Images

Dua Dzikir dan Do’a Yang Terlupakan Saat Tertimpa Musibah Atau Melihat Orang Lain Terkena Musibah…

.
DUA DZIKIR DAN DO’A YANG KERAP TERLUPAKAN saat kita tertimpa musiibah, atau saat kita MELIHAT ORANG LAIN TERTIMPA MUSIIBAH seperti gempa, tsunami (lihat secara langsung atau lewat TV/media lainnya) yang menimpa saudara-saudara kita di Palu, Donggala dan sekitarnya, cobaan penyakit, kekurangan harta, kecelakaan, dll.
.
Yuk hafal, baca dan sebarkan.

Dua Keutamaan Sholat Isyroq…

1. PAHALA HAJI DAN UMROH DENGAN SEMPURNA.

⚉   Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, dia bekata, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):

Barangsiapa sholat Shubuh dengan berjama’ah, kemudian duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit kemudian sholat 2 roka’at, maka dia meraih pahala seperti pahala Haji dan Umroh.” Dia berkata, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ’Sempurna, sempurna, sempurna’.”

[ HR. at-Tirmidzi – Syaikh Al-Albani berkata : Hasan – Lihat Shohih at-Targhib wat-Tarhib – 1/464]

⚉   Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):

Barangsiapa melaksanakan sholat Shubuh dengan berjama’ah, kemudian menetap di tempatnya sehingga dia sholat Dhuha karena Allah, maka dia mendapatkan pahala seperti orang yang ber-Haji dan ber-Umroh yang Haji dan Umroh-nya sempurna.”

[ HR. ath-Thobroni – Syaikh Al-Albani berkata : Hasan – Lihat Shohih at-Targhib wat-Tarhib – 1/469]

2. Kepulangan yang lebih cepat dan ghonimah yang lebih besar.

⚉   Dari Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu, dia bekata (yang artinya):

“Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam mengirim pasukan, maka mereka pulang dengan cepat dan membawa ghonimah yang banyak, lalu ada seseorang berkata, ’Wahai Rosulullah, tidak pernah kami melihat pasukan yang lebih cepat pulangnya dan lebih banyak ghonimah-nya dari pasukan ini

Maka beliau (Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, ‘Maukah aku kabarkan kepada kamu sesuatu yang lebih cepat pulangnya dan lebih besar ghonimah-nya ? Yaitu seseorang berwudhu lalu ia membaguskan wudhunya, kemudian ia pergi ke Masjid lalu ia sholat Shubuh, kemudian ia sholat Dhuha, maka ia sungguh telah pulang dengan cepat dan besar ghonimah-nya’.”

[ HR. Abu Ya’la – dengan sanadnya yang shohih, jalur perowinya Shohih Bukhari dan Muslim ]

Faedah Hadits :
1. Anjuran untuk terus berdzikir di tempat setelah sholat Shubuh.
2. Kemudian setelah itu, mendirikan 2 roka’at sholat Dhuha.
3. Menjelaskan bahwa sholat Isyroq adalah sholat Dhuha.

============

HUBUNGAN ANTARA SHOLAT ISYROQ DAN SHOLAT DHUHA

⚉   Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

Syuruq artinya terbit matahari tanpa meninggi seukuran batang tombak. Isyroq artinya terbitnya matahari dengan meninggi seukuran batang tombak.”

[ Majmu’ al Fatawa war Rasail 14/298-299 ]

⚉   Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah juga berkata,

Sholat Isyroq adalah sholat yang dilaksanakan setelah matahari meninggi seukuran batang tombak. Lamanya menurut perhitungan jam sekitar 15 menit atau semisal itu.

Itu adalah sholat Isyroq dan merupakan sholat Dhuha, karena pelaksanaan sholat Dhuha dimulai sejak matahari meninggi seukuran batang tombak hingga menjelang Zawal (*). Sholat Dhuha lebih utama dilaksanakan di akhir waktu daripada di awal waktu.

Kesimpulannya, 2 roka’at sholat Isyroq adalah 2 roka’at sholat Dhuha. Hanya saja, jika disegerakan pelaksanaannya di awal waktu, yaitu saat matahari meninggi seukuran batang tombak, itu adalah sholat Isyroq dan Dhuha. Jika diakhirkan pelaksanaannya di akhir waktu, itu adalah sholat Dhuha, bukan sholat Isyroq.

