Images

Ujian Pasti Menerpa…

ada seorang ibu berkata..
saya sudah sholat, sedekah, puasa, zakat..
sayapun telah meninggalkan larangan..
tapi mengapa kesempitan hidup masih tetap menghimpit..
mengapa ujian terus bertubi tubi menimpa..

saya hanya bisa menjawab..
ibu.. apakah selama ini ibu beribadah agar tidak diuji..
tidak mungkin..
karena Allah berfirman..
alif laam miim..
apakah manusia mengira akan dibiarkan berkata kami beriman sementara ia tidak diuji…?
(al ankabut ayat 1)

ibadah yang kita lakukan adalah untuk mengokohkan hati..
bukan untuk menepis ujian..
karena ujian pasti menerpa kehidupan mukmin..
Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda..
senantiasa ujian menimpa mukmin..
sampai ia berjumpa dengan Allah tanpa membawa dosa..
(HR Ahmad)

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Do’a Agar Tidak Dibenamkan Ke Dalam Bumi…

 

Mendengar gempa di Sulawesi yang amat mengerikan. Banyak rumah yang dibenamkan ke bumi. Amat penting sekali untuk selalu membaca do’a yang diajarkan oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam yang beliau baca di setiap pagi dan petang:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).”

Dibaca setiap pagi dan petang.

HR. Al Bukhari dalam kitab Al Adabul Mufrod.

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

==========

Silahkan download (KLIK dan langsung download) ke Smartphone anda

Panduan DZIKIR PAGI v.3.0

Panduan DZIKIR PETANG v.3.0

Beberapa Bentuk Sholat Sunnah WITIR dan Bacaan Dzikir Setelahnya…

JUMLAH ROKA’AT dan CARA PELAKSANAAN SHOLAT SUNNAH WITIR
.
Witir boleh dilakukan SATU, TIGA, LIMA, TUJUH atau SEMBILAN roka’at. Berikut rinciannya.
.
⚉   PERTAMA: Witir dengan SATU roka’at. (HR. Abu Daud no. 1422. Syaikh Al Albani mengatakan Shohih)
.
⚉   KE-DUA: Witir dengan TIGA roka’at.
.
Di sini boleh dapat dilakukan dengan dua cara:
[1] TIGA roka’at, sekali salam. (HR. Al Baihaqi)
[2] Mengerjakan DUA roka’at terlebih dahulu kemudian salam, lalu ditambah SATU roka’at kemudian salam. (HR. Ahmad 6/83). Cara kedua ini lebih utama, simak di SINI untuk penjelasannya.
.
⚉   KE-TIGA: Witir dengan LIMA roka’at.
.
Cara pelaksanaannya adalah dianjurkan mengerjakan LIMA roka’at sekaligus dan tasyahud pada roka’at kelima, lalu salam. (HR. Muslim no. 737)
.
⚉   KE-EMPAT: Witir dengan TUJUH roka’at.
.
Cara pelaksanaannya adalah dianjurkan mengerjakannya tanpa duduk tasyahud kecuali pada roka’at KE-ENAM. Setelah tasyahud pada roka’at KE-ENAM, tidak langsung salam, namun dilanjutkan dengan berdiri pada roka’at KE-TUJUH. Kemudian tasyahud pada roka’at KE-TUJUH dan salam. (HR. Muslim no. 746)
.
⚉   KE-LIMA: Witir dengan SEMBILAN roka’at.
.
Cara pelaksanaannya adalah dianjurkan mengerjakannya tanpa duduk tasyahud kecuali pada roka’at KE-DELAPAN. Setelah tasyahud pada roka’at KE-DELAPAN, tidak langsung salam, namun dilanjutkan dengan berdiri pada roka’at KE-SEMBILAN. Kemudian tasyahud pada roka’at KE-SEMBILAN dan salam. (HR. Muslim no. 746) Dalil yang sama berlaku untuk 7 dan 9 Roka’at Witir.

Mengapa ROMADHON Tidak Termasuk Bulan Suci Yang 4…?


.
.
Jawabannya : Allahu a’lam…
.
PERTAMA, yang penting untuk kita ketahui bersama adalah bahwa Allah yang menetapkan ke 4 bulan suci itu melalui firman-Nya di dalam al Qur’an dan melalui lisan yang mulia Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam (al hadits) sbb:
.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
.
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan harom. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)
.
Lalu dalam sebuah hadits shohih, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda :
.
”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan harom (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rojab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).
.
Disebut dengan bulan “HAROM (suci)” karena pada bulan tersebut diharamkan maksiat dengan keras, begitu pula pembunuhan. Demikian kata Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rohimahullah dalam kitab beliau Taisir Al Karimir Rahman.
.
Al Qodhi Abu Ya’la rohimahullah berkata, ”Dinamakan bulan harom karena dua makna:
.
1- Pada bulan tersebut diharomkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.
.
2- Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan harom lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan itu. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan keta’atan.” (Lihat Zaadul Masiir, tafsir surat At Taubah ayat 36)
.
.
KEDUA, terkait bulan Romadhon, Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
Apabila Romadhon datang maka pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu.” (HR. Bukhari)
.
Sedangkan dalam riwayat an-Nasa-i dan Imam Ahmad terdapat tambahan: “Telah datang kepadamu ROMADHON, BULAN YANG PENUH BAROKAH.” [HR. an-Nasa-i (IV/129) Kitaabush Shiyaam bab Fadhlu Syahri Ramadhaan dan Musnad Imam Ahmad (II/230)]
.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas Romadhon adalah BULAN YANG PENUH BAROKAH… Namun sayangnya yang populer di tengah masyarakat adalah bahwa Romadhon itu bulan Suci… bukan mengecilkan makna bulan Romadhon (sama sekali TIDAK)… namun akibat penamaan ini banyak kaum Muslimin akhirnya MELUPAKAN / MENGABAIKAN 4 bulan suci (harom) yang sebenarnya sebagaimana disebutkan di dalam Al Qur’an dan Hadits-hadits shohih padahal dosa dan pahala di ke 4 bulan tsb dilipat gandakan, Allahul musta’aan…
.
Wallahu a’lam

Dua Dzikir dan Do’a Yang Terlupakan Saat Tertimpa Musibah Atau Melihat Orang Lain Terkena Musibah…

.
DUA DZIKIR DAN DO’A YANG KERAP TERLUPAKAN saat kita tertimpa musiibah, atau saat kita MELIHAT ORANG LAIN TERTIMPA MUSIIBAH seperti gempa, tsunami (lihat secara langsung atau lewat TV/media lainnya) yang menimpa saudara-saudara kita di Palu, Donggala dan sekitarnya, cobaan penyakit, kekurangan harta, kecelakaan, dll.
.
Yuk hafal, baca dan sebarkan.