Category Archives: Zainal Abidin

Sesuaikanlah…

جالس العلماء بعقلك

Duduklah bersama ‘Ulama dengan akalmu

وجالس الامراء بعلمك

Duduklah bersama Pemimpin dengan ilmumu

وجالس الاصدقاء بأدبك

Duduklah bersama Teman dengan kesantunan adabmu

وجالس أهل بيتك بعطفك

Duduklah bersama Keluarga dengan kelembutanmu

وجالس السفهاء بحلمك

Duduklah bersama Orang Bodoh dengan kemurahan hatimu

Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, ha حفظه الله تعا

 

4 GOLONGAN MANUSIA PENGHANCUR ISLAM…

Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah rahimahullah menuturkan :

قال محمد بن الفضل: ذهاب الإسلام على يدي أربعة أصناف من الناس:

Imam Muhammad bin al-Fadl berkata: Lenyapnya agama Islam di tangan empat golongan manusia :

○صنف لا يعملون بما يعلمون،

1.  Golongan yang tidak mau mengamalkan sesuatu yang sudah diketahuinya,

○و صنف يعملون بما لا يعلمون،

2.  Golongan yang mengamalkan sesuatu yang tidak diketahuinya,

○و صنف لا يعملون ولا يعلمون،

3.  Golongan yang tidak beramal dan tidak mengetahui tentang Islam,

○و صنف يمنعون الناس من التعلم.

4.  Golongan yang menghalangi umat manusia untuk mempelajari Islam.

قلت-أي بن القيم-:

Aku berkata (Ibnu Qayyim):

●الصنف الأول: من له علم بلا عمل؛ فهو أضر شيء على العامة؛ فإنه حجة لهم في كل نقيصة و مبخسة.

GOLONGAN KE-1, orang yang punya ilmu tanpa amal, dia sosok paling berbahaya buat awwam, ia menjadi hujjah (pembenaran) buat mereka pada setiap kelemahan dan keburukan mereka.

●الصنف الثاني: العابد الجاهل؛ فإن الناس يحسنون الظن به لعبادته و صلاحه فيقتدون به على جهله.
و هذان الصنفان هما اللذان ذكرهما بعض السلف في قوله:《احذروا فتنة العالم الفاجر و العابد الجاهل فإن فتنتهما فتنة لكل مفتون》؛ فإن الناس إنما يقتدون بعلمائهم و عبادهم، فإذا كان العلماء فجرة و العباد جهلة عمت المصيبة بهما و عظمت الفتنة على الخاصة و العامة.

GOLONGAN KE-2, ahli ibadah yang jahil, sedangkan umat manusia berprasangka baik kepadanya karena ketekunan ibadah dan kesalehannya, mereka menjadikannya sebagai panutan padahal ia berada dalam kebodohan.

Kedua golongan tersebut, sebagian ulama salaf memperingatkan: Waspadalah terhadap fitnah ahli ilmu yang bejat dan ahli ibadah yang bodoh, karena fitnah keduanya adalah biang segala fitnah. Karena umat manusia senantiasa meneladani ahli ilmu dan ahli ibadah. Bila ahli ilmu bejat dan ahli ibadah bodoh maka musibah akan merata dan fitnah akan merajalela pada kalangan khusus dan umum.

●و الصنف الثالث: الذين لا علم لهم و لا عمل؛ و إنما هم كالأنعام السائمة.

GOLONGAN KE-3, mereka yang tidak punya ilmu dan tidak punya amal, sehingga mereka laksana hewan ternak.

●و الصنف الرابع: نواب إبليس في الأرض؛ و هم الذين يثبطون الناس عن طلب العلم و التفقه في الدين ؛ فهؤلاء أضر عليهم من شياطين الجن؛ فإنهم يحولون بين القلوب و بين هدى الله و طريقه .

GOLONGAN KE-4, mereka para agen iblis di muka bumi, mereka membuat umat manusia berat melangkah untuk menuntut ilmu dan memahami agama, bahkan mereka lebih berbahaya ketimbang setan dari kalangan jin, karena mereka menjauhkan hati mereka dari hidayah Allah dan jalanNya.

