Audio

Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah – Tujuan Menuntut Ilmu Untuk Mengamalkannya…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-16

Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 15) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 16 🌿

Penghalang selanjutnya untuk mendapatkan Ilmu dan Kebenaran yaitu..

⚉   Tempat Tumbuh
dimana seseorang tumbuh di atas suatu aqidah atau keyakinan atau suatu kebiasaan.. sehingga kebiasaan yang memang dia sudah berada dari semenjak kecil, dianggap sebagai suatu kebenaran.

Maka ketika seseorang tumbuh di atas perkara yang menyimpang dan diapun dewasa dan bahkan tua diatasnya.. maka dia akan menganggap bahwa itu adalah sebagai sebuah kebenaran yang tidak boleh di rubah.

⚉   Oleh karena itulah Abdulllah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata “Bagaimana keadaan kalian apabila fitnah itu telah benar-benar menguasai kalian ? Anak kecil yang tumbuh di atas fitnah itu, orang dewasa tua diatas fitnah tersebut, sehingga fitnah tersebut dianggap Sunnah (dianggap kebaikan). Apabila fitnah tersebut ada yang merubahnya, disangka telah ada kebenaran atau Sunnah yang di rubah, padahal itu adalah bukan Sunnah tapi fitnah” …(inilah) akibat daripada seseorang tumbuh dan dewasa diatas fitnah tersebut, diatas perkara yang tidak benar itu

⚉   Syaikh Abdurrahman Asy-Sya’di rohimahullah ketika menafsirkan Surat An-Naml ayat 43

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

وَصَدَّهَا مَا كَانَت تَّعْبُدُ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهَا كَانَتْ مِن قَوْمٍ كَٰفِرِينَ

Dan yang mencegah (Ratu Bilqis) untuk beriman kepada Allah adalah yang dahulu mereka biasa sembah selain Allah

Kata Syaikh Abdurrahman Asy-Sya’di rohimahullah (dalam Kitab At-Taisil Al-Latif Al-Manan hal. 194) maksudnya yaitu ialah : Aqidah yang ia tumbuh diatasnya, dimana pendapat-pendapat atau keyakinan-keyakinan yang rusak itu telah menguasai akal orang yang berakal, bahkan menghilangkan pikiran yang jernih.”

Kenapa ? Karena ia telah tumbuh diatas keyakinan tersebut, sehingga akhirnya menghalangi dia untuk berfikir dengan yang lurus. Karena dia menganggap itu sebagai sebuah kebiasaan.

⚉   Ibnul Qayyim Rohimahullah (dalam Kitab Al Miftah Darus-Sa’adah dalam jilid I hal 98) berkata : “Diantara perkara yang mencegah seseorang untuk mendapatkan hidayah yaitu kebiasaan dan tempat tumbuh, dimana seseorang tumbuh diatas suatu aqidah dan keyakinan.”

Karena kata beliau.. kebiasaan yang sudah ia terbiasa diatasnya itu menjadi kuat dan mengalahkan tabiat, bahkan ia menjadi sesuatu yang sulit sekali untuk ditinggalkan ketika ia sudah terbiasa diatasnya.

⚉   Oleh karena itulah Imam Ahmad rohimahulah mengatakan “Orang tua itu hampir susah untuk masuk Islam, berbeda dengan anak muda ia lebih mudah masuk Islam.”

Artinya orang tua itu yang sudah tumbuh diatas sesuatu biasanya dia akan kuat sekali memegang sesuatu tersebut, berbeda dengan anak yang masih muda.

Maka ini adalah beberapa yang menjadi sebab seseorang itu terhalang dari hidayah, maka tentu kewajiban seorang hamba Allah adalah :

menggunakan akal pikiran dia untuk memahami apakah kebiasaan yang selama ini ia jalankan sesuai dengan syariat Allah atau tidak,
• kemudian menghilangkan fanatik terhadap nenek moyang dan adat istiadat,
• dan meyakini bahwa adat istiadat itu semua adalah buatan manusia sedangkan syariat itu berasal dari pencipta manusia.

