupkan dengan sering menuturkan kebenaran
2. Tinggalkan segala yang bercorak kebatilan
3. Jauhilah untuk tidak menyebarkan gambar-gambar haram
4. Hindarilah debat yang tidak bermanfaat
5. Hindarilah seluruh bentuk postingan yang merendahkan agama, sosok atau suku bangsa
6. Jangan menjadi BIANG penyebar berita atau tulisan dusta atau hoax dan hendaklah dipasikan kebenaran hadits, kisah dan berita
7. Hendaknya tulisan yang antum posting menguntungkanmu tidak merugikanmu
8. Tuisan apapun bentuknya anda adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap isinya
9. Janganlah kamu mengirimkan video yang ada musiknya atau wanita yang membuka aurat karena takut anda yang akan menanggung dosa tiap orang yang menyaksikan atau mendengarnya hingga hari Kiamat

Zainal Abidin Syamsuddin, حفظه الله تعالى
(Penterjemah)

Beribu Alasan Menghidupkan Bid’ah…

Mereka sangat pandai membuat alasan untuk menghidupkan bid’ah tapi kurang semangat untuk menghidupkan Sunnah, mereka sangat antusias berbuat maksiat tapi amat pasif dalam beribadah, memang benar, kebanyakan kaum muslimin lemah dalam mencari kebenaran, justru lebih hebat membenarkan kelemahan dengan dalil.

Perhatikanlah, mereka semangat merayakan tahun baru dengan dalih tutup tahun.
Mereka gemar merayakan Maulid Nabi dengan alasan cinta Rasul.
Mereka antusias merayakan Valentina dengan alasan untuk menyuburkan rasa cinta antara sesama.
Mereka rajin merayakan hari ibu dengan alasan untuk menumbuhkan suasana harmonis pada orang tua.

Akan tetapi, bila mereka ditawarkan untuk mengamalkan Sunnah, mereka abaikan dengan alasan itu kan Sunnah tidak wajib.

{فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا}

Kenapa mereka menjadi aneh dan pincang dalam memahami hakikat permasalahan.

Zainal Abidin Syamsuddin, حفظه الله تعالى