مفتاح دار السعادة :490/1

Penterjemah :
Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى

9 TIPS MENGGAPAI CINTA SUAMI…

1. Buatlah sesuatu yang paling dicintai suamimu meskipun Anda tidak menyukainya, selagi tidak dilarang dalam agama.

2. Katakanlah kepada suami bahwa dia adalah orang yang paling dicintai dalam hidup setelah Allah dan RasulNya.

3. Jangan mengenakan pakaian kesayanganmu bila pakaian itu kurang berkenan di hati suamimu, karena dia yang paling sering melihatnya.

4. Jangan mengenakan parfum yang kurang disukai suamimu, karena dia yang paling sering mencium aromanya.

5. Katakanlah kepada suamimu bahwa penampilan suamimu sangat menarik dan menawan di mata Anda.

6. Biarkan suamimu sesekali menghirup udara bebas bersama teman-temannya, karena istri yang baik dan mencintai suami senantiasa percaya dan tidak menaruh curiga.

7. Sekali waktu berikanlah hadiah kepada suamimu dengan suatu yang menarik hatinya.

8. Walau tidak rutin dan hanya dengan telpon, hubungilah orang tua atau famili suami tercinta.

9. Jangan turuti bisikan nafsu cemburu karena pasti akan memperkeruh suasana hidupmu bahkan bisa menjadi pintu pecahnya bahtera rumah tangga.

Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى 

Lebih Kecil Dari Kutu, Lebih Dahsyat Dari Tentara Sekutu…

Ayah bunda, semoga rahmat dan berkah Allah senantiasa mengairi hidup kalian.

Memang anak adalah buah hati, belahan jiwa dan kebanggaan orang tua, sehingga cinta kasih orang tua tercurah deras bak hujan di bulan januari dan lebih lengket ketimbang perangko.

Sayang…..kadang cinta kasih kita berikan kepada anak berlebihan dan tidak mendidik sehingga menyulut bara fitnah. Akhirnya tanpa sadar kita masuk ke dalam firman Allah,

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ [الأنفال : 28]

Dan ketahuilah bahwa harta kalian dan anak-anak kalian itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar.”

Kalau mau jujur, kita sebagai orang tua kadang menyayangi anak sering bercampur aduk dengan emosi, nafsu dan perasaan, bahkan sering sibuk dalam hal-hal kurang mendasar karena terbawa perasaan dan melupakan masalah yang fundamental seperti perhatian terhadap aqidah, manhaj, akhlak dan ibadah mereka terutama shalat.

Contoh sederhana, kita sering bingung karena hp anak kita jadul, sepatu sudah usang, kendaraan tidak layak dan laptop tidak cocok zaman now. Namun kita kadang lalai bahaya virus yang lebih dahsyat ketimbang serangan TENTARA SEKUTU meskipun besarnya lebih ringan dan lebih kecil daripada KUTU.

Tahukah wahai ayah bunda, virus apa ?

Ujub dan Sombong!!!

Penyakit itu ternyata sering kali kita tanamkan pada diri anak tanpa beban dosa!!!

Lewat perlakuan keliru atas nama KASIH SAYANG……..

Ya atas nama kasih sayang tapi keliru……yaitu anak serba dilayani……serba dimanja……serba dikasih….. serba dibela…..malah anak serba tidak boleh disalahkan……..

Finalnya sikap itu berujung pada lahirnya sikap sombong dan ujub……

Virus sombong dan ujub akan tambah menjalar ketika sikap orang tua serba kalah dan serba merasa salah di depan anak.

Lebih parah lagi saat orang tua di depan anak menampakkan sikap serba lemah dan tak berdaya……

Serangan virus sombong dan ujub makin ganas dan menggerogoti diri anak kita…….

Kenapa virus itu lebih bahaya daripada serangan TENTARA SEKUTU tapi LEBIH KECIL DARI KUTU ?

Ya karena sanggup melumpuhkan rohani, merusak kepribadian dan menghancurkan pahala kebaikan, meskipun LEBIH KECIL DARI KUTU, bahkan hanya seberat dzarrah (atom) namun daya musnahnya lebih dahsyat dari bom atom dalam merusak kepribadian anak kita maka Rasulullah bersabda,

لا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus ?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91)

Oleh karena itu, pendidikan orang tua kepada anak seharusnya mengacu pada pembentukan karakter rendah hati dan mengikis kesombongan.

Rendah hati pasti menghadirkan kebaikan malah mengangkat derajat anak sebagaimana sabda Nabi,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah diri) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.” (HR. Muslim no. 2588). 