👉🏼   Maka dari itulah TIDAK BOLEH seorangpun beralasan dengan adat istiadat untuk meninggalkan syariat karena syariat itulah yang harus dijadikan sebagai sebuah panduan hidup karena ia berasal dari Allah Subhanahu Wata’ala.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-15

Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 14) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 15 🌿

Penghalang seseorang dari kebenaran (yang menyebabkan ia berpaling darinya) berikutnya adalah…

⚉   Kurangnya pemahaman dalam memahami kebenaran [ قلة الفهم ]

Ini merupakan salah satu perkara yang menyebabkan seseorang berpaling dari kebenaran… karena ketika seseorang kurang memahami tentang kebenaran, ia akan berpaling darinya.
Dan hal-hal yang menyebabkan ia kurang dalam memahami kebenaran, diantaranya :

1⃣  Kurangnya kecerdasan
Karena ia kurang cerdas akhinya ia kurang memahami kebenaran yang di sampaikan kepadanya.
Dan ini tentunya perkara yang sesuai dengan kemampuan seorang hamba.

Oleh karena itu seseorang semakin cerdas… semakin faham, semakin kurang cerdas… semakin kurang faham.

Maka yang seperti ini sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Allah tidak akan membebani kecuali sesuai kemampuannya.

2⃣  Sebab kenapa dia tidak paham kebenaran, karena tidak ada keinginan untuk memahaminya,
karena misalnya lebih mencukupkan diri dengan apa yang apa yang ia temukan dari nenek moyangnya… atau karena misalnya mengikuti hawa nafsunya, ia lalai dengan kelezatan dunia dan syahwatnya, sehingga ia tidak ingin memahami kebenaran tersebut. Maka pada waktu itu iapun tidak memahaminya.

3⃣  Kenapa seseorang tidak memahami kebenaran ?! bisa jadi karena adanya syubhat,
sehingga karena adanya syubhat akhirnya ia kurang memahami kebenaran yang di sampaikan kepadanya.

4⃣ Kemudian juga diantara perkara yang menyebabkan seseorang kurang dalam memahami dalam kebenaran, adanya tujuan yang buruk.
Tujuan yang buruk itu menyebabkan ia tidak memahami kebenaran. Karena ketika hati niatnya sudah tidak baik, maka Allah akan palingkan ia dari pemahaman yang benar, dan ini yang paling buruk karena ia telah mengumpulkan dua perkara yang buruk;
1. Yaitu tujuan yang buruk
2. Yaitu pemahaman yang buruk.

Maka yang seperti ini sering kali melihat kebenaran itu sebagai sebuah kebathilan.
Ini hal-hal yang menyebabkan seseorang itu tidak memahami kebenaran.

👉🏼   Lalu apa yang harus kita lakukan, ketika kita tidak memahami kebenaran ?

1⃣  Kita harus bersungguh-sungguh… dengan sekuat tenaga untuk mencari kebenaran.

Pepatah orang Arab berkata MAN JADDA WAJADA
“Siapa sungguh-sungguh ia akan dapat”, terlebih ketika terjadi perselisihan di kalangan Ummat Islam, seringkali kebenaran itu menjadi tersembunyi dan samar karena kebodohan yang merajalela atau syubhat yang kuat, sehingga akhirnya samarlah kebenaran tersebut.

Maka jika ia tidak bersungguh-sungguh di dalam mencarinya dan memahaminya, maka disaat itu ia akan terhalang dari kebenaran tersebut

2⃣  Dia berusaha bertanya kepada ahlinya.. agar ia bisa memahami kebenaran tersebut.