[ Majmu’ al Fatawa war Rasail 14/305 ]

(*) Zawal : waktu matahari bergeser dari tengah-tengah langit.

============

⚉   PERTANYAAN : 

Apakah tinggal di rumah setelah sholat Shubuh untuk membaca al-Qur’an hingga matahari terbit, kemudian sholat 2 roka’at Isyroq, akan mendapat pahala yang sama yang diraih dengan berdiam menunggu di Masjid ?

⚉   JAWABAN : 

Syaikh Ibnu Baz rohimahullah menjawab,

“Amal tersebut memiliki kebaikan yang banyak dan pahala yang besar. Akan tetapi, lahiriah hadits-hadits yang datang tentang hal itu menunjukkan bahwa amalan di atas TIDAK mendapat pahala yang dijanjikan untuk orang yang duduk di tempat sholatnya di Masjid.

Namun, jika dia sholat Shubuh di rumah karena uzur sakit atau takut, kemudian duduk di tempat sholatnya berzikir atau baca Qur’an hingga matahari meninggi, kemudian sholat 2 roka‘at, dia meraih pahala yang dijanjikan dalam hadits-hadits itu lantaran dia beruzur tatkala sholat di rumahnya.

Demikian pula halnya jika seorang wanita duduk di tempat sholatnya (di rumah) setelah sholat Shubuh, berzikir atau membaca Qur’an hingga matahari meninggi lalu sholat 2 roka’at, sesungguhnya ia mendapatkan pahala tersebut yang dijanjikan dalam hadits-hadits itu, bahwa Allah ‘azza wa jalla menuliskan bagi orang yang melakukannya pahala berhaji dan umrah yang sempurna.

Hadits-hadits dalam hal itu jumlahnya banyak, saling menguatkan satu sama lainnya dan tergolong dalam jenis hadits hasan lighoirih (hasan karena penguatnya). Hanya Allah yang memberi taufik.”

[ Majmu’ al-Fatawa Li Ibni Baz – 11/403-404 ]

 

Keutamaan EMPAT Roka’at Sholat Dhuha…

WAKTU SHOLAT DHUHA

Terdapat hadits yang menyebutkan waktu larangan untuk sholat.

Dari Uqbah bin Amir rodhiyallahu ‘anhu dia berkata:

“Ada tiga waktu di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami untuk melaksanakan sholat di tiga waktu tersebut atau menguburkan jenazah kami: [1] ketika matahari terbit sampai tinggi, [2] ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir dan [3] ketika matahari miring hendak tenggelam sampai benar-benar tenggelam.” (HR. Muslim no. 1926)

Pada hadits di atas, ada dua waktu yang mengapit waktu dhuha:

  • [1] Ketika matahari terbit sampai tinggi
  • [2] Ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir

⚉  AWAL WAKTU DHUHA :

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata, “Awal waktu shalat Dhuha adalah ketika matahari meninggi setinggi tombak ketika dilihat yaitu 15 menit setelah matahari terbit.” (Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, hal. 289)

Batas awal waktu dhuha: waktu terbit matahari + 15 menit

⚉  AKHIR WAKTU DHUHA :

Batas akhir waktu dhuha: waktu Zhuhur – 15 menit

⚉  WAKTU TERBAIK DHUHA :

Zaid bin Arqom rodhiyallahu ‘anhu melihat sekelompok orang melaksanakan shalat Dhuha, lantas ia mengatakan, “Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa selain waktu yang mereka kerjakan saat ini, ada yang lebih utama. Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Waktu terbaik) shalat awwabin (shalat Dhuha) yaitu ketika anak unta merasakan terik matahari.” (HR. Muslim no. 748). Artinya, ketika kondisi panas di akhir waktu.

Imam Nawawi rohimahullah mengatakan, “Inilah waktu utama untuk melaksanakan shalat Dhuha. Begitu pula ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa ini adalah waktu terbaik untuk shalat Dhuha. Walaupun boleh pula dilaksanakan ketika matahari terbit hingga waktu zawal.” (Syarh Shahih Muslim, 6: 28)

ARTIKEL TERKAIT

Jika TERTINGGAL Sholat Sunnah QOBLIYA ZHUHUR, Bolehkah di QODHO..?