Rendah hati karena Allah, akan mudah menerima kebenaran dan gampang mengambil nasehat serta tidak mudah merendahkan orang lain yang menunjukkan kepada kebenaran dan kebaikan.

Rendah hati dalam beramal, akan membentuk sikap mawas diri dan merasa kurang dalam beramal, bahkan menganggap kecil kebaikan yang besar dan menganggap besar kesalahan yang kecil.

Rendah hati dalam menuntut ilmu, akan meringankan langkah kaki ke majlis ilmu, melahirkan ketulusan mengkaji ilmu…..jarak jauh menjadi dekat demi ilmu…….tahan banting akan pedihnya mencari ilmu, sehingga ilmu menjadi berkah dan pengetahuan makin tambah melimpah.

Rendah hati dalam menerima kebenaran…..mudah ditegur demi kebaikan dirinya dan tidak malu belajar dengan siapapun dan tidak suka merendahkan orang lain.

Rendah hati dalam bergaul, akan senantiasa bersikap sopan….. santun…..senyum….. sapa, dan salam……bahkan sanggup menyayangi yang muda dan menghormati yang tua.

Rendah hati dalam materi akan bersikap sederhana, tidak bersikap mubazir, senang mendahulukan pola hidup daripada gaya hidup dan suka mementingkan kebutuhan daripada keinginan.

Dan yang paling mendasar….. selalu menghargai nikmat Allah sekecil apapun sehingga setiap saat senantiasa bersyukur kepada Allah dengan segala nikmat dan karunia-Nya.

Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى.

Untaian Nasihat Imam Syafi’i Tentang Hakikat Kehidupan dan Kematian…

ندم وحزن هز كل كياني  فانساب دمعي واستكان لساني

Menyesal, berduka dan tersentak seluruh keadaanku.
Air mataku berderai dan mulutku terkunci.

النفس حيرى والذنوب كثيرة  والعمر يمضي والحياة ثواني

Jiwaku linglung dan dosaku menumpuk.
Umur terus berlalu dan hidup hanyalah beberapa detik berlalu.

يا نفس كفي عن معاصيك التي  كادت تميت الحس في وجداني

Wahai jiwaku berhentilah dari maksiatmu, karena itu yang mematikan perasaanku.

أنسيت أن الموت آت، فاجمعي  يا نفس من طيب ومن إحسان

Apakah kamu lupa bahwa kematian pasti datang, maka bersiaplah
Wahai jiwaku berbekallah dengan kebaikan dan kebajikan.

أنا لست أخشى الموت بل أخشى الذي  بعد الممات، وعسرة السؤلان

Sebetulnya aku tidak pernah takut kepada kematian tapi takut kehidupan setelah kematian dan sulitnya pertanyaan.

ماذا أقول إذا فقدت إرادتي   وتكلمت بعدي يدي ولساني

Apakah yang akan aku ucapkan bila aku sudah tidak punya kehendak lagi. Dan bila setelah itu yang berbicara tanganku dan lisanku.

ماذا.. وكل جوارحي تحكي بما   صنعت.. ولست بعالم النسيان

Apakah yang akan terjadi… Saat seluruh anggota tubuhku berbicara tentang apa yang aku perbuat sementara aku tidak di alam lupa.

أخشاك يا شمس الشتاء فكيف لا   أخشى العذاب وحرقة النيران

Panas matahari musim dingin kau takuti bagaimana tidak takut adzab dan panasnya neraka.

أنا يا الهي حائر فتولني   ولأنت تهدي حيرة الحيران

Wahai Tuhanku, aku bingung bimbinglah aku karena sungguh Engkau penunjuk hamba yang sedang bimbang.

أنا إن عصيت فهذا لأني غافل   ولقد علمت عواقب العصيان

Andai aku bermaksiat terus hingga lupa diri. Padahal aku tahu akibat buruk kemaksiatan.

أنا إن عصيت فهذا لأني ظالم  والظلم صنع من يد الإنسان

Andai aku terus maksiat, sungguh aku zalim. Dan kezaliman sudah menjadi watak manusia.

لكنك الغفار فاغفر ما جنت   نفسي على نفسي فأنت الحاني

Akan tetapi Engkau maha pengampun maka ampunilah dosaku. Kesalahan demi kesalahan Engkau maha lembut.