3⃣  Dia selalu minta kepada Allah agar di berikan hidayah dan pemahaman untuk memahami kebenaran.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-14

Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 13) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 14 🌿

Perkara yang ke 14 yang menyebabkan seseorang terhalang dari hidayah yaitu…

⚉   Ia tidak berusaha untuk mengajak manusia kepada kebenaran [ تر ك هداية الناس للحق ]

Yang akibatnya Allah jadikan ia lupa kepada ilmu bahkan lama kelamaan akhirnya ia pun berpaling dari hidayah

قد يتر ك العبد تبليغ الحقَّ

Terkadang seorang hamba meninggalkan untuk menyampaikan hidayah, kebenaran dan ilmu yang ia seharusnya ajarkan kepada manusia….kenapa ?
Karena malas atau karena bakhil.

Maka… tentu ini sesuatu yang sangat buruk sekali, dan ini merupakan akhlaknya orang-orang Yahudi.

Allah mensifati orang Yahudi dalam QS An Nisaa : 37

‎الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

“Yaitu orang-orang yang bakhil dan memerintahkan manusia untuk bakhil dan mereka menyembunyikan apa yang Allah berikan kepada mereka berupa karunia-Nya”

⚉   Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah (Kitab Ash-shirootul-mustaqiim hal 7), berkata:

فو صَفَهُم بالبخل

“Allah mensifati mereka orang-orang Yahudi dengan kebakhilan,

الذي هو البخل بالعلم

yang maknanya adalah bakhil dengan ilmu

و البخل بالمال

dan bakhil dengan harta.

Walaupun redaksi ayat ini (kata beliau) lebih menunjukkan kepada bakhil dengan ilmu.

Maka orang yang bakhil terhadap ilmunya, itu sama halnya dengan orang Yahudi (atau tasyabuh dengan mereka.)

فإ نه سبب لِحر مان بر كة العلم والا نتفا ع به

Sebab ketika seseorang bakhil dengan ilmu, itu sebab terhalang dari keberkahan ilmu, terhalang untuk mengambil manfa’at dan ilmu, bahkan menyebabkan lupa dan hilang.”

⚉   Abdullah bin Mubarok rohimahullah berkata:

من بخل بالعلم ابتُلي بثلاث

“Orang yang bakhil dengan ilmu akan diberikan 3 perkara:

‎إما أن يَموت فيذهب علمه

ia meninggal ilmunya pun hilang

‎أو ينساه

atau ia melupakannya

‎أو يتبع سلطا ناً

atau ia menjadi penjilat penguasa”

Disebutkan dalam Kitab Aljaami’ ‘akhalqirrawii nomer 727

⚉   Berkata Ibnul Qayyim rohimahullah dalam Kitab Miftahdaarissaa’adah jilid 1 hal 172

فإن من خزن علمه، ولَمْ ينشر ه، ولَمْ يُعلَّمه ؛ ابتلاه الله بنسيانه وذها به منه

“Orang yang menyembunyikan ilmu dan dia tidak menyebarkannya/tidak mengajarkannya, Allah akan jadikan ia lupa dan hilang ilmunya

جزاء من جنس عمله

sebagai balasan perbuatannya.”

👉🏼   Oleh karena itulah orang yang mengetahui kebenaran, jangan ia menyembunyikan kebenaran, jangan ia malas untuk menyampaikan kebenaran kepada manusia, jangan ia merasa malas atau bahkan bakhil untuk mengajak manusia kepada AL HAQ (kebenaran), mengajarkan ilmu yang telah Allah berikan kepadanya.

⚉   Kata Ibnul Qayyim rohimahullah dalam kitab Risalah Ilaa kulli muslim hal 11-12

كما أن هدايته للغير وتعليمه ونصحه يفتح له باب الهداية

“Bahwasanya memberikan hidayah kepada orang lain berupa ilmu, mengajarkan dan memberikan nasehat itu membuka pintu hidayah untuknya.

