Images

Jangan Pernah…

JANGAN pernah… wahai saudaraku
JANGAN pernah MEREMEHKAN NERAKA…

karena siksaan di dalamnya
TIDAK AKAN PERNAH BERHENTI… dan
TIDAK AKAN PERNAH DI RINGANKAN…

Allah Ta’ala berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di
dalam adzab neraka Jahannam. Tidak diringankan
adzab itu dari mereka dan mereka di dalamnya
berputus asa. Dan tidaklah Kami menganiaya mereka,
tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
Mereka berseru,”Hai Malik, biarlah Rabbmu membunuh
kami saja.” Dia menjawab, ”Kamu akan tetap tinggal
(di neraka ini).” [Az Zukhruf: 74-77]

Apa Yang Melandasi Persahabatan Anda Dengan Teman Anda Selama Ini.?

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Teman-teman akrab pada hari (kiamat) nanti sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”

(QS. Az Zukhruf : 67).

Imam Ibnu Katsir rohimahulloh mengatakan bahwa setiap persahabatan yang dilandasi cinta karena selain Allah, maka pada hari kiamat nanti akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan. Kecuali persahabatannya dilandasi cinta karena Allah ‘azza wa jalla, inilah yang kekal selamanya.

(Tafsir Ibnu Katsir)

Maafkan…

Syaikh Ali Musthafa Thantawi rohimahullah berpesan:

Genggam erat orang yang engkau cintai. Ungkapkan rasa cintamu pada mereka. Maafkan setiap kesalahan mereka, karena boleh jadi suatu hari nanti engkau atau mereka akan pergi sementara di dalam hati ada cerita dan rindu (yang belum tersampaikan) pada mereka.
Diskusikan, perbaiki, jelaskan dan akui setiap salah…
Hidup ini sangat pendek, tak layak dilalui dengan hasad dan dengki.
Esok kita akan menjadi kenangan saja,
kematian tak akan meminta izin,
karena itu.. tersenyumlah..
Dan maafkan semua yang pernah menyakitimu.”

Melindungi Diri Kita DAN Anak Kita Dari ‘AIN – Pengaruh Mata Jahat…

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

اِ سْتَعِيْذُوْا بِاللهِ تَعَالَى مِنَ الْعَيْنِ، فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Berlindunglah kalian kepada Allah dari ‘ain, karena sesungguhnya ‘ain itu haq (benar)”

(HR. Ibnu Majah no. 3508 dan Al Hakim no. IV/215, Lihat Silsilah Al Ahaadits Ash Shahiihah no. 737)

 

========

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memohonkan perlindungan untuk Hasan dan Husain, (beliau membaca) :

أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّة

Aku memohon perlindungan dengan kalimat Allah yang sempurna untuk kalian berdua, dari gangguan setan dan binatang berbisa, dan dari pandangan mata (‘ain) yang membuat sakit.”

(HR. Al Bukhari no. 3371 dan Abu Dawud no. 4737, Lafazh ini milik Abu Dawud).

 

Apa Yang Kita Ucapkan Ketika Melihat Orang Lain Mengalami Ujian, Cobaan dan Musiibah..?

APA YANG ANDA UCAPKAN ?
.
Hari ini banyak beredar foto dan video musibah tanah longsor dan air bah/banjir…. Yuk hapalkan dan pahami maknanya lalu baca do’anya agar kita terhindar dari musibah/ujian yang sama… bisa penyakit, cacat, musibah banjir, dan sejenisnya… Wallahu a’lam
.
Berikut adalah do’a yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam KETIKA KITA MELIHAT ORANG LAIN mengalami suatu ujian, cobaan, musiibah..
.

KUBURAN NABI Shollallohu ‘Alaihi Wasallam Berada Di Masjid Nabawi ..?

KUBURAN NABI shollallohu ‘alaihi wasallam berada di masjid Nabawi …?

Inilah yang diyakini oleh sebagian kaum muslimin, padahal sebenarnya tidak demikian… Lebih jelasnya bisa di simak dari perkataan Syeikh Sholeh Sindi -hafizhohulloh- berikut ini:

“Jadi, kuburan Beliau itu KELIHATANNYA di dalam Masjid Nabawi, padahal (sebenarnya) dia itu terpisah dengan sempurna dari Masjid Nabawi.

Karena kuburan beliau -shollallohu alaihi wasallam- itu tetap di dalam rumah (atau hujroh) beliau, sebagaimana keadaannya sebelum adanya perluasan Masjid Nabawi.

Perumpaan Hujroh Nabi dengan Masjid Nabawi adalah seperti tanah milik Zaid yang disampingnya ada tanah milik Amr. Kemudian Zaid membeli tanah yang berada di sekeliling tanah tetangganya itu.

Sehingga jadilah tanahnya Zaid mengelilingi tanahnya Amr dari semua arah, dan tanahnya Amr berada di tengah-tengahnya tanahnya Zaid.

Jadinya, gambaran di lapangan yang mungkin samar bagi orang yang tidak teliti melihatnya; bahwa tanahnya Amr adalah bagian dari tanahnya Zaid, padahal sebenarnya tanah tersebut adalah tanah yang berdiri sendiri tapi dikelilingi oleh tanah tetangganya.

Seperti inilah keadaan Hujroh Nabi dengan Masjid Nabawi, sama persis.”

[Kitab: Al-Jawab ‘An Syubhatil Istidlal bil Qobrin Nabawi ‘Ala Jawazit Tikhodzil Qubur Masajid, hal: 34-35].

Musyaffa Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Makam

 

* Di gambar diatas, ada pembatas antara makam di dalam rumah (hujroh) Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam dengan wilayah masjid yaitu  berupa tiga lapis dinding: dinding asli hujroh (biru), dan dua dinding setelahnya (merah tua dan merah muda).

* Yang atas adalah arah utara… yang bawah arah selatan… arah kiblat di masjid nabawi adalah arah selatan.

* Area berwarna Biru/Hijau Muda adalah roudhoh

* Jalur orang yang melewati makam Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam kelihatan di paling bawah gambar itu, jadi kotak simetris yang menyentuh 3 bulatan biru, itu adalah pagar ke-empat untuk makam beliau, itulah yang sekarang nampak sebagai pagar kuning ke-emasan oleh para peziarah dari luar.

da200816:0650