أشكو إليك ضآلتي ومذلتي  فارفع بفضلك ما أذل زماني

Aku mengadu kepadamu akan kesesatan dan kehinaanku. Ya Allah Angkatlah dengan karuniamu dari kehinaan.

أدعوك في صمتي، وفي نطقي   وفي همسي بقلب دائم الخفقان

Aku memohon kepadamu pada tiap diam dan berbicaraku. Dan dalam bisikan hatiku aku selalu bermunajat Padamu.

أدعوك فاقبل دعوتي وارفع بها   شأني، وكن لي يا عظيم الشان

Aku berdoa kepadamu, terimalah doaku, Angkatlah derajatku dan tolonglah aku wahai dzat yang maha Agung.

لك في الفؤاد مهابة ومحبة   يا من بحبك يستضيء كياني

Engkau di hatiku senantiasa aku agungkan dan cintai. Wahai dzat yang dengan kecintaanmu bersinarlah kehidupanku.

أنا يا إلهي عائد من وحدتي   أنا هارب من كثرة الأشجان

Wahai Tuhanku, aku kembali dari peraduannya. Aku lari dari berbagai macam salahku.

من لي سواك يجيرني ويعيدني   من عالم الأهواء.. والشيطان

Tidak ada selainmu yang bisa melindungiku dan menyelamatkanku.
Dari hawa nafsu dan setan. 

سدت بوجهي كل أبواب المنى   فأتيت بابك طالب الغفران

Di hadapanku tertutup semua pintu harapan, aku datangi pintumu untuk mengejar pengampunan.

يارب إني قد أتيتك تائبا  فاقبل بعفوك توبة الندمان.

Wahai Tuhanku, sungguh aku datang kepadamu untuk bertaubat. Terimalah dengan ampunanmu sebagai hamba yang bertaubat penuh penyesalan.

Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى

da051216-0626

Sahabat Setia Hingga Surga…

Di tengah keterasingan, aku mencoba memaknai persahabatan dan di kala kesulitan menghimpit aku berusaha merenungkan tafsir Kesetiaan…

Di tengah gangguan bersosialisasi aku berjuang mengurai benang kusut kejujuran dalam pergaulan…

Memang benar kata para ulama sahabat ada empat,

Pertama, teman laksana makanan yang dibutuhkan untuk kehidupan.

Kedua, teman laksana obat yang dibutuhkan saat kesakitan.

Ketiga, teman laksana racun amat bahaya bila ditelan.

Keempat, teman laksana virus senantiasa menularkan penyakit saat berdampingan.

Para ulama salaf berkata, waspadalah bersahabat dengan banyak orang, karena mereka pada umumnya, tidak mudah mentolelir kekurangan, kurang bisa memaafkan kesalahan, mudah mengumbar aib, mudah marah dalam urusan sepele, dan gampang hasud dengan kenikmatan besar maupun kecil. Jangan kamu jadikan seseorang sebagai sahabat sebelum Anda mengujinya dengan lamanya pergaulan, amanah dalam masalah uang, membantumu dalam kesulitan, dan setia dalam bepergian.

Ribuan orang pernah bertegur sapa dan berpapasan denganku, ada yang masih aku ingat namun banyak yang terlupa moga semuanya bisa jumpa di Surga.

Banyak sekali kebaikan yang aku petik dan hikmat yang aku dapatkan dari harga sebuah persahabatan…

Atha berkata, carilah temanmu saat menghilang, barangkali dia sedang sakit perlu ditengok, atau sedang menghadapi kesulitan perlu bantuan atau sedang lupa persahabatan perlu diingatkan.

Kebaikan dan perhatian mereka terlalu banyak dihitung apalagi ditabung, ada yang terekam indah dalam kenangan dan ada yang terlupakan bahkan terabaikan semoga Allah memaafkan.

Betapa besarnya pahala bersahabatan yang ditegakkan diatas keimanan dan keadilan hingga Allah menjamin naungan teduh di hari pengadilan…..