فإن الجز اء من جنس العمل

karena balasan itu sesuai dengan jenis perbuatan

فكلَّما هدى غير ه وعلَّمه؛ هداه الله و علَّمه

semakin ia memberikan hidayah kepada orang lain dan mengajarkan ilmu semakin Allah juga memberikan kepadanya hidayah dan mengajarkan kepadanya ilmu

فيصير هاديًا مَهديًّا

maka ia pun memberikan hidayah dan diberikan hidayah”

👉🏼   Sebagaimana didalam do’a Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam yang di riwayatkan Imam at-Tarmidzi :

اللٌَهُمَّ زيَّنا بزينة اﻹيْمان

“Ya Allah hiasi kami dengan hiasan iman

واجعلنا هداة مهتدين

dan jadikanlah kami orang-orang yang memberikan hidayah

عير ضالَّين ولا مضلَّين

bukan orang yang sesat, bukan pula orang yang menyesatkan

سِلْمًا لأو ليائك ، حر بًالﻹعدائك ، نُحب بِحبَّك من أحبَّك ، ونعادي بعداو تك من عاداك

kasih sayang kepada wali-walimu dan tegas terhadap musuh-musuhmu, mencintai dengan cintamu orang yang mencintaimu, dan memusuhi orang-orang yang memusuhimu.”
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Apa Maksud Dari Kalimat “Hisab Yang Dimudahkan” Dalam Do’a Ini..?

Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-13

Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 12) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 13 🌿

Yang ke 13… diantara perkara yang menghalangi hidayah, yaitu…

⚉   Lalai dari minta hidayah  [الغفلة عن سؤال الهداية]

Kata beliau (Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى):

‎إذا نظر العاقل فِي كثير مِمَّن ضل من قبله و من أهل زمانه

Apabila orang yang berakal melihat kebanyakan orang yang tersesat (baik sebelum kita ataupun orang yang berada di zaman kita), ia akan melihat bahwa banyak diantara mereka cerdas orangnya (IQ-nya tinggi) namun kecerdasan tidak cukup untuk mengantarkan pelakunya kepada hidayah dan kebenaran… Karena hidayah milik Allah.

Allah berfirman [QS Al Baqoroh : 272]

‎وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ

Akan tetapi Allah memberikan hidayah kepada siapa yang Allah kehendaki

👉🏼   Dan karena kecerdasan itu bukan sebab seseorang dapat hidayah, akan tetapi hidayah itu adalah milik Allah yang Allah berikan kepada siapa yang Allah kehendaki, maka kewajiban seorang hamba adalah untuk selalu minta kepada Allah hidayah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan di dalam Alqur’an bahwa senantiasa mereka berselisih [QS Ar-Rum : 31-32]

Maka karena mereka selalu berselisih, kita minta kepada Allah hidayah dalam perkara yang di perselisihkan.

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam berdoa dalam doa istiftah ( diriwayatkan Imam Muslim dari hadits A’isyah rodhiyallahu ‘anha )

اللَّهُمَّ ربَّ جبريل وميكائيل وإسر افيل، فا طِرَ السموات والأرض، عالِم الغيب والشهادة، أنت تَحكم بين عبادك فيما كانوا فيه يَختلفون، اهدنِي لِما اختُلف فيه من الْحَقَّ بإذنك، إنَّك تَهدي من تشاء إلَى صر اط مستقيم

“Ya Allah Robbnya Jibril, Mika’il, Isrofil pencipta langit dan bumi, yang mengetahui yang ghoib dan yang terang-terangan. Kaulah yang menghukumi antara hamba-hamba-Mu diantara perkara yang di perselisihkan oleh mereka, maka berikan aku hidayah di dalam perkara yang di perselisihkan tersebut hidayah kepada kebenaran dengan izinmu. Sesungguhnya Engkau-pun memberikan hidayah kepada siapa yang Engkau kehendaki, kepada jalan yang lurus.”