Bahkan Allah berfirman dalam hadits qudsi, manakah orang-orang yang berkasih sayang karenaku, demi izzahku Aku akan naungi dengan naungan Arasyku…

Dan manusia dihimpun pada hari Kiamat bersama orang yang dicintainya, di mana pernah seorang Badui datang kepada Rasulullah dan bertanya, Kapankah Kiamat terjadi ? Beliau menjawab, Apakah yang Anda persiapkan untuknya ? Maka sang Badui pun menjawab, Cinta Allah dan cinta RasulNya. Maka beliau menjawab, Engkau akan dihimpun bersama orang yang kamu cintai.

Anas bin Malik menangis setelah mendengar jawaban nabi karena kegembiraan sehingga berkata, Aku mencintai Rasulullah, Abu Bakar, Umar dan Utsman meski amalanku tidak bisa menyamai amalan mereka, aku hanya berharap bisa dikumpulkan bersama mereka di hari Kiamat.

Hak bersahabatan cukup banyak yang antara lain,

1. Jagalah nama baik dan kehormatan sahabatmu.

2. Nasehati secara tulus di kesepian akan kesalahan dan kesesatannya.

3. Bantulah hajat hidupnya baik berupa materi, tenaga, pikiran dan ilmu yang Anda miliki.

4. Doakan ketika bersin dan mengucapkan hamdalah, jawablah salamnya, tengoklah saat sakit, antarkan jenazahnya saat meninggalnya dan berilah nasihat dengan tulus saat minta nasihat serta kabulkan undangannya.

5. Jagalah kehormatan keluarganya dan panggillah dengan nama indahnya.

6. Doakan dengan kebaikan dan Hidayah saat Anda sedang berjauhan.

Said bin Ash berkata, temanku punya hak tiga atasku, kalau dia mendatangiku aku sambut dengan hangat, bila dia berbicara aku dengar dengan menghadapkan muka dan bila dia duduk aku luaskan majelisnya.

Sementara sahabat setia adalah orang yang bila kamu pandang mengingatkan Allah, ucapannya mendorong kepada kebaikan dan tingkah lakunya memotivasi kepada keakhiratan.

Zainal Abidin bin Syamsuddin,  حفظه الله تعالى 

 

da200816-2248

Melembutkan Hati Yang Keras…

Ada empat langkah untuk melembutkan hati yang keras :

1. Menanggalkan kebiasaan buruk dengan cara hadir majlis ilmu untuk mendengarkan nasehat dan bimbingan agama.

2. Mengingat sesuatu yang menghancurkan kelezatan, membuat cerai-berai jamaah, menjadikan anak-anak yatim, yaitu kematian.

3. Menyaksikan orang yang sedang mengalami sekarat maut.

4. Berziarah kubur dan merenungkan kematian serta mengingat alam akhirat.

(At-Tadzkirah, Imam Qurthubi rohimahullah)

Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى

Rezeki…

Yang kerja keras belum tentu mendapat banyak.
Yang kerja sedikit belum tentu mendapat sedikit.

Karena sesungguhnya sifat Rezeki adalah mengejar, bukan dikejar.
Rezeki akan mendatangi,
bahkan akan mengejar,
hanya kepada orang yang pantas didatangi….

Maka, pantaskan dan patutkan diri untuk pantas di datangi, atau bahkan dikejar rezeki.
Inilah hakikat ikhtiar…

Setiap dari kita telah ditetapkan rezekinya sendiri-sendiri.

Karena ikhtiar adalah kuasa manusia, namun rezeki adalah kuasa Allah Azza Wajalla.
Dan manusia tidak akan dimatikan, hingga ketetapan rezekinya telah ia terima, seluruhnya.

Ada yang diluaskan rezekinya dalam bentuk harta,
Ada yang diluaskan dalam bentuk kesehatan,
Ada yang diluaskan dalam bentuk ketenangan, keamanan,
Ada yang diluaskan dalam kemudahan menerima ilmu,
Ada yang diluaskan dalam bentuk keluarga dan anak keturunan yang shalih,
Ada yang dimudahkan dalam amalan dan ibadahnya…
Dan yang paling indah, adalah diteguhkan dalam hidayah Islam…

Hakikat Rezeki bukanlah hanya harta, rezeki adalah seluruh rahmat Allah Ta’ala…

Adapun 8 JENIS REZEKI DARI ALLAH TA’ALA

  1. Rezeki Yang Telah Dijamin.

‎وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

“Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya.”
(Surah Hud : 6).

2.  Rezeki Karena Usaha.

‎وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya.”
(Surah An-Najm : 39).

3. Rezeki Karena Bersyukur.

‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.”
(Surah Ibrahim : 7).

4. Rezeki Tak Terduga.

‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberi nya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”
(Surah At-Thalaq : 2-3).

5. Rezeki Karena Istighfar.

‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).

6. Rezeki Karena Menikah.

‎وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ

“Dan nikahkanlah orang-orang yg masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan ke- cukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya.”
(Surah An-Nur : 32).

7. Rezeki Karena Anak.

‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Surah Al-Israa’ : 31).

8. Rezeki Karena Sedekah

‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً

“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”
(Surah Al-Baqarah : 245).

Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc,  حفظه الله تعالى
posted on FB account of Ustadz Zainal Abidin

Penyimpangan Setelah Hidayah…

*لماذا ينتكس البعض بعد استقامته على طريق الهداية ؟؟؟*

Mengapa ada sebagian orang yang justru berbalik (menyimpang) setelah ia konsisten di atas jalan hidayah (bahkan sebelumnya ia mendakwahkan sunnah)…??

قيل للشيخ ابن باز :

Syaikh Bin Baz pernah ditanya:

ياشيخ ، فلان انتكس،

Wahai Syaikh; si fulan berbalik (menyimpang)

قال الشيخ :

Syaikh berkata;

(لعل انتكاسته من أمرين :

Boleh jadi dia berbalik menyimpang karena dua hal:

إما أنه لم يسأل الله الثبات ، أو أنه لم يشكر الله على الإستقامة) .

Pertama, dia mungkin tidak pernah meminta kepada Allah agar diteguhkan (di atas alhaq), atau yang kedua, ia tidak bersyukur setelah diberikan keteguhan dan keistiqomahan oleh Allah.

فحين اختارك الله لطريق هدايته،

Maka tatkala Allah telah memilihmu berjalan di atas jalan hidayah-Nya,

ليس لأنك مميز أو لطاعةٍ منك ،

camkanlah bahwa itu bukan karena keistimewaanmu atau karena ketaatanmu,

بل هي رحمة منه شملتك ،

melainkan itu adalah rahmat dari-Nya yang meliputimu

قد ينزعها منك في أي لحظة ،

Allah bisa saja mencabut rahmat tersebut kapan saja darimu

لذلك لا تغتر بعملك ولا بعبادتك

Oleh karena itu, jangan engkau tertipu dengan amalanmu, jangan pula disilaukan oleh ibadahmu

ولا تنظر باستصغار لمن ضلّ عن سبيله

Jangan engkau memandang remeh orang yang tersesat dari jalan-Nya

فلولا رحمة الله بك لكنت مكانه .

Kalau bukan karena rahmat Allah padamu, niscaya engkau akan tersesat pula, posisimu akan sama dengan orang yang tersesat itu.

أعيدوا قراءة هذه الآية بتأنٍّ

Ulang-ulang lah membaca ayat berikut ini dengan penuh penghayatan

﴿ ولوﻵ أن ثبتناك لقد كدت تركن إليهم شيئا قليلا ﴾

“Andai Kami tidak meneguhkanmu (wahai Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam), sungguh engkau hampir-hampir saja akan sedikit condong kepada mereka (orang-orang yang tersesat itu).”

إياك أن تظن أن الثبات على الإستقامة أحد إنجازاتك الشخصية …

Jangan pernah engkau menyangka, bahwa keteguhan di atas istiqomah, merupakan salah satu hasil jerih payahmu pribadi.

تأمل قوله تعالى لسيد البشر..

Perhatikan firman Allah kepada Pemimpin segenap manusia (Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam):

“ولولا أن ثبتناك”

“Kalau bukan Kami yang meneguhkanmu (wahai Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam)…”

فكيف بك !!؟.

Maka apalagi engkau…!!?

نحنُ مخطئون عندما نتجاهل أذكارنا،

Kita sering keliru, manakala kita melupakan dzikir-dzikir kita

نعتقد أنها شيء غير مهم وننسى

Kita menyangka bahwa dzikir-dzikir itu tidak penting, sehingga kita pun melupakannya.

بأن الله يحفظنا بها، وربما تقلب الأقدار..

Kita lupa bahwa Allah akan menjaga kita karena dzikir-dzikir tersebut. Boleh jadi takdir Allah akan berbalik.

يقول ابن القيم:

Ibnu al-Qayyim berkata:

حاجة العبد للمعوذات أشدُ من حاجته للطعام واللباس..!

Kebutuhan hamba akan doa dan dzikir (agar Allah memberikan perlindungan), melebihi kebutuhannya akan makanan dan pakaian.

داوموا على أذكاركم لتُدركوا معنى:

Maka rutinkanlah membaca doa dan dzikir kalian, agar kalian meraih apa yang dijanjikan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam

احفظ الله يحفظك..

“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjaga kalian”

تحصنوا كل صباح ومساء ؛

Niscaya kalian akan mendapatkan perlindungan pagi dan petang.

فالدنيا مخيفة .. وفي جوفها مفاجأت .. والله هو الحافظ لعباده

Dunia ini benar-benar menakutkan…. di lorongnya ada banyak hal yang menyentakkan… Allah, Dialah yang Maha Menjaga hamba-hamba-Nya.

Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى

Bukan Milikku…

Puisi terakhir WS Rendra (1935 – 2009)
(di buat sesaat sebelum dia wafat)

Hidup itu seperti UAP, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!
Ketika Orang memuji MILIKKU,
aku berkata bahwa ini HANYA TITIPAN saja.

Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,
Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,
Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA …

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
MENGAPA DIA menitipkannya kepadaku?
UNTUK APA DIA menitipkan semuanya kepadaku.

Dan kalau bukan milikku,
apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?

Malahan ketika diminta kembali,
kusebut itu MUSIBAH,
kusebut itu UJIAN,
kusebut itu PETAKA,
kusebut itu apa saja …
Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah DERITA….

Ketika aku berdo’a,
kuminta titipan yang cocok dengan
KEBUTUHAN DUNIAWI,
Aku ingin lebih banyak HARTA,
Aku ingin lebih banyak MOBIL,
Aku ingin lebih banyak RUMAH,
Aku ingin lebih banyak POPULARITAS,

Dan kutolak SAKIT,
Kutolak KEMISKINAN,
Seolah semua DERITA adalah hukuman bagiku.

Seolah KEADILAN dan KASIH-NYA,
harus berjalan seperti penyelesaian matematika
dan sesuai dengan kehendakku.

Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku …

Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan DIA seolah Mitra Dagang ku
dan bukan sebagai Kekasih!

Kuminta DIA membalas perlakuan baikku
dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku …

Duh ALLAH …

Padahal setiap hari kuucapkan,
Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya ALLAH, AMPUNI AKU, YA ALLAH …

Mulai hari ini,
ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur
dalam setiap keadaan
dan menjadi bijaksana,
mau menuruti kehendakMU saja ya ALLAH

Sebab aku yakin….
ENGKAU akan memberikan anugerah dalam hidupku …
KEHENDAKMU adalah yang ter BAIK bagiku ..

Ketika aku ingin hidup KAYA,
aku lupa,
bahwa HIDUP itu sendiri
adalah sebuah KEKAYAAN.

Ketika aku berat untuk MEMBERI,
aku lupa,
bahwa SEMUA yang aku miliki
juga adalah PEMBERIAN.

Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT,
….aku lupa,
bahwa dalam KELEMAHAN,
Tuhan memberikan aku KEKUATAN.

Ketika aku takut Rugi,
Aku lupa,
bahwa HIDUPKU adalah
sebuah KEBERUNTUNGAN,
kerana AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu BERSYUKUR kepada NYA

Bukan karena hari ini INDAH kita BAHAGIA.
Tetapi karena kita BAHAGIA,
maka hari ini menjadi INDAH.

Bukan karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS.
Tetapi karena kita optimis, RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

Bukan karena MUDAH kita *YAKIN BISA.
Tetapi karena kita YAKIN BISA.!
semuanya menjadi MUDAH.

Bukan karena semua BAIK kita TERSENYUM.
Tetapi karena kita TERSENYUM, maka semua menjadi BAIK,

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar,
cukuplah menjadi JALAN SETAPAK
yang dapat dilalui orang,

Bila kita tidak dapat menjadi matahari,
cukuplah menjadi LENTERA
yang dapat menerangi sekitar kita,

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang,
maka BERDOALAH untuk
kebaikan.

Di-Share karena ini sangat bagus untuk pembelajaran kehidupan kita semua…

Posted by
Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc,  حفظه الله تعالى