⚉   Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah ( dalam Majmu’ Fataawa 5/118)

فإذا افتقر العبد إلَى اللّٰه، وأدمن النظر فِي كلام اللَّه، وكلام ر سو له، وكلام الصحابة والتا بعين وأئمة المسلمين انفتح له طر يق الهدى

Apabila seseorang hamba butuh kepada Allah, lalu ia betul-betul selalu memperhatikan firman Allah, memperhatikan sabda Rosulullah, perkataan para sahabat, para tabi’in dan para ulama kaum muslimin, maka akan terbukalah kepada dia jalan kebenaran.”

⚉   Beliau (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah) juga berkata ( dalam Majmu’ Fataawa 12/103)

فمن تبيَّن له الحقُّ فِي شيء من ذاك اتبعه

“Siapa yang menjadi jelas kepadanya kebenaran dalam suatu permasalahan hendaklah ia mengikutinya dan apabila kebenaran tersembunyi hendaklah dia ‘tawakuf’ (tidak mengambil sikap) dulu sampai Allah memberikan kejelasan kepadanya.”

وينبغي أن يستعين على ذلك بدعا ء اللّٰه

“Dan hendaknya dia mohon pertolongan kepada Allah dengan cara berdo’a kepada-Nya.”

⚉   Syaikh ‘Abdurrohman Assa’dii rohimahullah (dalam kitab Taisiir Al-latifil-mannan hal 180)

‎إن النَّاظر فِي العلم عند الحاجة إلَى العمل، أو التكلُّم به

“Orang yang sedang membahas ilmu disaat ia butuh kepada amal atau berbicara dengan ilmu tersebut apabila belum bisa menentukan mana dua pendapat yang kuat, setelah dia niatnya benar untuk mencari kebenaran dan membahasnya, maka Allah tidak akan menyia-nyiakan orang seperti ini.”

Selama niatnya benar dan ia berusaha sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran, maka Allah akan memberikan kepada dia hidayah sebagaimana halnya Nabi Musa berdo’a kepada Allah [QS Al-Qoshos : 22]

‎عَسَىٰ رَبِّي أَنْ يَهْدِيَنِي سَوَاءَ السَّبِيلِ

Semoga Allah memberikan kepadaku jalan yang benar.”
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah – Jangan Bakhil Pelit Dengan Ilmu Yang Dimiliki…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Bagaimana Adab Ketika Kita Dititipi Salam dan Cara Menjawab Titipan Salam…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Tips dan Pahala Istimewa Bagi Para Istri Dalam Menjalani Kehidupan Rumah Tangga…

Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:


.
.
Di surga ada DELAPAN PINTU SURGA.

⚉   Rosulullah shollallahu ’alaihi wasallam bertutur,

“إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”.

“Jika seorang wanita menunaikan sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menta’ati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu  dan  dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany).

⚉   Salah satu pintu surga dinamakan Ar-Royyan dan pintu ini khusus bagi orang yang berpuasa. Dalam hadits disebutkan,

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ »

Dari Sahl bin Sa’ad rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Surga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar Royyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari no. 3257)

Pintu lainnya adalah pintu untuk orang-orang yang rajin mengerjakan sholat, pintu untuk yang rajin bersedekah, pintu untuk para mujahid.

⚉   Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa beliau pernah mendengar Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ نُودِىَ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَا عَبْدَ اللَّهِ ، هَذَا خَيْرٌ . فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجِهَادِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ

Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli sholat maka ia akan dipanggil dari pintu sholat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Royyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”

فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ – رضى الله عنه – بِأَبِى أَنْتَ وَأُمِّى يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَا عَلَى مَنْ دُعِىَ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ مِنْ ضَرُورَةٍ ، فَهَلْ يُدْعَى أَحَدٌ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ كُلِّهَا قَالَ « نَعَمْ . وَأَرْجُو أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ »

Ketika mendengar hadits ini Abu Bakar pun bertanya, “Ayah dan ibuku sebagai penebus Anda wahai Rasulullah, kesulitan apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu. Mungkinkah ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut ?

Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Iya ada. Dan aku berharap kamu termasuk golongan mereka.” (HR. Bukhari no. 1897, 3666 dan Muslim no. 1027)

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih